Raja Pedang

Raja Pedang
#78. Menyerang Markas Iblis Tambun Tulang.


__ADS_3

"Ayo, sekarang menuju sekte Iblis Tambun Tulang !" teriak Nirmala senang. Lindu dan Mayang tersenyum melihat tingkah Nirmala.


Empat orang penjaga gerbang sekte Iblis Tambun Tulang tampak memasuki pos pemeriksaan. Mereka baru usai berkeliling melihat kondisi disekeliling pagar sekte.


"Kadang aku ga habis pikir, kenapa kita harus berkeliling menyusuri pagar sekte dari luar. Siapa juga yang berani datang menyantroni markas kita."


"Betul Landia, aku juga pernah berfikir begitu. Tapi nyatanya jangankan menyantroni seperti katamu. Mendekati markas sekte saja tidak ada yang akan berani."


"Ya, kalian benar Landia dan Baso. Tidak salah kita gabung dengan sekte ini. Kalian tau ?" Penjaga itu berhenti sejenak, menatap temannya satu persatu. Mereka balik melihat serius kepada Manto.


"Sebentar lagi..." Manto melanjutkan, suaranya dibikin lebih pelan.


"Patriak akan segera menjadi kaisar."


"Apa...??


Bagaimana ceritanya...??"


Ketiga temannya bertanya dengan wajah serius.


"Weeiii... Kalian ngapain ngumpul disini ? Sana...! Balik ketempat tugas kalian." Komandan petugas jaga membentak mereka.


Keempat penjaga itu berlarian keluar kembali ketempat mereka bertugas. Saat itulah mereka melihat seorang pemuda tampan dan dua gadis sangat cantik berdiri santai.


"Apakah benar ini sekte Iblis Tambun Tulang ?" salah satu gadis cantik yang berambut panjang bergelombang dan lesung pipi bertanya.


"Betul sekali nona cantik. Ada apa kalian datang kesini ?" Landia bertanya dengan gaya cengengesan. Gadis cantik itu tersenyum lebar dan berkata.


"Kami datang karena ingin menghancurkan sekte ini dan membunuh semua anggota sekte iblis ini."


"Ha haa haaa...." para penjaga itu tertawa ngakak. Mereka melihat kearah tiga orang yang sekarang berdiri didepan mereka. Jika saja mereka tau bahwa yang kini ada didepan mereka adalah Raja Pedang dan Sepasang Bidadari. Mereka pasti sudah lintang pungkang.


"Suruh Patriak kalian keluar."


"Kau jangan kurang ajar Nona, atau kematian segera menemui mu !!?" penjaga itu membentak Nirmala dengan kesal.


"Aku serius, ini buktinya,..." api 🔥 warna merah oranye membakar hangus penjaga sial itu. Ketika Nirmala mengulurkan tangannya kearah penjaga.


Aaaaaaahhh...!!


Jeritan pilu keluar dari mulut penjaga itu seiring dengan lepasnya nyawa dari tubuhnya.

__ADS_1


Penjaga yang lain terlonjak mundur. Landi segera berlari kedalam markas melapor. Kepala penjaga berteriak marah.


"Kalian harus membayar perbuatan ini, dan kal..." Kepala penjaga tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya. Selarik kabut tipis menyentuh kepala penjaga. Dia berobah menjadi patung es, lalu pecah berderai. Mati !!


Manto dan Baso menjadi panik dan ketakutan.


"Kalian juga harus mati." Nirmala menjulurkan tangan nya dan lidah api bewarna merah oranye menyambar membakar kedua penjaga itu.


Lindu menujuk pintu gerbang sekte. Pintu yang sangat tebal dan keras bak besi itu hancur berkeping-keping.


Blaaarr....!!


Harimau Kumbang, Patriak sekte Iblis Tambun Tulang bersama Pati Marpuang dan para Tetua sudah berdiri menyambut mereka. Cingauak Bangkai dan Iblis Cantik Tambun Tulang kaget.


"Raja Pedang...!!" semua yang ada di pelataran depan sekte Iblis Tambun Tulang tersentak.


"Kali ini, kau akan segera mati ditangan kami !" Cingauak Bangkai dan Iblis Cantik Tambun Tulang melesat sangat cepat kearah Lindu. Udara terbelah menderu dan mencicit mendahului serangan Cingauak Bangkai dan Iblis Cantik Tambun Tulang.


Kali ini Lindu tidak setengah setengah. Dia menatap tajam kepada Cingauak Bangkai dan Iblis Cantik Tambun Tulang.


Blaarrr...!! Blaaarrr...!!


dua dentuman sangat keras terdengar diikuti munculnya dua kabut darah. Lindu tidak menunggu, dia segera melepas pukulan tanpa ujud dilampiri esensi zhenqi yang sangat besar. Pukulan sakti itu menghantam Cingauak Bangkai dan Iblis Cantik Tambun Tulang, dan merubah kedua tetua sekte Iblis Tambun Tulang menjadi kabut darah. Mereka berdua mati dalam satu serangan.


