
Saat terbangun dari tidurnya, Hana merasa perasaannya tidak enak. Entah mungkin karena pengaruh perkataan Andra semalam yang seolah mengancam dirinya. Atau.. Ada yang lain, Hana pun tidak tahu yang jelas perasaannya saat ini terasa lain.
Lalu Hana bangkit dan bersiap-siap untuk ke tempat kerjanya.
Dipertengahan jalan dan ketika melewati Polres, Hati Hana kembali berdebar tak tentu arah. Apalagi ketika ia mendapati Asran yang sedang berlari pagi di pinggir jalan yang berada didepan Polres.
Hana mengatur nafasnya yang entah kenapa terasa begitu sesak. Melihat Asran pagi ini membuat perasaannya yang lainnya saat bangun tidur tadi, bertambah menjadi semakin tidak mengenakkan. Hana tidak mengerti akan apa yang ia rasakan ini.
Hana menambah laju kendaraannya dan berjalan melewati Asran beserta teman - teman polisinya yang lain. Sepertinya Asran tidak menyadari akan keberadaan Hana saat itu, karena Hana sempat juga melirik ke kaca spion motornya dan melihat Asran tengah asyik mengobrol dengan teman disebelahnya.
Hana melihat bagaimana cerianya Asran pagi itu. Ia tertawa lepas dan terlihat sangat bahagia seperti tanpa beban.
Lagi-lagi melihat keceriaan Asran pagi ini, kembali mengingatkan Hana terhadap Reno, adiknya. Sudah lama Hana tidak memikirkan tentang Reno. Karena kesibukan dan hal lainnya Hana merasa tidak sempat untuk sekedar melihat foto kenangannya bersama Reno.
Sesaat kemudian pikiran Hana pun sudah melayang ke kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana seminggu sebelum Reno meninggal, mereka sempat pergi jalan-jalan ke sebuah tempat yang begitu Asri nan Indah.
Reno sengaja mengajak Hana kesana untuk mengisi hari libur Hana yang cuman 1 hari dalam seminggu. Hanya dihari minggu lah Hana dibolehkan untuk keluar dari asrama, itupun waktunya terbatas.
"Kak Hana.. Bagaimana? Bagus kan tempatnya?" Kata Reno sesampainya mereka disana.
"Bagus banget Reno, kamu tau dari mana ada tempat seindah ini?" Kata Hana merasa terpesona.
"Ya tahu donk kak, Reno ini kan pencinta Alam. Jadi, Reno selalu mencari tempat - tempat baru untuk di explor gitu kak.. Makanya setiap minggu nantiknya Reno akan ajak Kak Hana ketempat yang lain lagi, yang pastinya lebih bagus dan indah.." Jawab Reno dengan antusias.
__ADS_1
"Kak Hana mau kan? Untuk menghilangkan stress kak karena dari senin sampai sabtu kakak kan belajar terus di kampus setelah itu lanjut lagi di asrama." Sambung Reno lagi.
"Oke, kak mau banget lah.. Tapi, minggu besok kita perginya sama Sandy ya.. Sekalian kak mau kenalin kamu sama dia.." Kata Hana saat itu. Sandy adalah pacar Hana, mereka sudah lumayan lama berpacaran tapi sekalipun belum pernah bertemu dengan Reno.
Reno menerima usulan Hana dengan hati senang. Setelah itu, mereka kembali bersenang - senang menelusuri tempat yang indah itu dengan berjalan ataupun terkadang berlari kecil.
Sesekali mereka saling bercanda, Reno yang terkadang jahil selalu ada aja cara yang dilakukannya untuk menjahili Hana, Reno yang ceria.. Reno yang baik hatinya.. Reno yang selalu menghibur Hana dikala bimbang ataupun sedih.
Hari itu adalah hari terakhir Hana melihat keceriaan yang terpancar dari wajahnya Reno. Tertawa lepasnya, senyuman manisnya... Hari itu lah terakhir. Karena setelah itu, minggu depan nya lagi .. Hana menerima kenyataan pahit bahwa adik kesayangannya telah meninggal dunia.. Dibunuh oleh orang yang tak terduga..
