
"Tunggu... Tunggu... Apa maksud kamu barusan, Rey? Mengingat wanita itu akan bikin aku sakit hati? Berarti.. Sebelumnya aku memang kenal dengan dia kan??" Tebak Asran. Reynald langsung menghembus nafasnya dengan kasar.
"Rey, kamu tahu sesuatu tentang wanita bernama Hana itu kan? Kalau iya, cerita lah sama aku! Biar ingatan aku perlahan-lahan bisa kembali" Desak Asran. Tapi, Reynald masih bungkam.
"Woi, Rey..!!" Panggil Asran lagi yang melihat Reynald malah keluar dari kamar. Asran mengikuti Reynald dari belakang.
Reynald berjalan dengan cepat menuju keluar Asrama, setelah sampai dihalaman, ia langsung saja menaiki motornya dan detik kemudian langsung pergi meninggalkan Asran.
"Ya, sudah kalau kau gak mau cerita, Rey. Aku akan cari tahu sendiri." Teriak Asran dengan menggebu-gebu. Entah Reynald mendengar teriakan Asran, entah tidak. Yang jelas Asran merasa jengkel sekaligus heran mengapa Reynald terlihat engan untuk menceritakan tentang Hana kepadanya.
Asran masuk kembali kedalam kamarnya, lalu menghempaskan tubuhnya keatas kasur. Rasa penasaran semakin menjadi-jadi dibenaknya. Jika tidak ada sesuatu, tidak mungkin Reynald tidak mau bercerita. Asran menyimpulkan pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka berdua, baik Reynald dan juga wanita yang bernama Hana itu. Asran yakin dengan kecurigaannya dan ia akan mencari tahu akan hal ini secepatnya. Ya.. Asran benar-benar bertekad.
***
Asran memarkirkan motornya didepan kantin Puskesmas, Ia duduk diatas motornya bermaksud untuk menunggu Hana keluar dari Puskesmas. Diliriknya jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 2 siang. Asran yang tidak tahu jam berapa tepatnya Hana pulang, hanya bisa menunggu dan berharap Hana belum pulang.
Ternyata harapan dan niatnya untuk bertemu Hana tidak sia-sia, Asran melihat Hana keluar dari PUskesmas diikuti beberapa orang temannya. Asran perhatikan Hana dari jauh yang Tengah mengobrol dengan salah satu temannya itu hingga akhirnya mereka berpisah di parkiran dan menuju ke motor mereka masing-masing. Beberapa detik kemudian, Hana dan temannya itupun meluncur meninggalkan parkiran Puskesmas. Asran lantas bergegas mengikuti Hana dari belakang.
Dipertengahan jalan, tampak motor Hana berhenti dipinggir jalan. Ia turun dari motornya seperti sedang memperhatikan sesuatu. Asran langsung juga memberhentikan motornya dibelakang Hana lalu menghampirinya.
"Hai, kak..? Kenapa dengan motornya?" Sapa Asran dengan ramah sembari membuka kaca helmnya.
Hana tersentak kaget ketika mendengar ada suara menyapanya, dan ia lebih kaget lagi saat mengetahui milik siapa suara itu.
"A-Asran..??" Lirih Hana dengan mata melotot karena saking kagetnya. Dalam hati ia tidak berhenti mendumel, mengapa ia terus-terusan bertemu dengan lelaki ini?
"Biasa aja donk kak lihatinnya, kok kaget gitu seperti lihat hantu aja" Tegur Asran setelah itu tertawa terkekeh-kekeh. Hana langsung mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
"Kenapa motornya kak? Mogok ya?" Asran kembali bertanya.
"Iya, sepertinya.." Jawab Hana.
"Boleh saya cek kan kak?" Tanya Asran. Hana hanya menganggukkan kepalanya.
"Hhmmm.. Harus kebengkel sepertinya ni kak, didepan sana ada bengkel. Kak naik aja keatas motornya biar aku iringi dari samping sampai ke bengkel." Kata Asran memberi Saran.
Hana tampak berpikir sejenak, sebenarnya ia tidak berharap Asran membantunya. Tapi, melihat kondisi dan keadaan yang seperti ini membuat Hana mau tidak mau menerima pertolongan Asran juga.
'Andra, maaf.. Aku gak bisa menghindar kali ini dari Asran' Desis Hana didalam hatinya.
