Reminiscent

Reminiscent
DIJEMPUT ANDRA


__ADS_3

Saat didalm kapal, hati dan pikiran Hana tidak bisa tenang. Bagaimana tidak, dia sudah berbuat setega mungkin untuk meninggalkan Asran sejak tadi malam didepan teras rumahnya hingga subuh tadi. Tapi, jika tidak seperti itu.. Hana tidak bisa menjamin dia akan lemah lagi menghadapi kekerasan hatinya Asran.


Hana melihat pesan Whatshapp yang ia kirim ke Asran tadi, sudah ceklis dua. Berarti pesan itu sudah dibuka dan juga dibacanya. Akan tetapi, mengapa lelaki itu tidak membalas apapun? Walaupun Hana seperti ini, tapi tetap hatinya galau dan mengharapkan balasan dari Asran.


Ditengah kegalauan hati dan pikirannya, tiba-tiba handphonenya berdering. Andra yang menelpon. Hana langsung saja mengangkatnya.


"Assalamualaikum, Hana Sayang?? Sudah didalam kapal belum?" Tanya Andra diseberang sana dengan suara yang lembut.


"Wa'alaikumusalam, Sudah Andra.. Ini baru berangkat." Jawab Hana.


"Syukurlah, Na. Oya, Entah kenapa.. Sejak tadi malam pikiran aku gak enak aja, kepikiran kamu terus. Kamu gak kenapa-napa kan? Gak ada masalahnya disanakan, sayang?" Pertanyaan Andra barusan membuat Hana sedikit tersentak. Karena dia yang memang belum cerita tentang kejadian tadi malam dimana Asran yang datang dan tidur di teras rumahnya hingga pagi.


Hana berpikir sejenak, jawaban apa yang akan diberikan kepada Andra. Sampai akhirnya, ia putuskan untuk jujur dan berterus terang menceritakan semuanya kepada Andra. Bagaimanapun mereka akan menikah, Andra akan menjadi suaminya. Hana tidak mau lagi ada hal yang disembunyikannya lagi dari lelaki itu.


Hana lantas menceritakan secara detil kejadian tadi malam ke Andra. Andra mendengarnya dengan serius sampai akhirnya ia sedikit menjerit kaget ketika mengetahui bahwa Asran yang nekat menunggu diteras rumah Hana sampai pagi.


"Ya Allah, Asran sampai senekat itu?? Ya Ampuun.. Hana, kenapa kamu gak beri tahu sejak tadi malam?" Kata Andra terdengar sedikit kesal setelah ia selesai menceritakan kejadian tadi malam kepada lelaki itu.


"Maaf, Andra. Aku gak mau terlalu membebani pikiran kamu dengan kelakuannya Asran, apalagi kamu tadi malam kan lagi dinas malam. Aku gak mau saja hal ini malah mengganggu kerjanya kamu." Jawab Hana dengan merasa tidak enak hati.


"Iya, Hana. Aku paham, cuman.. Aku heran saja sama itu Anak. Kalau kamu kasih tahu aku tadi malam, aku bisa ngomong sama dia dan tegaskan ke dia agar tidak mengganggu kamu lagi, Na. Tapi, Ya sudah lah.. Nantik saja kita lanjutkan lagi bicarakan ini jika kamu sudah sampai. Kamu hati-hati dijalan ya, kalau sudah mau sampai kabari. Biar aku jemput." Kata Andra akhirnya.


"Gak usah jemput aku, Ndra. Tadi aku sudah hubungi Papa untuk jemput aku. Aku gak mau aja ngerepotin kamu, mana tahu kamu ada kesibukan yang lain." Ujar Hana.


"Hhhmm.. Masak calon istri mau datang gak bisa nyempatkan diri untuk jemput sih, aku gak sibuk kok Hana. Kamu telpon Papa kamu lagi dan bilang ke beliau kalau kamu aku yang jemput. Oke?" Kata Andra.

__ADS_1


"Ya, dech." Jawab Hana akhirnya.


Setelah itu merekapun mengakhiri telponan mereka saat itu.


