
Hana terduduk lemas di pinggir ranjangnya dengan sekali-sekali memijit keningnya yang mulai berdenyut. Ia seakan tidak percaya dengan perkataan Mamanya tadi. Tapi, begitulah kenyataannya. Andra dan orang tuanya akan segera datang kerumahnya dan kali ini benar-benar akan melamarnya. Kegilaan apa ini?
Ingin rasanya Hana berteriak. Dirinya seperti sedang dimainkan oleh takdirnya sendiri. Disaat ia mulai bisa melupakan Andra, dan menjalani hubungan serius dengan Asran.. Saat itu pula lelaki berkaca mata itu hadir lagi memberikan harapan baru untuknya.
Apa maksud ini semua? Kenapa bisa Andra kembali lagi padanya yang padahal lelaki itu sudah jelas-jelas meninggalkannya, dan bagaimana dengan Sherly? Begitu banyak pertanyaan yang bersarang dibenaknya saat ini. Namun, satupun tidak ada jawabannya.
Tok...Tok...Tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar Hana dari luar.
"Hana.. Kamu sudah siap belum? Andra dan orang tuanya sudah sampai nih.." Teriak Mama Hana dari luar kamar.
Hana yang terperanjat kaget langsung berdiri dan detik kemudian berjalan menuju pintu.
"Kamu belum siap ternyata..." Ucap Mamanya ketika melihat Hana yang sama sekali tidak berganti pakaian. Malahan Hana terlihat kusut dengan wajah yang kusam tanpa make up.
"Ampun Mama sama kamu ini Hana. Wajah kamu itu macam orang stres.. Gak mungkin kamu keluar dengan wajah seperti ini. Dandan sedikit kenapa sech? Cepat ganti baju yang bagus terus dandan. Mama tunggu 10 menit harus selesai. Mau ketemu calon suami juga.." Mama Hana mengomel mengomentari penampilan Hana yang amburadul.
Hana hanya diam dan pasrah tanpa banyak komentar apapun ia langsung mengerjakan apa yang Mamanya suruh.
Setelah 10 menit kemudian Hanapun keluar dari kamar. Dengan langkah berat ia berjalan menuju keruang tamu. Sayup-sayup ia mendengar suara kedua orang tuanya berbincang hangat dengan orang tuanya Andra. Namun, dia belum mendengar suara Andra.
Hana berhenti sejenak di ruang tengah, ia tampak ragu. Sebenarnya ia sama sekali tidak siap harus bertemu dengan Andra lagi. Namun, situasi saat ini memaksakan dirinya untuk bertatapan lagi dengan dokter tampan itu.
__ADS_1
"Itu Hana datang.. Han.. Ayuk kesini, kenapa kamu berdiri disana sech?" Tegur Mama Hana yang melihat Hana berdiri melamun di ruang tengah.
Hana berjalan pelan menuju kesana dengan menundukkan kepalanya. Dan setelah sampai, Hana mengangkatkan kepalanya perlahan-lahan dan setelah itu matanya menangkap beberapa pasang mata yang tengah memperhatikannya.
Hana melihat kedua orang tua Andra yang tersenyum ramah kedirinya, Hana lalu membalas senyuman mereka dan lalu menyalami mereka berdua dengan bergantian. Dan ternyata Sherly juga ada. Ia duduk disebelah Andra. Saat Hana melihat kearahnya, Dia langsung membuang muka.
"Hana, bagaimana kabar kamu? Sehat kan?" Tanya Sarah, Mamanya Andra.
"Alhamdulillah, sehat tante.." Jawab Hana seraya tersenyum tipis. Kemudian Hana duduk disamping Mamanya. Tadi ia tidak sengaja melihat ke Andra yang juga memandangnya penuh arti. Pandagan mereka sempat beradu beberapa detik sampai akhirnya Hana mengalihkan pandangannya dari lelaki itu.
"Baiklah.. Seperti sudah kumpul semua. Lebih baik Kita mulai sekarang aja ya.." Kata Papa Andra membuka pembicaraan. Hana dibuat tambah bingung dengan perkataan Papa Andra barusan. Apa yang akan dimulai sekarang? Hana bertanya didalam hatinya.
