
Akhirnya mereka sampai dikota kelahiran Hana. Kemudian dengan menggunakan Taksi, mereka langsung menuju rumahnya Hana.
"Jadi kamu benaran langsung mau kerumah kakak ne? Kamu gak pulang dulu?" Tanya Hana ke Asran setelah mereka berada didalam taksi.
"Ya kak. Sekalian Asran mau memastikan kak Hana selamat sampai di rumah." Jawab Asran.
"Nantik kamu kemalaman sampai kerumah kamu, jarak rumah kamu dari rumah kakak kan jauh itu, sekitar 2 atau 3 jam lagi.." Jelas Hana.
"Ya gak apa-apa kak. Asran sudah biasa kok kak, Kak Hana gak usah risau." Ucapnya sambil tersenyum.
"Ooh.. Ya sudah kalau gitu." Kata Hana akhirnya.
Sebelum maghrib akhirnya mereka sampai dirumah Hana. Rumah orang tua Hana tidak begitu besar. Hana berasal dari keluarga yang sederhana. Bapaknya seorang pensiunan guru sedangkan ibu Hana seorang ibu rumah tangga. Namun, kini mereka membuka warung kecil-kecilan didepan rumahnya.
"Akhirnya sampai juga, yuk turun Asran." Ajak Hana. Asran turun dan kemudian membantu mengambil koper Hana dari dalam bagasi.
"Ini rumah orang tua kakak, kamu masuk dulu ya. Sudah mau maghrib. Sholat disini saja dulu." Saran Hana. Asran hanya mengangguk.
Sesampainya didepan pintu, Hana langsung mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah yang tertutup rapat.
"Assalamu'alaikum, Mama.." Kata Hana dengan mengetuk pintu rumahnya. Belum ada jawaban dari dalam. Hana lalu mengintip dari jendela yang tirainya masih terbuka.
"Sepi sepertinya kak, kayak gak ada orang. Kenapa gak kak telpon aja Mama kakak?" Ucap Asran.
"Oya, untung kamu ingatkan. Sebentar kak telpon dulu." Lalu Hana menghubungi nomor Mamanya.
"Ngak diangkat. Kayaknya memang gak dirumah dech. Warung biasa nya jam segini belum tutup, tapi ini sudah tutup.." Kata Hana.
"Ya udah kita tunggu aja sebentar kak, mungkin orang tua kak lagi dijalan mau pulang." Kata Asran yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Hana.
Beberapa saat kemudian, Kedua Orang tua Hanapun pulang dengan mengendarai sepeda motornya.
__ADS_1
Melihat Hana dan Asran duduk diteras membuat kedua orang tuanya sedikit kaget apalagi melihat sosok Asran yang membuat mereka teringat dengan seseorang.
"Hana, kamu sudah sampai ya.. Dan.. Ini.. Siapa??" Kata Mama Hana sedikit histeris sambil menunjuk ke Asran. Asran yang ditunjuk langsung berdiri dan berjalan menghampiri kedua orang tua Hana.
"Kenalkan saya Asran, tante.. Om.." Kata Asran memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya. Mama dan Papa Hana menyambut uluran tangan Asran tersebut dengan hangat.
"Oohh.. Ini ya cowok yang Hana ceritakan itu" Kata Mama Hana yang kemudian melirik Hana dan suaminya bergantian dan dengan sebuah senyuman yang sudah mengembang dibibirnya.
"Ayo masuk dulu.." Ajak Mama Asran. Dan mereka semua pun masuk kedalam rumah.
"Han.. Sekilas mirip Reno ya Mama perhatikan." Ujar Mama Hana ke Hana ketika mereka berdua berada didapur untuk membuatkan minuman. Sedangkan Asran dan Papanya tengah berbincang-bincang diruang tamu.
"Iya Ma, awal Hana ketemu dia juga berpikiran seperti itu. Tapi, lama-kelamaan dilihat gak begitu mirip juga seh Ma" Jawab Hana.
"Iya juga, karena Mama baru pertama kali lihat dia mungkin ya. Jadi, memang dia lelaki itu? Pengganti Andra?" Tanya Mama Hana. Hana hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Oke. Dari pertama jumpa tadi menurut mama Dia kesannya anak yang baik, sopan dan ganteng lagi. Memang pintar kamu milih cowok ya!" Puji Mama Hana kemudian berjalan menuju ruang tamu dengan membawa minuman dan cemilan, Hana mengikutinya dari belakang.
