Raja Pedang

Raja Pedang
#120. Pertemuan di Markas Tengkorak Merah 3


__ADS_3

"Apaaa...??!!" Tetua yang bertanggung jawab atas semua telik sandi berteriak kaget.


"Benar Tetua ! Aku Cilua, salah satu telik sandi yang bertugas di Luaha. Markas telik sandi Luaha sudah hancur. Hampir semua telik sandi kita tewas, termasuk kepala telik sandi Luaha, bang Tungka.


Disamping itu pasukan gabungan juga sudah merapat dengan delapan belas kapal. Juga terlihat banyak pendekar hebat yang datang." Tetua yang bertanggung jawab terhadap divisi pasukan telik sandi bernama Kuok Hitam sampai tertegun.


Kuok Hitam melihat kepada orang ketiga. Dia bertanya dengan suara agak mengawang.


"Katakan apa saja laporan yang kau bawa ?" Orang yang ditanya langsung membentur benturkan kepala kelantai.


"Ampun tetua. Laporan yang aku bawa mungkin jadi laporan paling buruk." Semua orang tertegun. Kedua rekan telik sandi yang lain melihat pria itu dengan gelisah.


"Aku membawa khabar buruk dari Luwahaziwara. Telah terjadi beberapa kali kejadian besar di Luwahaziwara.


Raja Pedang dan Bidadari Suvarnabhumi ternyata berada di Luwahaziwara. Tidak tau kapan mereka datang.


Berapa hari terakhir telah ditemukan beberapa petinggi sekte Tengkorak Merah tewas. Mereka adalah yang tewas adalah Golok Darah dan Tombak Iblis. Juga Kilek Langik dan tetua Kuto Arik. Yang lebih menakutkan para jagoan tingkat tinggi sekte Tengkorak Merah dari Semenanjung Malayana, benua Tionggoan dan dataran Siam juga banyak yang tewas. Mayat yang sudah ditemukan adalah Mo Sin Xianseng, Gu Xiang, Gu Hui dan Hek Tiaw Ong. Lalu ada Tun Dayak, Hantu Burik dan Seramban."


"Bagaimana cara matinya ?" Tetua Kuok Hitam bertanya dengan nada mengambang. Tergambar ketidak percayaan dan rasa takut. Banu, anggota telik sandi yang bertugas di Luwahaziwara itu melihat kearah tetua Kuok Hitam ragu ragu. Raut wajahnya tampak rasa takut dan kengerian besar. Setelah menarik nafas panjang dan menenangkan hatinya.


"Cara matinya sungguh mengerikan. Ada yang mati dengan kepala terpisah putus. Namun ada yang sangat mengerikan, mereka mati dengan tubuh remuk." Banu menghela nafas panjang beberapa kali.


"Masih ada...?" Tetua Kuok Hitam bertanya dengan ragu ragu.


"Jalur maut, yaa... jalanan terjal jalur maut. Tadinya disitu ada beberapa tumpukan batu batu besar dan team sergap disiapkan lebih dari dua puluh orang. Terus di pepohonan rimbun de pinggir bukit ada belasan orang anggota pemanah handal. Sekarang tempat itu bersih. Bukan hanya team sergap dan team pemanah yang hilang. Semua tumpukan batu yang telah disiapkan juga hilang dan pohon-pohon rimbun itu, semua gundul. Benar benar gundul. Hanya tinggal dahan dan ranting." Tetua Kuok Hitam menjadi pucat.


"Kalian bertiga ikut aku...!!" Tetua Kuok Hitam berjalan cepat ke ruang pertemuan utama sekte diikuti oleh Lincia, Cilua dan Banu mengikuti dengan wajah rusuh dan takut.

__ADS_1


Tok tok tok...


Mendengar pintu ruang pertemuan diketok dengan keras. Patriak sekte Tengkorak Merah untuk Suvarnabhumi, Setan Merah dan semua peserta yang hadir melihat kepintu.


"Ada apa tetua Kuok Hitam ?" Setan Merah bertanya dengan suara berat. Tetua Kuok Hitam dan tiga orang anggota telik sandi menunduk dalam untuk memberi penghormatan.


