Raja Pedang

Raja Pedang
#43. Kembali Berlatih


__ADS_3

Mendung hitam bergayut tebal di langit. Angin kencang mulai bertiup dari arah laut. Perlahan tapi pasti, berobah menjadi badai bercampur hujan. Sesekali tampak kilatan petir ditingkahi bunyi guruh yang keras menakutkan. Bagaikan suara raksasa yang sedang marah. Mayang dan Nirmala merapatkan duduknya kepada Lindu.


Guru Nirmala, Seriti Merah dan tetua termuda Alang Babega sudah kembali ke sekte Alang Barat dua hari lalu. Seriti Merah merasa lega setelah masalah Nirmala bisa terselesaikan dengan baik.


Hujan turun dengan derasnya diluar goa. Diiringi hembusan angin yang sangat kencang. Sesekali petir menyambar di iringi gemuruh yang sangat keras. Lindu berkata lembut kepada Dhamma Mayang dan Nirmala.


" Aku lihat kalian berdua telah mengerti dan memahami niat pedang. Sekarang kita harus meningkatkan kemampuan energi mendalam kalian. Aku mau ketika kita meninggalkan lereng kupu-kupu, kalian telah memiliki zhenqi."


"Apakah itu memungkinkan bagi kami Uda ?" Nirmala memajukan wajahnya kearah Lindu.


"Tentu... kalian berdua adalah keajaiban alam. Kau Lala, dalam dua bulan ini harus bisa mencapai tingkat suci tengah. Gunakan tekhnik yang diberikan oleh ibu mu" Lindu menanggapi pertanyaan Nirmala. Pemuda itu melihat kearah Dhamma Mayang...


"Yayang... gunakan tekhnik pernafasan langit untuk bisa menyerap esensi energi langit dan bumi yang ada, disaat engkau melakukan kultivasi. Uda yakin dalam dua bulan ini kau akan menerobos sampai tingkat suci awal.


Kau lakukan kultivasi didalam kolam Lala, dan kau Yayang lakukan kultivasi diantara tanaman spiritual didalam. Yang perlu kalian perhatikan, serap semua esensi energi yang ada, alirkan perlahan ke semua simpul meridian, lalu kumpulkan semua di dantien kalian."


Lindu mengantar kedua gadis cantik jelita itu ketempat mereka harus melakukan kultivasi. Setelah kedua gadis itu mulai berkultivasi, Lindu meninggalkan mereka, keluar menuju dataran karang. Perlahan Lindu mengeluarkan pedang pembasmi iblis. Sudah cukup lama pedang pemberian gurunya Dewa Tanpa Bayangan. Ada sedikit kangen menggeliat dihatinya terhadap Dewa Tanpa Bayangan ketika memegang pedang Pembasmi Iblis. Lindu mulai memainkan jurus-jurus dari ilmu pedang Penghancur Semesta.


---***


Badak Mantagi bersama Iblis Cantik Tambun Tulang masuk ke restoran yang ada di lantai satu penginapan Anggrek Bulan. Beberapa pengunjung yang sudah ada lebih terlebih dahulu, melirik kearah mereka dan kembali kepada urusan mereka masing-masing.


Setelah memilih tempat yang sesuai, Badak Mantagi dan Iblis Cantik Tambun Tulang memesan makanan dan minuman pada pelayan. Tuak koto Situmba yang memiliki rasa khas dan beraroma wangi. Karena tuak koto Situmba mengandung herba spiritual. Ketika tuak dibuat, dalam masa pematangan fermentasi ditambahkanlah kedalamnya kuntum bunga marunggai.


Menunggu pesanan datang, Badak Mantagi duduk sambil ngobrol ringan dengan Iblis Cantik Tambun Tulang. Walau dia kelihatan asik ngobrol dengan Iblis Cantik Tambun Tulang, telinganya tetap awas menangkap obrolan ocehan orang-orang disekitarnya. Tentu saja tujuannya untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin.


Tiba-tiba pendengarannya yang sudah sangat terlatih menangkap obrolan tentang sektenya. Dia melihat kearah sekelompok pendekar kelana yang sedang asik ngobrol di sebuah meja paling sudut.


