
Pertemuan besar sekte golongan putih menghasilkan dua keputusan. Pertama semua sekte dan klan golongan putih dan netral bersatu dan akan menyerang dan menghancurkan sekte dan klan golongan hitam dan netral yang memihak kepada Tengkorak Merah.
Putusan kedua adalah semua sekte dan klan golongan putih dan netral akan bersatu untuk melawan gerakan Tengkorak Merah. Putusan kedua ini akhirnya bisa diterima secara mutlak setelah Lindu menjelaskan bahwa ini bukan sekedar urusan kehaisaran. Tetapi adalah upaya lain dari gerombolan Tengkorak Merah untuk menguasai seluruh benua Emas. Pihak kekaisaran Suvarnabhumi harus segera berkoordinasi dengan dua kekaisaran lain.
Semua orang yang hadir makin bersemangat ketika Ratu Shima menyatakan kerajaan nagari Bunian akan ikut andil membantu jika perang terjadi.
Sejak keputusan ini disepakati suasana benua Emas berobah drastis. Keputusan yang tanpa disadari menyambut putusan hasil pertemuan golongan hitam yang diadakan di Tano Niha oleh Tengkorak Merah. Sering terjadi bentrokan berdarah darah.
Siang itu pada saat penutupan acara pertemuan besar golongan putih. Kaisar Dharma Andaleh, Mangaraja Tohir, bersama Ratu Shima dan Alang Bangkeh serta Kale Lepak Sakti mengumumkan rencana pernikahan Lindu dengan Nirmala dan Dhamma Mayang. Tentu saja Dewi Bulan dan Seriti Merah ikut dalam penyampaian berita pernikahan itu. Prosesi pernikahan akan dilakukan dalam tiga hari kedepan di sekte Tapak Dewa.
Semua peserta pertemuan besar bersorak gembira menyambut berita luar biasa itu. Mereka semua menunda kepulangan untuk bisa mengikuti prosesi pernikahan Lindu dengan dua kecantikan sempurna benua Emas.
---***
Api membakar beberapa bangunan di sekte kecil yang termasuk golongan putih di Bukit Surungan. Sekte Awan Bararak meskipun sebuah sekte kecil namun sudah berusia lebih dari seratus lima puluh tahun.
Sekte Awan Bararak didirikan oleh seorang pendekar pilih tanding Pandeka Aluih Baso. Sekte Awan Bararak meskipun hanya sebuah sekte kecil, merupakan sekte yang sangat disegani. Banyak pemuda dan pemudi yang ingin bergabung dengan sekte Awan Bararak.
Namun kebijakan pendiri sekte yang tidak mau menerima banyak murid, menjadikan sekte Awan Bararak tidak pernah jadi besar. Paling banyak jumlah orang disekte Awan Bararak sekitar seratus delapan puluh orang. Terdiri atas Patriak sekte Tuanku Labai Karat dan tiga orang tetua. Sisanya adalah sepuluh murid inti dan lima puluh murid dalam dan sisanya murid luar.
Hari itu seribu lima ratus orang dari golongan hitam yang merupakan gabungan dari lima sekte dibawah pimpinan sekte Iblis Tambun Tulang. Sekte Iblis Tambun Tulang mulai merealisasikan rencana penghapusan sekte dan klan golongan putih dan netral yang tidak mau tunduk kepada sekte Iblis Tambun Tulang.
Penumpasan ini dipimpin oleh tetua dari Tengkorak Merah yaitu Pati Marpuang didampingi oleh Cingauak Bangkai dan Batino Seribu Rupa dari sekte Iblis Tambun Tulang. Masih ada enam tetua lain dari sekte yang tergabung.
Pati Marpuang ditugaskan oleh Setan Merah untuk membantu sekte Iblis Tambun Tulang menghadapi Raja Pedang. Juga menjadi kekuatan dalam merekrut atau menumpas sekte dan klan golongan putih dan netral di wilayah tengah.
Hari itu mereka menyerah sekte kecil terkuat di wilayah tengah, sekte Awan Bararak. Dikatakan terkuat karena Patriak sekte Awan Bararak, Tuanku Labai Karat adalah pendekar tingkat suci menengah dan tiga tetuanya satu orang ditingkat langit awal dan dua ditingkat bumi puncak. Sangat kuat untuk ukuran sekte kecil. Bahkan kekuatan itu melebihi kekuatan sekte menengah.
__ADS_1
Pertempuran besar segera pecah ketika Tuanku Labai Karat menolak permintaan Cingauak Bangkai agar sekte Awan Bararak tunduk dan bergabung dengan sekte Iblis Tambun Tulang, yang berarti juga tunduk pada Tengkorak Merah.
Dalam waktu singkat sekte Awan Bararak menunjukkan kelas sebagai sekte kecil yang sangat kuat. Lebih dari tiga ratus orang dari golongan hitam tewas terbunuh. Adapun dari sekte Awan Bararak yang tewas hanya dua puluh delapan orang.
Melihat keadaan itu semua Tetua yang tergabung dalam aliansi golongan hitam langsung turun tangan. Tekanan berat pelan tapi pasti dirasakan sekte Awan Bararak. Tuanku Labai Karat dan tiga Tetua sekte Awan Bararak terjun bergabung dalam pertempuran.
