
Lindu perlahan membuka matanya dan tersenyum pada Bidadari Suvarnabhumi dan Nirmala. Pemuda tampan itu pergi keceruk didalam goa rembulan ganda untuk membersihkan diri.
Sesaat kemudian Lindu sudah tampil rapi dan terlihat sangat tampan. Lindu menemukan kedua gadisnya sudah pindah ke bangku batu tengah taman. Beberapa kupu-kupu tampak hinggap di rambut Nirmala dan Dhamma Mayang.
"Hm... dari belakangpun dua gadis itu terlihat cantik" Lindu bicara sendiri dalam hati. Dia melangkah kearah kedua gadis cantik itu. Melihat Lindu mendatangi mereka, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi menggeser posisi mereka agar Lindu bisa duduk diantara kedua gadis yang sangat cantik itu.
"Kurang dari dua minggu lagi kegiatan pelatihan bersama akan berakhir. Aku pikir ada waktu satu minggu bagi kita untuk meningkatkan diri lagi. Setelah itu kita akan menemui Ratu Shima, ibunda Lala, dan setelah itu kita akan pergi ke Suvarnabhumi untuk bertemu keluarga Yayang."
Nirmala dan Mayang menuruti apa yang diucapkan Lindu. Mereka sadar masih banyak musuh-musuh yang memiliki kemampuan tinggi diluar sana. Keesokan harinya mereka kembali sibuk berlatih dengan sungguh-sungguh.
Hari itu sekte Alang Barat tampak lebih ramai dan semarak. Orang-orang masuk ke aula utama beramai-ramai dengan pakaian terbaik yang mereka miliki. Hari itu adalah penutupan kegiatan pelatihan bersama. Esoknya mereka akan kembali ke sekte mereka masing-masing.
Semua murid berbaur jadi satu tidak terpisahkan, karena atribut sekte mereka tidak muncul. Mereka bergabung dalam satu rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Semua murid yang tergabung dalam kelompok kegiatan pelatihan bersama saat ini sudah berada pada tingkat raja dak bumi awal.
Pelatihan berat yang telah mereka lalui, benar-benar bisa mendorong mereka mencapai kekuatan dan kemampuan diatas pengharapan. Semua mereka akan menjadi kekuatan baru dari golongan putih benua Emas.
Semua Tetua yang ikut menjadi instruktur pelatihan bersama juga membuat kelompok sendiri. Mereka semakin dekat dan akrab. Dua Tetua dari sekte Patuih Tongga juga telah meleburkan diri dalam pertemanan dengan tetua sekte yang lain. Tetua Dewi Rambut Emas dan tetua Upik Intani alias Padusi Pedang Kembar tampak asik bicara dan tertawa bersama tetua Pendekar Kabut Maut, Hang Telo dan Hang Latino.
Seriti Merah tampil sangat cantik dan memikat bersama Alang Babega yang juga rapi dan gagah.
Hadir juga dalam acara itu Patriak sekte Marunggai Ameh Pandeka Sati Batuah bersama Raja Alkhemis, dan Matriak sekte Angso Duo Dewi Bulan. Pandeka Sati Batuah diminta untuk menutup acara kegiatan pelatihan bersama oleh Alang Bangkeh, Patriak sekte Alang Barat.
Semua yang hadir diminta agar bisa duduk. Setelah itu Pandeka Sati Batuah naik ke podium.
__ADS_1
"Hari ini, pertemuan kita disini menandakan bahwa kegiatan pelatihan bersama sudah berakhir. Saya secara pribadi sangat kagum dengan apa yang telah kalian capai melalui pelatihan bersama ini. Aura yang terpancar dari kalian semua sungguh diluar dugaan. Rata-rata kalian saat ini sudah berada ditingkat raja bahkan ada yang ditingkat bumi. Jika tidak ada kendala, sebaiknya kegiatan pelatihan bersama ini bisa terus diadakan setiap tiga tahun. Sehingga semakin banyak bakat-bakat baru tumbuh jadi pendekar yang kuat dan tangguh."
Pandeka Sati Batuah menatap semua Tetua dan murid-murid berbakat. Setelah menghela nafas panjang dia melanjutkan...
"Sesungguhnya setelah inipun kita semua harus terus latihan dan meningkatkan kekuatan dan kemampuan diri. Karena mungkin tidak akan lama lagi kekacauan besar akan terjadi kembali di benua Emas ini."
Semua orang tersentak mendengar ucapan Pandeka Sati Batuah. Terdengar suara suara diantara semua yang hadir. Semua saling bertanya kepada orang disebelahnya. Pandeka Sati Batuah menghela nafas panjang dan mengangkat tangannya...
