Reminiscent

Reminiscent
TERUNGKAP


__ADS_3

Tut... Tut... Tut..


Panggilan terputus. Belum sempat Andra mendengar suara Hana, wanita itu malah langsung memutuskan panggilannya.


Andra mencoba mengulang menelponnya lagi. Namun kali ini nomornya sama sekali tidak aktif.


Andra terduduk lemas diatas tempat tidurnya seraya memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Sungguh ia merasa teramat bersalah dengan Hana. Ia sudah salah sangka, salah menduga dan menuduh wanita itu yang padahal Hana sama sekali tidak berbuat seperti apa yang telah ia tuduhkan selama ini.


Andra yakin Hana pasti saat ini merasa kecewa, marah dan bahkan benci terhadapnya karena Andra yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja tanpa kabar, dan dengan sengaja juga mengganti nomor hpnya agar Hana tidak lagi menghubunginya.


Tapi, setelah Andra tahu kenyataan yang sebenarnya, kenyataan yang membuat ia marah besar terhadap Sherly, adiknya sendiri.


Saat itu tanpa sengaja Andra mendengar Sherly tengah berbicara dengan seseorang melalui telepon dikamarnya. Kebetulan Sherly lupa menutup rapat pintu kamarnya sehingga Andra yang sedang lewat kemudian sayup-sayup mendengar Sherly seperti memarahi orang yang ia telpon tersebut.


"Aku gak mau tau. Kali ini kamu harus bisa mencelakai si Hana itu. Jangan salah sasaran lagi. Oke??" Tegas Sherly ke orang yang ia telpon.


Mendengar nama Hana disebut-sebut, membuat Andra semakin mendekatkan telingannya ke pintu karena penasaran dan ingin mendengar lebih jelas lagi.


"Iya..Iya, aku paham. Aku akan bayar kamu dua kali lipat kalau kamu berhasil buat dia celaka." Ucap Sherly lagi kepada lawan bicaranya.


"Memang iya, aku memang ingin menjauhi dia.. si Hana itu dari abang aku, Andra. Makanya aku fitnah si Hana itu dengan bilang dia berselingkuh Dengan Asran. Padahal aku tahu, Asran yang mengejar-ngejar si cewek sialan itu, buKannya Hana. Tapi, aku juga tidak rela setelah ia putus dari bang Andra malah semakin dekat dengan Asran. Karena itu kamu buat gimana pun caranya agar dia kapok. Agar dia celaka. Jadi, dia tidak mendapatkan siapapun, baik bang Andra maupun Asran." Jelas Sherly dengan berapi-api.


Andra benar-benar tersentak kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sherly. Andra yang sama sekali tidak menyangka bahwa Sherly sungguh sekejam itu. Ia Telah memfitnah Hana dan juga menyuruh orang untuk mencelakainya. Andra benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan kriminal yang diperbuat oleh adiknya sendiri.


Dengan hati yang geram, Andra langsung masuk ke kamarnya Sherly dengan sebelumnya menendang kasar pintu kamar Sherly saat masuk.


"Apa-apaan kamu Ly..!!" Bentak Andra. Saking kuatnya bentakan Andra tersebut membuat Hp yang ada ditangannya Sherly langsung saja terlepas dan jatuh kelantai.


"B-bang Andra?? Sejak Kapan disitu?" Tanya Sherly dengan suara yang bergetar dan juga wajah yang terlihat pucat dan panik.


"Apa maksud kamu dengan perkataan kamu barusan itu, ha?" Tanya Andra dengan melotot marah. Sherly yang dipelototi Andra seperti itu langsung menunduk.

__ADS_1


"JAWAB LY!!" Bentak Andra kemudian karena Sherly tidak juga mengeluarkan suara.


"Kamu.. Kamu jahat Ly, abang gak nyangka kamu bisa segitu kejamnya.. Abang benar-benar kecewa dan marah besar sama kamu!!" Kata Andra.


"Kamu sengaja menghancurkan hubungan Abang dengan Hana. Padahal kamu tau kan bagaimana sayangnya abang dengan Hana? Kamu fitnah dia sudah berselingkuh dengan Asran. Padahal itu sama sekali gak benar kan? Bisa-bisanya kamu mengatur skenorio sedemikian rupa. Dan yang lebih parahnya lagi, kamu.. kamu.. malah menyuruh orang untuk mencelakai dia.. Dimana hati dan pikiran kamu itu, Ly!?" Kata Andra dengan emosi.