"Kalian tau, pamor sekte Iblis Tambun Tulang saat ini sudah hancur..." Salah seorang dari pendekar berpakaian kuning bicara. Seorang temannya menanggapi sambil tertawa keras...


"Yaa... Kematian banyak orang penting dalam waktu hampir bersamaan, aku rasa benar benar menjadi pukulan berat bagi sekte sialan itu."


Badak Mantagi sangat kesel mendengar sektenya dihina dan dilecehkan. Lelaki gempal mungkin agak gemuk itu berbisik kepada Iblis Cantik Tambun Tulang.


"Banowati, kau dengar apa dibicarakan kecoak kecoak busuk yang duduk dipojok sana ?"

__ADS_1


Iblis Cantik Tambun Tulang melihat kearah yang ditunjuk Badak Mantagi. Tadinya Iblis Cantik Tambun Tulang tidak peduli dengan kelompok pendekar kelana itu. Sejauh tidak ada lelaki muda dan tampan, Iblis Cantik Tambun Tulang tidak ambil pusing dan mengacuhkan begitu saja.


Iblis Cantik Tambun Tulang memperhatikan ekspresi wajah Badak Mantagi. Terlihat jelas wajah Badak Mantagi sangat buruk. Tiba-tiba dari pojok tempat berkumpulnya para pendekar pengelana ada suara yang sangat keras diringi ketawa ngakak semua orang...


"Aku kasih tau kalian sesuatu yang sangat lucu dan sangat memalukan... ha... haa haaa"


Pria itu sudah kejang tertawa ngakak. Dia melanjutkan dan suaranya terputus putus bercampur tawa..


"Yang paling me... meem... mamalukan adalah... adalah Cingauak Bangkai. Penjahat cabul itu, lari terkencing kencing bersama gendaknya Batino sundal.. ha haaa haaaa..." Ucapan pendekar itu disambut dengan gelak tawa yang lain. Mereka semua tertawa terpingkal-pingkal. Ada yang memukul-mukul meja dan ada yang memegang perutnya yang kejang tertawa.


Tiba-tiba terdengar teriakan keras... "Diam kalian semua bangsat...!!"


Badak Mantagi tidak mampu lagi menahan amarahnya.


"Siapa kau gendut bau ??" seorang diantara mereka bertanya dan menuding Badak Mantagi. Perlahan dia berdiri menghadap kearah Badak Mantagi. Gayanya tampak keren sekali. Semua temannya berdiri mengelilingi Badak Mantagi dengan senjata terhunus.


"Berani kalian merendahkan sekte Iblis Tambun Tulang ?


Hanya nyawa busuk kalian yang bisa membayarnya. Berkumpul lah kalian dengan begundal yang sudah duluan ku kirim ke akhirat."


Bak... Bug... Dugh....!!


Semua pendekar itu berteriak kesakitan. Mereka semua buruan bangkit dan menyerbu Badak Mantagi. Kembali terdengar bunyi pukulan keras


Plak...,! Dugh....!!


Bugh...!! Bakh....!!


Mereka kembali terlempar bergelimpangan. Pendekar berbaju kuning bangkit dan memukul keras kearah Badak Mantagi. Pria gempal, tetua pertama sekte Iblis Tambun Tulang menyambut tinju pria berbaju kuning itu dengan tinjunya.


Krak....!!


Aaachhhh....!!


Tangan pria berbaju kuning itu remuk sampai ke siku ketika tinjunya beradu dengan tinju Badak Mantagi.

__ADS_1


Badak Mantagi menyiksa para pendekar pengelana itu satu persatu. Mereka semua babak belur dan memohon mohon ampun pada Badak Mantagi. Badak Mantagi menatap mereka dengan tatapan dingin mematikan.


"Apa kalian pikir, setelah menghina sekte Iblis Tambun Tulang. Tetua pertama sekte Iblis Tambun Tulang akan melepaskan kalian. Temuilah mereka yang bersikap sama dengan kalian ke neraka...."


Badak Mantagi membunuh mereka satu demi satu setelah menyiksa enam orang pendekar pengalana yang sedang sial itu.


