Raja Pedang

Raja Pedang
#44. Berita Kale Lepak Sakti


__ADS_3

Ruang makan di istana kaisar Suvarnabhumi sangat luas dan mewah. Kaisar Dharma Andaleh duduk di kepala meja makan besar yang dipenuhi aneka makanan. Permaisuri Ratu Ayu Puspita duduk disisi kiri meja bersama putra putri mereka. Sisi kanan meja ada Kale Lepak Sakti, Patriak sekte Tapak Dewa dan Dyiaksa Dharma Pecala sang pendeta agung kekaisaran. Mereka menikmati makanan dengan santai.


Selesai makan para pelayan istana membersihkan meja, kemudian menata buah dan makanan ringan. Kaisar Dharma Andaleh menatap Kale Lepak Sakti dan bertanya


"Kabar luar biasa apa yang kau bawa Palimo ?"


Kale Lepak Sakti tidak langsung menjawab, dia menatap kaisar Dharma Andaleh lalu melirik pangeran Tualang Buwana dan Putri Dhamma Nitata.


"Tidak apa-apa Palimo Salam, mereka juga perlu tau berita tentang Ayuk mereka." Suara halus, lembut namun penuh kharisma terdengar. Itu suara milik Ratu Ayu Puspita ibunda dari Dhamma Mayang. Dyiaksa Dharma Pecala juga menatap tenang kepada Kale Lepak Sakti. Setelah menarik nafas, Kale Lepak Sakti mulai menyampaikan berita.


"Seperti yang kalian sudah tau bahwa, Dhamma Mayang ikut dalam rombongan team sekte Tapak Dewa untuk kegiatan pelatihan bersama serta juga kompetisi murid berbakat dari tujuh sekte besar golongan putih benua Emas dan Semenanjung Malayana. Dalam kompetisi itu Dhamma Mayang yang diluar sana lebih dikenal dengan nama Bidadari Suvarnabhumi menjadi juara pertama."


Kale Lepak Sakti berhenti sebentar. Suaranya terdengar penuh semangat. Dia melihat sinar mata bangga pada kaisar Dharma Andaleh dan Ratu Ayu Puspita serta kedua adik Dhamma Mayang. Dyiaksa Dharma Pecala juga mengangguk kecil sebagai ungkapan rasa kagum.


"Dalam perjalanan menuju sekte Alang Barat tempat kegiatan latihan bersama itu diadakan. Ketika rombongan memasuki hutan Pinus di pantai Gandoriah. Kurang lebih setengah hari perjalanan lagi sampai di sekte Alang Barat. Rombongan Tapak Dewa yang berjumlah sepuluh orang itu, dihadang oleh puluhan orang golongan hitam yang merupakan gabungan dari tiga sekte, Kerambit Sakti, Selaksa Racun dan sekte Iblis Tambun Tulang.


Penghadangan itu dipimpin oleh Inyiak Karambit Sati, Ular Hitam, Biso Pati serta Kelabang Iblis dan Iblis Cantik Tambun Tulang."


"Apa....?? Terus bagaimana mana mereka bisa lolos dan selamat ???" kaisar Dharma Andaleh berteriak memotong Kale Lepak Sakti. Ratu Ayu Puspita dan pangeran Tualang Buwana serta putri Dhamma Nitata melihat kearah ayahnya dengan mata penuh tanda tanya.


Melihat tatapan istri anaknya kaisar Dharma Andaleh jadi tersadar, dia memberi kode kepada Kale Lepak Sakti untuk melanjutkan cerita yang dibawanya.


"Mereka semua terluka parah. Hanya menunggu waktu bagi mereka menemui kematian. Nuri sudah terluka parah dan jatuh pingsan. Kondisi Dhamma Mayang, Dewi Rambut Emas, Pendekar Kabut Maut dan para murid yang ikut tidak berbeda jauh.


Pada saat itu serangan yang diluncurkan Inyiak Karambit Sati hampir merenggut nyawa Dhamma Mayang. Kerambit yang menjadi senjata Inyiak Karambit Sati kurang dari sejengkal lagi memotong leher Dhamma Mayang. Dan Mayang saat itu juga sudah pasrah untuk menerima kematiannya. Saat genting itulah muncul seorang pemuda menolong Dhamma Mayang. Pemuda itu bersama empat temannya berhasil menyelamatkan nyawa mereka semua. Pemuda itu sendirian membunuh Inyiak Karambit Sati, Ular Hitam, Biso Pati dan Kelabang Iblis. Sedangkan Iblis Cantik Tambun Tulang berhasil lolos melarikan diri dalam keadaan terluka cukup parah."

__ADS_1


Kale Lepak Sakti berhenti untuk menghela nafas panjang. Dia menatap kaisar dan permaisuri bergantian. Lalu melanjutkan.


"Pemuda penyelamat itu adalah pendekar muda yang namanya melambung tinggi saat ini. Dia adalah Raja Pedang." Kale Lepak Sakti kembali berhenti dan menarik nafas.


"Melalui kejadian itu mereka berkenalan dengan Raja Pedang yang nama aslinya Lindu Alam. Sejak kejadian itu sikap dan laku putri Dhamma Mayang berubah total. Dia bukan lagi seorang gadis yang dingin dan kaku. Dhamma Mayang menjadi gadis yang sangat ramah dan selalu menempel pada Raja Pedang.