"Yok, Kak." Ajak Asran dengan tersenyum manis.
"Ya dech." Jawab Hana lalu kembali naik keatas motornya.
Asran menggiring motor Hana hingga sampai ke bengkel. Menjelang sampai ke bengkel, pandangan Asran tidak berhenti untuk melihat kearah Hana yang membuat Hana menjadi risih dilihatin seperti itu terus.
"Maaf kak, aku cuman lagi mencoba mengingat saja" Katanya dengan tertawa kecil. Hana langsung menelan salivanya.
"Nah, hampir sampai.."Kata Asran lalu mereka menyebrang ke seberang Ada sebuah bengkel kecil disana. Setelah sampai di bengkel, Asran langsung berbicara dengan si pemilik bengkel dan memberitahu masalah motor Hana.
Kemudian Asran menghampiri Hana yang sudah duduk dikursi. Ia ikutan duduk juga disamping Hana. Karena jarak duduk Asran yang tidak begitu jauh darinya, membuat Hana langsung menggeserkan diri seakan menjaga jarak dari Asran. Asran yang menyadari itu, hanya bisa menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.
"Motornya kan lagi diperbaiki itu, jadi kamu pulang aja, biar aja saya yang tungguin sendiri" Kata Hana setengah mengusir.
"Dan.. Terimakasih sudah nolongin" Sambung Hana lagi.
__ADS_1
"Ngak.. Saya gak mau pulang." Ucap Asran. Hana langsung menatapnya dengan bingung.
"Nah, itu.. Hujan.. Saya gak bawa mantel" Katanya sambil tertawa. Yach.. Hujan tiba-tiba turun disaat yang tidak tepat. Membuat Hana harus lebih lama lagi berada bersama dengan Asran.
Beberapa saat kemudian...
"Kak.. Kak Hana.." Panggil Asran dengan agak menguatkan suaranya karena hujan yang semakin deras.
Hana menoleh tanpa menjawab panggilan dari Asran.
"Kak Hana tinggal dimana?" Tanya Asran berusaha membawa Hana mengobrol karena sedari tadi Hana seperti menghindar untuk berbicara dengannya. Hana tidak menjawab, ia hanya memberi sebuah kode bahwa dirinya tidak mendengat pertanyaan Asran karena suara berisik dari hujan yang deras.
"Kak... Kakak Hana kenal Asran sebelumnyakan? Kak Hana cuman berpura-pura gak kenal Asran kan??" Tanya Asran kini berbisik tepat ditelinga Hana. Hana bisa merasakan helaan nafas Asran yang menyerpa telinganya sehingga membuat ia sedikit merinding dengan jantung yang mulai berdetak tidak karuan.
"Kak, katakan sesuatu. Jangan diam aja!" Perintah Asran setengah memaksa.
"Aku tahu ada yang kak Hana sembunyikan dari aku. Mata kak gak bisa berbohong kak, meskipun lisan kak bilang tidak, tapi jelas mata kak berkata lain." Kata Asran yang terus berbicara.
Hana memejamkan matanya sesaat. Ia seakan tidak tahan lagi diserbu dengan pertanyaan bertubi-tubi dari Asran. Ingin rasanya ia pergi berlari menebus hujan yang lebat itu demi untuk menjauhi Asran. Lagi pula sebenarnya motornya sudah selesai diperbaiki, tinggal tunggu hujan agak reda aja baru ia beranjak dari sana.
"Aku kehilangan memori aku sebagian, kak. Dan.. Aku ingin kembali mengingat memori yang hilang itu. Kak Hana kenal aku, sedangkan aku sedikit pun tidak ingat kakak. Akan tetapi, hati dan perasaan ini gak bisa dibohongi kak. Meskipun pikiran aku gak ingat kakak, hati aku merasakan lain saat pertama kali lihat kakak. Seperti ada getaran, rasa ngilu dan entah apa lagi aku pun tidak paham. Makanya.. Aku ingin bertanya laangsung kek kak Hana. Mencari tahu sendiri karena teman terdekat aku saja seperti enggan untuk menceritakannya. Hal itulah yang membuat aku semakin penasaran." Jelas Asran panjang lebar. Namun, sepatah katapun tidak ada terlontar dari mulut Hana. Ia masih diam membisu dengan hati yang berkecamuk..
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG..