
Akhirnya tibalah waktu dihari keberangkatan Hana kembali ke Kepulauan tempat ia bekerja. Pagi itu Hana diantar oleh Papa dan Mamanya ke pelabuhan menggunakan mobil.
"Jadi, Bagaimana Hana.. Kalian sudah bahas mengenai kapan pertunangan kalian kan??" Di tengah perjalanan, Mama Hana kembali bertanya mengenai pertanyaan yang sama dengan tempo hari.
"Belum Ma.." Jawab Hana singkat.
"Loh, kok belum..??Gimana sech Hana..! Kenapa belum dibahas juga, Jadi pertemuan kemaren membahas apa aja kalau ngak masalah tunangan.. Iih..kesal mama dengan kalian berdua ini.. sama-sama lelet.." Omel Mamanya yang membuat Papa Hana dan Juga Hana hanya bisa geleng-geleng kepala.
Mama Hana masih juga belum selesai mengomelin Hana. Tapi, Hana tidak begitu menyimak apa aja lanjutan omelan dari Mamanya. Pikiran Hana melayang saat terakhir bertemu dengan Andra kemaren sore di taman yang tidak begitu jauh dari rumahnya.
Awalnya Andra yang mau ketemu Hana dan datang kerumah. Tapi, Hana menolaknya dan memberi ide untuk ketemuan diluar rumah saja. Karena Hana malas sekali dengan kehebohan Mamanya yang baginya sungguh berlebihan. Yang ujung-ujung akan membuat Hana malu dihadapan Andra.
"Na.. Kamu.. ada yang mau disampaikan tidak ke aku sebelum berangkat besok?" Tanya Andra ketika itu.
Hana berfikir sejenak. Setelah itu menggelengkan kepalanya.
"Gak Ada ya.. Hhhmmm.. Berarti cuman aku aja ya yang ingin menyampaikan sesuatu ke kamu" Ucapnya.
Hana menoleh sesaat kearah Andra yang menatap lurus kedepan. Saat itu mereka sedang duduk di kursi panjang yang ada di taman itu.
"Emang mau menyampaikan apa?" Tanya Hana sedikit penasaran.
Kemudian Andra mengalihkan pandangannya kearah Hana yang masih menoleh kesamping, tanpa di pinta kedua pandangan mata mereka berduapun beradu.
Hana dapat merasakan sekali bagaimana desiran aneh tiba-tiba merasuki dirinya ketika pandangan mereka beradu. Hana buru-buru menunduk dan kemudian sedikit mengeserkan arah duduknya menjauhi Andra.
"Loh.. kok Jadi jauh-jauhan gini ya duduknya..?" Kata Andra sambil tersenyum geli melihat tingkah Hana yang salah tingkah.
__ADS_1
"Ee.. Gak usah dibahas, jadi.. mau menyampaikan apa? Sampaikan aja..!" Kata Hana berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Oke.. Begini Na, ini masalah tunangan yang dari kemaren selalu ditodong mama kamu.. Sebenarnya.. Aku tidak begitu mempermasalhkan apakah kita harus bertunangan dulu atau.. langsung menikah saja. Aku serahkan keputusan sama kamu Na, Kamu maunya bagaimana.. mau mengikuti kemauan mama kamu.. atau apa mungkin kamu punya kemauan lain?"
"Karena jujur aku masih butuh waktu sekitar 2 bulanan lagi lah untuk menyelesaikan segala urusan Administrasi kedokteran aku, setelah itu.. bebas... kita bisa bertunangan dulu atau.. bisa langsung menikah mungkin.. semua tergantung kamu Na.." Jelas Andra panjang lebar.
"Yang jelas.. dalam 2 bulan ini, aku.. menaruh kepercayaan penuh ke kamu Na.. Aku yakin kita sama-sama bisa menjaga hati kita meskipun saling jauhan.. Dan nantik.. jika aku jarang menghubungi kamu, jangan dipikir akunya cuek atau gimana-gimana ya.. harap maklum kesibukan mengurus ini itu terkadang membuat aku lupa, Tapi.. sebisa mungkin aku usahain untuk menghubungi atau sekedar Chat kamu ya.." Lanjut Andra ketika itu.
