Raja Pedang

Raja Pedang
#57. Menuju Istana Kaisar Suvarnabhumi 2


__ADS_3

Bidadari Suvarnabhumi dan Nirmala melesat cepat. Sesaat kemudian mereka terbang mengikuti Lindu.


Ya, setelah mencapai tingkat suci, Nirmala dan Dhamma Mayang diajarkan terbang oleh Lindu. Awalnya kedua gadis itu masih oleng kekanan kekiri. Namun Nirmala dan Dhamma Mayang sangat semangat untuk berlatih. Ternyata terbang bukanlah sesuatu yang terlalu sulit. Proses awal untuk mengatur penggunaan zhenqi diedarkan keseluruh simpul meridian tubuh. Lalu memancarkan zhenqi untuk membungkus tubuh. Sehingga massa tubuh menjadi rendah, saat itulah tubuh mulai melayang.


Bagian tersulitnya adalah menyeimbangkan aliran zhenqi lewat telapak tangan dan kaki. Penyeimbangan itu sangat penting karena itu penentu dalam menetapkan arah dan kecepatan terbang.


Dalam waktu kurang dari seminggu kedua gadis itu bisa terbang dengan sempurna. Hanya saja kemampuan terbang mereka paling lama dua jam. Setelah itu mereka harus istirahat dan siulian untuk mengisi kembali zhenqi mereka yang terkuras.


Hanya terbang sebentar, mereka sudah melihat banyak bangunan dalam sebuah lembah di kaki bukit Batu Runciang.


Jalur normal untuk bisa masuk kedalam lembah harus melewati ngalau. Itulah kenapa anggota gerombolan Tengkorak Merah yang melarikan diri, langsung menghilang.


Lindu, Dhamma Mayang dan Nirmala turun tepat ditengah lapangan luas markas. Anggota gerombolan Tengkorak Merah yang berada disekitar lapangan terbelalak melihatnya. Selama hidupnya baru kali ini dia melihat orang terbang.


Beberapa diantara mereka sudah jatuh bersujud menyembah kearah Lindu dan kedua gadisnya. Mereka mengira Lindu dan Bidadari Suvarnabhumi serta Nirmala adalah dewa dan dewi yang turun dari kerajaan langit.


Seorang anggota gerombolan segera berlari melapor pada ketua markas. Dalam waktu singkat semua anggota gerombolan Tengkorak Merah beserta petinggi markas sudah ada disekeliling Lindu, Nirmala dan Dhamma Mayang. Kedua gadis cantik jelita itu tersenyum geli melihat anggota Tengkorak Merah yang bersujud untuk menyembah mereka.


"Siapakah anda tuan dan ada apa datang ketempat kami ?" ketua cabang gerombolan Tengkorak Merah bertanya ragu.


"Ketua... i... it... itu adalah dua gadis yang baru aku laporkan." anggota yang tadi sengaja dilepaskan Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi berbisik pada ketua markas. Dia menatap takut takut pada Bidadari Suvarnabhumi dan Nirmala.


Ketua markas sangat kaget dan langsung memberi perintah kepada semua anak buahnya.


"Bunuh mereka sekarang...!"


Ketua markas cabang Sinjunjung Tengkorak Merah adalah pendekar tingkat langit menengah. Tingkatan yang sangat tinggi, dan menjadikan dirinya orang yang paling ditakuti dari kawasan Sinjunjung sampai Kiliran Jao.


Pertempuran segera pecah. Apalah artinya gerombolan Tengkorak Merah itu bagi Lindu, Dhamma Mayang dan Nirmala. Kurang dari dua jam, markas cabang gerombolan Tengkorak Merah itu rata dengan tanah.


Sebelum menghancurkan semua bangunan. Terlebih dahulu Lindu menguras seluruh harta yang ada di markas itu. Kemudian mereka membebaskan semua tawanan. Membekali semua tawanan dengan sekantong emas dan perak setiap orang.


Lindu, Dhamma Mayang dan Nirmala melanjutkan perjalanan mereka. Sesekali mereka terbang dengan santai sambil menikmati pemandangan. Bila kebetulan bertemu sekte golongan hitam yang lagi beraksi. Maka sekte itu dilibas habis oleh Lindu, Dhamma Mayang dan Nirmala.

__ADS_1


Dalam waktu singkat nama Raja Pedang dan Sepasang Bidadari melambung tinggi. Hampir semua orang rimba hijau dunia persilatan dan orang biasa membicarakan nama mereka.


Pagi itu langit begitu cerah. Lindu, Dhamma Mayang dan Nirmala ikut antrian digerbang masuk kota kekaisaran Suvarnabhumi. Antrian itu cukup panjang. Ada satu jam berada dalam antrian baru mereka berada dekat pos pemeriksaan.


Tiba-tiba antrian panjang itu berantakan. Ada tiga orang memacu kudanya dengan cepat menuju gerbang.


"Minggir... minggir.... Tuan muda Halu mau lewat...!!" terdengar teriakan dari pengendara kuda tanpa mengurangi kecepatan kudanya.


Seorang lelaki tua berpakaian petani berusaha menarik cucu perempuannya. Gadis kecil itu tertinggal dan berdiri dijalur lintasan kuda. Kuda kuda itu datang dengan cepat. Orang orang berteriak melihat gadis kecil itu akan segera dilindas kuda.


