Raja Pedang

Raja Pedang
#18. Cingauak Bangkai Melarikan Diri


__ADS_3

Nirmala menghadapi dua orang lawan, Boleang dan Bijo. Ada beberapa luka di tubuhnya, tapi Boleang dan Bijo mendapatkan lebih banyak luka.


Meski mengalami beberapa luka, gerakan serangan yang dilakukan Nirmala semakin kuat dan cepat. Nirmala menarik nafas dalam-dalam, menyiapkan dua serangan kearah Bijo.


Pedang laut tenang !


Seriti menyambar ikan !


Serangan pertama yang dilakukan Nirmala adalah serangan tipuan. Serangan kedua yang menyasar dengan sangat cepat dan kuat, merobek lebar dan dalam memanjang dari dada hingga lambung Bijo.


Crezz....


Bijo jatuh diatas kedua lututnya, sesaat kemudian rebah dan mati.


Perlahan Nirmala menatap Boleang dengan tajam. Boleang menjadi gugup. Berdua dengan Bijo setelah mengeluarkan semua kemampuan mereka saja dia tidak mampu mengalahkan Nirmala. Apa lagi sendirian. Boleang menyadari kematian sudah sangat dekat dengan dirinya. Dia akan segera berjumpa lagi dengan Bijo di neraka.


Cingauak Bangkai melihat anggota rombongan nya tidak mungkin untuk menang. Bahkan Bijo sudah terkapar mati dengan dada dan perut belah. Batino Seribu Rupa dan Boleang juga tidak lebih baik. Mereka juga tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi. Bahkan dia sendiri sudah terdesak hebat dengan luka luka lumayan parah. Jika terus dipaksakan maka mereka semua akan mati berkalang bangkai dipinggir hutan Rimbo Toboh. Raja Pedang memang mengerikan. Bukan sekedar nama kosong belaka. Cingauak Bangkai tidak bisa menakar tingkat kekuatan Raja Pedang sebenarnya.


"Perhatikan fokusmu Cingauak, atau nyawamu segera minggat...!" Lindu meneriaki Cingauak Bangkai sambil melakukan serangan mematikan. Inilah gerakan yang sangat kuat Menendang Bumi Menembus Langit salah satu bagian terkuat dari jurus Pedang Bumi dan Langit.


Pedang Mustika Embun meluncur dengan kecepatan sangat tinggi menuju leher Cingauak Bangkai dan diikuti sebuah tendangan menuju dada Cingauak Bangkai. Cingauak Bangkai terkejut, dengan kedatangan dua serangan kuat dari Raja Pedang. Ia mengumpat diri sendiri yang berlaku sembrono.


Tidak mungkin lagi mengatasi serangan yang datang. Cingauak Bangkai melipat dan memutar tubuhnya. Serangan yang menuju leher meleset menciptakan luka besar pada pundak Cingauak Bangkai.


Crezz...!


Bugh....! Aaachhhh...!!


Cingauak Bangkai terlempar jauh. Luka dipundaknya mengucurkan banyak darah. Lengannya yang menerima tendangan telak Raja Pedang mengalami patah tulang. Dia memuntahkan seteguk darah.


Setelah berusaha bangkit dengan susah payah, Cingauak Bangkai berteriak sangat keras.


Cabuuuuuttt.......!!!


Cingauak Bangkai langsung melesat jauh melarikan diri di ikuti oleh Batino Seribu Rupa. Mereka langsung melesat sangat jauh dengan sangat cepat. Ini adalah pertama kalinya Cingauak Bangkai melarikan diri dari satu pertarungan.


Sayangnya Boleang tidak bisa melarikan diri. Ketika mencoba untuk melarikan diri seperti tuannya. Nirmala melepas jurus Pedang Bintang Menusuk Awan. Angin serangan membentuk bayangan pedang menerjang Boleang dengan sangat cepat. Boleang yang baru saja memutar badan dan berlari menjauh merasakan angin tajam dan hangat dibelakang nya. Saat pria gundul itu mau melenting, bayangan pedang sudah menembus punggung dan melewati jantung dan tembus di dadanya.


Bluushh....!


Boleang tersungkur dengan muka mencium tanah. Boleang tidak pernah bisa bangkit lagi. Nyawanya dikirim untuk melapor kepada raja akhirat oleh Nirmala. Tubuh lelaki gundul itu berlumuran darah sendiri. Cingauak Bangkai dan Batino Seribu Rupa terus berlari sangat cepat dengan ilmu meringankan tubuh mereka. Cingauak Bangkai berfikir harus segera melaporkan Raja Pedang ke markas besar.

__ADS_1


Lindu mengambil cincin ruang Boleang dan Bijo. Pemuda itu menyerahkan pada Nirmala.


"Untuk apa uda ?" Nirmala bertanya pada Lindu.


"Ini sudah menjadi hak Lala."


Seriti Merah mengangguk membenarkan Lindu. Nirmala menerima cincin ruang yang diberikan Lindu.


Pagi pagi sekali Lindu bersama Nirmala dan Seriti Merah melanjutkan perjalanan. Mereka memasuki hutan Rimbo Toboh. Hutan yang banyak dihuni binatang spiritual dari tingkat rendah sampai tingkat yang sangat tinggi. Beberapa binatang spiritual mulai mendekat begitu mencium aroma tubuh mereka. Seekor serigala api yang berada ditingkat emas mendekati mereka.


