Raja Pedang

Raja Pedang
#66. Menghancurkan Markas di Hutan Kepayang


__ADS_3

Setelah berjalan cepat sekitar dua setengah jam mereka sampai di hutan Kepayang. Setelah berjalan sekitar tiga ratus meter memasuki hutan. Tampak bangunan markas cabang gerombolan Tengkorak Merah.


Markas Tengkorak Merah lagi kedatangan dua orang tamu. Itam Calua raja rampok dari hutan Bayat. Satunya adalah Lamun Pasia ketua kelompok penyamun di sungai Musi. Markas Lamun Pasia berada di Muara Medak. Mereka datang membawa banyak hadiah sebagai tanda takhluk pada gerombolan Tengkorak Merah. Ampalo Merah yang menjadi wakil Ampo Tulung menerima kedua tamunya. Mereka sedang bicara ringan terdengar suara keras.


"Patriak Tengkorak Merah, keluarlah untuk menerima hukuman...!!" Ampalo Merah dan kedua tamunya Itam Calua dan Lamun Pasia melesat cepat keluar.


Di lapangan utama didepan markas Ampalo Merah dan Itam Calua serta Lamun Pasia melihat seorang pemuda tampan berdiri santai. Ada dua gadis sangat cantik berdiri dikiri dan kanannya satu tindak dibelakang. Berdiri dengan gagahnya lima pria dibelakang kedua gadis cantik dengan pedang dan golok terhunus.


Pertama melihat Lindu, Nirmala dan Mayang, Ampalo Merah kaget. Wakil ketua Tengkorak mengira mereka adalah Raja Pedang dan Sepasang Bidadari. Namun melihat ada lima lelaki berdiri dengan senjata terhunus, dia menjadi lega. Ampalo Merah telah menerima informasi tentang Raja Pedang dan Sepasang Bidadari yang telah menghancurkan banyak markas cabang. Selain itu mereka juga tidak kalah sadis dibanding golongan hitam dalam bertindak.


Seluruh petinggi cabang harus segera melarikan diri jika Raja Pedang dan Sepasang Bidadari datang ke markas mereka. Berdasarkan petunjuk yang diberikan, Raja Pedang adalah seorang pemuda tampan didampingi dua gadis yang sangat cantik.


"Mereka selalu datang bertiga bukan delapan seperti sekarang." begitu yang ada dalam fikiran wakil ketua Tengkorak Merah. Karena itu Ampalo Merah menjadi lebih tenang.


"Kenapa kau mencari Ketua kami anak muda. Apa kau mau mengantarkan kedua gadis cantik itu sebagai hadiah ??" Ampalo Merah bertanya sambil tertawa kecil. Kedua tamu gerombolan Tengkorak Merah ikut tertawa. Anggota gerombolan Tengkorak Merah dan Begal hutan Bayat serta Penyamun sungai Musi ikut pula tertawa ngakak. Lindu ikut tertawa bersama mereka.


Lima orang pendekar yang ikut menatap saling bertukar pandang. Mereka melihat Raja Pedang dengan tatapan aneh.


"Kami datang untuk mengirim kalian semua untuk melapor kepada Raja Akhirat. Ha haa haaa." Lindu menjelaskan apa yang menjadi tujuan dia untuk datang kepada Ampalo Merah. Wakil ketua Tengkorak Merah menjadi marah.


"Bunuh mereka dan tangkap kedua gadis itu !!" Ampalo Merah memberi perintah bagi


semua anak buahnya.


Semua bergerak menyerang Raja Pedang dan semua orang yang datang bersama dirinya. Yang menyerang bukan hanya anggota Tengkorak Merah, tapi semua anggota Begal hutan Bayat dan Penyamun sungai Musi ikut serta.


Lebih dari tiga ratus orang yang menyerang. Raja Pedang dan Sepasang Bidadari tersenyum melihat itu. Pedang Mustika Embun, pedang Bintang dan pedang Mutiara Biru keluar dari warangkanya. Suasana terasa mencekam. Ketiga pedang pusaka itu bergerak seperti berebut nyawa. Sebentar saja puluhan orang tewas dipapas pedang.


Ampalo Merah dan Itam Calua serta Lamun Pasia melesat bersama para Tetua lainnya menyerang kearah Mayang. Gadis cantik jelita itu tersenyum senang melihat tujuh orang menuju kearah nya. Bidadari Suvarnabhumi merasa lebih bersemangat ketika merasakan aura esensi energi dari tujuh orang itu.

__ADS_1


"Uda, aku mau menyelesaikan mereka semua. Jangan diganggu ya..." Mayang menghadapi tujuh orang yang datang menyerang. Tujuh orang yang menyerang segera mengurung Mayang.


"Nona, sebutkan siapa dirimu !" Ampalo Merah membentak Mayang. Gadis cantik jelita tersenyum sangat manis.


"Kenapa bukan kalian yang lebih dulu mengenalkan diri sebelum bertanya siapa aku ?" Mayang balik bertanya kepada mereka dan tersenyum.


"Aku adalah Ampalo Merah, wakil ketua Tengkorak Merah cabang Banyu Lincia" Ampalo Merah mengenalkan dirinya.


"Aku Itam Calua, ketua Begal hutan Bayat"


"Aku Lamun Pasia, ketua Penyamun sungai Musi"


"Aku ..." Semua menyebutkan nama mereka. Mayang tersenyum sangat manis.


