Reminiscent

Reminiscent
AKHIR CERITA (END)


__ADS_3

3 Hari Kemudian...


"Hai, kak Hana..." Hana mendengar namanya dipanggil. Spontan saja ia langsung menoleh dan melihat seorang lelaki tampan sudah berdiri di depannya, lelaki berwajah lembut itu melemparkan senyuman manisnya ke Hana sehingga membuat Hana seakan terbuai dan terapana akan pesona yang diberikannya.


"Asran..??" Lirih Hana dengan ekspresi yang sulit digambarkan. Ada rasa bahagia, bingung, takut dan lain sebagainya. Yang jelas lelaki itu terlihat nyata berdiri dihadapannya. Hana mengucek matanya untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu adalah sebuah halusinasi belaka. Tapi, sampai matanya perihpun tetap sosok itu masih ada dihadapannya.


"Kak Hana, kenapa?? Kok kaget gitu lihat Asran." Tanyanya masih dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


"Bukannya kamu.. Sudah.."


"Sudah meninggal maksud kakak?" Potong Asran langsung. Hana menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Kak, Ikut Asran yuk.." Ajaknya tiba-tiba tanpa menanggapi perkataan Hana tadi.


"Kemana?" Tanya Hana penasaran.


"Ikut aja, nantik kak tau sendiri kok." Ucap Asran kemudian menarik tangan Hana. Hanapun pasrah tangannya ditarik oleh Asran.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai disebuah taman yang indah. Hana belum pernah kesini sebelumnya, taman dengan rumput yang hijau dan pohon-pohon hijau yang mengelilinginya.


"Asran, tempatnya bagus sekali. Kamu tahu dari mana ada tempat seindah ini disini?" Kata Hana yang merasa takjub. Udara disana pun terasa sejuk dan banyak bunga-bunga berwarna-warni juga disana.


"Ya tau donk kak, kalau untuk menyenangkan kak Hana akan Asran cari tahu tempat yang indah - indah. Karena Asran yakin kak Hana pasti suka tempat seperti ini." Kata Asran masih dengan senyuman manisnya sedangkan tangannya masih betah memegang tangan wanita itu.


"Tapi, kok sepi? Gak ada orang disini ya?" Tanya Hana seraya melihat disekelilingnya yang tidak ada satupun orang selain mereka berdua.


"Orang lain gak tahu tempat ini kak" Jawab Asran lalu menatap Hana dengan tatapan yang misterius.


"Gak tau bagaimana maksud kamu?" Tanya Hana dengan kedua alisnya yang hampir beradu itu.


"Karena tempat ini khusus untuk kita aja." Jawabnya lagi. Hana semakin bingung dengan ucapan Asran tersebut. Tapi, ia putuskan untuk tidak bertanya. Hana memilih untuk menikmati tempat yang indah itu. Ia merentangkan tangannya lalu menghirup udara sejuk dengan perlahan - lahan. Asran yang ada disamping Hana, melihatnya dengan penuh rasa kasih sayang.


"Kak.." Asran memanggil Hana dengan lembut. Hana lalu membuka matanya yang ia pejam saat menghirup udara segar tadi.


"Apa?" Tanya Hana. Tiba-tiba wajah Asran berubah menjadi serius, dengan sorotan mata yang tajam.


"Asran pergi ya.." Ucap Asran masih menatap Hana dalam-dalam.


"Pergi kemana??" Tanya Hana. Asran tidak langsung menjawab, ia lantas menundukkan wajahnya yang membuat Hana semakin terheran-heran.


"Asran, wajah kamu kok jadi sedih gitu? Ada apa?" Tanya Hana lagi.


"Kak, Asran sedih karena gak bisa nemanin kak Hana lagi disini.." Lirihnya.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu mau kemana emangnya? Dan wajah kamu kenapa jadi pucat gitu, Asran?? Terus.. Tangan kamu kok jadi dingin gini.. Kamu sakit Asran??" Hana menyodorkan pertanyaan yang bertubi - tubi ke Asran.


"Kak, sudah saatnya kita harus berpisah. Kak Hana jangan sedih ya, tetap jalani hidup kakak dengan semangat. Jangan pernah kak menyalahkan diri kakak akan kepergian Asran ini. Ingatlah yang baik-baik dari Asran ya kak, meskipun mungkin banyak yang tidak baiknya, hehe.. Tapi.. Satu hal yang perlu kak ketahui bahwa Asran saannngaaat... Menyayangi kak Hana." Ujar Asran lalu seuntai senyuman mengembang dibibirnya yang pucat tersebut.


