
Nirmala berhasil menangkis, namun tangan menangkis menjadi patah. Tubuhnya terlempar sangat jauh. Nirmala muntah darah saat masih melayang.
Tap....
Tubuh Nirmala yang terlempar berhasil ditangkap oleh Raja Pedang. Mulut Nirmala masih terus mengeluarkan darah.
Lindu segera memeriksa kondisi Nirmala. Wajah Lindu menjadi muram setelah memeriksa kondisi Nirmala.
Lindu membawa Nirmala kebawah pohon Ambacang besar dan mendudukkan Nirmala. Dhamma Mayang mengambil posisi menjadi sandaran Nirmala. Wajah cantik Nirmala semakin pucat. Lindu menotok beberapa pembuluh darah dan meridian Nirmala. Lalu dia memasukkan sebutir pil ke mulut Nirmala. Pil langsung meleleh dalam mulut Nirmala.
"Mayang, jaga dulu Lala ya."
Perlahan Raja Pedang berdiri, ditangannya tergenggam sebuah pedang bewarna hitam dengan guratan keemasan. Pedang Penakluk Iblis. Aura kematian tiba-tiba memenuhi udara, memberi tekanan kuat pada semua orang.
"Ang Coa Mosin, hari ini tidak ada lagi tempat untuk mu di dunia ini" kata kata itu meluncur satu demi satu dari bibir Raja Pedang. Suaranya terdengar sangat dingin membekukan sampai ke tulang. Ang Coa Mosin tersenyum sinis. Iblis Binal Lembah Tengkorak seakan membeku berdiri disebelah Ang Coa Mosin.
Sementara itu pertarungan juga telah pecah disisi lain. Datuk Rao Api dan Datuak Rimau Putiah beserta beberapa tetua klan Manusia Harimau menyerang Siampa Hitam dan Setan Bangkai. Dua orang itu adalah orang yang sudah bergabung kedalam gerombolan Tengkorak Merah.
Siampa Hitam adalah seorang tetua dari sekte Iblis Tambun Tulang yang sedang keluar ketika Raja Pedang dan Sepasang Bidadari memporak porandakan sekte Iblis Tambun Tulang hingga rata dengan tanah.
Adapun Setan Bangkai adalah penjahat lepas, yang akhirnya bergabung dengan Tengkorak Merah setelah dikalahkan oleh Ang Coa Mosin.
Sekarang mereka cuma keteter menghadapi enam orang lawan.
"Tadi, perempuan mu itu juga berkata sama seperti ucapan mu. Sekarang dia..."
Pedang iblis mengaduk lautan
Raja Pedang memutar pedang Penakluk Iblis. Awan hitam datang bergulung gulung dibawa angin ribut. Secara bertahap menjadi sangat tebal menutupi sinar matahari dan semua menjadi gelap remang-remang.
Raja Pedang melesat menerjang kearah Ang Coa Mosin. Gelombang energi hitam keemasan padat yang sangat tajam melintas sangat lebar seperti memotong tubuh Ang Coa Mosin menjadi potongan kecil. Ang Coa Mosin memutar tombak perak pendek miliknya bagaikan baling-baling. Pada saat yang sama Iblis Binal Lembah Tengkorak melesat dan mengayun pedangnya seperti mau memotong leher Lindu. Namun aura kematian yang memancar dari Pedang Penakluk Iblis menghantam dirinya. Ibli Binal Lembah Tengkorak terlempar dan muntah darah. Meski sudah berada ditingkat suci menengah, kekuatan aura tingkat agung menabrak tubuhnya hingga terpelanting.
__ADS_1
Iblis Binal Lembah Tengkorak berniat menonton pertarungan Ang Coa Mosin dan Raja Pedang. Tiba-tiba aura energi tingkat suci tinggi menderu kearahnya. Bidadari Suvarnabhumi menyerang dengan ilmu pedang Tarian Bidadari. Pedang Mustika Embun terayun deras dilapisi kabut tebal.
Whhaaaammm...!!
Tidak mungkin lagi untuk menghindar, Iblis Binal Lembah Tengkorak menangkis serangan Bidadari Suvarnabhumi.
Traaanggg...!! Traaanggg...!!
Aauuuuuchh...!!
Iblis Binal Lembah Tengkorak terlempar dari bergulingan di tanah. Dia kembali memuntahkan dua teguk darah.
"Kurang ajar. Bidadari Suvarnabhumi aku akan mengadu nyawa dengan mu" Iblis Binal Lembah Tengkorak bangkit menerjang kearah Bidadari Suvarnabhumi. Pedangnya berdengung keras bagaikan guruh. Bidadari Suvarnabhumi hanya diam dan balas menyerang dengan kekuatan delapan puluh persen.
Traaanggg...!! Triiiingg...!!
Duughhh...!! Uugh !!!
