Reminiscent

Reminiscent
RASA YANG LAIN


__ADS_3

💞💞HAPPY READING💞💞


Asran memperhatikan Hana hingga gadis itu sampai keparkiran lalu berlalu dari sana. Entah kenapa, Asran merasakan ada sesuatu yang aneh saat matanya beradu pandang dengan wanita berhijab itu. Asran sama sekali tidak mengenalinya. Namun, Perasaan Asran seakan berkata lain. Seperti ada sesuatu yang disimpan oleh si wanita. Asran bisa melihat dari tatapan bola matanya yang seakan menyimpan berjuta makna.


"Woi, ngapain??" Sapaan dari Reynald membuat Asran sadar dari lamunannya terhadap wanita tersebut.


"Kau Rey, bikin kaget aku saja." Keluh Asran dengan wajah sedikit kesal.


"Lagi lihat apa??" Tanya Reynald curiga yang kemudian juga melihat kearah pandangan Asran tadi yaitu ditempat parkiran. Namun, sepanjang matanya menelusuri parkiran tersebut, Reynald melihat tidak ada sesuatu yang aneh disana.


"Ngak lihat apa-apa kok" Jawab Asran yang kemudian berjalan kembali menuju kantin, Reynald mengikuti Asran dari belakang.


"Jadi... Bagaimana kira-kira minggu depan kamu sudah bisa ikut tanding belum?" Tanya Reynald ke Asran. Saat itu mereka sudah dikantin dan sedang duduk dengan saling berhadapan.


"Aku rasa sudah bisalah, Rey. Gak apa-apa. Aku kangen juga mau main soalnya. Sudah lama juga aku gak ikut main kan, takutnya terlalu lama berhenti jadi gak hebat lagi aku mainnya, heheh" Kata Asran dengan bercanda.


"Kau yakin? Cedera ditangan dan kaki kau udah sembuh total belum?" Reynald bertanya lagi.


"Sudah.. Sudah.. Kau tenang aja, Rey. Aku pasti main kok" Kata Asran dengan yakin.


"Okelah kalau kau merasa yakin, Asran. Cuman nantik kalau terasa gimana-gimana kau langsung berhenti aja, jangan dipaksain. oke?" Kata Reynald mengingatkan Asran.


"Oke, Siap Bos!" Jawab Asran.


Beberapa menit kemudian, pesanan merekapun sampai, untuk beberapa saat hening. Karena mereka berdua lagi sibuk menikmati makanan mereka masing-masing. Sampai akhirnya, Asran yang sudah menghabiskan setengah dari makanannya tersebut memanggil Reynald yang lagi makan dengan lahapnya.


"Rey.." Panggil Asran ke Reynald yang baru saja menyeruput minumannya.

__ADS_1


"Apa?" Tanya Reynald.


"Perawat yang merawat aku waktu dirumah sakit kemarinkan sempat bilang kalau aku ini kehilangan ingatan aku yang baru, jadi sekitar 1 tahun belakangan ini aku tidak bisa ingat apapun itu.. " Kata Asran yang kemudian memberhentikan kalimatnya.


"Ya, emangnya kenapa?" Tanya Reynald seakan tidak sabar dengan kalimat gantung dari Asran.


"Kamu kan teman dekat aku ni, Rey. Jadi setidaknya pastilah kamu tau apa-apa aja yang terjadi sama aku dalam 1 tahun belakangan ini selain aku yang sudah putus dengan Sherly. Kira-kira.. Ada kejadian apa aja gitu yang mungkin berkesan bagi aku, Rey??" Tanya Asran dengan penasaran.


Pertanyaan Asran yang tiba-tiba itu malah membuat Reynald yang sedang menikmati makanannya langsung tersedak dan terbatuk-batuk.


"Uhuukk..."


"Kenapa kau, Rey? Ini.. minum.. minum.." Kata Asran sembari menyodorkan minuman kearah Reynald. Reynald menerima minuman yang diberikan Asran dan langsung menghabiskannya.


"Tersedak.." Katanya setelah selesai minum.


"Apa karena pertanyaan aku ya yang buat kamu tersedak" Selidik Asran dengan menjelingkan matanya.


"Hhhmmm..." Reynald cuman bergumam lalu melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


"Jadi bagaimana pertanyaan aku tadi kok gak di jawab?" Todong Asran lagi.


"Emang kenapa kamu tiba - tiba bertanya seperti itu?" Reynald malah balik bertanya.


"Ya.. Ngak kenapa-napa, aku lngin tahu aja." Jawab Asran.


"Ngak ada yang berkesan, Asran. Hari-hari lo gitu-gitu aja, Gak ada yang istimewa pokoknya.. hahahaha..." Kata Reynald diikuti dengan gelak tawanya.

__ADS_1


"Kurang ajar kau, Rey.." Desis Asran merasa tidak terima.


"Tapi, tadi aku ada jumpa cewek..." Kata Asran. Reynald langsung menatapnya dengan curiga.


"Lalu..??" Tanya Reynald seakan tidak sabar menunggu lanjutan kalimat dari Asran itu.


"Dia melihat aku agak lama, seperti tertegun gitu dengan tatapannya yang dalam.. Seakan-akan matanya itu ingin mengatakan sesuatu, Rey... Saat aku tatap balik, dia langsung salah tingkah dan menyembunyikan wajahnya.." Cerita Asran sambil kembali mengingat kejadian ia tabrakan dengan Hana dan juga saat dikantin tadi.


"Mungkin karena kau ganteng kali Asran makanya dia terpana gitu, hehe.." Kata Reynald masih dengan candaannya.


"Hhhmmmm.... Aku Serius, Rey. Kau ini gak bisa serius sikit apa" Kata Asran agak kesal.


"Oke, Sorry. Sudahlah Asran, gak usah dipikirkan. Mana tau dia cuman iseng aja lihat-lihat kamu" Kata Reynald dengan cuek lalu menghabiskan makanannya yang tinggal sedikit.


"Ngak lah.. Aku yakin dia seperti menyimpan sesuatu, Apa mungkin dia kenal dengan aku, Rey? Tatapannya itu beda sekali, wajahnya juga gimana gitu.." Kata Asran berusaha menjelaskan ke Reynald ekspresi Hana saat melihatnya tadi.


"Sudahlah Asran, jangan dipikirkan. Entar kepala kau yang cedera itu sakit pulak karena banyak mikir" Kata Reynald memperingati Asran.


Asran akui memang jika ia dipaksa untuk mengingat akan sesuatu pasti kepalanya terasa berdenyut. Namun, rasa penasaran terhadap sikap dan cara pandang wanita itu terhadapnya semakin membuat Asran tidak berhenti untuk memikirkannya. Memkirikan sesuatu Rasa yang lain..


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2