
Nirmala mempersiapkan kuda kuda menyerang.
Gelombang mengikis karang, Nirmala bergumam. Gadis cantik itu menyerang ke orang yang paling lemah. Pedang Bintang menyerang dengan ratusan tusukan dan tebasan. Sasarannya adalah 27 titik mematikan tubuh.
Serangan susul menyusul dari Nirmala bagaikan ombak gelombang pasang. Gadis itu langsung menekan pendekar dari klan Caniago itu serangan serangan maut, hingga pria itu terdesak.
Trangg....
Trengg....
Trangg....
Tringg ....
Slash jrezz....
Satu tebasan dari serangan itu mengenai pundak pria itu. Pria itu berguling menjauh dan meringis. Darah merah mengalir membasahi dada dan bagian perutnya. Nirmala langsung menyusul dengan serangan baru yang ganas.
Tiga pria lain bergerak susul menyusul menyerang gadis cantik itu dengan pedang mereka.
Merasakan angin tajam melesat cepat kearah tengkuknya, Nirmala langsung membatalkan serangannya. Mengayun pedang menangkis serangan kearah lehernya. Kemudian ia berkelit memutar tubuhnya di udara dan salto dua kali untuk menghindar dari dua serangan lainnya.
Tidak terlalu lama, Nirmala mulai terdesak. Gadis cantik itu hanya bisa menangkis dan mundur menghindari serangan semua lawan. Nafas Nirmala mulai berat, tersengal dan memburu karena tekanan serangan terus terusan oleh lawan lawannya. Gadis cantik itu makin terpuruk. Ia melirik Lindu. Lindu santai aja. Hati Nirmala jadi kesel, melihat Lindu yang diam aja.
"Masih berani mengalihkan perhatian ?" Limin pengeroyok yang kultivasinya paling tinggi, ditingkat emas tinggi melesat dan membentak Nirmala. Ia menyerang dengan tebasan miring. Itu adalah gerakan dari Pedang Membelah Gunung. Salah satu serangan dahsyat dari jurus aliran pedang rang Caniago.
Tebasan pedang yang sadis, sangat cepat dan mematikan. Jika sampai serangan itu mengenai sasaran, pasti akan memotong tubuh gadis cantik itu jadi dua bagian.
Serangan semakin dekat, tidak ada lagi kesempatan untuk berkelit maupun menangkis. Nirmala bersiap menerima serangan itu dengan mata terbuka. Ia melapisi dirinya dengan energi mendalam. Tidak ada gurat ketakutan diwajahnya.
Ketika kurang dari sedetik lagi pedang Limin mau memotong tubuh Nirmala,...
TRAACK...!!
__ADS_1
Terdengar bunyi benda keras berderak retak. Tubuh Limin terlempar jauh menabrak bangku batu. Bangku batu itu retak dan Limin tidak bisa bangun lagi. Nyawa Limin minggat sebelum tubuhnya terhempas.
Ya... Lindu yang melepas pukulan tanpa ujud dan pukulan itu dengan tepat menghantam kepala Limin. Kepala pendekar emas tinggi itu langsung retak dihantam pukulan tanpa ujud yang diisi energi tingkat bumi puncak. Nyawa Limin langsung minggat ke neraka.
Tiga teman nya terbelalak, menatap Lindu. Semua wajah mereka pucat dengan tubuh bergetar ketakutan. Hanya dengan satu gerakan ringan, tanpa berasa ada gelombang energi Limin mati begitu saja.
Saat serangan Limin hampir mengenai Nirmala, temannya melihat Lindu menggerakkan tangan secara sembarangan kearah Limin. Sama sekali tidak ada gelombang energi terdeteksi. Hanya sebuah gerakan tak jelas. Tiba tiba saja kepala Limin terbeong dan terdengar bunyi retakan. Dan Limin, seorang pendekar tingkat emas tinggi terbunuh begitu saja.
Nirmala melesat, dan berdiri disamping Lindu. Perlahan Lindu menatap tajam semua anggota klan Caniago. Mata Lindu mencorong seperti mata naga.
"Pergilah kalian, lupakan kejadian ini." Lindu menarik tangan Nirmala meninggalkan taman kota. Mereka berdua kembali ke penginapan.
Binu bersama anggota klan Caniago kembali ke klan dengan wajah penuh dendam dan amarah. Seorang dari mereka tidak ikut balik. Diam diam dia mengikuti Lindu dan Nirmala dari kejauhan.
Ketika berjalan balik, Lindu melirik Nirmala, gadis canti itu tampak ambigu.
"Kamu gak apa apa Lala ?"
"Aku gak apa apa. Kok uda Lindu panggil aku Lala ?" Nirmala menatap Lindu. Hatinya buncah, ada rasa senang yang lain di sudut hatinya saat Lindu memanggil namanya dengan Lala.
Nirmala mengambil dan langsung memasukkan pil hijau pupus itu kemulutnya.
Begitu masuk mulut, pil itu langsung larut dan aroma yang wangi memenuhi rongga mulut dan hidung Nirmala.
