
Tiga bayangan berkelebat cepat mengarah ke hutan Tandikek. Gerakan mereka bertiga sangat cepat dan trengginas. Dekat sebuah goa di kedalaman hutan Tandikek mereka berhenti, goa itu tertutup tanaman rambat. Ada pohon bodhi besar didepan gua, batangnya besar sekali dan akar anginnya menjulur meliliti pohon.
Ada formasi tingkat rendah dipintu goa. Pohon bodhi besar itu menyembunyikan keberadaan goa. Kalau tidak diperhatikan, goa tidak akan terlihat bagi orang orang yang melewati jalur tersebut.
Tiga sosok bayangan yang berhenti didekat goa ternyata Seriti Merah, Lindu dan Nirmala. Goa yang mereka datangi adalah goa yang biasa jadi tempat nginap Seriti Merah kalau kemalaman dalam menjalankan misi.
Mereka bertiga memasuki goa. Goa itu terlihat sangat bersih dan terawat. Goa itu lumayan luas sekitar tiga puluh meter. Tinggi langit langit goa berkisar tiga sampai empat meter. Ada lorong kecil dibagian dalam gua itu. Jika kita melewati lorong itu ada sebuah telaga kecil yang airnya sangat jernih.
"Kalian istirahat dulu. Aku akan mencari ayam hutan untuk makan malam." Lindu keluar dari goa dan melesat ke dalam hutan. Nirmala dan Seriti Merah membersihkan diri di telaga bening yang ada dibagian belakang goa.
Ketika Lindu kembali. Pemuda itu membawa tiga ekor ayam hutan yang sudah dibersihkan. Dia menemukan Nirmala dan Seriti Merah sudah rapi. Dua orang itu duduk didepan api unggun.
Lindu langsung membakar semua ayam yang dia bawa.
"Lindu, biar kami yang membakarnya. Kamu mandi saja, ada telaga bening dibalik lorong itu."
Seriti Merah menujuk kearah dalam. Seriti dan Nirmala mengambil ayam yang mau dibakar. Lindu pergi menuju telaga untuk membersihkan diri. Seriti Merah mengeluarkan bumbu masak dari gelang ruang. Kemudian menambahkan bumbu ke ayam bakar. Aroma ayam bakar lezat tercium kuat ketika Lindu kembali.
"Waaah... aromanya enak banget" Lindu langsung duduk dekat Nirmala.
"Rasanya jauh lebih enak uda"
Nirmala menimpali sambil mengangkat jempol dan tersenyum manis. Mereka menikmati ayam hutan bakar yang ueennaaak.
Usai makan malam, Lindu menyerahkan sebutir pil tanchi ke Seriti Merah.
"Telan pil ini bibi, biar semua luka mu segera sembuh."
Lindu juga memberikan pil penyembuhan luka untuk Nirmala. Seriti Merah dan Nirmala menerima pil dan menelannya.
Seriti Merah langsung bersila di atas sebuah batu hitam di satu pojok goa. Ia merasakan energi kuat mengisi dan memenuhi simpul simpul meridian ditubuhnya. Perlahan dan penuh kehati hatian Seriti membimbing luapan energi ke dantiennya.
Nirmala menatap gurunya yang tengah kultivasi. Gadis itu kemudian menatap Lindu.
"Uda, kenapa pil untuk guru dan untuk Lala berbeda ?"
Lindu balas menatap Nirmala dan tersenyum, kemudian menjelaskan.
"Aku lihat gurumu Seriti Merah sudah berada di tingkat raja puncak, tinggal setengah langkah lagi menerobos tingkat bumi. Namun sepertinya agak sulit untuk melakukan terobosan. Lala baru beberapa hari menerobos, butuh waktu untuk menguatkan fondasi tubuh pada tingkat yang baru. Agar nantinya bila tetap stabil ditingkat selanjutnya."
Gadis itu membenarkan penjelasan Lindu. Kemudian Lindu menyuruh Nirmala untuk istirahat, sementara dia berjaga. Tapi sesaat kemudian dia memutuskan untuk siulian (kultivasi sederhana) setelah yakin lingkungan sekitar goa aman.
