
"Kak Hana, Bu.." Jawab Asran.
"Namanya Hana? Tapi, kok kamu panggil kak?" Tanya Ibu Asran semakin bingung.
"Ya bu, Asran panggil kakak karena.. Umurnya diatas Asran" Jawab Asran.
"Ha? Jadi umur dia lebih tua dari kamu? Emang berapa umurnya??" Tanya Ibu Asran lagi, karena didalam pikirannya Bahwa usia mereka tidak beda jauh. Antara 1 atau 2 tahun.
"Sekitar.. 6 atau 7 tahun bedanya bu.." Jawab Asran. Ibu Asran langsung mengangakan mulutnya mendengar jawaban Asran barusan.
"Ngak salah kamu Asran?? Ibu pikir tadi cuman beda 1 atau 2 tahun, ibu masih maklum. Tapi, ini.. jauh sekali bedanya. Berarti umurnya sudah 30an donk." Kata Ibu Asran terdengar kecewa.
Asran hanya menganggukkan kepalanya.
"Pantasan kamu ngebet mau nikah. Pasti dia yang maksa kamu kan??" Tebak Ibu Asran.
"Ngak kok Bu, Ini keinginan kami berdua."Kata Asran.
"Pokoknya ibu gak setuju Asran! Ibu mau kamu nikah setelah Asni selesai kuliah, berarti itu sekitaran 3 atau 4 tahun lagi." Tegas Ibu Asran.
"Bu.. Jangan gitu lah bu, 3 atau 4 tahun itu masih lama kali bu, kasihan kak Hana menunggu selama itu bu. Lagi pula, orang tua kak Hana sudah menyetujui hubungan kami dan berharap kami segera menikah." Kata Asran.
"Ya iyalah orang tuanya ingin kalian menikah karena mengingat umur anaknya yang sudah masuk kepala 3, jadi kamu kenak tumbalnya. Tapi, Ibu gak abis pikir dengan kamu ini Asran. Kamu itu ganteng, karir kamu di kepolisian bagus, mapan lagi tapi kenapa gak bisa milih cewek yang lebih muda dari kamu sech? Atau setidaknya sebaya sama kamu bukan dengan cewek yang sudah berumur gitu.." Kata Mama Asran.
"Bu.. Asran cinta sama kak Hana.. Asran.."
"Cukup Asran!!" Potong Ibu Asran dengan membesarkan matanya. Kali ini ibunya benar-benar terlihat marah.
"Ibu tidak mau dengar alasan kamu lagi. Pokoknya Ibu tidak setuju kamu menikah dalam waktu dekat ini, apalagi dengan wanita itu. Titik." Ucap Ibu Asran lalu setelah itu pergi meninggalkan Asran yang termanggu dimeja makan.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Asran kembali kerumah Hana dengan rasa galau melanda hatinya. Sampai pagi tadi, ibu Asran sama sekali belum memberinya izin untuk menikahi Hana. Sudah mati-matian Asran membujuk ibunya, namun hati ibunya belum luluh juga.
"Asran, kamu datang sendiri??" Tanya Hana ketika Asran datang hanya seorang diri. Padahal semalam Asran bilang akan datang bersama ibunya.
"Hhmm.. Kak Hana, kita keluar sebentar yuk.." Ajak Asran tanpa menjawab pertanyaan Hana.
"Kemana?" Tanya Hana.
"Ke taman yang tidak jauh dari sini kak. Tadi Asran lewat di situ tempatnya lumayan bagus." Katanya.
"Oh.. disitu, Ya udah.. Kak ganti baju dulu ya!" Kata Hana yang ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Asran.
Setelah Hana berganti pakaian, lalu merekapun pergi menuju ketaman yang sangat asri.
"Kak.. Sebenarnya.. Ada yang ingin Asran sampaikan ke kak Hana" Kata Asran. Saat itu mereka duduk direrumputan sambil menikmati pemandangan indah yang ada dihadapan mereka.
Tiba-tiba saja Wajah Asran terlihat berubah, ia seperti menyembunyikan sesuatu. Perasaan Hana mulai merasa tidak enak.
"Asran..??" Panggil Hana yang mendapati Asran masih diam.
