Reminiscent

Reminiscent
KENYAMANAN


__ADS_3

"Kamu yakin Asran? Padahal niat kakak cuman mau ngetes kamu doank Lo." Kata Hana setelah itu tersenyum dengan lebarnya.


"Hhmm... Kak Hana pakai ngetes Asran segala! Ngapain kak? Dari dulu lagi kak, Asran sudah bilang kalau ingin serius dengan kak Hana. Dan.. Asran rasa memang sudah saatnya kak.." Kata Asran dengan yakin.


"Benarkah?? Kamu sudah siap nikah memangnya? Umur kamu kan masih muda sekali Asran.." Pancing Hana lagi mncoba menggoyahkan keyakinan dan keseriusan Asran.


"Yup. Yakin kak. Sudah matanglah kak, seusia Asran ini untuk menikah. Sekarang ini... sudah jalan 25 tahun usia Asran, Ya.. Pas lah itu.." Katanya.


"Jadi bagaimana ? Kapan kita berangkat kak?" Tanya Asran yang membuat Hana langsung membesarkan matanya.


"Berangkat kemana?" Hana bertanya dengan bingung.


"Ya berangkat.. Kerumah orang tua kakak. Asran juga bawa orang tua Asran, biar sekalian langsung lamaran." Ujarnya dengan sungguh-sungguh.


"Apa?? Lamaran?? Kok jadi serius gini ya." Kata Hana yang jadi salah tingkah.


"Minggu depan gimana kak?" Usul Asran.


"Ha? Minggu depan..? Kok kamu buru-buru sekali.." Kata Hana semakin terlihat panik.


"Kak Hana ni lucu sekali lah, bukannya kak yang bilang tadi? cepat atau lambat mama kak Hana bakalan menagih janji yang terlanjur kak ucapkan itu kan? Jadi ya bagusnya minggu depan kita berangkat dan saling mengenalkan dengan orang tua masing-masing. Gimana kak?" Tanya Asran dengan menaikkan kedua alisnya sebagai tanda minta jawaban persetujuan dari Hana.


"Aduuhh.. Kak belum bisa jawab, Asran. Maaf kak masih belum yakin.." Kata Hana lalu menundukkan kepalanya. Salah dia juga yang sudah memancing Asran dengan mengajak menikah segala tadi.


"Gak yakin bagaimana kak? Kak Hana belum yakin sama Asran ya? Harus bagaimana lagi Asran kak, supaya timbul keyakinan itu dihati kakak terhadap Asran?"


"Kak Ngak tau Asran!" Jawab Hana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kak.." Panggil Asran seraya menyentuh lembut tangan Hana. Hana yang tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya.


"Lihat ke Asran sini kak.." Pinta Asran dan Hana langsung menurutinya dan melihat kearah Asran.


"Kak tatap mata Asran, kak. Apakah kak Hana gak bisa melihat akan ketulusan, keseriusan dan juga keyakinan dari mata Asran ini? Bahwa Asran benar-benar menyayangi kak Hana, Asran ingin menjalin hubungan serius dengan Kak Hana. Bahkan ingin menikahi kak Hana!" Jelas Asran kemudian memegang kedua tangan Hana dan meletakkan tangan Hana tersebut di dadanya.


"Coba kak rasakan getaran di dada Asran ini kak. Coba kak resapi. Apakah ada lagi yang membuat kak Hana ragu dengan Asran kak??" Asran terus - terus bertanya namun Hana masih bungkam.


"Kak.....??" Asran kembali memanggil Hana seraya menatap erat kedua bola matanya Hana. Karena tidak tahan ditatap seperti itu, maka Hana putuskan untuk mengeluarkan suara dengan sebelumnya menarik nafasnya dengan panjang.


"Ya.. Kak Tau, kak bisa rasakan apa yang kamu rasakan Asran. Dan.. Kakak pun juga begitu sebenarnya, Tapi.. kak masih belum yakin saja dengan diri kak sendiri. kak takut saja suatu saat nanti malah mengecewakan kamu atau sebaliknya. Kak yang kecewa sama kamu. Kamu paham kan maksud kakak??"