Energi sangat besar terasa memenuhi dantien dan simpul meridian ditubuh Nirmala. Gadis cantik itu tiba tiba terdiam, merasakan dorongan energi kuat di dantiennya. Dia langsung mendekati pohon randu besar yang di taman, dan bersila melakukan kultivasi. Tidak sampai satu jam terdengar suara ledakan kecil dari tubuhnya.
Booomm...
Nirmala menerobos tingkat emas tinggi. Ini berarti naik dua lapis dari tingkat emas awal. Dia menenangkan diri dan menstabilkan fondasi tubuhnya sejenak. Merasakan energi yang sangat besar dalam tubuhnya. Perlahan Nirmala membuka matanya.
Nirmala tersenyum sangat manis kepada Lindu.
"Makasih Uda..." Hati gadis cantik itu berasa buncah dipenuhi perasaan bahagia.
__ADS_1
Bagaimana tidak, naik dua lapis. Untuk naik satu lapis atau satu tingkatan kecil saja dibutuhkan waktu tiga sampai lima tahun. Dengan pil yang diberikan Lindu, dalam waktu singkat langsung menerobos dua lapis. Pasti harga pil itu sangat mahal. Dan Lindu, begitu saja memberikan pada Nirmala. Sudah begitu memanggil Nirmala dengan Lala saja.
Pipi gadis cantik itu merona merah.
"Tadi pil apa uda Lindu ?"
"Pil tanchi, fungsinya untuk mengembalikan energi mendalam yang terkuras. Selain itu pil tanci bisa menambah lingkaran tenaga mendalam sebanyak 1000 lingkaran bahkan lebih, bagi pendekar perak dan emas " Lindu menjelaskan
"Mungkin karena itu kamu langsung bisa menerobos tingkat emas tinggi."
Mereka berjalan santai kembali ke penginapan Aia Badarun.
---***
Lindu menyesap minuman aia aka sejenis minuman yang dibuat dari olahan tiga jenis tanaman spiritual tingkat rendah. Minuman itu sangat menyegarkan, sedikit manis dan ada rasa asam dari jeruk purut peras. Air aka bisa juga meningkatkan level kekuatan tubuh.
Tentu saja bagi Lindu hanya berasa efek kesegaran saja. Karena tingkatan tubuhnya sudah sangat tinggi. Butuh banyak sumber daya tingkat legenda untuk bisa memacu, merangsang peningkatan kualitas tubuhnya. Nirmala menikmati segelas air kelapa jeruk disamping Lindu.
Sesampainya di Aia Badarun mereka tidak langsung balik menuju kamar masing masing. Mereka duduk dulu di restoran di lantai satu.
Tampak satu rombongan memasuki restoran Aia Badarun. Mereka berdiri sejenak di depan pintu dan mengedarkan pandangan. Kemudian mendatangi Lindu dan Nirmala. Mereka dari klan Caniago. Pria gagah tengah baya yang memimpin adalah Datuk Rasam si Pedang Kilat, Patriak klan Caniago. Pedang Kilat dikenal sebagai seorang pendekar besar dari golongan netral.
Pedang Kilat datang bersama empat tetua klan Caniago. Salah satunya perempuan di kenal yang sangat terkenal. Perempuan itu bernama Arita Caniago, tapi ia lebih dikenal dengan Dewi Kematian. Tidak pernah ada satu pun lawannya yang lolos dalam keadaan hidup. Dewi Kematian adalah tetua pertama di klan Caniago. Tingkat kultivasinya malah lebih tinggi satu level dari Patriak klan Caniago. Dewi Kematian berada ditingkat langit puncak, sedangkan Pedang Kilat berada ditingkat langit tinggi.
Tiga tetua lainnya adalah Tapak Besi, Macan Emas dan Bayangan Sati. Mereka semua berada ditingkat bumi tinggi dan tengah. Masih ada delapan orang tingkat emas puncak yang sangat kuat. Mereka selalu bersama di manapun dan kemanapun. Mereka dikenal dengan Delapan Banteng Caniago. Mereka sangat kuat meski kultivasi mereka hanya berada ditingkat raja puncak. Pendekar bumi tinggi akan kesulitan menghadapi mereka.
Klan Caniago benar benar datang dengan kekuatan besar. Tujuan dari semua itu tentu saja untuk menakuti dan menjatuhkan mental Lindu yang dikatakan sangat sakti
Binu juga ada dalam rombongan itu. Pemuda itu kembali bersikap angkuh, karena Patriak klan Caniago adalah ayahnya.
"Ayah, bibi Ari, itu orang yang telah membunuh Limin dan melukai kami !" telunjuk kiri Binu terarah pada Lindu. Tindakan Binu menunjuk Lindu dengan jari telunjuk kiri merupakan tindakan sangat merendahkan dan sangat menghina di benua emas.
Lindu tidak menanggapi. Pemuda itu melihat kearah Pedang Kilat dan Dewi Kematian. Menakar kekuatan mereka dan semua anggota klan Caniago yang datang.
__ADS_1
\=\=\=***\=\=\=