Reminiscent

Reminiscent
PERTEMUAN


__ADS_3

Hana mengintip dari balik kaca dalam rumahnya dan mendapati Asran masih duduk diteras. Sudah lebih satu jam Asran yang Hana anggap keras kepala itu menunggunya diluar.


Hana yang sudah mandi dan berganti pakaian, akhirnya keluar juga.


"Mau sampai kapan kamu disni, Asran? Sudah mau maghrib ini, Kamu gak pulang?" Tanya Hana yang sudah keluar dari kosnya. Melihat Hana datang Asran langsung tersenyum girang.


"Syukurlah kak Hana keluar juga.." Kata Asran penuh rasa syukur.


"Sudah mau gelap ne Asran, Ngak enak dilihatin dengan tetangga. Kak ngak biasa nerima tamu sampai malam-malam, apalagi laki-laki. Gak pernah sama sekali.." Kata Hana.


"Oke, Asran Pulang. Tapi..."


"Apa? pasti mintak yang aneh-aneh lagi ni.." Tebak Hana yang sudah hapal dengan kelakuan Asran.


"Asran mau tetap berteman baik dengan kak Hana. Cuman itu aja, Gak mintak aneh-aneh kok kak."


"Ya.. Iya.. Teman.. Ya udah kita tetap temanan.." Jawab Hana dengan kesal.


"Kalau memang teman, nomor Asran jangan di blokir lagi donk kak. Buka lah blokirannya, Pliss.. Kak Hana yang baik hatii.." Bujuk Asran.


Hana menarik nafas panjang sambil mengurut-urut dadanya.


"Oke. Nanti kak buka."


"Alhamdulillah.."


"Ya sudah pulang sana.."


"Iya kakak.. "


"Oiya, Masalah bingkisan yang kamu kasih ke kakak kemaren.. Sebenarnya kamu Gak perlu repot-repot kasih kak hadiah, Apalagi hadiah mahal seperti jam itu.. Kak gak enak nerimanya.. Atau kak balikkan aja lagi ya.." Ujar Hana.


"Jangan donk kak, Asran ikhlas kok kak. Anggap saja sebagai tanda permintaan maaf Asran karena sudah banyak kali buat kak Hana kecewa.."


"Ooh.. Oke, Terimakasih ya.. Meskipun sebenarnya kak merasa gak pantas menerimanya.. Lebih baik kamu kasih ke Sherly aja.." Kata Hana. Mendengar nama Sherly disebut, Wajah Asran langsung berubah.


"Jangan bawa-bawa nama dia kak. Asran gak suka." Ucap Asran. Hana hanya manggut-manggut.


Beberapa menit kemudian akhirnya Asran pun pamit pulang. Hana melihat kepergian Asran sampai lelaki itu benar-benar hilang dari pandangannya. Setelah itu, barulah ia masuk kedalam kosnya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya..


Hari ini Andra janji akan menjemput Hana setelah maghrib. Andra telah mengatur waktu yang tepat agar Hana bisa bertemu dengan adiknya, Lily.


Selesai Sholat Maghrib, Hana langsung bersiap-siap. Ia memakai Gamis motif bunga berwarna biru, pink dan merah dan dipadukan dengan kerudung polos berwarna biru muda. Setelah itu, Hana berdiri di depan kaca dan melihat dirinya yang terlihat begitu anggun dengan balutan gamis tersebut.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara Andra mengucapkan salam dari luar. Hana langsung bergegas kedepan untuk membukakan pintu.


"Wa'alaikumusalam.." Jawab Hana.


Andra yang sudah berdiri didepan pintu langsung tertegun beberapa saat ketika melihat Hana dengan penampilannya itu.


"MasyaAllah.. Kamu beda sekali hari ini, Na?" Tanya Andra yang merasa terpesona.


"Kenapa? Aneh ya?" Tiba-tiba Hana merasa salah tingkah dan langsung memegang wajah dan kemudian bajunya secara bergantian.


"Kok aneh? Malahan aku lihat sangat Indah di pandang mata.." Kata Andra sambil tersenyum lebar dan memandang Hana dengan pandangan penuh arti. Hana yang dipandang seperti itu langsung memalingkan wajahnya.


"Aku kirain ada yang aneh tadi.." Ujar Hana.


"Biasa aja kok, Ndra.." Jawab Hana seadanya.


"Itu Menurut kamu, menurut aku tidak.. Makanya aku selalu merasa beruntung karena sudah mendapatkan hati kamu.." Ucap Andra lagi yang membuat Hana semakin melayang akan pujian nya tersebut.


