
Wajah wajah sangar dan menakutkan berdiri dengan senjata terhunus. Sudut bibir Lindu tertarik kesamping melihat puluhan orang berpakaian serba hitam dengan sabuk merah dengan kepala sabuk berbentuk tengkorak. Lindu langsung tau mereka dari sekte Iblis Tambun Tulang.
Dua orang lelaki yang ditutupi banyak bulu dan seorang bertubuh gempal memimpin rombongan penghadang. Ketiga lelaki itu sedikit heran, setelah mengedarkan sedikit hawa murni mereka menditek tingkat kultivasi Lindu berada di bumi tengah. Sedangkan wanita berpakaian serba merah itu berada di raja puncak. Gadis kecil cantik itu berada di tingkat emas puncak.
Duo Baruak dan Kabau Basi berkomunikasi bertiga melalui transmisi suara. Apakah info yang mereka terima terlalu berlebih-lebihan. Duo Baruak dan Kabau Basi menjadi lebih percaya diri. Mereka berfikir mungkin terjadi kebetulan besar ketika Lindu menyerang Arit Setan. Pasti Arit Setan lengah karena terlalu angkuh dan meremehkan lawan. Sehingga Arit Setan mati konyol begitu saja. Sikap tiga pentolan itu langsung berubah sombong dan arogan.
"Bocah, sebutkan siapa nama mu !!" Baruak Panjalu bertanya dengan suara yang keras. Lindu menjawab dengan santai...
"Kenalkan diri dulu sebelum bertanya. Aku tau kalian pasti dari sekte Iblis Tambun Tulang."
"Ha haa haaa... Bocah dablek, sudah mau mati masih banyak lagak," Suara berat dan tawa menyeramkan dari Kabau Basi terdengar menimpali ucapan Lindu.
"Dengarkan baik-baik bocah dablek agar nyawa kentutmu tidak mati penasaran. Kami adalah Duo Baruak dan Kabau Basi yang ditugaskan mengambil selembar nyawa busuk mu !!" Lindu tersenyum lebar mendengar omongan mereka. Dengan santainya di berkata.
"Kalian bertiga memang tidak salah, yang satu Kabau (kerbau) dan yang dua lainnya baruak (monyet). Ha ha ha haa..."
Suara ketawa Lindu dikuti dengan suara ketawa geli Nirmala. Gadis itu semakin cantik ketika tertawa. Dekikan langsung pipit muncul jelas di pipinya ketika dia tertawa Sedangkan Seriti Merah hanya tersenyum sedikit. Terus terang Seriti Merah agak jerih dengan situasi mereka.
Seriti Merah tau, sangat tau siapa Duo Baruak dan Kabau Basi. Posisi mereka sangat tinggi di sekte Iblis Tambun Tulang. Kemampuan Duo Baruak siapa yang tidak tau ? Mereka dalam waktu kurang dari satu hari bisa meratakan sebuah sekte kecil atau klan menengah. Itu bukan sekedar hisapan jempol belaka.
Seriti Merah sangat tau akan semua itu. Ia mengalami dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa menakutkan pembantaian yang bisa dilakukan oleh Duo Baruak. Itu terjadi 17 tahun silam. Kalau lah gurunya Dewi Bulan yang sekarang menjadi Matriak sekte Angso Duo tidak menyelamatkannya, Seriti Merah tidak tau seperti apa nasibnya sekarang.
Tanpa sadar keringat dingin membasahi punggung Seriti Merah. Bercampur rasa takut dengan keinginan balas dendam dihatinya. Namun Seriti Merah tidak akan mampu saat ini melawan Duo Baruak. Terdapat jurang pemisah yang amat sangat lebar dan dalam untuk kemampuan mereka saat ini.
Duo Baruak dan Kabau Basi menjadi sangat marah dengan tanggapan Lindu yang sangat menghina mereka. Disamakan dengan binatang, bener bener sangat melecehkan. Tapi mereka sulit untuk menjawab karena nama mereka bisa diartikan begitu.
"Kalau begitu matilah kau bocah dablek !!" teriak Kabau Basi menerjang Lihat dengan jurus Tinju mengguncang dunia. Lindu tersenyum kecil melihat serangan dengan cepat dan kuat menuju dirinya.
Dug, Baamm ..!!!
Terdengar bunyi benturan keras. Angin kencang timbul dari benturan dua tenaga besar. Lindu terdorong mundur lima tombak jauhnya. Sedangkan Kabau Basi sama sekali masih berdiri kokoh.
Melihat hal itu tentu saja Kabau Basi lebih percaya diri. Dia mempersiapkan serangan susulan. Tapi sebelum dia menyerang, Lindu berucap..
"Agar kalian juga tidak ada yang mati penasaran maka dengarkan baik-baik. Nama ku Lindu dan si Pedang Kilat memanggil ku dengan Raja Pedang."
__ADS_1
Duo Baruak dan Kabau Basi tertawa keras terbahak bahak. Bahkan anggota sekte Iblis Tambun Tulang ikut tertawa ngakak.
"Bukan Raja Patok Lele ?" Baruak Panjali menimpali sambil masih tertawa ngakak. (patok lele adalah sebuah permainan yang banyak dimainkan anak-anak remaja laki di benua emas)
Lindu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah percuma ngomong dengan monyek yang udah mau mati." ucap Lindu dengan gaya pasrah. Duo Baruak jadi sangat marah.
