Reminiscent

Reminiscent
BERANGKAT BERDUA


__ADS_3

Hubungan Hana dan Asran semakin hari semakin dekat, ditambah lagi Asran yang setiap hari bertugas mengantar dan menjemput Hana ketempat kerjanya. Semenjak Asran mengawal Hana, lelaki misterius itu tidak berani lagi menampakkan dirinya ataupun menghubunginya via telpon.


Hana bisa bernapas lega kali ini, maka dari itu ia meminta Asran untuk tidak lagi mengantar jemputnya.


"Ngak apa kak, Asran senang kok bisa antar jemput kak Hana.." Kata Asran yang menolak permintaan Hana. Akan tetapi, Hana yang terkadang merasa risih juga dengan tatapan aneh plus iri dari beberapa teman kerjanya sehingga membuat dirinya merasa tidak nyaman.


Hana yang menyadari bahwa ada beberapa orang temannya di Puskesmas yang tidak senang akan hubungannya dengan Asran. Itu terlihat dari cara pandangnya yang begitu lain, ada sinar kebencian dan ketidakrelaan yang Hana tangkap dari matanya. Terutama ia melihat itu dari Rini.


Hana yakini bahwa Rini menyimpan rasa suka ke Asran, setelah tau Hana ada hubungan khusus dengan Asran sehingga membuat perempuan bertubuh kecil itu seakan menjauh dari Hana dan selalu menghindar saat Hana mengajaknya mengobrol. Dan Hana memberitahu hal itu ke Asran.


"Rini suka sama kamu Lo Asran. Kak jadi serba salah.. Semenjak dia tahu kita dekat, dia seperti lain gitu dengan kakak.." Ucap Hana. Saat itu ia dan Asran sedang dalam perjalanan pulang menuju kerumah Hana. Dan kebetulan juga saat Asran menjemputnya tadi, Rini ada disana menyaksikan Hana pulang bersama Asran dengan pandangan tidak senang.


"Ya wajarlah kak. Asran ini kan tipe cowok yang tampan, ganteng, baik hati, jadi memang banyak cewek yang merasa tertarik,hehe.." Kata Asran dengan bercanda. Mendengar candaan dari Asran tersebut, secara reflek Hana langsung melayangkan cubitan halus dipinggangnya Asran.


"Duhh... sakit kak Hana.. Kok malah dicubit.." Protes Asran sambil memegang pinggangnya yang telah dicubit Hana barusan.


"Biar tau rasa kamu itu, jadi cowok kepedean kali sech.." Hana mendumel. Sedangkan Asran hanya tertawa terbahak-bahak.


"Tapi, kak serius tanya ne.. Kenapa kamu gak tertarik sech dengan cewek secantik Rini? Masih muda lagi.." Celetuk Hana.


"Ya kalau dibandingkan dengan kakak.. Masih jauhlah Asran.." Lanjut Hana merasa rendah diri.


"Hhmmm..." Asran tidak langsung menjawab pertanyaan Hana, hanya suara gumaman panjang yang keluar dari mulutnya.


"Kok gak dijawab pertanyaan kakak sech?" Tanya Hana sedikit kesal.

__ADS_1


"Malas jawab pertanyaan kak Hana, gak bermutu." Jawab Asran akhirnya.


"Loh, Kok gak bermutu sech? Kan kakak bertanya sesuai fakta, Asran. Rini itu cantik, masih sangat muda dan menarik, Jadi.. Kalau cowok normal jika disuruh pilih antara kakak dengan Rini pasti lah Rini yang mereka pilih. Benarkan ?" Kata Hana yang masih terus memancing Asran.


"Ya itu kan cowok normal. Asran kan gak normal kak, makanya pilih kak Hana" Jawab Asran yang membuat Hana langsung mengerutkan keningnya dengan mata yang agak melotot.


"Maksud kamu gimana??" Tanya Hana.


"Kak Hana.. Kak Hana.. Sudahlah kak.. Jangan bandingkan diri kak Hana dengan Rini. Bagi Asran, Kak Hana Jauh lebih segala-galanya dari dia. Oke? Usah bahas lagi kak, Asran gak suka dengarnya.." Kata Asran. Hana hanya terdiam walaupun terasa ada sedikit getaran dihatinya mendengar ucapan dari Asran barusan itu.


"Oya, 2 hari lagi kita berangkat kan kak. Kak Hana dapat izin berapa hari?" Tanya Asran dengan mengganti topik pembicaraan mereka sore itu.