"Yaa... Sementara kalian disini melakukan pelatihan bersama diluar sana gerombolan Tengkorak Merah mulai lebih berani bertindak. Beberapa sekte kecil dari golongan putih, netral ataupun hitam mereka paksa untuk ikut dan bergabung dengan mereka. Sekte sekte dan klan kecil yang menolak dan mencoba untuk melawan, mereka bumi hanguskan.
Aku juga mendengar kabar, salah satu unit mereka yang ada di hutan Tebo telah dihancurkan. Tidak ada yang tau siapa yang menyerang markas unit Tebo. Karena meski hanya sebuah unit kecil kekuatan mereka sangat diperhitungkan. Kalau tidak salah, ketua untuk markas unit kecil saja, kekuatannya sudah ditingkat bumi puncak atau tingkat langit awal.
Bisa kalian membayangkan seberapa besar sebenarnya kekuatan gerombolan Tengkorak Merah. Karena untuk ketua di markas unit kecil mereka saja, berada ditingkat bumi akhir sampai langit awal. Sementara dalam organisasi berurutan dari kecil sampai pusat adalah:
- unit bawah (kecil)
- unit cabang
- unit utama
- Pusat.
Mohon maaf jika saya agak sedikit melenceng dalam acara penutupan pelatihan bersama ini. Namun karena kita semua masih akan menempuh perjalanan jauh untuk kembali ke sekte masing-masing. Informasi ini menjadi sangat penting bagi kita semua. Saya berharap nanti malam, semua Tetua, Patriak dan Matriak bisa berkumpul untuk membahas hal ini. Juga disini saya sampaikan bahwa, tujuh purnama lagi akan diadakan pertemuan golongan putih benua Emas dan Semenanjung Malayana bertempat di sekte Tapak Dewa."
__ADS_1
Pandeka Sati Batuah mengakhiri acara penutupan kegiatan pelatihan bersama.
Tiba-tiba ada dua aura kuat tingkat suci menengah datang mendekat. Semua langsung menjadi siaga. Sesaat waktu berlalu, tiga sosok muncul di aula. Seorang pemuda tampan dengan dua wanita yang sangat cantik berdiri di depan Alang Bangkeh dan Matriak sekte Angso Duo Dewi Bulan. Gadis cantik yang berambut panjang dengan mahkota kecil di kepalanya menuju Dewi Rambut Emas. Mereka adalah Lindu, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi.
"Ungku,... Patriak, Matriak.... Kami kembali..." mereka bertiga menunduk memberikan sikap penghormatan. Pandeka Sati Batuah, Alang Bangkeh dan Dewi Bulan tertegun dan mendusin dalam hati mereka
"Bagaimana bisa gadis ini sudah berada ditingkat suci menengah ?"
Patriak sekte Alang Barat dan Matriak sekte Angso Duo merasa sudah saatnya uzur dari posisi mereka di sekte mereka.
Dewi Bulan dan Dewi Rambut Emas emas bertanya hampir bersamaan kepada Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi..
"Nirmala... kau sudah ditingkat suci...?"
"Mayang.... Luar biasa, kau bahkan sudah melewati tingkatan ku ?!!"
Bidadari Suvarnabhumi dan Nirmala tersenyum lembut bersamaan menganggukan kepala. Semua murid jenius terbelalak kagum sekaligus iri kepada Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi.
Setelah bertukar cerita dan informasi tentang gerakan yang dilakukan gerombolan Tengkorak Merah. Lindu berkata akan memberikan hadiah untuk setiap peserta untuk peserta kegiatan pelatihan bersama. Setiap orang menerima satu kantong kecil berisikan dua butir pil tanchi, dua pil penyembuhan dan lima batu kristal spiritual tingkat bumi. Pil tanchi dan batu kristal spiritual itu akan membantu mereka semua mencapai tingkat bumi tinggi atau puncak.
"Pil tanchi dan batu kristal spiritual yang aku berikan pada kalian, bisa membantu tingkat kultivasi kalian naik sampai tingkat bumi puncak, bahkan sampai tingkat langit awal. Gunakan sebaik baiknya Aku berharap kita bersama bisa nantinya bahu membahu untuk mengatasi masalah jika terjadi kekacauan besar nanti benar-benar terjadi." Semua jenius (murid berbakat) dari setiap sekte yang mengikuti pelatihan bersama sangat senang dan bersemangat. Mereka semua berjanji siap berjuang bersama Lindu bila kekacauan besar terjadi.
Acara penutupan kegiatan pelatihan bersama berlanjut sampai selesai dengan suasana hati penuh tekad dan semangat.
__ADS_1
Semua peserta kegiatan pelatihan bersama kembali ke bungalow mereka. Semua bersiap untuk kembali kesekte mereka masing-masing.
\=\=\=***