Beberapa saat kemudian, Hana melemparkan pandangannya keluar jendela, ia melihat laut biru yang terbentang indah. Tanpa dipinta, pikiran Hana malah kembali membawa dirinya untuk memikirkan Asran. Hana akui dia merasa bersalah, sangat merasa bersalah malahan karena telah membiarkan lelaki itu menunggu dirinya semalaman diluar rumah. Mungkin dulu dia bisa tidak tega mendengar setiap kata permohonan yang keluar dari lisannya Asran. Tapi sekarang semuanya sudah berubah. Hana tidak akan lagi membiarkan dirinya hanyut dan lemah atas lelaki itu. Karena sebentar lagi dirinya akan memiliki sebuah ikatan bersama Andra, ikatan suci dalam bingkai pernikahan. Jika tidak sekarang dia mulai tegas, Hana takut.. Setelah menikah nantik akan semakin parah. Oleh karena itu, mulai sekaranglah dia menguatkan dirinya untuk benar-benar tegas terhadap Asran.


Karena terlalu lelah berfikir dan sudah menerawang kemana-mana, Hana yang sudah menguap berkali - kali karena ngantuk, akhirnya tertidur didalam kapal.


***


Tepat jam 1 siang Kapal yang Hana tumpangi berlabuh dikoTa kelahirannya. Hana dan penumpang yang lainnya langsung saja bergegas keluar.


Hana sudah mengabari Andra setengah jam sebelum kapal berlabuh, agar lelaki itu bisa langsung menjemputnya karena katanya dia tidak ingin membuat Hana lama menunggu. Dan benar saja, baru selangkah kaki Hana keluar dari kapal, Mata Hana langsung menangkap sosok Andra didepannya. Dia sudah berdiri disana, melihat Hana dengan senyuman manis nya itu. Melihat Hana yang turun dengan menjinjing sebuah koper, Andra langsung saja menghampirinya dan lalu mengambil alih dalam memegang koper Hana.


"Sudah lama ya?" Tanya Hana dengan basa-basi.


Lalu Mereka berjalan beriringan menuju keparkiran. Karena situasi di pelabuhan yang lumayan ramai orang berlalu lalang sehingga membuat Andra menggeserkan badan Hana agar lebih dekat dengan dirinya. Ia menarik lembut tangan Hana, dan menyelipkan tangannya di lengan Hana. Hana hanya diam saja atas perlakuan lembut dari Andra tersebut.


"Na, kita singgah ke rumah makan dulu ya sebelum aku antar kamu pulang, kamu pasti lapar kan?" Ucap Andra saat mereka sudah tiba diparkiran.


"Hhmm.. Ya, boleh lah.." Sahut Hana yang langsung mengiyakan ajakan dari calon suaminya itu.


"Yadah, yuk naik.." Ajak Andra menyuruh Hana untuk naik keatas motornya. Hana mengangguk lalu naik keatas motor Andra.


"Kenapa belum jalan? Aku sudah naik nih." Tanya Hana dengan bingung karena Andra belum juga menjalankan motornya sedangkan dirinya sudah naik diatas motor Andra.

__ADS_1


"Hhmmm... sepertinya, ada yang aneh..." Lirih Andra yang membuat Hana langsung mengerutkan keningnya karena bingung.


"Apa yang aneh emangnya??" Akhirnya Hana bertanya juga.


"Ya aneh saja, dibelakang aku saat ini ada seorang wanita yang sangat aku cintai, dan sebentar lagi akan menjadi istri aku. Tapi, dia duduknya kok jauhan gitu, gak mau pegangan pulak lagi.." Jawab Andra dengan tertawa kecil.


Hana yang paham maksud Andra hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum malu.


"Jangan senyum-senyum aja sayangku.. Motor ini gak bakalan bergerak ni kalau kamu duduknya jauh gitu dan gak mau pegang pinggang aku.." Kata Andra setengah mengancam.


"Hhhmm... Iya, iya dech.."Sahut Hana akhirnya dan kemudian menggeserkan badannya untuk lebih dekat dengan Andra. Hana juga menyentuh lembut pinggang Andra.


"Nah, gitu donk sayang." Kata Andra dengan menyentuh lembut tangan Hana sebelum akhirnya ia menghidupkan motor dan berlalu dari sana.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


.


__ADS_2