Selesai membunuh Badak Mantagi melihat berkeliling. Tapi dia tidak lagi melihat ada pengunjung di restoran itu. Hanya ada Iblis Cantik Tambun Tulang yang lagi menikmati makanan nya dan pelayanan yang menggigil ketakutan. Badak Mantagi duduk dan menyantap semua pesanannya dengan cepat.


Selesai makan dia memanggil pemilik restoran.


"Dimana aku bisa dapat satu kuda bagus ?" Badak Mantagi bertanya kepada pemilik restoran. Pemilik restoran langsung berteriak kepada anak buahnya untuk menyiapkan seekor kuda yang bagus disamping kuda hitam milik Badak Mantagi yang telah disiapkan didepan penginapan.


"Berapa aku harus bayar ?"


Badak Mantagi pura-pura bertanya. Pemilik restoran itu mengerti.


"Tidak perlu tuan. Ini untuk bekal perjalanan tuan" pemilik restoran menyerahkan kampil berisi seribu keping emas. Badak Mantagi menerimanya dan pergi meninggalkan restoran bersama Iblis Cantik Tambun Tulang.


---***


Ruang makan di istana kaisar Dharma Andaleh kekaisaran Suvarnabhumi tidak seperti biasanya. Ada dua orang tamu yang ikut makan bersama kaisar Dharma Andaleh beserta permaisuri Ratu Ayu Puspita dan dua anak mereka yang lain. Ratu Ayu Puspita meski telah berumur, namun tetap terlihat cantik dan agung. Wajahnya amat mirip dengan Dhamma Mayang.


Biasanya meja makan besar itu hanya ada empat orang setiap waktunya makan. Kaisar Dharma Andaleh, Permaisuri Ratu Ayu Puspita, Pangeran Tualang Buwana putera kedua mereka dan Putri Dhamma Nitata yang menjadi anak bungsu.


Siang kali ini, di meja makan besar itu bertamba dua orang yaitu Patriak sekte Tapak Dewa Kale Lepak Sakti dan pimpinan kuil agung Dyiaksa Dharma Pecala.


Patriak sekte Tapak Dewa Kale Lepak Sakti adalah orang yang sangat dekat dengan Kaisar Dharma Andaleh. Zaman mudanya mereka berdua menjelajahi seluruh sudut benua Emas dan Semenanjung Malayana. Bersama bahu membahu membela kebenaran dan menorehkan nama besar di rimba hijau dunia persilatan. Sampai akhirnya Dharma Andaleh harus pulang untuk menggantikan ayahnya sebagai kaisar di kekaisaran Suvarnabhumi.


Karena itu dia menitipkan putri kesayangannya Dhamma Mayang untuk dididik menjadi seorang yang tangguh. Putri yang sangat spesial karena terlahir dengan tubuh macan. Tubuh yang sangat kuat, yang mampu mengantar seseorang mencapai kekuatan ketingkat dewa.


Dyiaksa Dharma Pecala juga orang yang sangat dipercaya oleh Kaisar. Dyiaksa adalah orang memilih jalan dharma. Meskipun begitu dibalik sikap sabar dan jujurnya, Dyiaksa Dharma Pecala juga memiliki kemampuan tinggi. Kesaktian Dyiaksa Dharma Pecala berada ditingkat yang hampir sama dengan Kale Lepak Sakti. Kale Lepak Sakti berada ditingkat suci puncak, adapun Dyiaksa ada ditingkat suci atas. Mereka berdua juga menjadi kekuatan besar yang mengukuhkan Suvarnabhumi sebagai kekaisaran terkuat di benua Emas.


Hari ini mereka berkumpul bersama atas permintaan dari Kale Lepak Sakti. Kale Lepak Sakti hrendak menyampaikan berita berkaitan dengan putri kesayangan Dharma Andaleh yaitu Dhamma Mayang.


Pangeran Tualang Buwana dan Putri Dhamma Nitata ikut bergabung ketika mendengar ada berita khusus yang akan disampaikan oleh Kale Lepak Sakti. Meski jarang bertemu, kedua adiknya selalu antusias mengikuti informasi tentang kakak yang sangat mereka rindukan.

__ADS_1


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2