
Iblis Cantik Tambun Tulang mengalihkan perhatian pada pertarungan Kelabang Iblis bersama Patriak sekte Selaksa Racun melawan seorang pemuda tampan yang mengaku dirinya Raja Pedang.
Iblis Cantik Tambun Tulang tertegun tidak percaya dengan yang dia lihat. Tidak dia lihat kapan Raja Pedang bergerak. Tubuh Kelabang Iblis terpisah menjadi beberapa potong. Iblis Cantik Tambun Tulang berfikir kalau Harimau Kumbang Patriak sekte Iblis Tambun Tulang pun tidak akan mampu melakukannya.
Yang lebih membuat wanita cantik tapi gatel merinding adalah senyuman ringan dan unik yang terukir di wajah Raja Pedang.
Keringat dingin membasahi punggung Iblis Cantik Tambun Tulang. Jantungnya berdetak kencang tidak beraturan.
"Aku harus segera melaporkan ini pada Patriak." pikir Iblis Cantik Tambun Tulang. Tiba-tiba Iblis Cantik Tambun Tulang merasakan akin serangan sangat tajam menuju lehernya. Tidak memungkinkan lagi untuk menahan serangan itu. Dia tau pasti itu serangan dari Dewi Rambut Emas.
Tanpa berfikir lagi, Iblis Cantik Tambun Tulang membuang dirinya jauh kebelakang. Meski berhasil menjauh dari Dewi Rambut Emas, pundak Iblis Cantik Tambun Tulang tetap tersayat cukup dalam oleh pedang Dewi Rambut Emas.
Iblis Cantik Tambun Tulang mengikuti efek dorongan dari serangan Dewi Rambut Emas. Iblis Cantik Tambun Tulang mendarat sempurna lebih dari tiga puluh tombak dari Dewi Rambut Emas. Tetua kelima dari sekte Iblis Tambun Tulang itu langsung berbalik dan melenting melarikan diri.
Lindu melihat kejadian itu dan melepaskan Pukulan Tanpa Ujud kearah Iblis Cantik Tambun Tulang.
Buagh...!!
Pukulan Tanpa Ujud yang dilepas Lindu mendarat di punggung Iblis Cantik Tambun Tulang. Wanita itu terlempar jauh dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Iblis Cantik Tambun Tulang mengalami luka dalam meski tidak terlalu parah. Meski tepat mengenai sasaran, pukulan tanpa ujud yang dilepas Lindu tidak sampai membunuhnya. Iblis Cantik Tambun Tulang beruntung selain jaraknya yang sudah cukup jauh. Dia tidak melawan energi pukulan tanpa ujud. Meski tetap terluka cukup parah, pukulan yang mendarat dipunggungnya mendorong tubuhnya makin menjauh. Iblis Cantik Tambun Tulang berhasil lolos melarikan diri.
Melihat Iblis Cantik Tambun Tulang melarikan diri, Ular Hitam dan Biso Pati juga melakukan hal yang sama. Mereka mengumpat dan mencaci maki Iblis Cantik Tambun Tulang didalam hati.
"Dasar ****** sialan, kondisi terdesak begini melarikan diri begitu saja"
Ketika mereka berbalik untuk segera melarikan diri, ternyata Lindu sudah ada didepan mereka.
"Kalian mau kemana ?" Lindu bertanya dengan senyuman ringan khasnya.
Ular Hitam dan Biso Pati kaget bukan main. Bagaimana cara Raja Pedang ini bergerak. Jarak diantara mereka ada sekitar lima tombak. Ketika mereka berbalik ternyata Raja Pedang sudah pindah dari posisi awalnya. Sekarang ada dihadapan mereka lagi. Merasa tidak mungkin untuk melarikan diri, Ular Hitam dan Biso Pati merobah sikap pada Lindu.
"Raja Pedang, diantara kita tidak ada dendam. Kenapa kau menghalangi langkah kami ?" Ular Hitam membuka suara.
__ADS_1
"Ya... kami tidak pernah menyinggung dirimu. Biarkan kami pergi dari sini." Biso Pati menimpali omongan Ular Hitam.
"Hm..." Lindu mengangguk agukan kepalanya. Senyum ringan unik khas milik Raja Pedang. Ular Hitam dan Biso Pati tidak enak hati melihat senyuman itu.
Datuak Batungkek Ameh, Seriti Merah, Nirmala, Bidadari Suvarnabhumi dan yang lainnya memperhatikan Lindu serta Ular Hitam dan Biso Pati. Pertempuran mereka sudah usai. Sekarang mereka menonton serius tiga orang didepan mereka.
Bidadari Suvarnabhumi tidak menyembunyikan kekaguman dalam tatapannya pada Lindu. Nirmala yang ada disebelah Bidadari Suvarnabhumi merasa kurang nyaman. Gadis cantik itu tiba-tiba merasa ada saingan.
"Kalian benar. Tapi, apa kalian sebelumnya ada urusan dengan mereka ? Apakah ada dendam sebelumnya diantara kalian ??" Lindu menunjuk sekte Tapak Dewa. Ular Hitam dan Biso Pati terdiam.