"Asran, Jangan ucapkan kata perpisahan seperti ini. Kak gak suka!!" Tegas Hana.


"Kak Hana harus bangkit, jangan terpuruk dengan rasa penyesalan kakak. Asran akan baik-baik aja kok kak, cukup kak doakan saja Asran. Itu aja, sudah ya kak.. Si Reno, sudah tungguin Asran tuh.." Kata Asran lalu menunjuk kearah belakang Hana. Hana langsung menoleh kebelakang dan melihat Reno berdiri disana dengan melambaikan tangannya kearah Hana. Dia juga tersenyum, sangat mirip dengan senyuman yang diberikan Asran kepadanya.


"Re..No??" Kata Hana sedikit berteriak. Hana terperangah kaget melihat Reno ada disana.


"Asran.. Reno kok.." Kata Hana dengan menoleh kembali kearah Asran. Namun, lelaki itu sudah tidak ada lagi. Hana kembali tersentak kaget, jantungnya langsung berdebar dengan kencang.


"Kemana Asran??" Tanya Hana pada dirinya sendiri. Kemudian ia kembali melihat kebelakang, dan disana ia melihat Asran sudah berdiri disamping Reno. Mereka berdua melambaikan tangannya kearah Hana, sambil tersenyum mereka perlahan - lahan menjauh dan sedetik kemudian mereka pun menghilang dari pandangan Hana...


***


"Hana, sayang.. Bangun.. Kamu kenapa?? Kamu mimpi ya sayang??" Andra membangunkan Hana yang merayau tidak jelas didalam tidurnya. Andra mengusap-usap pipi Hana dengan lembut agar wanita itu segera sadar.


"Sayang... Hana..." Andra masih berusaha membangunkan Hana. Akhirnya Hana membuka matanya, ia langsung melotot dengan jantung yang berdetak kencang dan keringat dingin pun mengalir disetiap inchi tubuhnya.


"Kamu mimpi buruk ya? Ini bawa minum dulu sayang.." Kata Andra seraya menyodorkan minuman kearah Hana. Hana menerima minuman tersebut lalu menghabiskan minuman yang tinggal setengah itu.


"Maaf, Ndra.. Jadi membangunkan kamu jam segini gara-gara suara ngigau aku yang berisik.." Kata Hana merasa tidak enak hati.


"Maaf Ndra... Mungkin iya, tapi.. bukan apa-apa. Aku.." Hana berhenti sesaat, kemudian kata-kata Asran dalam mimpinya tadi kembali terniang-niang.


'Jangan pernah kak menyalahkan diri kakak atas kepergian Asran'


"Aku apa Hana?? Apa karena kamu yang masih menyalahkan diri kamu atas meninggalnya Asran? Iya kan?" Tanya Andra. Hana hanya mengangguk.


"Hana.. Cobalah buka hati kamu untuk bisa menerima takdir. Karena jika kamu sudah bisa menerimanya dengan ikhlas, maka kamu tidak lagi menyimpan rasa bersalah dihati kamu ini." Kata Andra seraya meletakkan tangannya di dada Hana.


"Jangan siksa diri kamu seperti ini sayang.. Aku gak mau melihat kamu semakin terpuruk seperti ini. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu.. Aku ingin kamu kembali semangat dan ceria seperti dulu lagi... Aku mohon,.." Ucap Andra dengan mata yang berkaca-kaca.


Hana menatap suaminya itu dengan erat. Memang benar, setelah hari pernikahan mereka.. Yang seharusnya mereka berbahagia dan menjalin kasih sayang yang halal setelah itu..Tapi, sedikitpun belum terlaksanakan. Hana masih sibuk dengan perasaan bersalahnya atas meninggalnya Asran. Ia seolah tidak menikmati pernikahnnya dengan Andra. Hana pun tersadar, bahwa ia sudah berlaku dzolim terhadap Andra. Beruntung Andra yang mau mengerti dan menerima kondisi saatnya ini.


Hana menarik nafas panjang. Tidak seharusnya ia larut dalam kesedihan seperti ini. Apalagi setelah mimpi barusan seakan menyadarkan Hana bahwa Asranpun tidak ingin melihat Hana sibuk dengan rasa bersalahnya itu. Ya.. Hana harus bangkit. Seperti yang Asran katakan. Ia harus kembali menjalani hidupnya, kehidupan bersama suami yang sangat menyayanginya ini.


