Reminiscent

Reminiscent
MARAH


__ADS_3

Perlahan-lahan Hana membuka matanya. Saat pertama kali ia membuka mata, sosok Asran yang tertangkap oleh matanya. Asran memandang Hana dengan raut wajah yang teramat risau.


"Awass..." Ucap Hana mencoba bangkit dari posisi telentangnya seraya mendorong tubuh Asran agar menjauh darinya. Saat itu mereka sudah berada di pondok lagi. Sudah dapat dipastikan bahwa Asranlah yang menggendong Hana hingga ke pondok ini lagi.


"Istirahat aja dulu kak.." Ujar Asran ketika mendapati Hana berdiri dengan keadaan yang masih setengah goyang.


Hana tidak mempedulikan ucapan Asran, ia berjalan tertatih-tatih sambil memegang kepalanya yang terasa sakit dan berat. Hingga akhirnya Hana kembali terjatuh lagi ke bawah.


"Kaann.. sudah Asran bilang, Kak Hana jangan banyak bergerak dulu.." Kata Asran sambil meraih lengan Hana.


"Lepas Asran!" Perintah Hana sambil menepis tangan Asran yang sudah memegang lengannya.


"Oke.. Maaf.. Maaf kak.."


Hana menjauh dari Asran. Ia duduk dengan posisi kaki ditekuk dan kedua tangannya memegang lututnya. Hana mengalihkan pandangannya kearah rintikan hujan yang mulai mereda. Sedangkan Asran hanya mampu terdiam melihat Hana menjauh darinya.


"Asran, Mintak maaf ya kak.." Ujarnya dengan nada memelas. Rasa bersalah menyelimuti hati Asran karena telah membuat Hana terluka untuk kedua kalinya. Asran merasa ragu apakah kali ini dia masih bisa membujuk Hana untuk kembali memaafkannya? Dan..sebenarnya apa yang terjadi Asran pun tidak tahu, apa yang membuat Hana begitu marah, memangnya apa yang telah dikatakan orang itu tentang dirinya kepada Hana? Semuanya masih menjadi tanda tanya yang besar di benak Asran.


"Hujan sudah reda kak, Kita pulang yuk kak...." Ajak Asran dengan suara yang lembut.


Hana tidak menanggapi sama sekali ucapan Asran. Pandangannya masih menoleh kesamping seakan tidak mau melihat kearah Asran yang memasang wajah bersalah sedari tadi.


"Kak.." Panggil Asran yang kali ini menggeserkan badannya mendekati Hana.


"Menjauh Asran!" Bentak Hana seraya menoleh ke Asran sesaat dengan sinar kemarahan terpancar dari bola matanya yang hitam. Asran kaget. Tidak pernah sebelumnya Hana membentak dirinya seperti ini.


"Oke, Asran tidak tahu.. apa salah Asran hingga membuat kak Hana jadi semarah ini. Tidak apa-apa kalau kak Hana ngak mau cerita. Asran gak akan memaksa. Tapi, Asran mohon.. izin kan Asran untuk mengantarkan kak Hana pulang ya.." Katanya.


"Ini sudah mulai gelap kak.. Sudah masuk maghrib... Kita pulang yuk kak.." Ajak Asran sambil tersenyum tipis.


Hana melihat kearah Asran dengan sorot mata yang tajam. Meskipun ia merasa marah dengan Asran, akan tetapi.. tidak dipungkiri ia membutuhkan pertolongan dari Asran saat ini.

__ADS_1


Hana merasa tidak kuat lagi untuk berjalan. Dan tidak ada sesiapapun manusia yang bisa menolongnya saat ini selain Asran. Jalanan begitu sepi, haripun sudah semakin gelap. Tidak ada pilihan lain bagi Hana selain ia ikut pulang bersama Asran.


"Oke.." Jawab Hana akhirnya. Asran tersenyum girang mendengar jawaban Hana. Kemudian ia mengambil Jaketnya yang tadi sempat dilempar oleh Hana.


"Pakai jaket Asran ini ya kak.." Kata Asran dan memberikan jaket itu ke Hana.


Dengan ragu-ragu Hana mengambil jaket itu lalu memasang kan kebadannya.


Kemudian mereka berjalan ketempat motor Asran. Asran berjalan di bagian depan. Setelah sampai di dekat motor Asran, Lalu ia menoleh kebelakang dan melihat Hana yang berjalan lambat sambil sekali sekali memegang kedua lututnya. Hana tampak sedang menahan rasa sakit.


