
Alarm hp membangunkan Hana dari tidurnya yang lelap. Rasa kantuk masih terasa, akan tetapi dia tetap memaksakan badannya untuk bangun dan melaksanakan kewajiban sholat subuhnya.
Selesai sholat Hana tak melanjutkan lagi tidurnya, ia rebahan diatas kasur sambil memeriksa chat masuk ke Hpnya.
‘Kak, Sore nantik kami Tim bayangkara tanding lagi di desa seberang… kak nonton ya…’
Ternyata ada WA Asran yang masuk malam tadi, Hana tak membacanya karena tadi malam ia tidur lebih awal.
‘Maaf ASran, hari ini kak ada jadwal Vaksin kedesa… kemungkinan sampai sore…’
Tolak Hana halus merasa tidak enak, karena sebenarnya ada terbesit keinginan dihati Hana untuk menonton Asran bertanding.
‘Oo.. Gitu ya ka, padahal Asran berharap kak datang… biar bisa jadi penyemangat, hehe…’
Kata Asran yang mampu membuat Hana jadi senyum-senyum sendiri pagi itu.
‘Maaf ya, tapi kak doain semoga menang… dan nantik kalau menang dan masuk ke babak selanjutnya, kak janji kak sempatkan nonton dech….’ Janji Hana.
‘Benar ya kak…. Asran berharap sekali ni…’
‘InshaAllah….’
Hana menyudahi chatannya pagi itu dan langsung bersiap-siap untuk kerja. Begitu juga dengan Asran yang memang jadwalnya selalu pagi, tidak ada jadwal malam karena dia bertugas dibagian Administrasi di Polres.
Setelah Hana siap dan rapi dengan seragam kerjanya, lalu dia mengeluarkan motornya yang berada didalam ruang tamu menuju keteras kosannya. Diteras Kosannya, Hana melihat kak Ria didepan rumahnya yang sedang mennyirami bunga.
“Rajinnya kakak ku ini….” Sapa Hana. Mendengar sapaan dari Hana, Kak Ria menoleh ke Hana dan berhenti mengerjakan rutinitasnya tersebut.
“Hai Han, dah mau berangkat ya? Kok pagi amat…” Tanya kak Ria
“Belum kok kak, Sekitar 5-10 menit lagi lah kak, ini mau panaskan motor dulu…” Jawab Hana.
“Oo.. Oiya, nantik sore ikut kakak yuk… Ada buka event voly lagi ne di seberang…” ajak Kak Ria.
“Hari ini pembukaannya, dan tau tidak siapa yang main di pembukaan ini?”
“Siapa kak?” Hana bertanya. Pura-pura tidak tahu, padahal Asran sudah duluan memberitahu dirinya malam tadi. Tapi, karena Hana belum cerita ke Kak Ria mengenai hubungan pertemanan mereka lewat ‘chat Wa’, jadi Hana bersikap seolah-olah tidak tahu.
“Bayangkara Hana…Tim Andalan. Dan.. sekalian kak mau kenalin kamu dengan salah satu dari mereka…”
Hana mengerutkan keningnya tanda bingung dengan perkataan kak Ria barusan.
“Maksudnya kak? Mau kenalin Hana dengan siapa emangnya?”
“Ada Dech… hahaha…” Jawab Kak Ria sambil tertawa melihat Wajah Hana yang diselimuti rasa penasaran.
__ADS_1
“Tapi, Hari ini Jadwal Hana vaksin kak…Sampai sore kemungkinan”
“Owalah… sayang sekali… ya sudah kalau gitu tunggu jadwal tanding selanjutnya aja lagi…” Tutur Kak Ria.
“Iya ka, T-tapi… tadi maksudnya gimana ya kak, kak mau ngenalin Hana sama siapa emangnya?”
Hana bertanya lagi yang kini dengan rasa penasaran yang lebih. Dalam hati Hana terpikir Asran, apakah Asran yang dimaksud kak Ria.
