Raja Pedang

Raja Pedang
#74. Hancurnya Sekte Kala Hitam 2


__ADS_3

"Ayo...!!" Kedua wanita cantik itu mulai menata posisi menyerang.


Bidadari Suvarnabhumi bersiap menghadapi Iblis Binal Lembah Tengkorak. Nirmala bersiap menghadapi Kala Perak.


Pertarungan Lindu melawan Ang Coa Mosin berjalan sangat seru. Ang Coa Mosin yang sempat kecolongan di awal tidak lagi memandang rendah lawan. Benturan benturan tenaga mereka menjadikan bangunan markas Kala Hitam, menjadi porak poranda. Esensi energi tingkat agung menengah memang luar biasa. Setiap kali terjadi benturan energi, maka akan ada bangunan atau anggota sekte Kala Hitam yang mati terkena imbasnya.


Pertarungan berjalan semakin intens. Sudah satu jam berlalu dan belum terlihat siapa yang lebih kuat antara Raja Pedang atau Ang Coa Mosin. Luka pukulan sudah cukup banyak di tubuh Ang Coa Mosin. Namun kondisi Raja Pedang tidak lebih baik.


"Keluarkan pedang mu, atau Raja Pedang itu cuma asal kau pasang saja ?" Ang Coa Mosin kembali menyerang Raja Pedang dengan sebuah serangan mematikan.


Sebenarnya Ang Coa Mosin merasa heran. Sudah dua kali pedangnya yang mengandung racun ganas melukai Raja Pedang, tapi Raja Pedang sepertinya tidak terpengaruh.


"Baiklah bersiaplah kau untuk bertemu Raja Akhirat." Lindu menghunus Pedang Penakluk Iblis. Udara tiba-tiba terasa berat dan tekanan kuat mulai menyebar.


Ang Coa Mosin tergetar. Pria Tionggoan itu merasa ada aura pembunuhan yang besar terpancar dari pedang milik Raja Pedang. Raja Pedang menarik nafas dalam. Pedang Penakluk Iblis teracung lurus kelangit. Esensi energi alam mulai diserap pedang. Pedang Penakluk Iblis mulai bersinar. Aura membunuh yang kuat menekan Ang Coa Mosin.


Pembukaan ilmu Pedang Penghancur Semesta terasa sangat mencekam.


Jurus ke satu, Pedang mengaduk semesta


Angin kencang menderu dalam putaran badai pedang dan hujan tusukan. Serangan yang menggunakan niat pedang jadi jauh lebih mematikan.


Ang Coa Mosin menata posisi dan bersiap menerima semua serangan yang datang. Raja Pedang melesat lebih cepat dari pada kilat.


Dhuaarr...!! Blaaarrr...!!!!


Craasszzz...!! Ugh...!


Benturan sangat keras terjadi. Esensi energi yang sangat sangat besar menyebar, melanda semua yang ada. Bangunan bangunan yang ada di markas sekte Kala Hitam rubuh berantakan. Hampir semua sisa anggota sekte Kala Hitam terbanting dan mati.


Bahkan Kala Perak dan Iblis Binal Lembah Tengkorak juga terhempas. Kedua orang itu memuntahkan darah segar dan bertumpu diatas lutut mereka. Nirmala dan Mayang terbang jauh tinggi sehingga lolos dari imbas esensi energi tingkat agung. Kedua gadis itu membalik dengan kecepatan sangat tinggi menerjang kepada lawan mereka.


Nirmala menyerang dengan jurus terakhir dari ilmu Pedang Bayangan Lelembut yang didapat dari ibunya.

__ADS_1


Bayangan pedang Kematian


Pedang Bintang berputar kuat bagaikan baling-baling. Gemuruh angin ****** beliung dan hawa panas menerjang tajam kearah Kala Perak. Tiba-tiba Nirmala hilang dari pandangan mata. Esensi energi serangan juga nyaris hilang.


Sekejap kemudian Nirmala muncul kembali. Pedang Bintang mencacah tubuh Kala Perak. Tetua pertama sekte Kala Hitam itu berubah jadi daging cincang.


Aaaachhh...!! Jeritan Kala Perak hanya terdengar pendek dan putus, ketika menjemput kematian.


Tidak berbeda jauh dengan Iblis Binal Lembah Tengkorak. Bidadari Suvarnabhumi menukik tajam menyerang tetua Tengkorak Merah. Perempuan bahenol itu naik menjemput serangan dalam posisi tidak baik.


Bidadari memetik bunga menebas bulan


Bidadari Suvarnabhumi meliuk liuk gemulai di udara. Pedang Mutiara Biru membiaskan cahaya biru terang.


Blaarrr...!! Trangg...!!


Trangg...!! Brreeettt...!!


Crack...!! Aaachhhh...!!


Bidadari Suvarnabhumi kembali menerjang dengan ganas Iblis Binal Lembah Tengkorak.


