Reminiscent

Reminiscent
PROMO KARYA BARU


__ADS_3

BERTAHAN DALAM PERNIKAHAN


BAB I


MENIKAH


Semua mata tertuju ke arah mereka. Memandang takjub seakan terbius dengan pesona Sepasang Pengantin yang duduk bersanding di pelaminan megah dan indah itu.


Pasangan itu terlihat serasi. Sang pria sangat tampan dengan senyumannya yang menawan sedangkan wanitanya berwajah lembut, putih dan bersih dengan mata yang bulat.


Wanita berhijab itu bernama Izzatul Arsyila. Arsyila adalah seorang wanita shaliha yang sehari-harinya bekerja sebagai guru di sebuah sekolah Madrasah. Arsyila tinggal bersama ayah dan juga adik lelakinya. Sedangkan ibunya sudah lama meninggal dunia.


Selain Taat dalam beribadah, Arsyila terkenal sebagai seorang wanita yang lembut, suka menolong dan juga patuh terhadap ayahnya. Apapun yang ayahnya pinta ia selalu mengusahakannya, bahkan saat Ayahnya memintanya untuk menikah dengan lelaki pilihannya, Arsyila menerima dengan lapang dada.


Arsyila yakin, Ayahnya lebih tahu apa yang terbaik untuknya. Termasuk masalah pendamping hidupnya. Lelaki pilihan ayahnya adalah laki-laki yang saat ini duduk bersanding dengannya. Laki-laki tampan itu sudah sah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Meskipun sebelumnya Arsyila tidak pernah mengenal laki-laki itu, dan tidak pernah mencari tahu tentangnya. Hanya keyakinan dari ayahnya lah yang membuat Arsyila bisa menerima lelaki asing itu menjadi suaminya. Yang ia tahu laki-laki itu adalah anak dari sahabat dekat ayahnya. Dan ayah Arsyila juga bilang saat itu bahwa calon suaminya adalah lelaki yang sholeh. Itu saja sudah cukup bagi Arsyila.


Raihan, Lelaki itu melemparkan senyuman manisnya kearah Arsyila. Ia juga menggengam lembut tangan Arsyila yang terasa dingin. Arsyila sungguh merasa gugup dengan perlakuan hangat dari suaminya itu. Ditatap dengan pandangan mesra seperti itu saja sudah mampu membuat dirinya seakan melayang dan terbuai dalam kenikmatan Cinta yang mulai bersemi didalam hatinya.


Tamu-tamu terus berdatangan, silih berganti menaiki pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua dan juga kepada kedua orang tua mereka yang mendampingi mereka diatas pelaminan.


Arsyila memandang sejenak kearah Ayahnya. Ia dapat melihat bagaimana raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah ayahnya itu. Arsyila sangat menyayangi ayahnya. Pria itu yang berjuang sendiri membesarkan dirinya dan juga adiknya, Ardan, setelah kepergian ibunya. Ayahnya mampu menjadi ayah yang baik bagi mereka dan bahkan mampu berperan menggantikan sosok ibu dalam kehidupan mereka. Arsyila sangat bersyukur memiliki ayah yang hebat seperti ayahnya.


Maka karena kasih sayang terhadap ayahnya itulah yang membuat ia mau memberikan separuh hatinya untuk lelaki pilihan ayahnya yang ada disampingnya saat ini.


Beberapa saat kemudian, Karena merasa diperhatikan.. Raihan balik memandang Arsyila yang sontak saja membuat Arsyila merasa gugup saat mata mereka beradu pandang. Lagi-lagi senyuman menawan milik suaminya itu kembali menghiasi wajahnya yang tampan itu. Arsyila buru-buru menundukkan wajahnya. Ia sungguh merasa malu dan juga canggung.


Waktu berjalan begitu cepat, hingga akhirnya sampailah dipenghujung acara resepsi pernikahan mereka.


Setelah memastikan tidak ada lagi tamu yang datang, lalu Raihan dan Arsyila berpamitan untuk menuju kamar mereka. Mereka berjalan beriringan menaiki tangga rumah Raihan. Menuju kekamar pengantin yang sudah disiapkan oleh orang tua Raihan. Ijab kabul dan resepsi pernikahan mereka memang diadakan di rumah orang tuanya Raihan.

__ADS_1


Diperjalanan menuju kamar, tak henti-hentinya jantung Arsyila berdetak dengan kencang. Keringat dingin mulai menjalari tubuhnya. Ia Sungguh merasakan getaran aneh yang mulai bersemayam didalam dirinya.


Kemudian Raihan meraih tangan Arsyila, lalu mengenggam lembut tangan mungilnya Arsyila. Arsyila merasa nyaman saat tangannya berada di genggaman lelaki itu hingga akhirnya mereka sampai didepan pintu kamar.


Raihan membuka pintu kamar mereka. Baru saja Arsyila melangkahkan kakinya kekamar itu, tiba-tiba saja ia merasa Raihan semakin memperkuat genggaman tangannya. Yang membuat tangan Arsyila semakin merasa tertekan dan terhimpit.


Setelah mereka berada didalam kamar, Kemudian Raihan menutup pintu kamar mereka dengan kasar dan kuat yang membuat Arsyila terkejut sambil memegang dadanya dengan menggunakan tangannya yang satunya lagi.


Arsyila langsung menatap bingung kearah Raihan. Tapi, betapa terkejutnya lagi dia ketika mendapati wajah suaminya itu sudah berubah drastis.


Raihan tersenyum. Tapi, bukan senyum menawan seperti di pelaminan tadi. Kali ini senyumannya sungguh menakutkan. Senyuman sinis disertai dengan tatapan tajam dari ujung ekor matanya.


Arsyila masih tercengang sambil menahan sakit pada tangannya yang masih di genggam kuat oleh suaminya itu. Arsyila tampak meringis kesakitan tapi ia belum mampu untuk sekedar mengeluarkan suaranya dan bertanya apakah yang terjadi pada suaminya itu..??


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2