"Bunuh bocah sialan itu dan tangkap kedua temannya...!" perintah Baruak Panjalu. Serentak tiga puluh anggota sekte Iblis Tambun Tulang menyerang Lindu, Nirmala dan Seriti Merah. Pertempuran segera pecah. Nirmala diserang oleh lima orang di tingkat emas. Enam orang terdiri dua orang tingkat emas puncak dan tiga orang tingkat raja menengah menyerang Seriti Merah dan lainnya menyerang kearah Lindu.
Pemuda itu dengan jurus sebelas langkah ajaib dengan mudah menghindari semua serangan yang datang. Sesekali Lindu membalas dengan pukulan dan tendangan yang tidak terlalu keras menurut Lindu. Tapi anggota sekte Iblis Tambun Tulang yang terkena serangan itu akan terpelanting. Tentu saja bagi mereka sedikit tenaga dari Lindu akan sangat kuat bagi mereka meskipun ada yang ditingkat raja puncak.
Tanpa terasa pertarungan sudah berjalan ratusan jurus. Beberapa anggota sekte Iblis Tambun Tulang sudah terkapar tak bernyawa lagi. Nirmala sudah terluka dilengan kanan dan pundak kirinya. Tidak mudah bagi gadis itu menghadapi lima orang yang berada di tingkat emas awal dan mengah.
Meski sudah berada di level emas puncak, Nirmala belum terbiasa menggunakan energi besar di emas puncak, karena ia baru menerobos dan itupun langsung dua level. Lindu melihat kearah Nirmala. Pemuda itu melihat Nirmala sudah terluka meski belum parah. Memang sebagian pakaian gadis canti itu berobah warna jadi merah akibat darah yang mengalir dari lukanya.
Begitu juga dengan Seriti Merah. Dia mengalami luka lebih banyak. Posisinya benar benar sulit. Lawan lawannya menekan Seriti Merah dengan sangat intens. Meski lawan lawannya juga terluka, tapi hanyalah luka ringan pada lapis kulit saja. Seriti Merah semakin terjepit.
Sampai pada suatu kondisi, tiga orang tingkat raja melakukan serangkaian serangan secara serentak.
Golok membelah gunung
Pedang menjemput Kematian
Tiga rangkaian serangan menderu datang dari tiga arah berada. Seriti Merah berjuang mengatasi tiga serangan mematikan dari lawan lawannya. Ia sadar Kematian segera menjemput nyawanya. Marah dan sedih bercampur dihatinya karena harus mati sebelum cukup kemampuan untuk membunuh Duo Baruak yang kemampuan mereka masih jauh diatas dirinya.
Saat Seriti Merah membuat keputusan untuk mengadu nyawa dengan salah satu lawannya. Tiba-tiba ketiga lawannya terhempas dengan kepala pecah.
Bluk...
Blukk...
Blukkk...
Pertarungan langsung terhenti. Seriti Merah dan Nirmala meloncat mundur dari pertarungan. Lindu juga melenting kemudian berdiri disamping Nirmala. Tidak ada yang tau bahwa tiga orang itu dibunuh dengan pukulan tanpa ujud oleh Lindu.
__ADS_1
Duo Baruak dan Kabau Basi terkejut. Mata mereka terbelalak mereka mencari siapa yang telah membantu Seriti Merah. Baruak Panjali berfikir lain, jangan jangan...
"Raja Pedang...
Apa hubungan mu dengan Dewa Tanpa Bayangan ?"
Ia bertanya pada Lindu dengan sikap berbeda. Keringat dingin tiba-tiba membasahi punggung nya. Baruak Panjalu dan Kabau Basi tersentak mendengar pertanyaan Baruak Panjali.
Mereka ingat dengan jurus pukulan tanpa ujud. Kematian ketiga anggota mereka terjadi begitu saja. Tidak ada gelombang energi di lapisan tipis pun diudara. Tiba-tiba kepala tiga orang itu pecah begitu saja. Apa lagi kalau bukan hasil dari pukulan tanpa ujud ?
Seriti Merah juga tiba-tiba teringat dengan cerita Nirmala. Lawan yang dihadapi nya ketika dia sudah terdesak juga mati begitu saja. Seriti Merah ingat gurunya Dewi Bulan bilang ada beberapa ilmu kesaktian langka yang berada dipuncak kesaktian. Kesaktian itu adalah:
Jurus Pedang Penghancur Semesta.
Jurus Pukulan Tanpa Ujud
Jurus Mengisap Tenaga Lawan
Jurus Berjalan Dilipatan Udara
Jurus Menuliskan Kematian
Jurus pedang penghancur semesta dan Pukulan tanpa ujud adalah milik Dewa Tanpa Bayangan.
Jurus menghisap tenaga lawan adalah milik pendekar Suling Naga. Pendekar Suling Naga adalah pendekar nomor satu di benua besar Tionggoan.
Jurus Berjalan Dilipatan Udara adalah milik pendekar sakti Rajawali Merah. Pandekar sakti Rajawali Merah berdiam disebuah pulau yang sering berpindah tempat. Itulah pulau Dewata yang sangat misterius. Tidak ada satupun berita tentang pendekar yang berhasil menemukan atau balik dari pulau Dewata.
Jurus Menuliskan Kematian adalah milik Penguasa Lembah Sejuta Maut yang terletak di benua Timoer. Diantara semua pendekar terhebat itu, Dewa Tanpa Bayangan adalah yang paling tinggi tingkatannya.
Seriti Merah menatap Lindu penuh rasa kagum dan harapan yang sangat besar. Senyum penuh misteri muncul diwajahnya. Dia akan mencari seribu cara untuk menjodohkan Nirmala dengan Lindu.
__ADS_1
\=\=\=***\=\=\=