"Jadi, nak Asran sudah berapa lama jadian sama Hana? Kalau menurut tante, Jangan lama-lama pacarannya. Kalau sudah yakin langsung nikah aja" Kata Mama Hana tiba-tiba yang membuat Hana menggarukkan kepalanya yang tidak gatal. Dalam hati Hana mendumel juga, Mamanya mulai menampakkan aslinya yang ingin sekali anak gadisnya itu segera dilamar.
"Sebenarnya kami belum terlalu lama tante jadiannya. Dan.. Asran datang kesini pun, ingin melanjutkan hubungan yang lebih serius dengan kak Hana.." Jawab Asran.
"Apa tadi, Kak Hana??" Tanya Mama Hana bingung karena Asran memanggil Hana dengan sebutan 'kak'.
"Kok panggil kakak ke Hana??"Mama Hana kembali bertanya dengan heran. Asran dan Hana langsung saling pandang.
"Iya, karena.. Memang umur Asran lebih muda dari kak Hana tante.." Jawab Asran agak ragu-ragu.
"Iya, benar Ma," Kata Hana ke Mamanya yang menatapnya dengan heran.
"Emang berapa umur kamu, Asran?" Kini giliran Papa Hana yang bertanya.
__ADS_1
"Hhmm.. 24 mau jalan 25.." Jawab Asran.
"Ooh... Berarti beda 6 tahun ya sama Hana.." Lanjut Papa Hana lagi. Yang ditanya hanya mengangguk.
"Waduh... Jauh juga ya jaraknya, Kok kamu gak bilang kalau pacaran dengan berondong sech Hana?" Tanya Mama Hana pelan ke Telinga Hana tapi tetap terdengar juga oleh Asran dan suaminya.
"Kalau menurut Om, Gak masalah sech beda umur. Yang penting saling pengertian aja. Kalau jodoh kan siapa yang tahu." Kata Papa Hana berpendapat.
"Makasih Om atas pengertiannya..." Kata Asran dengan tersenyum lebar. Setidaknya Orang tua Hana sudah menerima dirinya, itu yang membuat Asran menjadi lega.
Beberapa saat kemudian, karena adzan maghrib sudah terdengar maka Asran menyempatkan diri untuk sholat ke mesjid bersama Papa Hana. Kebetulan Mesjid terletak tidak jauh dari rumah Hana, karena itu mereka pergi dengan berjalan kaki.
Sedangkan Hana yang sudah mandi dan sholat kemudian menuju dapur dan membantu Mamanya menyiapkan makan malam.
"Han.. Kamu yakin dengan pilihan kamu?" Tanya Mama Hama dengan wajah yang serius.
"Maksud Mama??" Haba bertanya bingung.
"Iya, Kamu udah yakin dengan Asran?"
Hana mendengus kesal dengan pertanyaan Mamanya barusan itu. Hana heran saja kemarin Mamanya yang ngotot dan tidak sabaran untuk dikenalkan dengan pilihan Hana. Tapi, kini dia bertanya seakan ragu dengan pilihan Hana. Apa karena usia mereka yang beda jauh?
"InshaAllah, yakin.." Jawab Hana.
"Ya.. Mama sebenarnya gak terlalu mempermasalahkannya Hana, cuman.. Mama khawatir aja bagaimana tanggapan orang tuanya Asran nantik. Bagaimana jika dia tidak bisa menerima kamu? Kamu belum ketemu dengan mereka kan??" Tanya Mama Hana.
Hana sedikit tersentak juga dengan pernyataan Mamanya itu. Kekhawatiran yang Mamanya rasakan itu ada benarnya juga. Seharusnya Hana memikirkan sampai disana. Bagaimana jika keluarga Asran tidak bisa menerimanya? Entahlah.. Hana belum bisa menjawabnya. Yang jelas besok Asran akan langsung membawa Hana untuk berjumpa dengan orang tuanya.
Hana seakan tidak sabar menunggu hari esok.
Bersambung..
__ADS_1