"Kalian dengar baik-baik, nanti kalau Raja Akhirat bertanya siapa yang mengirim kalian, katakan saja bahwa Bidadari Suvarnabhumi yang mengirim."


Ampalo Merah tersentak kaget setengah mati. Bidadari Suvarnabhumi adalah nama dari salah satu sepasang Bidadari. Berarti pemuda itu benar Raja Pedang, fikirnya. Ampalo Merah mulai mencari cara untuk bisa lolos melarikan diri.


Bidadari Suvarnabhumi mulai memainkan ilmu pedang Tarian Bidadari. Gadis cantik jelita itu bergerak gemulai seperti sedang menari. Pedang Mutiara Biru bergerak meliuk-liuk mengikuti irama gerak gemulai tubuh Bidadari Suvarnabhumi.


Zzsst... Trangg...! Trangg...!


Bzssst... Tringg..!


Slash...! Cresszz...!!


Aaaachhh...!! Ughh...!!


Terdengar bunyi benturan pedang dan kulit tersayat pedang. Teriakan kesakitan terdengar dari dua orang petinggi yang ikut mengerubut Bidadari Suvarnabhumi. Ampalo Merah terkejut, hanya dalam satu jurus. Dua dari mereka langsung terluka meski tidak parah. Ampalo Merah juga merasa agak jerih ketika esensi energi Bidadari Suvarnabhumi ketika pedang mereka berbenturan. Tangan Ampalo Merah yang memegang pedang terasa agak kebas.

__ADS_1


Sebagai pendekar tingkat suci awal hanya ketua Gordo yang bisa mengalahkan dirinya. Itu juga ketua Gordo harus bersusah payah terlebih dulu. Hati Ampalo Merah tergetar. Dia berharap ketua Gordo yang tengah pergi ke kediaman penguasa kota kecil Banyu Lincia segera balik. Anggota tingkat emas menengah yang ditugaskan menjemput Gordo sudah pergi cukup lama.


Bidadari Suvarnabhumi kembali menyerang dengan serangkaian serangan


Bidadari menebar kasih mengambil jiwa


Pedang Mutiara Biru bergerak meliuk-liuk amat sangat cepat kearah Ampalo Merah dan Itam Calua. Wakil ketua Tengkorak Merah menangkis dan mencoba melenting mundur.


Trangg...!! Jreszz...!!


Aaachhhh...!! Tringg...!!


Crassz...!! Aaaachhh....!!


Begitu juga dengan Itam Calua. Ampalo Merah mendapat luka melintang di dadanya. Sedangkan Itam Calua lebih parah. Pedang Mutiara Biru merobek tubuh Itam Calua dari dada kanan sampai ke lambung sebelah kiri. Darah mengalir deras dari luka Ampalo Merah dan Itam Calua.


Sementara itu Nirmala sangat kesal mendapatkan lawan lawan hanya ditingkat emas dan perak. Gadis cantik jelita dengan lesung pipi itu merasa Mayang lebih beruntung karena dapat lawan yang cukup tangguh. Sementara dia hanya dapat sekelompok cecurut. Dia tidak merasa ada pertarungan. Hanya prosesi pembantaian. Jerit kematian terdengar susul menyusul. Itu menambah rasa kesal di hati Nirmala. Namun tidak ada satu orang pun yang bisa lolos. Bahkan Nirmala mulai menebas tangan dan kaki anggota gerombolan sebelum memotong leher mereka.


Lima pendekar yang menjadi penunjuk jalan, cukup sibuk menghadapi keroyokan dari dua puluh orang gabungan anggota perampok dan gerombolan Tengkorak Merah. Beberapa dari mereka mulai ada yang terluka ringan. Pengeroyok mereka juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah. Seorang pengoroyok menyerang orang terlemah dari lima pendekar. Namun sejengkal sebelum pedangnya menebas leher, tubuhnya terlempar dengan kepala pecah. Melihat itu semangat tempur para perampok jatuh ketanah. Sedangkan ke lima pendekar semangat mereka membubung tinggi ke langit. Mereka yakin, Raja Pedang tidak akan membiarkan mereka terluka parah apalagi sampai mati. Dengan kondisi itu mereka mulai membunuh para pengeroyok satu persatu.


Tujuh orang petinggi dari Tengkorak Merah dan Begal hutan Bayat serta Penyamun sungai Musi bersama empat tetua pendamping makin terdesak. Tubuh mereka sudah terdapat banyak luka. Beberapa diantaranya adalah luka yang cukup dalam.


"Aku pikir sudah cukup main mainnya. Sekarang saatnya bagi kalian untuk bertemu Raja Akhirat." suara Bidadari Suvarnabhumi terdengar sangat dingin.


Tiba-tiba garis biru berkilau melintas menyilang kearah seorang tetua. Tetua yang diserang segera membentuk posisi untuk menahan sinar biru tipis yang datang. Ketika Tetua tersebut sinar biru sangat tipis melewatinya.


Slash...!! Slash...!!


Ach...

__ADS_1


Terdengar keluhan kecil dari Tetua itu. Kemudian tubuhnya jatuh ke tanah dalam keadaan terpotong menjadi empat bagian. Enam orang yang tersisa menatap tidak percaya. Kenapa tiba-tiba Bidadari Suvarnabhumi bisa bergerak sangat cepat ?? pikir mereka.


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2