"Andra, sayang.. Ayoklah besok kita berangkat honeymoon.." Ucap Hana sembari memegang pipi Andra. Mata Andra langsung berbinar - binar.


"Serius sayang??" Tanya Andra dengan antusias. Karena dari kemarin - kemarin ketika Andra mengajak Hana untuk berangkat keluar kota untuk berbulan madu, ditolak terus oleh Hana.


"Iya, serius." Jawab Hana dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


"MasyaAllah. Oke sayang, besok kita berangkat." Kata Andra lalu memeluk istrinya itu dengan erat.


***


1 minggu kemudian...


Hana dan Andra baru saja pulang dari honeymoon diluar kota yang cukup indah untuk tempat mereka memadu kasih.


Siang itu, Andra tengah makan siang bersama dengan keluarganya Hana. Mereka makan sambil berbincang - bincang hangat.


"Semoga setelah dari honeymoon ini kalian langsung diberi momongan ya.." Ucap Mama Hana dengan tersenyum centil kepada Hana dan menantunya itu.


"Aamiin, mudah-mudahan Ma.. Doain saja yang terbaik untuk kami.." Kata Andra lalu menggenggam tangan Hana. Sedangkan Hana hanya tersenyum menanggapinya.


Sore harinya, Andra mengajak Hana untuk berkunjung kerumah salah satu teman Andra. Saat diperjalanan, teman Andra tersebut menelpon dan menyuruh Andra untuk menyusulnya kesebuah tempat. Andra langsung saja menuju kesana.


Akhirnya setelah 10 menit perjalanan, mereka berhenti disebuah lapangan yang terlihat ramai orang disekelilingnya. Hana tertegun sesaat karena lapangan tersebut mengingatkan Hana pada seseorang yang padahal beberapa hari belakangan ini sudah mulai ia lupakan.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Hana.


"Kebetulan teman aku itu lagi ada pertandingan Voly sore ini, dan dia nyuruh kita menonton pertandingannya." Jelas Andra. Setelah itu, Hana diam. Ia mengikuti suaminya itu yang berjalan di kerumunan orang - orang yang tengah menonton seraya mengandeng tangan Hana.


Akhirnya mereka sampai dibagian depan yang membuat pandangan mereka langsung tertuju kepemain yang sudah stay di lapangan.


"Nah, itu Ryan.. Teman aku yang baju biru nomor punggung 10.." Kata Andra sambil menunjuk ke salah satu pemain yang ada didepan mereka. Hana mengikuti arah tunjukan Andra. Ia melihat seorang laki-laki berpostur tinggi dengan rambut agak tipis. Namun, pandangan kini malah beralih ke pemain yang berada disebelahnya. Lelaki dengan nomor punggung 12. Saat Lelaki itu Menoleh kebelakang, dan seketika itu juga mata Hana langsung terbelalak kaget. Wajahnya lelaki itu tidak asing baginya, bahkan.. Wajah itu selalu menemaninya dalam beberapa bulan belakangan ini.


Hana memejamkan matanya sesaat dan berharap ia hanya berhalusinasi saja. Tapi, saat ia membuka matanya kembali.. Hana masih melihat wajah yang sama dan kini lelaki dengan nomor punggung belakang 12 tersebut malah menoleh kearahnya dengan sebuah senyuman manis yang sudah mengembang disana. Hana hanya bisa terpana dengan mata yang tidak berkedip. Lelaki itu.. Sangat mirip sekali dengan Reno ataupun Asran.. Entahlah, Apa mungkin ada sampai 3 orang dibumi ini memiliki wajah yang serupa?? Hana kembali memejamkan matanya seraya menarik nafas panjang, dalam hati ia masih berharap semoga saja ini hanyalah halusinasinya semata..


.


.


.


-END-


ASSALAMU'ALAIKUM...


"TERIMAKASIH BAGI PEMBACA YG SUDAH SETIA MEMBACA HINGGA DIAKHIR CERITA INI. SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA DAN DAPAT MENGAMBIL HIKMAH DARINYA. MAAF ATAS KEKURANGAN.. 🙏🏻🙏🏻😊😊


WA'ALAIKUMUSALAM


...

__ADS_1


__ADS_2