"Mohon maaf Patriak. Tiga anggota telik sandi ini, mereka baru datang dari Luaha, Hilinaghe dan Luwahaziwara. Masing masing mereka membawa khabar..."


Tetua Kuok Hitam yang jadi pemimpin divisi telik sandi sekte Tengkorak Merah memaparkan dengan detil kembali, apa yang sudah dilaporkan anak buahnya.


Ah... oh... ha...


Terdengar dari mulut semua Patriak dan Tetua yang hadir diruangan.


"Demikianlah kondisi terkini Patriak." Tetua Kuok Hitam mengakhiri laporan yang bisa dia berikan. Setan Merah mengepal tangannya kuat kuat, sehingga buku buku jarinya memutih.


Ruangan itu menjadi sangat ribut. Para Patriak dan Tetua dari berbagai sekte dan klan saling bicara dengan orang disebelahnya. Berbagai suara terdengar bergubalau bagai dengungan lebah.


Blaaaaarrr...!!


Ujung meja dekat Setan Merah rumpang, hancur menjadi debu. Semua mata menatap tertuju kepada Setan Merah. Setelah menarik nafas dalam-dalam dan menekan gejolak didadanya. Setan Merah mulai bicara dengan suara berat penuh tekanan.


"Saudara saudara semua. Kita semua sudah mendengar dengan jelas, sangat jelas. Pemaparan dari tetua Kuok Hitam.


Aku pikir pasukan gabungan sudah cukup dekat dengan markas sekte gerombolan Tengkorak Merah. Tidak perlu lagi membahas rekan rekan kita yang sudah terbunuh.


Sekarang yang harus kita lakukan adalah mengatur strategi pertahanan dan kesiapan menghadapi serangan dari pasukan gabungan.

__ADS_1


Mari kita semua meyakinkan diri. Bahwa pasukan gabungan sudah berda sangat dekat dengan kita." Setan Merah menarik perhatian semua Patriak dan Tetua yang hadir. Setan Merah tidak mau semua berlarut larut untuk membahas laporan tetua Kuok Hitam. Tindakan itu akan sangat berpengaruh terhadap semangat semua orang.


Tindakan yang dilakukan oleh Setan Merah mengembalikan semua orang kepada masalah yang ada didepan mata. Mereka mulai mendata kekuatan lawan, pihak pasukan gabungan yang mau menyerang.


"Yang pasti, kekuatan pihak pasukan gabungan yang benar benar harus kita perhatikan adalah para Patriak dan Tetua dari sekte sekte dan klan besar yang ada di pihak pasukan gabungan." Setan Merah mengingatkan agar semua yang hadir bisa lebih fokus. Dubilih Galo coba memproyeksikan peta kekuatan pasukan gabungan.


"Untuk sekte-sekte besar yang benar-benar harus kita perhatikan:


- Sekte Tapak Dewa, selain Patriak yang tidak terlihat, ada tetua H


- Sekte Secabik Kafan, Patriak nya Pendekar Tombak Sakti dan tetua agung Datuk Tungkek Ameh.


-Sekte Alang Barat, Patriaknya pendekar Alang Babega, tetua Alang Bangkeh dan istrinya Seriti Merah.


- Klan Mangaraja dengan Mangaraja Tohir yang perkasa sebagai Patriak.


- Klan Caniago dengan Pedang Kilat yang jadi Patriak, serta Dewi Maut.


- Klan Manusia Harimau, Datuk Rao Api yang jadi Patriak dan tetuanya Datuak Rimau Putih."


Dubilih Galo juga menambah daftar.


"Ada kelompok pendekar muda yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Yang paling hebat dan sangat mengundang rimba hijau dunia persilatan saat ini." Tanpa sadar semua orang berkata dengan gamang menyebutkan nama Raja Pedang dan Bidadari Suvarnabhumi.


"Kelompok pendekar muda itu juga telah menghancurkan markas telik sandi di Luaha."


Mereka mulai mengatur strategi untuk menyambut kedatangan pasukan gabungan.

__ADS_1


Namun ada yang tidak mereka perhitungkan adalah kekuatan tersembunyi dari pasukan lelembut, yaitu pasukan istana Bunian dan Ratu Shima yang memiliki dendam tak berbatas !


\=\=\=\=\=***


__ADS_2