Sekte Alang Barat terlihat merapikan padepokan mereka. Sekitar dua minggu lagi akan ada kegiatan latihan bersama sekte Alang Barat dan sekte Angso Duo. Berbeda dengan kegiatan latihan bersama sebelum sebelumnya. Kegiatan latihan bersama kali ini akan di ikuti oleh lima sekte besar lainnya yang ada di benua Emas. Sekte yang akan ikut adalah - -
__ADS_1
- sekte Buayo Lalok dari Bintuhan,
- sekte Secabik Kafan dari Lahat,
- sekte Tapak Dewa dari kekaisaran Suvarnabhumi
- sekte Marunggai Ameh dari Kalombuk
- sekte Patuih Tongga dari semenanjung Malayana.
Sekte Marunggai Ameh adalah pemilik Ustano Menara Gading. Toko sumber daya yang tersebar di seantaro benua Emas. Bahkan cabang dari Ustano Menara Gading juga ada di kerajaan Pakualam di benua Javana dan kota raja Nagara Sambilan di semenanjung Malayana.
Tuanku Nan Sati berada di aula utama sekte dengan para Tetua membahas persiapan kegiatan latihan bersama. Seorang pemuda berbadan kekar memasuki ruangan. Pemuda itu membungkukan badan memberi hormat pada Patriak dan semua Tetua yang berada dalam ruangan.
"Ada hal penting apa Labai ?"
Pandeka Sago bertanya dengan nada marah pada pemuda itu.
"Maaf Patriak, maaf semua Tetua." Labai menarik nafas yang agak tersengal. Pemuda tinggi besar itu adalah salah seorang murid inti dan juga jenius sekte Alang Barat. Labai melanjutkan laporannya
"Dewi Kematian dikalahkan oleh seorang pemuda yang dikatakan sebelumnya telah membunuh Arit Setan. Pedang Kilat dan orang orang klan Caniago menyebutkan pemuda itu sebagai Raja Pedang. Koto Panjang (kadang juga disebut Padang panjang) sekarang heboh. Di hutan bambu diluar gerbang Koto Panjang ditemukan banyak mayat dengan anggota tubuh terpisah pisah."
Semua yang ada di aula utama itu tertegun. Berbagai fikiran berkecamuk didalam kepala mereka.
"Mayat Duo Baruak dan Kabau Basi juga tergeletak diantara mayat-mayat itu." Tuanku Nan Sati dan semua Tetua terbelalak.
Bagaimana reaksi sekte Iblis Tambun Tulang ?"
Tuanku Nan Sati minta penjelasan dari Labai. Tapi Labai melanjutkan laporannya
"Dari informasi yang beredar, ciri ciri pada cucu Patriak ada pada Raja Pedang."
Bagai ledakan bom Tuanku Nan Sati terguncang. Pendekar besar itu bertanya banyak pada Labai.
Lapangan besar di sekte Tapak Dewa pagi itu sangat ramai oleh murid murid beserta Tetua dan Patriak sekte. Hari ini mereka melepas kepergian tujuh orang murid sekte dan dua orang Tetua menuju sekte Alang Barat. Murid murid yang pergi terdiri atas dua murid wanita dan lima murid lelaki. Semua mereka adalah murid inti di sekte Tapak Dewa. Tetua yang ikut adalah Tetua termuda Halimun yang dijuluki Pendekar Kabut Maut dan Dewi Rambut Emas, Tetua ketiga, guru dari Mayang. Mayang seorang gadis yang sangat cantik putri kaisar Suvarnabhumi. Ia seorang jenius dan terlahir dengan tubuh macan emas. Kondisi itu hanya diketahui oleh ayahnya, gurunya dan Patriak sekte Tapak Dewa.
Diusianya yang telah memasuki tiga belas tahun, Mayang tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Bentuk tubuh yang sempurna. Lelaki yang melihatnya akan mendegup air liur mereka karena terpesona dengan kecantikan dan kemolekan Mayang. Itulah yang menjadi sebab wajah cantik jelita itu selalu terlihat dingin. Mayang tidak bersikap dingin hanya pada Nuri sahabatnya. Nuri juga murid inti di sekte Tapak Dewa dan ikut dalam team ke Alang Barat.
"Berangkatlah kalian, jaga nama baik sekte. Manfaatkan waktu tiga bulan di sekte Alang Barat untuk meningkatkan kemampuan kalian secara maksimal. Yang perlu kalian ingat, sekte Alang Barat cukup ketat dengan alur dan patut."