“Ya besok waktu disana aja kak kasih taunya, kalau kasih tau sekarang ngak surprise lagi namanya… hahah” Ucap Kak Ria masih sambil ketawa-ketawa tak jelas yang membuat Hana semakin penasaran.
Hana tidak lagi bertanya ke Kak Ria, karena percuma saja Hana tau betul sifat kak Ria, kalau dia bilang tidak pasti tidak akan diberitahunya. Hana hanya bisa menduga-duga dalam hati. Apakah Asran? atau mungkin.. entahlah Hana cuman berharap orang yang dimaksud kak Ria adalah Asran.
Hana menyudahi perbincangan singkat dengan Kak Ria pagi itu, Hana lalu pamit dan berangkat ke tempat kerjanya.
Sesampainya di Puskesmas, Hana tak langsung ke Ruangannya. Karena Hari ini dia akan turun kedesa untuk Vaksin, maka Hana menuju ke ruangan belakang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawanya ke desa. Dibelakang sudah ada Tika yang membantunya.
“Dokternya siapa yang ikut ya Tika?” Tanya Hana ke Tika.
“Kalau sesuai jadwal Dokter Andra kak, tapi… entah kenapa malah di ganti dengan dokter Valen…” Ucap Tika. Hana yang lagi sibuk menyiapkan alat-alat berhenti sejenak mendengar penuturan Tika barusan.
“Dan yang anehnya…. Dokter Andra mintak digantikan Dokter Valen setelah tau kak Hana yang turun hari ini…” Lanjut Tika lagi yang membuat Hana sedikit tersentak. Kenapa dengan dirinya memangnya? Bukannya baru kemaren dia….
“Baguslah kalau gitu…” Ucap Hana Datar. Kendati bibirnya berkata seperti itu, tak dipungkiri hatinya bertanya-tanya juga, ada apa dengan Dokter bawel itu? Biasanya dia selalu mencari celah untuk mendekati Hana? tapi hari ini kenapa dia malah menghindar?
***
Saat Adzan Maghrib berkumandang, Hana baru sampai rumahnya. Hari ini sungguh melelahkan, meskipun desanya tak begitu jauh tapi Karena ramainya masyarakat yang datang jadi mereka agak kewalahan juga. Selesai Mandi dan sholat, Hana langsung merebahkan badannya kekasurnya. Sungguh nyaman setelah seharian sibuk dengan rutinitasnya dan akhirnya dia bisa menikmati baring dikasurnya yang empuk.
Sesaat kemudian, ada notifikasi WA masuk ke hpnya. WA dari Asran.
‘Alhamdulillah… kak Hana, kami menang hari ini. Dengan score 3-0… Lusa kami main lagi, kak harus datang ya… kan tadi sudah janji…’ Kata Asran yang langsung menagih janjinya ke Hana.
Hana tersenyum manis membaca WA dari Asran itu, dan entah kenapa saat WA Asran masuk seketika membuat rasa lelahnya menjadi agak berkurang.
‘Oke.. lusa kak sempatkan, kak pergi sama kak Ria…’
Dan setelah itu, mereka saling balas-balasan WA. Beberapa saat kemudian, terdengar suara orang yang memanggil Hana dari luar Kosannya.
Hana bergegas kearah depan dan membuka pintu, ia mendapati Kak Ria sudah berdiri didepan pintu kosannya dengan wajah yang tegang.
“Hai Kak, ayo masuk….” Kata Hana menawarkan Kak Ria masuk kedalam.
__ADS_1
“Diteras aja lah Han,” Ucap Ria setelah itu duduk di bangku teras kosan Hana.
“Ada apa kak? Kok wajah kakak lain gitu?” Tanya Hana.
“Kak, mau Tanya… kamu lagi dekat dengan yang namanya Asran ya? Salah satu pemain di Bayangkara… kalian sering WA-an, benar kah ituu?” Kak Ria langsung menyerbu Hana dengan pertanyaan tersebut.
Hana mengigit bibir bagian bawahnya, tangannya tampak meremas bagian bawah bajunya saat melihat pandangan kak Ria yang tak seperti biasanya.
