Reminiscent

Reminiscent
RASA CEMBURU


__ADS_3

#HAPPY READING#


Beberapa hari kemudian...


Hana yang lagi sibuk mencatat status pasien dibuku register, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Rini yang sudah muncul saja didepan tempat duduknya.


"Rini... Kamu kapan masuk? Kok main nyelonong aja, gak pakai permisi? Kakak kaget tau." Tegur Hana, karena wajar dia tidak tahu, Hana beranggapan Rini main masuk saja tanpa mengucapkan salam.


"Tadi Rini sudah ucapin salam kok kak Han, kak Hana aja yang terlalu fokus mencatat jadi gak kedengaran."Jawab Rini dengan meruncingkan mulutnya.


"Oh.. Iya..Iya? Maaf ya kak benar-benar gak dengar" Kata Hana akhirnya.


"No problem kak, Oya.. Kak Hana sibuk gak. Rini mau curhat nih." Kata Rini dengan wajah serius. Hana berhenti sejenak mencatat lalu melihat Rini dengan heran.


"Mau curhat apa emangnya, Rin?" Tanya Hana dengan penasaran.


Rini tidak langsung menjawab pertanyaan Hana, ia tampak mengambil sebuah kursi dan meletakkan tepat disebelah Hana. Lalu Ia duduk disana. Dan kemudian mencondongkan badannya lebih dekat ke Hana.


"Kak.. Rini sudah dekat lo sama Asran." Katanya dengan wajah yang berbinar-binar. Spontan saja Hana langsung menoleh kaget kearah Rini.


"Dekat..??" Tanya Hana dengan menaikkan satu alisnya.


"Iya, semenjak kemarin itu aku mintak nomornya, Malamnya aku langsung beranikan diri untuk chat dia duluan. Alhamdulillah, responnya positif banget kak Hana. Dia mau membalas chat aku. Dia anaknya ramah dan baik ternyata, gak nyangka aku kak.." Cerita Rini dengan antusias.


"Oohh.. Ya, bagus donk.." Jawab Hana seadanya dan kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


"Ya kak, aku senang banget dech. Sekarang pun sudah hampir tiap malam kami saling berbalas Whatshaap, ada aja yang kami bahas, dan.. Kali ini.. Tau gak kak Han? Dia mau ngajak aku jalan Lo pas malam minggu besok. Aduh.. Aku senang banget kak, gak sabar rasanya, meskipun deg-degan juga. Baru membayangkan saja hati aku sudah bergetar hebat nih kak.. " Rini masih melanjutkan ceritanya dengan ekspresi yang berlebihan.

__ADS_1


Hana berusaha cuek dan terlihat biasa saja saat mendengar curhatan Rini tentang kedekatannya dengan Asran, meskipun sebenarnya tidak lah demikian. Karena sesungguhnya, Hati dan telinga Hana serasa panas mendengar itu semua.


"Kak.. Terimakasih ya, Karena kak Hana sudah kenalin aku ke Asran. Dan.. Doain ya kak semoga Asran juga memiliki perasaan yang sama dengan aku." Lanjut Rini lagi seraya memegang lengan Hana dengan erat.


"Ya..Ya, Rini. Selamat ya.. Semoga kalian segera jadian" Ujar Hana dengan tersenyum lebar. Meskipun diluar ia terlihat seolah-olah ikut merasa bahagia juga, namun.. Siapa yang tahu bahwa sebenarnya hati dan perasaan Hana tidak lah demikian.


***


Saat jam pulang kerja, Hana yang sudah berjalan menuju parkiran tiba-tiba kembali dikagetkan dengan teriakan nyaring dari seseorang yang memanggilnya dari belakang. Hana langsung menoleh dan mendapati Rini sedang berlari kecil menuju kearahnya.


"Kak Hana.. Kak Hana.. Tunggu.." Teriak Rini. Hanapun berhenti.


"Kenapa Rini?" Tanya Hana.


"Kak.. Tau gak? Asran mau jemput aku Lo" Katanya histeris dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Iya, kak. Tadi kan aku cerita ke dia kalau motor aku itu lagi masuk bengkel makanya pas berangkat tadi aku nebeng sama kawan. Terus.. tiba-tiba saja dia nawarin mau antar aku pulang kak. Aduuh.. Bahagia banget rasanya kak.." Cerita Rini dengan girangnya. Mendengar penuturan dari Rini tersebut, membuat Hana langsung melempar pandangannya kesembarang arah.