Bunyi klakson yang begitu kuat dan nyaring dari belakang Hana tiba- tiba saja menyadarkan Hana dan membuat dirinya kembali kedunianya saat ini. Hana tersentak setelah mendapati posisinya yang terlalu ketengah menempatkan motornya sehingga membuat orang yang dibelakangnya tidak bisa memotong jalan.
"Woi.. Jangan melamun donk bawa motornya..!!" Terdengar suara seseorang yang meneriakkan Hana dari belakang. Hana lantas mengerem mendadak, yang membuat dirinya hampir saja terjatuh karena tidak bisa menyeimbangi motor yang ia kendarai tersebut, sedetik kemudian Hana pun menggeserkan motornya ke pinggir jalan.
Bersamaan dengan itu pulak Hp Hana berdering. Lalu Hana mengambil Hp yang ada di dalam tasnya.Ternyata yang menelpon Hana saat itu adalah Asran. Hana langsung menolak panggilan dari Asran. Namun, Asran kembali menelponnya dan Hana lagi-lagi menolaknya, lebih dari 3 kali seperti itu hingga akhirnya Hana mematikan Handphonenya. Setelah itu, ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju ketempat kerjanya.
Sesampainya di Puskesmas..
"Kak Hana.." Saat di parkiran, Rini yang baru sampai juga di Puskesmas langsung memanggil Hana. Hana menoleh sebentar kebelakang dan melihat Rini yang sudah memamerkan senyuman manisnya, namun.. senyuman itu terasa agak aneh tertangkap oleh mata Hana.
"Iya, Kenapa?" Tanya Hana dengan datar. Karena entah kenapa semenjak melihat Rini waktu itu sedang mengobrol begitu akrabnya dengan Asran, membuat perasaan Hana menjadi lain. Sempat terlintas dipikiran Hana kalau Rini dengan sikapnya yang centil itu, Memiliki rasa yang tidak biasa terhadap Asran. Hana yakin Rini pasti menyukai Asran. Dan.. entah kenapa membuat hati Hana merasa tidak rela.
Menyadari akan hal itu, Hana buru-buru menghapus ketidakrelaan yang sempat bersarang dipikirannya.
__ADS_1
'Hana.. Fokus.. Fokus.. Kamu sudah bertekad akan tegas dengan dirimu sendiri.. Jangan lemah.. Ingat..' Hana mengingatkan dirinya sendiri didalam hatinya.
"Kak Hana, aku boleh tanya?" Ucap Rini yang kemudian memasang wajah serius.
"Tanya apa ?" Hana bertanya dengan jutek.
"Hhhmmm... Kak Hana sudah lama kenal dengan Asran..?" Tanya Rini.
"Oh, Sudah lumayan lah.." Jawab Hana malas-malasan. Lalu Hana sengaja mempercepat langkah kakinya menuju kedalam Puskesmas. Hana sengaja menghindar dari pertanyaan Rini tentang Asran, karena jika ia melayani Rini, Hana yakin setelah ini Rini akan terus-terusan bertanya tentang Asran kepadanya.
"Kak Hana.. Kakak mau tunangan dengan Dokter Andra kan? Jadi, Berarti... Kak Hana sama Asran ngak ada hubungan apa-apa kan??" Rini kembali bertanya yang kali ini posisinya berada dibelakang Hana.
"Kak, sebentar donk.. Kita bicara dulu yuk dikantin.." Ajak Rini.
"Maaf Rini, kak sudah banyak pasien tu. Lain kali aja ya" Tolak Hana dengan halus.
"Yah.. Ya udah nantik kalau sudah gak ada pasien Rini main kesini lah kak ya.. Rini penasaran dengan Asran kak, ada yang mau Rini tanyakan, hehe.." Kata Rini setengah berbisik dan dengan suaranya yang centil itu.
Hana tidak menjawabnya, Ia mempercepat langkah kakinya hingga sampai didepan pintu ruangannya. Rini masih mengikuti Hana.
"Kak sudah ada pasien yang antri ne Rin, nantik aja kita sambung ya.." Kata Hana lalu masuk ke ruangannya, sedangkan Rini langsung cemberut dengan pandangan mata yang tajam kearah Hana.
Bersambung..
__ADS_1