"Cuman 3 hari. Kalau kamu?" Tanya Hana.


"Sama kak. Cuman 3 hari juga. Karena waktunya sangat singkat, kita manfaatkan waktunya sebaik mungkin ya kak.." Ujar Asran.


"Semoga semuanya sesuai dengan harapan kita ya kak, diberi kelancaran dan kebaikan untuk hubungan kita kedepannya. Kalo bisa disegerakan gitu kak, biar gak tunggu lama-lama lagi, heheh..." Kata Asran yang langsung diaminkan oleh Hana.


Namun, didalam hati Hana entah kenapa kembali timbul keraguan. Hana merasa sangsi.. Apakah benar adanya.. Semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana dan harapan mereka?? Atau, malah sebaliknya??


***


Akhirnya sampailah dihari keberangkatan Hana ke kota kelahirannya. Pagi itu ia berangkat bersama Asran menggunakan kendaraan laut. Sebelumnya Hana sudah mengabari Mamanya akan tujuan kepulangannya yaitu untuk memperkenalkan calon pengganti Andra seperti yang Hana janjikan ke mamanya beberapa waktu yang lalu. Tentu saja hal itu disambut baik oleh Mamanya.


"Syukurlah Hana sayang, akhirnya.. terbuka juga hati kamu untuk segera mengenalkan calon kamu itu ke mama.." Kata Mama Hana saat itu.

__ADS_1


"Mama tunggu kedatangan kamu dan juga calon kamu itu ya.." Tutup Mamanya setelah itu.


Hana tidak banyak komentar lagi, dalam hati ia berdoa semoga Mamanya bisa menerima Asran seperti ia menerima Andra.


Saat didalam kapal, Hana duduk didekat jendela dan Asran disampingnya. Hana melirik sekilas kearah Asran yang terlihat sangat tampan hari itu dengan menggunakan kemeja berwarna dongker dan celana jeans berwarna hitam.


Sesaat Hana merasa terpana sambil tersenyum tipis, penampilan Asran hari ini membuat lelaki itu terlihat agak dewasa dari biasanya. Dan Hanapun menyukai perubahannya itu karena dengan begitu ia merasa sepadan jika disandingkan dengan Asran.


"Kak Hana kenapa lihat Asran sambil senyum - senyum gitu kak, Ada yang aneh ya di wajah Asran?" Tanya Asran yang sadar bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh Hana.


"Oh.. Ngak.. Ngak ada yang aneh kok.." Jawab Hana yang kemudian mengalihkan pandangannya ke jendela.


"Jadi, tadi kenapa donk kak Hana lihatin Asran? Seperti terpana gitu, Asran.. Ganteng kali ya kak hari ini?" Tanya Asran yang lagi-lagi dengan gaya sok percaya dirinya itu.


"Kamu ini... Kegeeran kali ya.. Tapi, emang iya sech. Kak akuin hari ini kamu agak berbeda. Kelihatan lebih dewasa, apa karena kamu jarang kak lihat pakai baju kemeja ya, biasanya kan pakai baju kaos biasa gitu aja..??" Kata Hana yang akhirnya mengakui keterpanaannya.


"Baguslah kak jika terlihat dewasa. Dari pada terlihat seperti anak kecil, Kan mau nikah, heheh..." Kata Asran yang diselingi tawa renyah darinya. Hana pun ikut tertawa.


Disepanjang perjalanan menuju kekota, Asran tidak hentinya-hentinya mengajak Hana mengobrol. Asran dengan kehumorisannya dan terkadang juga lucu yang membuatnya selalu bisa mencairkan suasana sehingga perjalanan Hana kali ini terasa begitu menyenangkan. Hana juga tidak berhenti tersenyum dibuatnya. Ia merasa begitu bahagia. Kebahagiaan yang tiada tara.


Beberapa saat kemudian, ditengah keasyikannya mereka mengobrol, tiba-tiba hp Hana yang ada didalam tasnya berdering. Hana langsung mengambil hp tersebut dan melihat ada sebuah nomor tak di kenal menghubunginya.


"Siapa yang menelpon kak?"Tanya Asran. Hana hanya mengangkat bahunya.


"Coba angkat aja kak, tapi di loudspeaker kan ya.." Suruh Asran dan kemudian Hana mengangkat telpon dari nomor yang tidak dikenal tersebut.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Hana.. Apa kabar?? Ini Aku, Andra.." Kata seseorang diseberang telpon sana. Hana dan Asran langsung saling berpandangan.


Bersambung..


__ADS_2