"Kalau tidak kenapa kalian bertanya tentang dendam dan segala urusan kepadaku ?" Lindu kembali bertanya dengan gaya retoris dan sarkastik. Datuak Batungkek Ameh, Dewi Rambut Emas dan Pendekar Kabut Maut geleng geleng kepala melihat Lindu.
"Tapi kau dari golongan putih, kenapa bersikap sama seperti kami, orang orang golongan hitam ?" Ular Hitam dan Biso Pati bertanya hampir berbarengan. Tatapan mata Lindu perlahan berubah menjadi sangat dingin.
"Kata siapa aku dari golongan putih ?" Lindu bertanya seperti main-main. Tatapan matanya semakin dingin, tajam mencorong. Kalaulah dinginnya sebuah tatapan bisa membuat benda jadi beku. Pasti Ular Hitam dan Biso Pati sudah tewas membeku.
Ular Hitam dan Biso Pati bersiap membuat kuda kuda menyerang. Mereka mulai menghimpun kekuatan racun mematikan dan energi mendalam.
"Apa yang mau kau tanyakan Raja Pedang ?" Ular Hitam balas bertanya. Sementara Biso Pati hanya diam menunggu. Terdengar suara datar dari Lindu.
"Aah tidak, aku hanya ingin tau. Cara mati seperti apa yang kalian berdua inginkan ?"
Semua yang melihat dan mendengar pertanyaan Lindu terbelalak dan seperti mau muntah darah. Mereka memiliki pemikiran yang hampir sama terhadap Lindu. Sadis...
Hanya Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi yang menganggap itu biasa saja. Malah mereka berfikir akan melakukan hal yang sama dengan Lindu pada situasi seperti itu.
Ular Hitam dan Biso Pati tentu saja sangat sakit hati. Siapa orang dirimba persilatan yang berani menghinakan mereka sampai sedemikian rupa.
"Matilah kau bajingan sialan !!" Mereka berteriak dan menerjang dengan kekuatan penuh.
Tinju selaksa racun
Badai racun meremuk dunia
__ADS_1
Tidak ada yang tau bagaimana cara Lindu bergerak. Tiba-tiba terdengar suara benturan dan sobekan daging tersayat.
Buughh.....
Crezz....
Ular Hitam jatuh bergulingan, sedangkan Biso Pati terlempar lebih dari lima tombak. Biso Pati muntah darah. Tendangan dari Lindu bersarang telak diperutnya.
Ular Hitam kondisinya tidak lebih baik. Dadanya sobek melintang cukup dalam. Darah mengucur deras dari luka itu. Ular Hitam dan Biso Pati saling melirik. Memiliki pemahaman yang sama, tidak mungkin untuk melawan. Mereka mehimpun energi mendalam secara maksimal. Mereka berfikir lebih baik meledakan diri. Membawa sebanyak mungkin musuh untuk mati bersama mereka.
Melihat tubuh mereka mulai membengkak dipenuhi energi mendalam. Lindu melepas dua serangan pukulan tanpa ujud.
Alam tiba-tiba diam, tidak ada angin atau energi apapun terasa melewati lapisan udara. Ular Hitam dan Biso Pati terlempar dan meledak menjadi kabut darah. Tidak tau bagaimana caranya, cincin ruang mereka terbang dengan cepat kearah Lindu. Raja Pedang mengibaskan tangannya, dan cincin ruang itu menghilang.
Semua yang melihat kejadian itu kembali tercengang, kecuali Seriti Merah dan Nirmala. Nirmala malahan tersenyum manis. Gadis cantik itu itu berlari kearah Lindu.
Datuak Batungkek Ameh, Dewi Rambut Emas dan Pendekar Kabut Maut terpana. Mereka bertanya tanya dalam hati. Berapa besar energi mendalam Lindu ? Ditingkat mana pemuda belia itu saat ini berada.
Untuk serangan dengan pukulan tanpa ujud kali ini Lindu tidak menggunakan energi mendalam. Lindu kali menggunakan zhenqi. Dia melakukan karena tidak ingin kejadian dengan Iblis Cantik Tambun Tulang terulang kembali.
Nirmala memegang tangan Lindu. Gadis cantik itu bertanya kondisi Lindu, sambil melirik sedikit kepada Bidadari Suvarnabhumi. Akan tetapi wajah Bidadari Suvarnabhumi biasa saja. Matanya tetap menatap kagum pada Lindu.
"Uda Lindu gimana ? Tidak ada luka kan ?"
Gadis cantik itu bertanya penuh perhatian. Lindu tersenyum dan mengucek kepala Nirmala.
"Aku ga apa apa. Lala gimana ?"
"Aah... hanya beberapa luka kecil. Ntar juga segera sembuh." Gadis itu menjawab senang dan menelan pil penyembuhan yang diberikan Lindu.
Lindu terus melangkah mendekati semua orang. Pemuda itu membiarkan Nirmala berjalan disisinya sambil menggandeng tangan nya.
\=\=\=***\=\=\=
__ADS_1