
Setelah Andra menyelesaikan segala urusannya di Puskesmas, lalu ia bermaksud untuk mencari Hana keruangannya. Sesampainya disana, Andra mendapati Hana sedang melayani pasien ibu hamil. Andra lalu mengurungkan diri untuk bertemu Hana. Hanapun sepertinya tidak sadar bahwa ada Andra yang melihatnya didepan pintu.
[Sayang, aku tunggu dikantin ya.. Aku lihat kamu masih ada pasien tadi..]
Andra mengirim pesan singkat tersebut ke Hana.
Tidak menunggu lama akhirnya Hana selesai juga dan lalu menyusul Andra ke kantin.
Ketika Hana sudah sampai di teras Puskesmas, Tiba-tiba sepasang matanya menangkap sosok yang ia kenal tengah duduk di atas motor di sebuah pohon besar yang ada diujung persimpangan jalan menuju Puskesmas.
Hana menghembuskan nafasnya dengan kesal Setelah ia yakin bahwa lelaki yang dibawah pohon besar yang sedang melihat kearahnya itu adalah Asran.
Namun, Hana pura-pura tidak melihat kearah Asran dan langsung berjalan menuju kantin. Disana sudah ada Andra yang menunggunya untuk pulang bersama-sama.
Dalam hati Hana, ada juga terbesit rasa was-was melihat Asran ada disana. Hana berharap Asran tidak berbuat sesuatu hal yang nekat ataupun hal lainnya.
"Hana, mau langsung pulang atau mau pesan minuman dulu?" Andra bertanya kepada Hana yang sedang sibuk melirik ke luar kantin.
"Ee.. Langsung pulang aja Dech.." Jawab Hana.
"Oke, Yuk pulang.." Ucap Andra lalu mereka berjalan berbarengan menuju motor Andra.
"Kamu lagi lihat apa sech, Na?" Tegur Andra yang sejak tadi melihat Hana celingak celinguk.
"Ngak.. Ngak lihat apa-apa kok.." Jawab Hana yang tanpa sengaja sudah berbohong terhadap Andra, padahal Hana sedang memastikan apakah Asran masih ada disana. Dan ternyata masih ada.
"Oke kalau begitu, yuk naik.." Ucap Andra. Hana lalu naik keatas motornya Andra.
Andra membawa motornya dengan pelan, dan ketika sampai didekat pohon besar itu, Hana melihat Asran yang juga memandang dirinya. Dan detik kemudian, Hana mendapati Asran malah mengikuti dirinya dan Andra. Kini motor Asran tepat dibelakang mereka.
Perasaan Hana mulai tidak enak. Hal burukpun terlintas dipikirannya. Bagaimana jika tiba-tiba Asran nekat mencegat mereka? Apa yang akan dikatakannya kepada Andra tentang Asran? Bagaimana respon Andra? Apakah dia akan marah?
Hana semakin gelisah, apalagi saat mendapati Asran sudah makin dekat dengannya. Hampir Tepat disampingnya.
"Na, perasaan motor yang dibelakang ini ngikutin kita terus lah sejak tadi.." Ucap Andra yang melihat kebelakang dari kaca spion motornya. Saat itu Andra menggunakan helm yang berkaca gelap jadi orang tidak dapat melihat wajahnya dari luar.
"Mungkin kebetulan aja tujuannya sama dengan kita, Ndra.." Jawab Hana setelah itu menggigit bibir bagian bawahnya.
__ADS_1
"Mungkin kali ya, Tapi.. aneh aja.. padahal aku sengaja bawa motornya pelan, supaya dia bisa motong. Tapi, dia tetap aja dibelakang kita. Kenapa gak duluan aja gitu ya.." Ujar Andra.
Hana bingung harus menjawab apa. Hana hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Andra barusan.
"Oiya Ndra, Bagaimana dengan Lili? Apa kamu sudah berhasil membujuknya untuk pulang?" Tanya Hana berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah.. Berhasil Na, nantik Lili pulang bareng sama aku.."
"Syukurlah.. Senang aku dengarnya."
"Besok aku kenalkan kamu dengan Lili ya? Pulang Puskesmas aku jemput kamu, kita ketemuan sama Lili di luar aja.."