"Tapi, sebelum itu.. Kami sekeluarga mau minta maaf dulu sama Hana secara langsung. Hana.. Tante minta maaf atas kesalahpahaman Andra ke kamu.. Bukannya Andra ingin meninggalkan kamu tapi karena perbuatan adiknya Sherly lah yang membuat dia jadi salah paham sama kamu. Dan.. Lily.. Kamu minta maaf sama kak Hana sekarang.." Kata Tante Sarah sambil melirik tajam ke anak gadisnya itu.
"Iya, Maaf kak Hana.. Ini semua salah aku. Aku benar-benar mintak maaf" Kata Sherly.
Hana yakin Sherly meminta maaf kepadanya bukan dari hati, ia pasti terpaksa melakukan itu karena desakan dari orang tuanya.
"Iya, Hana.. Aku juga mau mintak maaf sama kamu.." Dan kini Andra yang mengeluarkan suara. Hana langsung menoleh ke dia.
"Maaf.. karena aku sudah salah sangka sama kamu dan terlalu percaya dengan semua yang dituduhkan Lily ke kamu.." Lanjut Andra lagi dengan suara yang terdengar tulus.
"Aku harap kamu memaafkan Aku dan Lily. Aku.. Juga berharap, kamu mau balikkan sama aku lagi, Na.." Kata Andra dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Hana masih diam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Menerima maaf dari mereka berdua mungkin bisa ia lakukan. Tapi, dengan menerima Andra kembali..?? Apakah ia bisa? Sedangkan saat ini Hana tidak tahu bagaimana perasaannya dengan Andra, Apakah masih ada atau tidak? Yang jelas dihatinya saat ini sudah ada Asran. Kebersamaan dia dengan Asran beberapa hari belakangan ini mampu mengusir jauh ingatan dia tentang Andra. Tapi, saat ini hubungannya dengan Asran tengah diuji dengan ketidaksetujuan ibunya Asran. Jadi, sekarang bagaimana? Apa yang harus ia jawab? Hana dilanda kebingungan yang tiada tara.
"Hana.. Kamu jawab donk. Jangan diam aja.." Teguran oleh Mamanya itu membuat Hana tersadar dari gejolak batinnya yang kini melandanya.
Hana melihat Andra yang sejak tadi melihat kearahnya. Wajah tampan itu masih setia menunggu jawaban darinya dengan penuh harap.
"Hana.. Apakah kamu mau menerima aku lagi??" Andra kembali mengulang pertanyaannya dan kali ini dengan tatapan yang penuh arti ke Hana. Tatapan seoalah berharap Hana mengatakan iya. Hana tidak sanggup lama-lama ditatap seperti itu, hingga akhirnya Hana menunduk.
"Maaf.. Bisa Hana berbicara berdua dulu dengan Andra di luar sebenatar?" Hana meminta izin kepada kedua orang tuanya dan juga kepada kedua orang tua Andra.
Hana rasa dia memang harus berbicara dulu dengan Andra. Dia tidak bisa langsung saja mengambil keputusan.
"Gak masalah Hana, silahkan.." Ucap Papa Andra mempersilahkan.
"Tapi, jangan lama-lama Hana." Mamanya Hana melanjutkan. Hana hanya mengangguk.
Kemudian Hana berjalan keluar rumah yang diikuti oleh Andra dibelakangnya. Hana membawa Andra agak jauh dari sana yaitu disebuah pohon rindang yang ada didepan rumah Hana. Kebetulan disana ada sebuah kursi panjang. Lalu Hana duduk disana.
Andra yang ada dibelakang Hana langsung ikut duduk disamping Hana. Karena jarak Andra cuman beberapa senti dari dia lantas membuat Hana malah menggeserkan badannya sedikit menjauh dari Andra. Cukup lama juga mereka saling diam sampai akhirnya Andra mengeluarkan suara.
"Kamu gak mau maafkan aku ya, Na??" Tanya Andra seraya menyentuh lembut pundak Hana. Reflek saja Hana malah mengusir kasar tangan Andra yang menyentuhnya barusan dengan mata yang melotot.
Bersambung..
__ADS_1