
Tubuh harimau kumbang telah melompat tinggi melintas diatas kepala Malin. Kaki depan harimau kumbang memukul punggung Malin.
Buaghhh...!!
Pukulan harimau kumbang itu menyebabkan Malin terlempar. Dia langsung bersalto dan berdiri menata kembali posisi menyerang. Malin lalu menerjang kearah harimau kumbang.
Pedang membelah awan
Bayangan pedang muncul membentuk setengah lingkaran menebas tubuh harimau Kumbang.
Zhiiiiingg...!!
terdengar suara tajam membelah udara tipis menuju harimau kumbang. Angin beriak, harimau kumbang berusaha berkelit. Namun satu sayatan terbentuk dekat pangkal kaki depannya. Tidak begitu dalam, karena kulitnya yang tebal dan keras.
Harimau kumbang menggeram dan berteriak keras.
Grrrmrrhh...!
Grooaaarr...!!
Sekejap kemudian dia kembali menerjang Malin. Tamparan kaki depan datang beruntun dengan sangat cepat. Cakar yang besar, tajam dan keras bagaikan besi berbenturan berkali kali dengan pedang Malin.
Triiiingg...!! Triiiingg...!!
Criiiingg...!! Baaamm...!!
Dentingan bagaikan suara logam berbenturan terdengar berkali-kali, diikuti ledakan keras. Malin dan harimau kumbang sama terdorong tiga tombak. Malin meludahkan segumpal darah. Harimau kumbang juga melakukan hal yang sama.
Grrrmrrhh...!!
Harimau kumbang kembali menyerang. Saat diudara dia berjumpalitan tiba-tiba berubah menjadi manusia. Malin tertegun melihat perubahan itu. Ini menjadi hal yang sangat merugikan.
Baaamm...!! Buaghhh...!!
Sebuah tendangan kuat menghatam dada Malin. Tubuhnya bergulingan dan Malin muntah banyak darah. Mukanya jadi pucat karena ada luka dalam yang cukup berat.
__ADS_1
Malin mengangkat tangan mangaku kalah. Tapi manusia harimau itu kembali tidak menggubris. Dia melenting dan menyerang Malin dengan pukulan maut menuju kepala Malin. Rombongan manusia harimau diam saja melihat. Sesaat sebelum serangan manusia harimau itu menemui sasaran...
Baaamm...!!
Tubuh manusia harimau itu terlempar lima tombak, lalu jatuh tersungkur. Manusia harimau itu muntah banyak darah. Tiga tulang rusuknya patah, dia berusaha bangun dengan susah payah. Manusia harimau itu menatap marah pada Lindu yang sedang mengobati Malin.
Grrrmrrhh...!! Grooaaarr...!!
"Manusia, kau telah bertindak curang. Kau menyerang rekan kami yang sedang bertarung dengan orang mu." Manusia harimau yang bewarna loreng putih dan menjadi pimpinan manusia harimau berkata dengan nada marah dan merendahkan. Lindu diam saja. Setelah menolong Malin dan memberikan satu pil tanchi kepada Malin. Lindu bangkit berdiri menghadap kelompok manusia harimau. Nada suaranya terdengar sangat dingin ketika menjawab perkataan pemimpin rombongan manusia harimau.
"Karena kau berniat mengundang kami. Malin rekanku tidak membunuh si loreng anggota mu. Tadi Malin sudah mengaku kalah, kenapa harimau hitam itu terus menyerang dan mau membunuhnya ?"
"Karena jika kalian kalah kalian pantas mati. Berarti kalian bukan yang terpilih." Harimau loreng putih menjawab dengan suara sinis.
"Baiklah, kalau begitu kalian hanya pura-pura mengundang kami. Majulah kalian semua bersamaan. Aku akan membunuh kalian dalam waktu singkat." suara Lindu terdengar tajam dan sangat dingin. Senyum ringan yang unik muncul dibibir Lindu.
Rombongan manusia harimau itu menjadi tersinggung dan marah kepada Lindu.
"Kau terlalu sombong manusia. Matilah...,!!"
Grrrmrrhh...!! Grooaaarr...!!
Angin pukulan sangat kuat menerjang kearah Raja Pedang. Tidak angin pukulan balasan terlihat ataupun terasa.
Blaaarrr...!! Dhuuuaaaarrr...!!
Craasssh...!! Slashhh...!!
Buuagh...!! Aagrrrhhh....!!
Lindu menyerang dua manusia harimau dengan pukulan tanpa ujud. Sedangkan yang dua lagi putus satu kaki depannya. Sedangkan manusia harimau loreng putih terpental jauh terkena tendangan Lindu.