Setelah mendengarkan wejangan dari Palimo Salam Patriak sekte Tapak Dewa, semua yang mau pergi menaiki pancalang bewarna perak. Koda yang menjadi pengelola perjalanan mengaktifkan rune yang melapisi badan pincalang. Ketika diaktifkan rune mengeluarkan sinar keemasan dan pincalang terbang melayang di udara meninggalkan sekte Tapak Dewa. Sandiago seorang murid pria yang berada ditingkat emas puncak mendekati Halimun.
"Maaf Tetua, berapa lama perjalanan kita menuju sekte Alang Barat ?"
__ADS_1
"Mungkin sepuluh hari perjalanan Diago. Sebaiknya kau dan semua temanmu berkultivasi selama perjalanan."
----***
Sinar matahari pagi menerangi goa yang ditempati Lindu bersama Nirmala dan Seriti Merah. Nirmala membuka matanya, dan aroma ikan bakar memasuki lobang hidungnya. Nirmala melangkah keluar goa, setelah melihat gurunya masih berkultivasi.
Dibawah pohon bodhi tampak Lindu sedang mengipas ikan bakarnya. Nirmala duduk dekat Lindu.
"Bakar ikan apa uda. Gede banget ?"
"Ini lele talang putih. Termasuk hewan spirit tingkat rendah. Sangat bagus untuk meningkatkan kualitas tubuh."
Nirmala mengangguk angguk mendengar penjelasan Lindu. Mata bintangnya berbinar menatap kagum ke Lindu.
Hampir satu jam kemudian ikan lele talang putih baru matang. Memang mengolah dan memasak hewan spirit lebih lama dari biasa.
Lindu memberikan satu lele bakar untuk Nirmala. Daging lele bakar itu terasa sangat lembut dan juicy. Nirmala menghabiskan begitu saja lele bakar seukuran cempe. Tapi begitu usai sarapan, Nirmala langsung duduk bersila dan menyerap energi spiritual dari ikan lele talang putih bakar.
Setelah selesai melakukan penyerapan kedua remaja itu ngobrol ngalor ngidul. Lindu lebih banyak jadi pendengar sebetulnya.
"Mungkin dua hari lagi ketika terang tanah kita baru bisa melanjutkan perjalanan." Lindu melanjutkan
"Ada baiknya Lala mengulang ulang melatih menghaluskan gerakan ilmu pedang mu"
Nirmala menatap Lindu sejenak, kemudian melenting dan berdiri dengan pedang bintang sudah terhunus.
"Tolong kasih masukan Uda" suara Nirmala terdengar saat mulai memainkan jurus pedangnya Tarian Angin Barat.
Pedang Bintang awalnya bergerak lembut dan tenang. Pedang bergerak menusuk, di ikuti tebasan tebasan kecil. Tubuh Nirmala meliuk liuk berputar, dan bergerak naik turun. Seperti gelombang gelombang kecil di lautan lepas. Lindu memperhatikan semua gerakan Nirmala. Ia melihat pedang ditangan Nirmala selalu sedikit tertahan berobah gerakan dari menusuk ke menyabet dan mengibas.
"Coba longgarkan sedikit cara menggenggam pedang mu dan robah posisi jempol jadi mengarah ke bilah pedang."
Mengikuti arahan dari Lindu Nirmala merasa jauh lebih luwes memainkan jurus pedangnya. Selain itu kekuatan serangan juga menjadi lebih kuat. Nirmala merasa senang sekali. Hanya dengan sedikit perubahan dari Lindu, kekuatan ilmu pedang Tarian angin barat meningkat pesat.
Malam kembali datang. Tau tau sudah dua hari terlewati. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan kecil dan kaca pecah. Ener besar menyebar dari tubuh Seriti Merah. Energi itu memancar cukup jauh keluar goa. Lindu tersenyum ringan.
"Akhirnya..." dia bergumam.
Didalam goa Seriti Merah tersenyum merasakan kekuatan tinkat bumi yang sangat besar dalam tubuhnya.
"Sungguh beda energi di tingkat bumi ini dengan energi tingkat raja." bisiknya dalam hati.
Cairan hitam dan bau keluar lewat pori pori tubuhnya. Setelah melakukan siulian sejenak untuk menstabilkan energi dan fondasi tubuhnya. Seriti Merah buru buru membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
__ADS_1
Seriti Merah keluar dari goa dan tersenyum pada Lindu dan Nirmala.
\=\=\=***\=\=\=