“Iya kak…” Jawab Hana dengan jujur.
Kak Ria menghela nafas panjang sambil menutup wajahnya dengan sebagian tangannya. Hana semakin bingung dengan ekspresi wajah kak Ria malam itu.
“Mulai hari ini.. kamu jangan mau lagi ngelayani chatnya dia… Kamu blokir aja dia” Ujar kak Ria dengan nada suara yang mulai meninggi.
Hana benar-benar kaget mendengar ucapan kak Ria barusan. Secara tiba-tiba saja dia menyuruh Hana untuk memblokir Asran dari pertemanna WAnya, tapi kenapa?
“K-Kenapa emangnya kak?” Tanya Hana dengan suara agak bergetar.
Kak Ria tidak langsung menjawab pertanyaan dari Hana, ia mengambil Hp yang ada dalam sakunya kemudian ia tampak sedang membuka sesuatu dari Hpnya.
“Ini kamu dengar sendiri rekaman ini….” Katanya sambil memberikan Hpnya ke Hana. Hana mengambil Hp kak Ria dengan ragu-ragu. Setelah Hp tersebut ada ditangannya, Hana langsung menekan tombol mulai pada rekaman di Hp kak Ria itu.
‘Aku iseng aja awalanya, cari-cari sensasi gimana rasanya dekat dengan cewek yang lebih tua, hahaha….’
‘Seperti mencari tantangan baru aja, Ya seperti ibarat kata mencoba hal-hal baru yang belum pernah di jelajahi… rencananya mau coba aku pacarin dianya… hahahaha…’
Mendengar rekaman itu membuat tangan Hana yang memegang Hp kak Ria seakan bergetar.
Tapi dia mencoba berfikiran positif dan membuang jauh-jauh pikiran negatif yang mulai merasuki pikirannya. Karena dia belum tau itu suara siapa?
“Lanjut lagi yang dibawahnya Han…” Suruh kak Ria yang melihat Hana tidak membuka rekaman yang kedua.
‘Jadi, apa rencana kau Asran? Kalau aku lihat dari WAnya dia, perhatian kali dia sama kau… suka dia nampaknya ne sama kau…’
‘Seperti yang aku bilang tadi, aku cuman mau coba-coba aja, mencari sensasi… mana mungkin aku mau dengan cewek yang lebih tua, tidak level.. Parah, parah…Hahahaha…’
‘Jadi kau mau main-main aja gitu… jahat juga kau ya.. hahaha… kasihan juga kakak itu… kalau dia tau bagaimana??’
‘Ya jangan sampai tau lah…. Palingan kalau aku dah bosan aku cuek kan lagi WAnya seperti awal-awal dulu… hahaha… jahat aku ya… hahahha’
Dan Saat ini bukan tangannya saja yang bergetar. Hampir seluruh badannya Hana juga ikut bergetar. Kakinya seakan tak kuat menopang badannya yang mulai goyang. Hatinya terasa ngilu dan perih mendengar rekaman suara 2 orang yang ia yakini salah satu dari mereka adalah Asran.
Hana mencoba mengendalikan dirinya, meskipun dia tahu hatinya mulai terluka. Tapi dia tak ingin menampakkan luka itu dihadapan kak Ria.
“Maaf kak ngasih tau kamu, tapi kalau ngak kak kasih tau akan lebih parah lagi. Mulai malam ini kamu blokir aja dia… dia bukan cowok yang baik Han, pikirannya belum dewasa… masih kekanak-kanakan… yang ingin mencoba-coba sesuatu tanpa berpikir efeknya terhadap perasaan orang..” Ucap Kak Ria yang tampak menahan amarahnya.
__ADS_1
Hana menundukkan kepalanya. Ia seakan menahan air matanya yang sudah mulai tergenang dipelupuk matanya. Dia tak pernah menyangka, cowok berwajah lembut dan tampak seperti seseorang yang baik itu ternyata tak seperti penampilannya, sangat jauh sekali dengan yang Hana pikirkan. Hati Hana sungguh terluka dan sakit…
Bersambung..