"Apakah karena kita beda usia kak? Karena usia kak Hana yang lebih tua dari Asran? Benar begitu maksud kak Hana kan??" Tebak Asran yang menangkap maksud dari perkataan Hana barusan.


"Ya. Bisa dikatakan demikian." Jawab Hana.


"Gak ngefek sedikitpun bagi Asran kak. Banyak kok diluaran sana orang menikah beda usia. Tapi, pernikahan mereka aman-aman saja. Cinta itu gak mengenal usia kak. Dan Usiapun seharusnya gak Boleh menjadi penghalang dalam hubungan seseorang kak" Tutur Asran.


"Oke, Asran. Minggu depan kita berangkat!" Putus Hana akhirnya yang disambut dengan rasa syukur yang mendalam dari Asran.


Setelah itu, karena sudah mau jam 9 malam maka Hana mengajak Asran untuk pulang. Diperjalanan pulang, Hana yang berada dibelakang Asran masih saja merasakan sebuah getaran aneh yang menjalari setiap inchi tubuhnya. Hana tidak tau getaran apa ini.


"Kak.. Pegangan lagi ya.." Ucap Asran kemudian meraih tangan Hana dan meletakkannya di pinggangnya. Hana hanya pasrah dan diam saja saat Asran berbuat demikian.


"Tangannya yang satu lagi donk kak" Kata Asran dan kemudian Hana langsung saja menyerahkan tangan sebelah kirinya ke Asran.


"Nah.. Seperti ini kan lebih enak kak.." Kata Asran dengan tertawa kecil. Sedangkan Hana.. Hanya diam membisu.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai didepan rumah Hana, Hana sedikit kecewa karena mengapa begitu cepat mereka sampai dirumahnya. Padahal Hana sedang ingin menikmati berada dibelakang punggung Asran dengan kedua tangannya yang disentuh lembut oleh lelaki itu dari depan.


Entah karena terbawa suasana atau entah Hana yang merasa nyaman, Hana malah meletakkan bagian kepalanya di punggung Asran, dan dengan sekali-sekali ia memejamkan matanya. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Yang jelas Hana sangat menikmati kebersamaannya dengan Asran malam ini.


"Sudah sampai kak..." Tiba-tiba saja Suara Asran menyadarkan Hana dari kenikmatan dan kenyamanan yang baru saja ia rasakan.


Hana membuka matanya dan melihat mereka sudah berada didepan rumah Hana. Hana yang kaget langsung saja mengangkat kepalanya dari punggung Asran dan kemudian juga menarik tangannya yang masih berada di pinggang lelaki itu.


"Kenapa kak?? Terlalu nyaman ya berada didekat Asran sampai gak sadar kalu sudah sampai??" Tanya Asran dengan tersenyum simpul.


Hana benar-benar merasa malu, mungkin saat inipun wajahnya sudah bersemu merah. Hana berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan kemudian turun dari motor Asran, tanpa menjawab pertanyaan dari Asran tersebut.


"Kenapa jadi salah tingkah gitu kak? Biasa aja donk kak, hehehe.." Asran kembali menggoda Hana dengan memandang Hana dengan mesra.


Tapi Hana berusaha mengalihkan pandangannya dari Asran.


"Sudah Asran.. Kamu.. Pulanglah lagi.." Kata Hana dengan mengusir Asran. Asran malah tertawa melihat tingkah Hana yang masih salah tingkah didepannya.


"Oke kak. Masuklah Kak Hana dulu. Baru Asran Pulang!" Ucap Asran akhirnya.


"Ya dech. Kamu hati-hati ya." Kata Hana kemudian membalikkan badannya.


"Hai.. Kak.. Tunggu.." Asran memanggil Hana lagi dan Hanapun berhenti lalu menoleh kebelakang.


"Kenapa??"


"I LoVe You.." Ucap Asran dengan tatapan mautnya dan juga senyuman mempesonanya yang membuat wajah tampannya itu semakin tampan.

__ADS_1


Hana hanya tersenyum tipis setelah buru-buru masuk kedalam rumahnya dengan irama jantungnya yang mulai tidak karuan...


Bersambung..


__ADS_2