"Sudah dech.. Di puji-puji terus, kapan berangkatnya ne kita?" Kata Hana mengalihkan pembicaraan. Andra hanya tertawa.


Setelah itu, merekapun berangkat menuju ke kafe . Disana sudah ada Lily yang menunggu mereka.


"Jadi Lily sudah di kafe ya, Ndra?" Tanya Hana dipertengahan jalan.


"Iya.. Lily kan nginap dihotel yang ada didepan Kafe itu, Na."


"Oh Gitu.. Oya, terus bagaimana masalah Lily dengan cowoknya itu?" Tanya Hana lagi.


"Mereka sudah selesai, Na.."


"Selsai? Maksudnya?"

__ADS_1


"Iya, Selesai. Hubungan mereka putus." Jawab Andra. Hana menangkap jelas rasa kekecewaan dari nada bicaranya Andra.


"Kenapa putus, Ndra?" Tanya Hana penasaran.


"Cowoknya yang memutuskan hubungan mereka, Na. Cowoknya itu.. diam-diam menjalani hubungan dengan wanita lain. Padahal selama 7 tahun mereka berpacaran, Lily selalu setia dan sekalipun tidak pernah mengkhianati dia. Aku tahu betul bagaimana Lily yang begitu sayang dengan cowok itu.." Jelas Andra.


"Jadi, dia selingkuhin Lily ya? Teganya.." Lirih Hana dengan nada prihatin.


"Karena itu.. Semalam aku sudah nasihati Lily. Aku bilang dengan dia, Jangan mau terlihat bodoh didepan cowok. Meskipun sakit, kecewa dan sedih.. Tapi, Jangan sampai nekat melakukan hal yang mungkin saja bisa membahayakan dirinya sendiri. Untung saja Lily masih bisa aku kendalikan, Na. Kalau tidak entah apa yang akan dia lakukan.." Jelas Andra panjang lebar.


"Aku punya dua orang adik, Na. Aku anak pertama dan Lily anak bungsu dan juga ia satu-satunya perempuan. Lily sangat dekat dengan aku. Dia anaknya manja, ceria dan pintar. Sekarang dia masih kuliah semester 5 jurusan sastra." Cerita Andra tentang Lily.


"Mudah-mudahan nantik kalian cocok ya dan bisa cepat akrab satu sama yang lain ya.." Kata Andra penuh harap.


"Iya, mudah-mudahan, Ndra. Oya, cowoknya si Lily memang orang sini ya?" Tanya Hana yang entah kenapa tiba-tiba ingin tahu tentang cowoknya Lily tersebut


"Bukan asli sini, cuman kerjanya aja disini. Cowoknya itu polisi.. Kerja di Polres, Na." Ujar Andra. Mendengar kata Polisi dan Polres membuat Hana jadi teringat Asran.


'Satu tempat kerja donk sama Asran, Apa Asran kenal ya sama cowonya Lily?' Hana membatin.


"Sebenarnya aku pengen ketemu juga dengan tu anak, mintak penjelasan.. Tapi, setelah aku pikir-pikir, Ngak ada gunanya juga. Entar ujung-ujung kelahi pulak.."


"Karena percuma saja minta penjelasan dengan orang yang sudah tidak setia, Na. Bagi aku.. didalam hubungan itu, Kesetiaan dan kejujuran itiu nomor satu.. Kalau itu saja dia tidak bisa jaga, hubungan tidak akan berjalan dengan baik lagi, mendingan pisah dan jalani hidup masing-masing.." Lanjut Andra lagi.


Entah kenapa, Mendengar penuturan Andra yang terakhir itu membuat hati Hana terasa ngilu.


Lebih kurang 15 menit perjalanan dari rumah Hana ke Kafe yang akhirnya mereka sampai juga.


Hana dan Andra berjalan beriringan masuk ke kafe. Didalam kafe belum begitu ramai, hanya ada beberapa orang. Kemudian, Andra menarik tangan Hana untuk menuju ke meja bagian belakang. Disana sudah ada seorang wanita berambut sebahu dan berbaju merah sedang duduk membelakangi Hana dan Andra.


"Itu Lily.." Tunjuk Andra ke wanita tersebut.


"Li.. Sudah lama datangnya?" Tanya Andra ke wanita itu setelah berada tepat dibelakangnya.


Mendengar suara Andra, Wanita bernama Lily itu langsung membalikkan badannya.


Dan.. Betapa terkejutnya Hana ketika melihat wajah Lily yang tidak begitu asing baginya. Wajah itu.. baru-baru ini.. YA Allah.. Lily itu.. Ternyata Sherly? Teriak Hana didalam hatinya. Hana hanya bisa menelan Salivanya yang terasa sangat pahit..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2