
"Kenapa Kamu Datang kesini, Sherly?" Asran bertanya gusar sambil menatap tajam ke wanita cantik yang ada dihadapanya saat ini.
Sherly, Wanita langsing dan berkulit putih itu balas menatap Asran dengan pandangan memohon.
"Kamu gak pernah menjawab telpon aku, Chat aku juga dicuekin. Salah aku apa Asran? Kamu berubah! Setelah 7 tahun kebersamaan kita, kamu tega campakkan aku seperti ini." Ucap Sherly dengan mata yang mulai memerah.
"Kan aku sudah bilang sama kamu. Kita gak bisa bersama-sama lagi. Aku..." Asran diam, seakan menggantungkan kalimat terakhirnya.
"Aku apa ha? Cuman gara-gara ada wanita tua itu kamu tega tinggalin aku ha?" Potong Sherly seakan merasa tidak rela posisinya digantikan oleh wanita lain.
"Ini gak ada kaitannya dengan kak Hana." Jawab Asran.
"Lalu apa??"
"Aku cuman merasa bosan aja selalu dikekang sama kamu. Kamu selalu bersikap kekanak - kanakkan.." Jawab Asran.
Sherly melotot mendengar jawaban Asran barusan. Saat itu mereka sedang berada di depan pagar pintu masuk Polres. Sherly nekat datang dari kota hanya untuk menemui kekasihnya itu.
Sherly dan Asran sudah hampir 4 tahun LDR-an. Sebelumnya Sherly merasa hubungannya dengan Asran baik-baik saja, meskipun Sherly selalu bersikap posesif dan terlalu manja dengan Asran, Tapi.. Asran tidak pernah menampakkan kekesalannya terhadap Sherly malahan Asran selalu perhatian terhadapnya.
Akan tetapi, beberapa bulan belakangan ini, Sherli merasa Asran berubah. Sikapnya berubah dingin dan selalu menghindar saat Sherly ingin berbicara dengannya lewat telpon. Membalas chat pun selalu lama.
Sherly merasa curiga bahwa Asran selingkuh. Maka dari itu, untuk menyelidiki kecurigaannya Sherly memintak bantuan temannya untuk membajak Hpnya Asran. Dan ternyata berhasil.
Betapa sakitnya hati Sherly saat mendapati begitu banyak chat-an Asran dengan wanita bernama Hana. Dan sejak itu Sherly berkesimpulan Wanita bernama Hana itu lah yang membuat sikap Asran berubah.
__ADS_1
"Oh, Gitu ya? Aku kekanak-kanakan? Mentang - mentang kamu sekarang ini berhubungan dengan perempuan yang lebih dewasa jadi seenaknya kamu menilai aku seperti ini!" Kata Sherly dengan menaikkan nada bicaranya.
Asran melihat di sekeliling mereka. Menyakinkan tidak ada orang yang mendengar pembicaraan antara dirinya dan Sherly saat itu.
"Sherly, Nantik kita sambung lagi ya. Aku lagi bekerja ini. Ngak enak dilihatin orang kalau aku lama-lama diluar sini." Kata Asran mencoba menenangkan Sherly yang mulai meledak-ledak.
"Oke, Tapi.. janji setelah pulang kerja kamu datang temuin aku.."
"Oke.. Kamu kabari aja nantik di hotel mana kamu menginap dan aku jemput kamu disana.." Kata Asran.
Sherly hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Asran langsung bergegas masuk kedalam Polres meninggalkan Sherly yang melihatnya dengan tatapan tajam.
Sepeninggalan Asran, Sherly tidak langsung beranjak dari sana. Ia mengambil Hp dari tasnya lalu mencoba menghubungi nomor Hana.
"Hallo, Dengan kak Hana kan?" Tanya Sherly.
"Aku, Sherly kak.." Jawab Sherly dengan lantang.
"Sherly..?"
"Iya, Aku Sherly.. Pacarnya Asran.." Jawab Sherly dengan tegas.
Diam.. Hening.. Tidak terdengar jawaban dari sana.
"Kenapa diam?" Tanya Sherly.
__ADS_1
"Maaf, ada apa ya ?" Tanya Hana.
"Aku mau tanya, apa kakak masih berhubungan dengan Asran?"
"Hah?"
"Jawab aja pertanyaan saya ini kak!"
"Ngak"
"Benar? Tidak bohong kan?"
"Iya, Tidak.."
"Oke, Saya harap kak bisa pegang kata-kata kakak itu. Saya gak mau kalian ada komunikasi lagi. Kak harus sadar diri. Jangan lagi menggoda Asran. Dia itu pacar saya." Ujarnya lagi dengan marah.
"Maaf, menggoda? Siapa yang menggodanya." Protes Hana.
"Ya kakak lah.. Pakai tanya pulak lagi! Kakak yang buat Asran berubah.. Semua gara-gara kakak, Tau?" Tuduh Sherly dengan suara yang melengking.
"Hubungan aku dan Asran ini sudah lama kak. Sebelumnya hubungan kami ini baik-baik saja, tapi.. semenjak ada kakak yang jadi orang ketiga dalam hubungan kami, Asran jadi berubah.."
"Kak adalah puncak masalah dari hubungan kami yang mulai merenggang ini. Kak Hana perusak hubungan kami. KAK HANA YANG MEMBUAT ASRAN AKU JADI BERUBAH" Teriak Sherly dengan kuatnya.
Tuut...tuuut.... Telepon terputus, Hana mematikan sepihak hubungan telpon mereka sehingga membuat Sherly semakin merasa panas dan sakit hati..
__ADS_1
"Dasar Wanita sialan...!!" Teriak Sherly sejadi-jadinya seperti orang kesurupan..
Bersambung..