Serigala setinggi hampir dua meter itu memiliki bulu hitam dengan warna merah disekitar leher sampai ke kuping. Warna merah itu terlihat seperti api yang sedang menyala.


Serigala api berdiri dengan kaki terpentang dihadapan mereka bertiga. Lindu berbisik pada Nirmala.


"Lala, hadapi serigala api ini. Serigala api lawan yang bagus bagimu untuk semakin menghaluskan jurus pedang."


Mendengar bisikan Lindu, Nirmala langsung maju kehapan serigala api. Binatang spiritual tingkat emas itu menatap ganas pada gadis cantik itu. Serigala itu menggeram dan melolong panjang.


Grrrrm....


Aaauuuuu.....!!!


Nirmala berdiri tenang di hadapan serigala api. Pedang Bintang terhunus menunjuk lurus ke serigala api. Serigala api menggeram dan melompat menyerang Nirmala. Cakar serigala api yang sangat tajam dan keras bagaikan pedang baja siap merobek robek Nirmala. Nirmala menyambut cakaran serigala dengan ayunan melintang. Pedang Bintang berbenturan dengan cakar serigala api.


Trangg....!!


Bumm......!!


Cakar serigala api yang keras bagaikan baja, mengeluarkan suara dentingan nyaring. Di ikuti dengan suara dentuman akibat benturan dua energi besar.


Nirmala dan serigala api sama sama terdorong mundur tiga tombak. Begitu menjejak tanah, Nirmala langsung melesat dengan sangat cepat menusuk dan menyabetkan pedangnya.


Tug, Bugh...!! Bugh...!!


Pedang Bintang menghajar tubuh serigala api. Tapi bulu tebal serigala api sangat keras dan tidak bisa ditembus pedang.


Mata Nirmala membulat menatap serigala api.


"Oh kau kebal ya...?!" guman Nirmala.


Serigala api menyerang makin ganas. Meski tidak terluka, serangan pedang Nirmala yang mengenai tubuhnya tetap mendatangkan rasa sakit baginya. Serigala api kembali menerkam Nirmala. Mulut serigala api terbuka lebar. Sebuah bola api melesat menuju Nirmala. Gadis cantik itu membelah bola api dengan pedangnya.

__ADS_1


Bomm...!!


Ledakan sangat keras kembali terjadi. Angin dari benturan tersebut menjadikan area tempat mereka bertarung porak poranda.


Nirmala kembali menyerang tebasan vertikal menuju leher serigala api.


Dughh...!!


Baamm...!!


Satu tendangan susulan mengakibatkan serigala api terlempar menabrak pohon. Pohon besar itu rubuh dengan suara riuh. Saat serigala api terlempar, Nirmala melihat sebuah noktah putih di bawah leher dekat dada Serigala api. Nirmala berfikir noktah itu mestinya titik lemah serigala api.


Nirmala mulai melakukan serangkaian serangan kearah noktah putih di pangkal leher serigala api. Menyadari arah serangan Nirmala, serigala api menyampok pedang Nirmala berkali kali. Pertarungan Nirmala dengan serigala api terus berlanjut sampai setengah jam.


Pada satu kesempatan, Nirmala menyerang serigala api dengan jurus yang penuh gerak tipu.


Seriti menyisir gelombang


Gerakan sangat indah dan sangat cepat. Bagaikan burung seriti terbang tipis diantara gelombang. Nirmala melenting melintas diatas punggung serigala api. Begitu melintasi serigala api, Nirmala berbalik bagai kilat menusuk noktah putih di pangkal leher serigala api.


Bless....


Pedang Bintang menembus tubuh serigala api dan membelah jantung binatang spiritual itu.


Kaaiingg....!!


Terdengar jerit putus asa serigala api. Tubuhnya yang besar rebah di atas tanah. Serigala api menatap Nirmala dengan mata mulai ditutupi kabut. Sesaat kemudian binatang spiritual itu mati.


Nirmala menarik nafas dalam-dalam dan menyeka keringat di dahi dan lehernya.


"Ayo ambil kristal spiritual dan kulit serigala api itu."


Lindu mengingatkan Nirmala. Kulit serigala api lumayan mahal harganya. Bisa mencapai 1000 keping emas, karena bisa dibuat sebagai baju pelindung yang sangat kuat. Sedangkan kristal spiritual dari serigala api harganya mencapai 5000 keping emas.


Mereka melanjutkan perjalanan menembus hutan Rimbo Toboh. Semakin jauh masuk kedalam hutan, makin banyak hewan spiritual ditemukan. Beberapa kali mereka bentrok dengan hewan spiritual tingkat tinggi.


Sorenya mereka sampai di batas luar hutan Rimbo Toboh. Setiap mereka telah membunuh cukup banyak bintang spiritual. Nirmala berhasil mengumpulkan delapan kristal dari binatang tingkat perak dan enam dari tingkat emas. Seriti Merah mendapatkan lima kristal spiritual tingkat raja dan satu tingkat bumi. Sedangkan Lindu mendapatkan satu kristal spiritual tingkat langit. Binatang spiritual yang dikalahkan Lindu adalah seekor Kerbau Besi Tanduk Intan.


Ada sebuah pondok kosong dipinggir hutan. Pondok itu dibuat sebagai tempat singgah pengelana. Dibelakang pondok ada sungai kecil yang airnya bening. Mereka beristirahat dan bermalam di pondok kelana dipinggir sebelah barat hutan Rimbo Toboh.


\=\=\=***\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2