Raja Pedang sendiri adalah cucu dari Alang Bangkeh, Patriak sekte Alang Barat tempat diadakan kegiatan pelatihan bersama."


Kale Lepak Sakti mulai agak melambat bicaranya. Dia menghela nafas panjang dan dalam.


"Terus ??" kaisar Dharma Andaleh dan Ratu Ayu Puspita bertanya berbarengan. Kale Lepak Sakti melanjutkan.


"Pada acara jamuan makan sehari sehabis kompetisi, kami mengumumkan ikatan perjodohan antara Dhamma Mayang dengan Lindu."


"Apaaa...??"


"Kau bilang kami ?" Dharma Andaleh memberikan tekanan pada kata kami.


"Apa kau pikir aku dan ibunda Mayang sudah mati Palimo ?!" kaisar Dharma Andaleh berteriak keras di muka Kale Lepak Sakti. Patriak sekte Tapak Dewa itu sudah memprediksi hal itu akan terjadi. Karena itu Kale Lepak Sakti meminta Dyiaksa ikut diundang. Dyiaksa Dharma Pecala tetap tenang


"Sabar dulu kaisar, Palimo Salam mestinyo belum sudah cito." Kaisar Dharma Andaleh menatap tajam kepada Kale Lepak Sakti. Dia sedikit menahan diri mendengar ucapan Dyiaksa.


"Lanjutkan cerita mu !"


Kale Lepak Sakti menelan ludahnya dan menghela nafas panjang merasa agak lega.

__ADS_1


"Rencananya seusai kegiatan pelatihan bersama mereka akan datang menghadap pada mu untuk minta restu." Kale Lepak Sakti mengakhiri penjelasannya. Kaisar Dharma Andaleh dan Ratu Ayu Puspita saling menatap. Banyak hal mereka ungkapkan melalui tatapan itu. Perlahan wajah kaisar Dharma Andaleh dan Ratu Ayu Puspita kembali seperti biasanya. Sejurus kemudian kemudian Patriak sekte Tapak Dewa Kale Lepak Sakti menambah ceritanya.


"Kau mestinya senang dan bangga kaisar Dharma. Raja Pedang meski masih sangat muda, kempuannya berada diatasku"


"Apa,...??? Apa kau tidak asal bicara ??? Bagaimana mungkin diusianya yang muda belia bisa mencapai tingkat agung ?? Jangan main-main kau Palimo !!?"


"Aku tidak bercanda dengan mu Kaisar. Asal kau tau, Raja Pedang adalah murid Dewa Tanpa Bayangan. Perlu juga untuk kau ketahui, bahwa Raja Alkhemis memanggil Raja Pedang sebagai gurunya"


Kale Lepak Sakti menjelaskan dengan bangga.


"Kenapa wajahmu seperti itu ? Kenapa kau tampak sangat bangga begitu ?" kaisar Dharma Andaleh bertanya dengan sewot kepada Kale Lepak Sakti.


Memang jika berada bersama ditempat tertutup dan tidak dalam suasana formal, Dharma Andaleh dan Palimo Salam bersikap seperti mereka masih muda dan bertualang bersama. Tidak ada batas diantara mereka berdua. Dyiaksa Dharma Pecala juga mengetahui hal itu.


---***


Dua bulan berlalu dengan cepat. Nirmala adalah orang pertama membuka matanya. Bidadari Suvarnabhumi menyusul sesaat kemudian. Kedua gadis cantik itu tampak semakin cantik jelita dan kulit mereka terlihat sangat mulus dan halus bagaikan batu kumala. Tubuh mereka juga bertambah tinggi dan makin sempurna bentuknya.


Nirmala berada di tingkat suci menengah sesuai dengan apa yang dikatakan Lindu. Dhamma Mayang juga sudah berada ditingkat yang sama. Tubuh Bidadari Suvarnabhumi ternyata telah berkembang kualitasnya menjadi tubuh naga perak. Hal itulah yang memacu perkembangan kultivasinya. Jika tidak, mungkin saja tingkat Bidadari Suvarnabhumi akan tertahan ditingkat langit puncak.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka menunggu Lindu yang masih diam dalam kultivasinya. Kedua gadis terlihat sangat cantik jelita. Siapapun yang melihat mereka pastilah tidak akan bisa berpaling. Sambil menikmati teh kembang Telang dan makanan kecil. Kedua gadis cantik itu ngobrol dengan santai sambil sesekali melirik ke Lindu.


Lindu tentu saja sangat menyadari. Tapi dia masih terus menyeimbangkan fondasi tubuhnya dengan kemampuannya yang baru. Esensi energi langit dan bumi yang padat goa rembulan ganda, memacu terjadinya lonjakan besar kemampuan dan kekuatan mereka. Lindu sekarang berada ditingkat agung menengah.


"Masih butuh waktu agak lama untuk bisa mencapai tingkat dewa" pikir Lindu. Dia ingat janji gurunya dan bertekad untuk membawa Dhamma Mayang dan Nirmala ikut serta.

__ADS_1


\=\=\=***


__ADS_2