Benturan keras senjata terdengar dua kali. Tendangan mendayung Dhamma Mayang bersarang di lambung Iblis Binal Lembah Tengkorak. Tetua Tengkorak Merah itu terlempar kebelakang.
Slash...!! Craasssh...!!
Aaaaaaahhh...!!
Iblis Binal Lembah Tengkorak menjerit histeris. Satu tangan putus sebatas lengan dan kakinya putus. Bidadari Suvarnabhumi kembali bergerak dan menggerakkan Pedang Mustika Embun.
Sreett...! Sreett...! Craass...!
guratan luka menyilang muncul dipipi kiri dan kanan Iblis Binal Lembah Tengkorak.
Perempuan sensual yang telah menjadi pasangan Ang Coa Mosin menjerit jerit histeris. Hatinya sangat sakit dan terhina. Dia menatap Bidadari Suvarnabhumi penuh kebencian dan dendam. Bagaimana mana tidak, setelah satu tangan dan kakinya ditebas hingga putus. Sekarang pipi mulusnya di sayat menyilang dengan ujung pedang. Pipinya adalah salah satu bagian tubuh yang selalu dia rawat sepenuh hati. Sekarang pipi halus indah terawat itu rusak parah.
__ADS_1
Rasa sakit dihatinya jauh lebih parah, mengalahkan sakit pipi yang disobek pedang.
"Bidadari Suvarnabhumi. Kau akan mengalami penghinaan yang lebih buruk sebelum kematian mu...!!" Iblis Binal Lembah Tengkorak lalu menyayat lehernya sendiri dengan pedangnya. Dia merasa tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup dengan kondisi cacat parah tanpa tangan, kaki dan wajah rusak seperti setan.
Bidadari Suvarnabhumi menarik nafas dalam-dalam. Dia menyimpan kembali Pedang Mustika Embun dan kembali memeluk tubuh Nirmala yang tidak sadarkan diri.
Ang Coa Mosin berteriak keras melihat kematian Iblis Binal Lembah Tengkorak.
"Kalian semua halus mati !!!" Dia menerjang Raja Pedang dengan kekuatan penuh. Amarah menjadikan dirinya kurang awas. Raja Pedang bergerak cepat menerjang dengan Pedang Penakluk Iblis. Bukan hanya itu, Raja Pedang juga melepas pukulan tanpa ujud.
Sebelum senjata mereka berbenturan, tubuh Ang Coa Mosin terhempas kebelakang. Pundaknya remuk terkena pukulan tanpa ujud. Akibatnya tangan kirinya tergantung tidak lagi berfungsi.
Ang Coa Mosin segera bangkit. Namun Raja Pedang tidak lagi membiarkan Ang Coa Mosin. Dia kembali datang dengan kecepatan tinggi. Pedang Penakluk Iblis menderu mau membelah kepala Ang Coa Mosin. Pria Tionggoan itu melintangkan tombak pendeknya menahan tebasan pedang Penakluk Iblis.
Traaanggg...!!
Baaamm...!! Kkrrrk...!!
Meski tombak perak pendek berhasil menahan Pedang Penakluk Iblis, tendangan kura kura Raja Pedang menghantam rusuk Ang Coa Mosin.
Perwakilan Tengkorak Merah dari Tionggoan itu terlempar dan muntah seteguk darah. Dua tulang rusuknya patah.
Siampa Hitam dan Setan Bangkai yang makin terdesak masih sempat melihat Ang Coa Mosin yang jauh lebih babak belur.
Siampa Hitam melenting mundur tiga tombak. Dia lalu menangkup tangan membentuk mudra didepan dadanya. Tiba-tiba semua mayat anggota Tengkorak Merah bangkit dan menyerang Datuk Rao Api serta semua tetua klan Manusia Harimau.
Datuk Rao Api dan semua tetua klan Manusia Harimau terkejut dan gugup. Dada mereka gemuruh oleh debar kaget dan ngeri.
"Bagaimana ini Datuk Rao ??" Datuak Rimau Putiah berbisik kepada Datuk Rao Api. Hatinya jerih melihat mayat mayat itu tiba-tiba hidup lagi dan menyerang mereka.
"Cincang mayat-mayat itu !!" teriak Datuk Rao Api. Semua Tetua klan Manusia Harimau tersadar dan membulatkan tekad. Mereka bersiap menghadapi hadapi serangan mayat hidup itu.
__ADS_1
Tiba-tiba mayat-mayat anggota klan Manusia Harimau yang tewas dalam pertempuran itu semua bangkit dan ikut menyerbu kearah Datuk Rao Api dan para Tetua. Semua menjadi gaduh. Para Tetua klan Manusia Harimau tidak tega memukul dan mencincang mayat hidup yang berasal dari anggota klan mereka sendiri. Akibatnya secara perlahan mereka mulai keteter.
\=\=\=\=\=***