Beberapa saat kemudian, tidak terasa mereka sudah sampai di pelabuhan. Hana dikagetkan oleh Mamanya yang menyuruhnya untuk keluar dari mobil. Hana akhirnya tersadar dari pikirannya yang melalang buana.
"Hati-hati ya Sayang, kalau sudah sampai jangan lupa kabari mama ya.." Ucapnya Mamanya sambil memeluk Hana. Saat itu mereka sudah ada di dalan pelabuhan dan Hana sudah siap-siap akan masuk kedalam kapalnya.
"Iya Ma.. Pa, Ma.. Hana masuk dulu ya.."
Beberapa menit kemudian kapalpun berangkat. Hana sudah duduk di kursinya, didekat jendela. Kemudian Hana mengambil Hp dari dalam tas ranselnya. Ia membuka Whatsapp dan berharap ada chat dari Andra. Tapi, Nihil.. Andra tidak ada menghubunginya pagi ini.
Hana kembali menscroll kebawah chat yang masuk. Dan scrollnya pun berhenti kenama Asran.
'Kak Hana.. Lagi cuti ya? Kak berangkat ke Kota ya kak?'
Ternyata ada Wa masuk dari Asran tadi malam, tapi tidak terbaca oleh Hana karena ia sudah tidur.
'Iya, Asran.. tapi ini kak sudah mau pulang lagi. Sudah selsai cuti nya, ini kak lagi di kapal' Hana membalas Wa Asran.
Selang beberapa menit kemudian, Asran Membalasnya..
'Oh ya.. Kalau gitu nantik Asran jemput kakak di Pelabuhan ya..'. Tawarnya yang membuat Hana langsung tersentak.
__ADS_1
'Gak usah, Kak dijemput sama kak Ria'
'Kak bilang aja sama kak Ria gak usah jemput kakak. Jadi biar Asran aja yang jemput kak.. Ya..ya..Ya..' Balasnya lagi dengan agak mendesak.
'Kak gak mau merepotkan kamu Asran, terimakasih sebelumnya.. Tapi, Kak sama kak Ria aja..'. Tolak Hana dengan halus.
Tapi, Bukan Asran namanya kalau tidak terus-terusan mendesak Hana.
'Gak merepotkan kok kak... Lagi pula sudah lama juga kita gak ketemu kan kak... Boleh lah ya Asran yang jemput kakak?'
Hana tidak membalas chat terakhir Asran tersebut. Ia seakan kehabisan akal dalam menghadapi sikap Asran yang terkadang sangat suka memaksa dirinya. Tapi, entah mengapa Hana selalu merasa tidak enak hati jikalau terlalu lama mendiamkan WA dari Asran.
'Lain kali aja ya Asran kita ketemuannya...' Akhirnya Hana membalasnya lagi..
'Tapi, Asran maunya sekarang ini kak..Pliss...'
Hana menarik nafas panjang berkali-kali. Tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menolak tawaran Asran yang hendak menjemput dirinya.
Apa yang bakalan dikatakannya kepada Kak Ria kalau tiba-tiba dia bilang tidak usah menjemput dirinya? Pasti Kak Ria akan curiga. Dan tidak terbayangkan oleh Hana bagaimana nantik kalau kak Ria malah melihat dirinya diantar sama Asran sampai didepan kosannya. Kak Ria pasti marah besar melihat Hana masih berhubungan dengan Asran, selepas dari kejadian rekaman suara Asran yang mereka dengar waktu itu.
Tambah lagi Hana merasa dilema saat terniang kata-kata Andra mengenai kepercayaan.
'Aku..menaruh kepercayaan penuh ke kamu Na.. Aku yakin kita sama-sama bisa menjaga hati kita meskipun saling jauhan..'
Kata-kata Andra itu seakan menyadarkan Hana. Bahwa separuh hatinya saat ini sudah milik Dokter itu. Makanya, Hana merasa Takut.. Dia tidak bisa menjamin.. apakah ia akan bisa menjaga kepercayaan dan hatinya sepenuhnya untuk Andra.. apabila ia berada didekat Asran nantiknya, yang jelas-jelas.. lelaki yang usianya jauh dibawah Hana itu pernah menaruh harapan yang sama ke dirinya..
Bersambung..
__ADS_1