"Oke Ndra, Siap.." Jawab Hana sambil tersenyum. Namun, senyumnya hilang seketika saat motor Asran kini sudah tepat disebelahnya. Sangat dekat. Hanya berjarak beberapa centi saja. Dalam Hati Hana berteriak. Asran.. Mau kamu apa sech?
"Hana, kamu kenal dengan lelaki disebelah ini?" Andra bertanya agak berbisik ke Hana. Karena dia merasa terganggu akan kehadiran Asran sejak tadi.
"Ee..Ngak, Ndra. Ngak kenal." Jawab Hana dengan memijit mijit keningnya. Kepalanya menjadi sakit melihat tingkah Asran yang aneh dan kekanak-kanakan ini.
"Orang iseng aja mungkin ya. Ya sudah, aku ngebut ya... Kamu pegangan yang erat..."
Hana menuruti kata-kata Andra dan memegang pinggang Andra dengan kedua tangannya. Lalu Andra menggas motornya dengan kencang, meninggalkan Asran agak jauh dibelakang.
Sesampainya di kosan Hana..
"Mau mampir dulu gak, Ndra? Kalu iya aku bikinin minuman.. Kamu duduk dulu diteras.."
"Ngak usah Na, aku sudah ada janji sama teman dokter yang lain.. Ada sesuatu yang mau dibahas.." Tolak Andra dengan halus.
"Oohh.. Ya sudah jadi kamu mau langsung pergi nich?"
"Iya, besok sore aku jemput kamu ya untuk ketemuan sama Lili"
"Oke.. Kamu hati-hati ya dijalan.."
"Siap Hana sayang.."
Lalu Andra pergi dan kemudian Hanapun masuk kedalam rumahnya. Baru saja Hana masuk dan melangkah ke kamarnya, tiba-tiba bunyi klakson motor terdengar dari luar. Hana kembali bergegas menuju keluar.
__ADS_1
"Iya, Ndra? Ada yang terlupa ya?" Tanya Hana yang mengira bunyi klakson motor itu adalah milik Andra.
"Ini Asran Kak..." Ujar Asran sedikit berteriak.
Hana sungguh kaget melihat Asran yang sudah ada di depan kosnya. Asran langsung turun dari motor dan masuk ke halaman rumah Hana.
"Ngapain kamu kesini, Asran?" Tanya Hana dengan gusar.
"Kenapa kak? Ngak boleh Asran main kesini emangnya? Lelaki yang tadi itu boleh pulak.." Jawab Asran yang langsung duduk di kursi teras Hana.
"Kamu ini ya... Terus tadi itu maksudnya apa? Kenapa ikutin kami dari belakang? Mau kamu ini sebenarnya apa sech, Asran? Kak benar-benar Ngak paham lah dengan pola pikir kamu itu." Ucap Hana masih dengan nada kesal.
"Jangankan kakak. Asran sendiripun juga ngak paham dengan apa yang Asran perbuat." Katanya dengan tersenyum tipis.
Hana terdiam. Seperti kehabisan kata-kata dirinya jika berhadapan dengan Asran.
"Ya sudah, kak mau istirahat. Lebih baik kamu pulang aja ya, maaf.." Kata Hana.
"Jadi kak Hana ngusir Asran?" Tanya Asran.
"Iya, anggap aja begitu.." Jawab Hana dengan cepat.
"Kalo Asran ngak mau pergi, bagaimana?"
"Ya.. Terserah kamu, Yang jelas kakak tetap masuk dan ngak bakalan keluar nemuin kamu." Tegas Hana.
"Memang kak Hana setega itu? Gak percaya Asran, palingan cuman di mulut saja tapi dihati Kak Hana gak akan tega kan biarkan Asran sendiri diluar?" Tebak Asran lagi-lagi dengan tersenyum girang.
"Terserah apa kata kamu lah.." Kata Hana akhirnya kemudian masuk kedalam kosnya meninggalkan Asran sendirian di teras.
"Asran mau ngobrol sebentar Kak. Asran tetap tunggu kak Hana diluar ya.." Teriak Asran. Hana tidak menghiraukannya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..