"Kak, Lutut kakak kenapa?" Tanya Asran khawatir yang kembali berlari kecil ke tempat Hana.


"Ngak apa-apa.." Jawab Hana cuek.


"Ngak apa-apa bagaimana kak?? Lutut kak terluka ya?" Tanyanya lagi.


Hana hanya diam.


"Gak!" Jawab Hana cepat. Karena tidak mungkin dia melihatkan bagian lututnya ke Asran.


"Kalau gitu, Kita.. ke klinik dulu ya. Kita obatin luka dilutut kakak. Setelah itu, Asran antar Kak Hana ke kosan."


"Gak Asran, Kak mau langsung pulang aja!" Tolak Hana langsung.


"Tapi, kak.. Sepertinya kakak kesakitan kali Asran Lihat. Nantik tambah parah pulak kalau gak segera diobatin kak.." Katanya.


"Biar kak Obatin sendiri nantik di rumah" Putus Hana akhirnya. Asran hanya bisa pasrah.


Setibanya di dekat motornya Asran, dan baru saja Hana mau menaiki motor Asran, tiba-tiba saja mereka melihat dari kejauhan sebuah sepeda motor berjalan kencang kearah mereka.


Dari kejauhan Hana seperti mengenal sosok pengendara motor tersebut. Begitu juga dengan Asran yang langsung tersentak kaget setelah mengetahui siapa orang yang datang tersebut.

__ADS_1


"K-kak Ria..?" Ujar Hana dengan lirih setelah mendapati Kak Ria yang datang dan kini berhenti tepat dihadapan mereka berdua.


"Woii.. Asran!! Memang keterlaluan kamu ya!" Kak Ria langsung memarahi Asran dan berjalan mendekati Asran sambil menunjuk nunjukkan jarinya kearah wajahnya. Asran mundur beberapa langkah.


"Apa yang kamu perbuat sama Hana Ha?" Tanya Kak Ria dengan suara yang keras.


"Saya gak ada berbuat macam-macam kak, jangan salah paham dulu.." Bela Asran.


"BOHONG... Kamu sengaja kan mau bikin Hana celaka?" Tuduh Kak Ria. Asran hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


"Kak.. kak Ria kok tahu Hana disini ?" Hana bertanya bingung. Kak Ria mengalihkan pandangan nya ke Hana.


"Ada yang ngasih tau kakak Hana.. Mata-matanya kakak kan banyak Hana. Dan..Kakak heran sama kamu...Kamu kok bisa-bisanya sech kembali berhubungan dengan si jahat ini. Kamu kok mudah kali tertipu Hana. Kamu Bohong juga sama kakak dan bilang tidak lagi berhubugan dengan dia. Tapi, nyatanya kamu malah pergi dengan dia ke tempat ini" Kata Ria dengan Kecewa.


"Maaf kak.." Ucap Hana dengan lirih.


"Dan, Coba lihat keadaan kamu saat ini. Pucat, kumal.. terus dari tadi kamu pegang lutut mu itu kenapa?? Pasti terluka kan? Pasti gara-gara kamu kan Asran??" Lanjutnya lagi setelah itu menoleh kearah Asran.


"Oke.... Ini sudah mau jam 7 malam. Lebih baik kita pulang dan kita lanjutkan pembicaraan dirumah Hana. Dan kamu.. Asran, urusan kita belum selesai disini ya. Aku mau buat perhitungan sama kamu, dan kalau bisa aku akan adukan semua perbuatan kamu terhadap Hana ke Kapolres. Biar kamu dipecat jadi polisi sekalian karena sudah mencelakai orang lain.." Ancam Kak Ria.


"Aa-ku..Gak mencelakai kak Hana Kak.." Ucap Asran menyanggah tuduhan kak Ria.


"Pakai ngeles lagi. Itu lutut Hana terluka itu karena apa? pasti kamu yang nolak Hana kan, sampai dia terjatuh dan lututnya terluka gitu?" Tuduh Kak Ria.


"Tidak kak, Ngak mungkin saya tega melakukan itu ke kak Hana.. karena saya.."


"Sudah cukup!! Aku ngak mau dengar penjelasan kamu lagi. Hana.. Yuk cepat pulang ikut kakak!!" Kata Kak Ria dengan suara yang masih mengelegar.


Hana menuruti perintah kak Ria. Kemudian dengan langkah gontai ia berjalan menuju ke motor Kak Ria, meninggalkan Asran yang masih terdiam terpaku menatap kepergian Hana dengan pandangan sayu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2