Sherly tidak menjawab semua pertanyaan dari abangnya, ia masih menunduk dengan *******-***** kedua tangannya. Kelihatan sekali Sherly yang merasa sangat panik karena rencana jahatnya sudah terungkap dan ketahuan oleh abangnya.


Setelah puas memarahi adiknya itu, lalu Andra keluar dari kamarnya Sherly dengan perasaan yang kacau. Dalam hatinya, Andra bertekad akan kembali menghubungi Hana dan meminta maaf kepada wanita itu.


***


"Kenapa kamu akhiri panggilannya, Asran?" Tanya Hana bingung, Asran dengan sengaja langsung memutuskan panggilan tersebut bahkan juga langsung menonaktifkan hp Hana.


"Biar aja kak. Emang kak mau ngapain? Mau ngobrol dengan dia?" Asran balik bertanya dengan nada yang kesal.


"Ya gak.. Maksud kak jangan langsung main matikan seperti itu, gak sopan!" Jawab Hana akhirnya.


Tampak Asran langsung tertawa kecil seakan mencemooh.


Hana tidak menanggapinya. Didalam hatinya ia pub bertanya-tanya, kenapa Andra tiba-tiba menghubunginya? Dari nada bicaranya saat menyapa dan memanggil Hana tadi, bisa Hana tangkap kalau Andra tidak lagi marah dengan dirinya. Suaranya terdengar lembut.


"Kak.. Kenapa Melamun?" Tanya Asran yang mendapati Hana sedang melamun.


"Gak ada.." Jawab Hana.


"Kak mikirin apa? Mikirin Bang Andra ya??" Tebak Asran.


"Iya.." Jawab Hana yang langsung membuat wajah Asran berubah. Hana yang melihat wajah Asran berubah itu lantas melanjutkan kembali perkataannya.


"Maksud kak, kak lagi mikir aja kenapa dia nelpon kakak? Sedikit penasaran aja, tapi ya sudahlah.. Gak penting juga.." Kata Hana akhirnya. Asran hanya diam.

__ADS_1


"Hai.. Kok diam?" Tanya Hana. Asran hanya mengangkat bahunya tanpa menoleh ke Hana.


Hana tersenyum simpul melihat tingkah Asran tersebut.


"Kamu marah ya??" Tanya Hana sambil menatap erat wajah Asran yang masih mengalihkan pandangannya.


"Ngak marah sech, cuman lebih tepatnya kesal aja." Jawab Asran akhirnya.


"Lah.. Kesal kenapa?" Tanya Hana bingung.


"Ya kesal karena kak Hana malah jadi mikirin si bang Andra itu.." Kata Asran berterus terang.


"Ooh.. Maaf Asran, kak minta maaf dech." Kata Hana akhirnya karena ia merasa tidak nyaman jika harus saling diam dengan Asran didalam perjalanan ini.


"Asran gak mau aja kak Hana malah berpaling ke dia lagi cuman gara-gara dia kembali menghubungi kakak" Tutur Asran.


"Yang bilang kak mau berpaling siapa, Asran?? Kamu kok jadi mikir sejauh itu. Ya gak mungkinlah.." Kata Hana.


"Ya mana tahu aja kak, Asran khawatir aja. Tapi.. Benaran kak Hana tidak akan berpaling ke dia kan??" Tanya Asran yang kini membalikkan badannya dan menatap Hana dengan erat.


"Iya.. Ngak.. Ngak akan Asran.." Ucap Hana.


"Kalau gitu, kak Hana janji dengan Asran.. Apapun yang terjadi, Kak Hana tidak bakalan meninggalkan Asran dan kembali lagi ke dia.. Gimana?"


"Kamu gak percaya dengan kakak ya.."


"Bilang janji dulu kak, biar lebih menyakinkan Asran."


"Iya, Janji.." Ujar Hana.


"Syukurlah. Asran harap bukan janji di mulut saja ya kak, tapi.. Janji yang benar-benar dari sini.." Kata Asran seraya meletakkan tangan Hana ke

__ADS_1


dadanya. Hana terdiam dengan segala rasa berkecamuk dihatinya..


Bersambung..


__ADS_2