"Bunuh mereka...!!" Harimau Kumbang berteriak keras. Semua anggota sekte Iblis Tambun Tulang menyerang kearah Mayang dan Nirmala. Nirmala membuka kedua tapak tangannya. Api yang sangat panas menyambar dan membakar semua anggota sekte Iblis Tambun Tulang yang datang kearah dirinya. Bertolak belakang dengan Nirmala, Mayang juga mengangkat tangannya, kabut tipis dingin meluncur kearah anggota sekte Iblis Tambun Tulang. Kabut itu segera membungkus sebagian besar dari mereka. Semuanya berubah menjadi patung es. Ketika Mayang mengenaskan tangannya, semua orang yang menjadi patung es hancur berantakan. Mati !!


Harimau Kumbang dan Pati Marpuang melesat dengan sangat cepat menuju Lindu. Cakar harimau dari besi menderu kencang menuju kepala Lindu. Pedang Pati Marpuang berkesiut nyaring membelah udara tipis membeset cepat menuju lambung Raja Pedang. Lindu tersenyum ringan, senyuman unik itu muncul lagi.


Badak Mantagi menerjang kearah Mayang.


Badak besi menggempur gunung


Bayangan kepala badak muncul bersama pukulan yang dilepaskan Badak Mantagi. Mayang menyambut dengan dengan jurus tingkat langit dari sekte Tapak Dewa .


Tinju ****petir**** penghancur dunia


Serangan balasan balasan untuk menumpas serangan Badak Mantagi diisi dengan esensi energi inti es oleh Bidadari Suvarnabhumi.


Blaaarrr...!!


Ledakan sangat keras terjadi. Bidadari Suvarnabhumi terseret mundur tiga langkah. Lengannya sedikit kebas. Wanita cantik menawan itu segera menyalurkan zhenqi kepada kedua lengannya.

__ADS_1


Bidadari Suvarnabhumi menata kembali posisinya. Pedang Mutiara Biru terhunus menunjuk lurus kepada Badak Mantagi. Tetua pertama sekte Iblis Tambun Tulang itu juga mengeluarkan senjata pusaka miliknya. Pairit pusaka sudah berada dalam genggaman pria gempal itu.


Kalo Mantiko melesat sangat cepat, menyerang Nirmala. Kalo Mantiko tidak mau main main. Dia menerjang Nirmala dengan salah satu ilmu andalan miliknya.


Menjepit menghancurkan gunung


Kedua lengan Kalo Mantiko berobah warna menjadi hitam seperti besi. Lengan Kalo Mantiko terentang menuju leher Nirmala. Kaki Kalo Mantiko menyusul dalam bentuk tendangan cuek menuju dagu Nirmala. Wanita jelita itu melenting keatas dan memutar kebelakang, membalikkan tubuhnya. Pedang Bintang merah membara karena diisi esensi energi inti api.


Titik datang dari ateh


Pedang Bintang menebas kedua lengan Kalo Mantiko.


Baammm...!! Dhuaarr...!!


Dua esensi energi besar bertemu, terjadi benturan kuat dan ledakan keras. Nirmala kembali terlempar keatas dan Nirmala membiarkan dirinya naik mengikuti tenaga dorongan. Lalu wanita jelita itu berdiam sejenak diudara menatap Kalo Mantiko yang terlempar. Ada terlihat garis merah di kedua lengannya. Dia memuntahkan seteguk darah.


"Uda... apakah kau mau bantu mengambil nyawa busuk dia ?" Lindu mendengar suara Nirmala. Dia melirik kearah Nirmala dan Kalo Mantiko.


"Terimakasih Lala sayaang" Nirmala tersenyum sangat manis kearah Lindu.


Lindu melesat bagaikan kilat kearah Kalo Mantiko setelah menyerang Pati Marpuang dan Harimau Kumbang dengan pukulan tanpa ujud.


Craasssh...!! Crassz...!!


Aaaaaaaachhh...!!!!


Terdengar empat kali tebasan. Kalo Mantiko kehilangan kedua tangan dan kakinya. Tidak ada darah yang muncrat dari luka itu. Lindu telah menahan dengan arai formasi khusus.


"Lala, ayo kita habisi dua orang ini..." Lindu menerjang Pati Marpuang. Pedang Mustika Embun menusuk lurus kearah leher utusan Tengkorak Merah. Dengan cepat dia mengayun pedang memapas serangan Raja Pedang.


Duaaaghhh...!!


Tubuh Pati Marpuang terbang keatas. Nirmala menyambut dengan tebasan pedang. Tidak mungkin menghindari ataupun menangkis. Pati Marpuang melapisi punggung nya dengan zhenqi.


Buughh...!!


Pedang Bintang menghantam punggung Pati Marpuang. Tak ada luka, hanya ada garis merah lecet terbentuk jelas di punggungnya.


Pati Marpuang terlempar lagi menuju Raja Pedang dengan kecepatan dua kali lipat. Walaupun tubuhnya sangat sakit, dengan memanfaatkan dorongan itu, Pati Marpuang menyerang balik kepada Raja Pedang. Dua tebesan besar menuju kearah Raja Pedang.


Lindu melesat menerjang Harimau Kumbang.

__ADS_1


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2