"Deg-degan juga rasanya ne kak Hana. Agak grogi juga nih, wajah aku gimana kak? Masih fresh kan?" Tanya Rini dengan menunjukkan wajahnya ke Hana.


Hana yang tadi membuang muka, akhirnya dengan terpaksa melihat juga kewajah Rini yang sedang tersenyum lebar.


"Masih fresh kok Rini. Masih tetap cantik" Puji Hana dengan tersenyum tipis. Hana akui Rini memang memiliki wajah yang cantik dan juga menarik. Hanapun yakin lelaki normal pasti akan langsung tertarik jika melihat parasnya. Hanya saja Hana kurang suka dengan sikapnya yang menurut Hana terlalu berlebihan dan juga centil dengan lelaki. Dulu sebelum Hana dekat dengan Andra, Hana sempat beberapa kali memorgoki Rini yang mendekati Andra secara terang-terangan. Namun, sepertinya Andra tidak begitu merespon pendekatan yang dilakukan oleh Rini itu. Buktinya Andra lebih memilih untuk mendekati dirinya.


"Kak Hana mau langsung pulang? Apa gak mau tunggu sampai Asran datang dulu?" Tanya Rini ketika melihat Hana melangkah menuju ke parkiran motornya.


"Gak Rini, kak ada keperluan jadi mau pulang cepat." Kata Hana beralasan.

__ADS_1


"Ooh.. Yadah hati-hati ya kak.." Ucap Rini.


"Ya, kamu juga." Sahut Hana dan kemudian memakai Helmnya. Baru saja Hana akan menghidupkan motornya, tiba-tiba dari arah belakang kembali terdengar suara memanggil namanya. Hana menoleh kebelakang dan melihat Tika melambaikan tangannya kearah Hana.


"Kak Hana.. Jaket kak ketinggalan nih" Teriak Tika dari pintu depan Puskesmas. Menyadari hal itu, membuat Hana tidak jadi pulang dan bermaksud untuk mengambil jaket tersebut, dan bersamaan dengan itu pula.. Sebuah motor datang dan berhenti tepat disebelah Hana.


Hana tertegun sejenak melihat sosok yang ada disebelahnya ini. Saat dia membuka helmnya, barulah Hana tersadar bahwa orang tersebut adalah.. Asran.


"Hai.. Asran.. Aku disini..." Dari arah berlawanan, Rini memanggil Asran. Asran menoleh sebentar ke Hana dengan wajah yang dingin. Tanpa mengeluarkan suara dan juga tanpa senyuman, ia lalu bergerak kearah Rini.


Hana perhatikan Asran yang kini sudah sampai ditempat Rini. Mereka tampak saling bertegur sapa, dilihatnya Asran yang melemparkan senyuman manisnya kearah Rini sehingga wanita itu terlihat tersipu malu. Kemudian Asranpun mempersilahkan Rini untuk naik keatas motornya, Rini dengan gayanya yang centil itu langsung saja naik keatas motor Asran. Hana masih menyaksikan bagaimana mereka saling berbicara, saling beradu pandang.. Dan.. Hana juga lihat bagaimana Rini dengan santainya malah memegang pinggang Asran. Sedangkan Asran hanya tersenyum simpul. Sampai akhirnya.. Mereka berlalu dari Sana dan Hana masih juga menyaksikan kepergian mereka.


Setelah mereka hilang dari pandangan Hana, disitu lah baru Hana menyadari bahwa ia seperti merasakan sesuatu yang aneh menjalari seluruh tubuhnya. Entah apa itu? Yang jelas saat ini.. Hatinya perih.. Ngilu.. rasanya panas membara seakan terbakar.. Entahlah.. Sangat sulit untuk digambarakan. Apakah mungkin ini yang dinamakan rasa cemburu? Hana bertanya didalam hatinya namun setelah itu menggelengkan kepalanya. Tidak.. Tidak..!!! Tidak mungkin dia merasa cemburu.. Hana langsung buru-buru menepis prasangkanya tersebut.


.


.


.


.


BERSAMBUNG..


YUK TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA. TERIMAKSIH SUDAH MEMBACA..


....

__ADS_1


__ADS_2