Bagaimana dengan Lindu dan Ang Coa Mosin ? Bagaimana akibat benturan dari esensi energi mendalam dan zhenqi yang sangat besar itu bagi mereka ?


Ang Coa Mosin terpelanting dan muntah darah. Pria itu mengalami luka dalam yang lumayan parah. Selain itu beberapa bagian tubuhnya juga mengalami luka lumayan.


Mendengar jeritan Iblis Binal Lembah Tengkorak. Ang Coa Mosin segera melesat kearah Iblis Binal.


Trangg...!!


Lelaki dari Tionggoan itu menahan tebasan Bidadari Suvarnabhumi. Dia segera menyambar tubuh Iblis Binal Lembah Tengkorak. Langsung menghilang dari markas Kala Hitam. Dari jauh, Ang Coa Mosin mengirim suara dengan menggunakan zhenqi.


"Kita akan bertemu lagi Raja Pedang !"

__ADS_1


Lindu menghela nafas dan mengambil posisi siulian. Menggunakan tekhnik pernafasan semesta, Lindu mengisi kembali energinya yang terkuras. Setelah menelan pil penyembuhan, semua luka kembali normal.


"Aku harus segera meningkatkan kemampuan dan kekuatan ku. Ternyata Tengkorak Merah memiliki kekuatan yang sangat besar. Jika seorang tetua saja, aku sudah terluka. Bagaimana menghadapi Patriak gerombolan itu ?" fikirnya.


Sisa belasan anggota sekte Kala Hitam semua bersujud. Mereka menyerah dan memohon ampun.


Nirmala mengibaskan pedang Bintang. Wanita cantik itu menggunakan niat pedang. Selarik sinar melintas bagai kilat.


Crassz...!! Craasssh...!!


Semua anggota sekte Kala Hitam tewas terbunuh.


"Tidak ada gunanya memberi mereka kesempatan untuk pura-pura bertobat." Nirmala menjelaskan tindakannya membunuh mereka sambil cengengesan.


"Coba lihat apakah ada tawanan yang masih hidup." Lindu mengajak kedua istrinya untuk mencari disisa sisa reruntuhan.


Mereka berusaha mencari. Namun semua orang yang ada di markas sekte Kala Hitam telah tewas. Setelah yakin Lindu mengambil semua harta yang ada, termasuk cincin ruang milik Kala Perak dan Kala Hijau. Kemudian mereka menumpuk semua mayat dan reruntuhan. Lalu mereka kembali ke penginapan.


Trangg...! Braaakk...!!


Hampu terlempar menabrak pohon dibelakang. Dia memuntahkan seteguk darah. Saat itu mereka berada di hutan Malalak. Sialnya, ketika melintasi hutan Malalak mereka dihadang kelompok Penyamun Limo Badak.


Kelompok penyamun Limo Badak sebetulnya sebuah sekte menengah golongan hitam. Markas mereka belum lama mereka pindahkan ke hutan Malalak. Markas mereka awalnya berada di Rimbo Mukomuko. Namun karena tekanan terus menerus dari sekte Buayo Lalok, sejak usai pertemuan golongan putih. Akhirnya mereka pergi dari Rimbo Mukomuko dan membuat markas baru di hutan Malalak. Sejak di hutan Malalak, mereka menjadi penyamun.


Sore itu, Hampu dan Sabai melewati hutan Malalak. Tujuannya agar senja hari mereka bisa berada di nagari Kapak. Mereka akan istirahat di nagari Kapak. Namun untung tidak dapat diraih, malang tidak bisa ditolak. di hutan Malalak mereka bertemu Penyamun Limo Badak.


Penyamun Limo Badak segera menghentikan Hampu. Tentu saja Hampu tidak tinggal diam ketika hendak dirampok. Pertempuran tak bisa lagi dihindarkan. Meski Hampu tidak mungkin bisa menang tiga dari lima pemimpin Limo Badak. Hampu tidak akan pernah mau menyerah begitu saja.


Dalam waktu singkat Hampu sudah bonyok dihajar habis. Jika hanya melawan seorang saja. Masih ada peluang untuk menang, bahkan untuk menghadapi dua orang, meski sangat berat masih ada peluang untuk menang. Namun para penyamun Limo Badak tidak mau pusing. Tiga orang dari pemimpin mereka langsung menyerang Hampu.


Luka bacokan golok dan juga tusukan pedang sudah cukup banyak di tubuh Hampu. Namun bekas tetua sekte Awan Bararak itu tetap bertahan. Pantang baginya untuk menyerah. Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai.


Hampu kembali bangkit. Pria itu mengempos esensi energi mendalamnya. Sesaat Hampu menarik nafas dalam dan melesat menyerang orang terlemah dari pengeroyoknya. Pedang pusaka Hampu menderu ganas...

__ADS_1


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2