Hanya dalam satu serangan, Lindu telah membunuh dua orang manusia harimau. Memotong kaki depan dua orang dan melumpuhkan manusia harimau loreng putih.
"Apakah kalian sudah puas ?" suara Lindu terdengar sangat dingin. Semua manusia harimau yang masih hidup menjadi sangat ngeri. Mereka tidak pernah membayangkan ada orang yang memiliki kemampuan yang tidak terbayangkan seperti Raja Pedang. Hanya dengan satu kali melakukan serangan saat dia sendiri diserang membuat mereka sama sekali tidak berkutik.
__ADS_1
Harimau loreng putih lalu berusaha bangkit dengan susah payah. Semua manusia harimau berubah wujud menjadi manusia biasa. Lindu menatap mereka satu persatu manusia harimau itu.
"Terimakasih tuan pendekar sudah bermurah hati kepada kami." Pemimpin rombongan manusia harimau itu berkata dengan merangkapkan kedua tangannya dan menjura dalam kepada Raja Pedang. Tidak ada terdengar nada marah atau dendam terdengar dalam suaranya. Lindu sampai menaikan sebelah alis mata melihat kepada rombongan itu. Pemimpin rombongan manusia harimau itu melanjutkan.
"Sesuai dengan janji kami di awal kami akan menjelaskan apa yang menyebabkan kami menghadang tuan pendekar dan mengundang ke kampung kami." Dia berhenti sejenak menarik nafas dalam-dalam. Wajahnya dan wajah semua anggota rombongan manusia harimau berubah menjadi gelap, gelisah dan tidak berdaya.
"Beberapa purnama yang lalu, kampung kami diserang oleh kelompok besar yang menyebutkan diri mereka adalah wakil dari Tengkorak Merah. Mereka memaksa kami untuk tunduk dan menjadi budak kelompok Tengkorak Merah.
Tentu saja tidak ada dari kami yang bersedia. Akhirnya terjadi pertempuran hebat. Ratusan orang mati terbunuh, tapi lebih banyak pada kami.
Setelah pertempuran panjang, kami dikalahkan dan semua warga kami dipaksa menelan sebutir pil racun darah iblis. Setiap purnama kami akan mendapatkan obat penawar. Namun obat penawar itu tidak menghilangkan racun, hanya menahan agar racun tidak berkerja. Lalu purnama berikutnya akan aktif kembali."
Pimpinan manusia harimau itu tersenyum pahit. Wajahnya terlihat sangat muram. Dia kembali menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan.
"Pimpinan kami, Datuk Rao Api, mendapat petunjuk, bahwa bahwa seorang manusia sakti yang mampu merubah musuhnya menjadi kabut darah tanpa menyentuh lawan. Pendekar sakti itulah yang akan bisa menolong kami.
Karena itu kami telah menghadang beberapa rombongan yang terpaksa kami bunuh karena upaya untuk menemukan tuan pendekar tidak tercium oleh pihak Tengkorak Merah."
Lindu dan Malin mendengar penjelasan pemimpin rombongan itu. Lalu Malin berkomentar...
"Hanya itu ??"
"Sebenarnya ada lagi. Petunjuk yang diterima oleh pemimpin kami, tuan pendekar sudah memiliki dua orang istri dan salah satu istri tuan pendekar dari bangsa lelembut." Pemimpin rombongan manusia harimau itu berkata dengan suara pelan. Namun terdengar sangat jelas ditelinga Lindu.
Lindu tersentak mendengar semua itu.
"Kemarilah, aku akan memeriksa diri mu." Pimpinan manusia harimau itu maju mendekati Raja Pedang. Dia menjulurkan tangannya dan Lindu memegang ujung jari manis nya.
Pimpinan manusia harimau itu menjerit ketika Lindu memegang ujung jari manisnya. Lindu lalu membeset ujung jari manis tangan kiri dan kanan Pimpinan rombongan manusia harimau. Darah hitam menetes keluar. Lindu terus menekan sampai darah yang keluar bewarna merah bersih. Setelah itu dia memberikan pil Tangka sagalo biso. Sesaat kemudian pimpinan rombongan manusia harimau, merasa kondisi tubuhnya kembali normal bahkan lebih baik daripada sebelum menelan pil racun darah.
Pemimpin rombongan manusia harimau berlutut di depan Raja Pedang.
"Tuan pendekar, terimakasih telah menolong saya. Mohon selamatkan pemimpin kami dan warga kami." Manusia harimau itu kemudian bersejud. Anggota rombongan manusia harimau semua bersujud.
"Bangunlah, dan kesinilah satu demi satu bergantian." Mendengar perintah Raja Pedang keempat manusia harimau pun berbaris untuk di obati satu demi satu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=***\=\=