Bamm...!!


Kuda yang paling depan terpental menabrak kuda yang dibelakangnya. Kuda yang ditabrak adalah kuda tunggangan tuan muda Halu. Kedua kuda itu jatuh bergulingan. Sedangkan penunggangnya melenting tinggi dan turun di depan Nirmala.


Tuan muda Halu dan pengawal pribadinya ingin segera menyerang Nirmala yang memukul kuda pengawalnya. Namun dia tertegun melihat kecantikan sempurna Nirmala. Timbul niat busuk dihatinya.


"Nona cantik, kau harus ikut aku untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan." Nirmala tidak menjawab tuan muda Halu. Gadis cantik itu tersenyum manis mendekati Halu.


Plak...! Pletak...!!


Tuan muda Halu adalah putra dari ketua klan Kiemas. Merupakan kekuatan kedua terkuat setelah keluarga kekaisaran. Tidak ada satu manusia pun dikota kekaisaran Suvarnabhumi yang berani macam-macam dengan nya. Tentu saja apa yang baru dilakukan Nirmala tidak bisa dia diamkan. Tuan muda Halu merasa sangat dihinakan harga dirinya yang tinggi. Ayahnya adalah seorang Menteri Keuangan kekaisaran Suvarnabhumi.


Sebagai tuan muda dari klan Kiemas yang besar dan kuat di kota kekaisaran. Semua orang sangat menghormati dirinya dan hampir semua orang yang ditemuinya akan bersikap menjilat. Selain itu, tuan muda Halu seorang pendekar tingkat bumi menengah. Sangat sangat kuat.


Orang orang yang melihat kejadian itu merasa kasihan terhadap Nirmala. Mereka sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada wanita cantik dan ceria itu.


Beberapa pengawal dan kepala pengawal mendatangi tempat kejadian. Dia mau menegur Nirmala dan menyuruh untuk mengikuti kemauan tuan muda Halu. Akan tetapi melihat Bidadari Suvarnabhumi berdiri dibelakang Nirmala, kepala pengawal segera berlutut sebelah kaki memberi hormat.


"Tuan putri Dhamma Mayang..." Dia berkata hormat dan lantang. Lalu komandan pengawal itu berteriak kepada anak buahnya.


"Siapkan kereta kuda...!!"


Semua orang yang ada disana langsung membungkuk dalam memberi hormat. Tidak terkecuali tuan muda Halu. Sikapnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat.

__ADS_1


"Selamat datang tuan putri Dhamma. Lama sekali tidak pernah bertemu dan tuan putri semakin cantik." Tuan muda Halu menyapa Dhamma Mayang dan membungkuk dalam. Dhamma Mayang mengangguk dan bertanya.


"Apakah kau masih merasa ada masalah dengan sahabat ku itu ?" Dhamma Mayang melirik kearah Nirmala.


"Tidak... tidak. Mana berani, apalagi Nona ini adalah sahabatnya tuan putri." Tuan muda Halu menjawab dengan cepat. Dhamma Mayang adalah orang yang sangat diinginkan Halu. Meski dia suka main perempuan, disudut hatinya ada rasa cinta terhadap tuan putri Dhamma Mayang.


Komandan jaga mengantar Dhamma Mayang menuju kereta yang sudah disiapkan. Komandan jaga itu memimpin jalan menuju istana dengan kudanya.


Lindu dan Nirmala melihat pemandangan kota kekaisaran Suvarnabhumi. Kota sangat ramai. Banyak bangunan besar berjejer. Semua tampak begitu megah.


Setelah hampir satu jam, kereta kuda memasuki satu gerbang besar dan megah berlapis emas. Tidak lama kemudian kereta berhenti di depan bangunan besar dan sangat megah. Istana Limas. Tiang tiang besar sepelukan orang dewasa berjejer rapi dibagian depannya. Bagian atas, tengah dan bawah tiang dibungkus ukiran emas.


Pengawal istana menyambut kedatangan Dhamma Mayang bersama Lindu dan Nirmala.


"Selamat datang tuan putri Dhamma." Lalu para pengawal menyapa Nirmala dan Lindu dengan hormat.


"Selamat datang di istana Limas, Nona dan Tuan muda."


"Dimana ayahanda ?" Dhamma Mayang bertanya pada prajurit pengawal istana.


"Kaisar ada diruang sidang tuan putri." Pengawal istana menjawab dengan hormat.


Mendengar itu Dhamma Mayang segera menuju ruang sidang utama. Dia menbuka ruang sidang utama dan memasuki ruangan diikuti Lindu dan Nirmala.


Kaisar yang sedang memimpin sidang berhenti sejenak. Kaisar melihat kearah pintu dengan tatapan tajam. Namun tatapan itu berubah menjadi lembut dan bersinar terang.


"Mayang... kau sudah kembali putri ku ?"


Kaisar Dharma Andaleh langsung menunda sidang dan melangkah cepat kearah Dhamma Mayang.


"Ayah..." Gadis cantik jelita itu memeluk Kaisar dengan erat. Kaisar juga memeluk erat putrinya. Tapi segera mendorong dan menatap putri kesayangannya.


"Kau sudah ditingkat suci menengah sekarang ?" Kaisar menatap putrinya tidak percaya.

__ADS_1


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2