"Kak.. Ibu Asran.. Tidak mengizinkan Asran untuk menikah dalam waktu dekat ini.." Ucap Asran akhirnya yang membuat Hana langsung terperanjat. Ternyata benar sudah yang dikhawatirkan oleh Mamanya malam itu. Semuanya jadi kenyataan. Ibu Asran akan menjadi penghalang dalam hubungannya dengan Asran.
"Maafkan Asran kak, Asran sudah menceritakan semua tentang kak Hana ke ibu.. Tapi, ibu merasa keberatan untuk menerima kak Hana. Ibu Asran.. Tidak merestui hubungan kita kak.." Tutur Asran yang membuat hati Hana merasa kecewa luar biasa.
"Tapi, Asran gak akan menyerah kak. Asran akan berusaha membujuk ibu lagi, jadi.. Asran butuh waktu untuk itu semua. Asran Harap kak Hana bisa lebih bersabar ya?" Kata Asran yang kemudian memegang tangan Hana.
"Asran, kalau kak pribadi, jujur.. Kak bisa menunggu. Tapi, masalahnya sekarang pada Mama kakak. Kamu tau sendiri kan bagaimana mama kakak ingin kak menikah. Dan.. Entahlah Asran, kak bingung sekarang harus bagaimana?" Kata Hana seraya menarik tangannya yang dipegang Asran tadi.
__ADS_1
"Nanti Asran akan bantu menjelaskannya ke Mama kak Hana. Semoga saja Mama kak Hana bisa mengerti ya.." Kata Asran berusaha untuk tenang padahal Hana tahu lelaki itu tidak kalah galaunya dengan dirinya saat ini.
"Asran, kalo seandainya ibu kamu tetap tidak merestui juga bagaimana? Tidak mungkin kan kak terus menunggu tanpa kepastian." Kata Hana seraya menatap erat lelaki disampingnya itu.
Asran terdiam. Iapun sebenarnya tidak tahu harus menjawab apa dari pertanyaan Hana tersebut. Kemungkinan akan hal itu sebenarnya pasti ada, Asran tahu bagaimana watak Ibunya yang keras. Apalagi setelah ditinggal oleh Ayahnya. Seakan tidak ada ruang lagi baginya untuk mempertahankan pendapatnya.
"Kamu gak bisa jawab kan? Ya sudah Asran.. Kak gak memaksa kamu kok." Kata Hana akhirnya yang terdengar agak kecewa.
"Bukan gak bisa jawab kak.. Cuman lagi berpikir aja.." Ujarnya.
"Iya, tapi Kelamaan kali mikirnya.." Kata Hana dengan jutek.
"Sabar donk kak Hana sayang..." Kata Asran yang kembali meraih tangan Hana.
"Kamu dari pegang-pegang aja. Kak risih tau!" Ucap Hana pura-pura memberontak.
"Oh ya? Kak Hana risih ya, Asran pikir kakak malah suka Asran pegang." Ucapnya dengan genit.
"Ya gak lah.." Kata Hana dengan membesarkan matanya. Tapi, Asran malah tertawa riang dengan terus berusaha memegang tangan Hana.
Asran kembali mencairkan suasana yang sempat tegang tadi dengan candaan dan gurauannya itu. Mereka seakan lupa sejenak dengan masalah yang baru saja terjadi.
Hana juga tertawa lepas dan sekali-sekali juga terlihat kesal dengan keisengan Asran. Sampai akhirnya mereka yang bosan duduk lalu berjalan menelusuri taman hijau yang indah itu sambil bergandengan tangan.
Hana tidak tahu akan seperti apa kelanjutan hubungannya dengan Asran nantinya. Apakah memang lelaki itu jodohnya ataukah bukan?? Hana tidak tahu. Itu masih misteri. Yang jelas saat ini, ia begitu merasa nyaman bersama Asran. Asran yang bisa membuat hari-harinya lebih berwarna.
Awal pertemuan mereka yang tidak sengaja dan pertemanan mereka yang mengalir begitu saja, hingga akhirnya buih-buih cinta itupun muncul. Meskipun halangan dan rintangan terlihat nyata dihadapan mereka saat ini, namun.. kemungkinan yang terbaik itu akan selalu ada bukan? Seperti orang-orang yang selalu bilang. Bahwa jodoh itu tidak akan kemana..
Bersambung...
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Komen ya...
Terimakasih sudah setia membaca..