Cingauak Bangkai dan Batino Seribu Rupa langsung melesat menyambut Tuangku Labai Karat yang masuk gelanggang. Bentrokan hebat segera terjadi. Tuanku Labai Karat langsung membuat serangkaian serangan mengarah kepada Cingauak Bangkai. Namun serangan sebenarnya ditujukan kepada Batino Seribu Rupa.
Kilek patuih mahapuih gunung petir bewarna putih perak berkredepan tajam seakan menuju Cingauak Bangkai. Tetua sekte Iblis Tambun Tulang melenting tinggi menjauh. Tiba-tiba serangan itu berbelok kearah Batino Seribu Rupa. Perempuan itu tersentak kaget, tidak mungkin lagi untuk menghindar. Perempuan itu melapisi dadanya dengan energi mendalam. Serangan dari Tuangku Labai Karat dengan telak menghantam dada Batino Seribu Rupa.
Jeddaaarrr...!! Baamm...!!!
Aaaaaaahhh....!!
Teriakan pilu terdengar dari mulut Batino Seribu Rupa. Perempuan yang menjadi kekasih Cingauak Bangkai terlempar dengan dada hangus terbakar sampai ke punggung. Perempuan gatal ini kehilangan nyawa sebelum tubuhnya jatu ke tanah.
Cingauak Bangkai berteriak sangat keras melihat Batino Seribu Rupa tewas terkapar.
"Aku akan membunuhmu Karat keparat !!" Cingauak Bangkai berteriak sangat keras. Tetua termuda di sekte Iblis Tambun Tulang itu sangat marah. Dia langsung bergerak menyerang dengan dahsyat.
Ajian gampo bumi
Tinju penghancur gunung
Bayangan dua tinju sangat besar bewarna kemerahan mengejar Taunku Labai Karat. Gemuruh suara angin tajam terdengar menderu mengiring tinju beruntun itu. Patriak sekte Awan Bararak memapak serangan tinju Cingauak Bangkai dengan dua tinju yang dilapisi energi mendalam yang sangat besar.
Bamm...!!
__ADS_1
Dhuaarr...!!
Dua benturan sangat keras terjadi. Cingauak Bangkai tersurut mundur lima langkah sedangkan Tuanku Labai Karat tersurut tiga langkah. Mereka cukup seimbang. Pertarungan mereka semakin seru.
Pertarungan Tuanku Labai Karat dan Cingauak Bangkai berlanjut ketat dan seru. Sangat berbeda dengan kondisi para Tetua dan murid murid sekte. Mereka mulai terdesak. Mulai sangat susah untuk membuat serangan balasan. Lebih dari seribu orang dengan delapan Tetua menyerang mereka yang berjumlah seratus lebih. Seorang tetua dari sekte Awan Bararak berteriak keras.
"Bunuh sebanyak mungkin. Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai !!" Dia terus melakukan perlawanan sambil memberi semangat kepada semua murid sekte Awan Bararak.
Pertempuran semakin sengit. Murid-murid sekte Awan Bararak kembali bersemangat melakukan perlawanan. Sumpah serapah dan jeritan kematian terus terdengar. Puluhan bahkan ratusan orang meregang nyawa di pertempuran itu.
Pati Marpuang mulai merasa jenuh. Sudah hampir lima jam pertempuran belum juga usai. Pati Marpuang heran, hanya sebuah sekte kecil punya kekuatan begitu besar. Bagaimana dengan sekte menengah dan besar, pikirnya. Tetua dari Tengkorak Merah itu melihat kearah pertarungan Cingauak Bangkai. Tampak Cingauak Bangkai tidak mungkin akan menang. Meski tingkatan Cingauak Bangkai sama-sama ditingkat suci menengah. Tapi Cingauak Bangkai kalah dalam kekuatan zhenqi. Tubuh Cingauak Bangkai sudah dipenuhi luka. Sementara lawannya hanya menderita sedikit luka.
Pati Marpuang memutuskan untuk membantu Cingauak Bangkai. Tetua Tengkorak Merah itu langsung menerjang Tuanku Labai Karat. Patriak sekte Awan Bararak menahan serangan dari Pati Marpuang.
Bamm...!!
Desszd...!!
Ledakan keras terdengar ketika Labai Karat mencoba menahan serangan Pati Marpuang. Patriak sekte Awan Bararak terlempar hampir dua puluh tombak. Darah merah membasahi bibirnya.
Pati Marpuang tersurut tiga tombak. Tangannya terasa kebas akibat benturan yang terjadi. Cingauak Bangkai begitu melihat Labai Karat terlempar segera melakukan serangan. Selarik angin keras dan tajam melesat menuju Labai Karat. Menyadari ada serangan baru, Patriak sekte Awan Bararak menghindar ke samping.
Merasa tidak mungkin bisa bertahan apalagi menang. Labai Karat mengirim transmisi suara kepada Hampu tetua termuda sekte Awan Bararak.
"Selamatkan nona Sabai sekarang. Jangan tunggu lagi !"
Hampu segera melakukan serangkaian serangan yang mematikan kearah lawannya. Pedangnya bergerak sangat cepat kearah lawannya. Melihat serangan itu, lawan Hampu melenting dan bergulingan cukup jauh untuk menghindar.
__ADS_1
\=\=\=***\=\=\=