
Akhirnya Hana sampai dirumahnya dengan basah kuyup. Ia nekat menebus hujan yang masih lebat untuk menghindar dari pertanyaan Asran yang bertubi-tubi. Melihat Hana yang meninggalkannya tanpa permisi tadi itu membuat Asran lantas saja mengikuti Hana dari belakang, hingga wanita itu sampai didepan rumahnya.
"Ini rumah kakak??" Tanya Asran. Baru saja Hana akan masuk kedalam rumah, laki-laki itu sudah muncul dihalaman rumahnya. Hana kalah cepat dari Asran ternyata.
"Kamu.. Ngikutin saya sampai dirumah? Untuk apa sih?" Kata Hana terdengar kesal.
"Ya mau gimana lagi, kak Hana main kabur saja. Kita kan belum selesai mengobrol." Jawab Asran dengan cuek. Hana menghela nafas dengan jengkel. Harus seperti apa lagi ia bisa menghindar dari Asran. Mau hilang ingatan ataupun tidak, sama saja sifat Asran yang tidak mudah menyerah dan terkesan ngotot dengan apa yang ia inginkan. Pikir Hana didalam hatinya.
"Saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Maaf ya, saya mau masuk kedalam dulu. Mau ganti baju." Ujar Hana lalu membuka pintunya yang masih terkunci.
"Ya, gantilah bajunya dulu kak. Saya tunggu diluar." Sahut Asran yang ditanggapi dengan mata melotot dari Hana. Kendati demikian, Hana tetap masuk dan menutup kembali pintunya. Tidak peduli dia dengan Asran yang sudah duduk manis diteras rumahnya.
Beberapa menit kemudian...
Hana sudah selesai mandi dan berganti pakaian, ia lalu keluar dari kamar dan mengintip dari jendela bagian dalam. Dan ternyata.. Asran masih ada diteras rumahnya. Hana hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya.
'Asran.. Asran.. Kamu masih tetap keras kepala.. Mau sampai kapan kamu menunggu disana?' Hana membatin.
Hana perhatikan Asran yang tampak kedinginan dengan sekali - sekali memegang bajunya yang basah kuyup. Hana memutar bola matanya, kemudian kembali kekamar untuk mengambil sesuatu. Setelah itu ia kembali lagi menuju kepintu luar, dan detik kemudian akhirnya Hana membuka pintu tersebut.
"Ini.. Keringkan dulu wajah sama rambut kamu yang basah itu.." Kata Hana sambil menyodorkan handuk kearah Asran.
"Oh, terimakasih kak" Asran langsung mengambil handuk dari Hana dengan tersenyum lebar.
"Hujannya sudah mulai reda, lebih baik kamu pulang. Sudah maghrib juga." Kata Hana.
"Hhhhmmm... Tapi, aku belum mendapat apa yang aku inginkan kak. Jadi, aku belum mau pulang" Jawab Asran dengan santai.
"Aduuh.. Kamu ini keras kepala sekali ya, kamu mau apa sih sebenarnya? Seperti gak ada kerjaan lain saja." Kata Hana semakin jengkel.
"Aku cuman mau kak Hana ngaku saja. Kakak kenal aku kan? Itu saja kok." Jawab Asran lagi-lagi dengan tersenyum manis.
"Ya kenal. Kan kita sudah ada beberapa kali ketemu" Jawab Hana seadanya.
"Bukan itu maksud aku kak, sebelum-sebelumnya kak Hana kenal aku kan??" Sodor Asran lagi.
"Ya.. Iya.. Kenal, cuman kenal-kenal gitu aja." Kata Hana setelah itu menunduk. Ia yakin pasti kelihatan sekali jika ia sedang berbohong jika ia tidak menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
"Bohong.." Desis Asran dengan menyipitkan matanya.
"Ngak mungkin cuman kenal-kenal gitu saja, pasti lebih dari itu kan?? Aku gak akan pergi dari sini sebelum kak Hana berterus terang." Katanya lagi
"Ya.. Terserahlah.." Jawab Hana lalu kembali masuk kedalam rumahnya.
Hana masuk kedalam kamar dengan hati yang dongkol. Dulu.. pernah juga Asran seperti ini, datang kerumahnya dan mengancam akan sesuatu. Dia tidak akan pergi sebelum Hana menuruti kemauan, cuman saat itu hati Hana luluh dan menuruti kemauannya. Tapi, kali ini.. Hana benar-benar tidak bisa untuk menuruti semua keinginan Asran. Apalagi mengakui bahwa dia sempat ada hubungan spesial dengan lelaki itu dulunya.
Disaat bersamaan, tiba-tiba saja Andra menelpon Hana. Hana langsung saja mengangkat panggilan dari tunangannya itu.
"Assalamualaikum, Sayang.. Kamu lagi ngapain ?" Sapa Andra dengan lembut.
"Walaikumusalam.. Aku lagi dirumah, gak lagi ngapa-ngapain.." Jawab Hana dengan suara yang agak lain. Andra menyadari hal tersebut.
"Ada apa, Na??" Tanya Andra. Hana lalu menghela nafas panjang. Ada baiknya dia menceritakan ke Andra dan meminta saran dari lelaki itu, apa yang harus diperbuatnya untuk menghindar dari Asran.
Pikir Hana didalam hatinya.
"Sayang..?? Kalau ada apa-apa kamu cerita donk, jangan dipendam-pendam.." Tegur Andra.
"Iya, aku ada masalah sekarang ini. Dan.. Aku butuh bantuan kamu, Ndra." Kata Hana dengan nada memelas.
"Saat ini.. Diteras rumah aku, ada.. Asran.." Kata Hana dengan suara yang pelan.
"Ha..?? Apa..? Asran??" Terdengar jeritan kaget dari Andra diujung sana.
"Bagaimana ceritanya Asran ada dirumah kamu, Hana??" Tanya Andra merasa heran.
"Dia ngikutin aku dari Puskesmas sampai kerumah, Ndra. Entahlah.. Dia memaksa terus agar mengaku bahwa aku ini kenal sama dia" Jelas Hana dengan suara yang pelan. Takut terdengar oleh Asran.
"Aduuh.. Aku rasa ingatan dia tentang kamu sudah mulai muncul, Hana. Kalau tidak gak mungkin dia sibuk mencari tahu sampai nekat ikutin kamu sampai kerumah kan?" Kata Andra mengambil kesimpulan.
"Dia belum ingat sama sekali kok, Ndra. Cuman.. Dia bisa merasakan saja kalau aku ini.. Ya gitulah," Ujar Hana yang merasa kesulitan untuk melanjutkan kalimatnya.
"Iya, aku paham sayang. Memang ingatan dia tentang kamu bisa hilang sementara ini. Tapi, perasaan dia ke kamu gak bisa hilang, pasti setidaknya ada sebuah rasa yang terasa dihatinya saat ini" Kata Andra meluruskan.
"Jadi, aku harus bagaimana donk?" Tanya Hana akhirnya karena dia benaran sudah kehabisan akal menghadapi kekerasan hatinya Asran.
__ADS_1
"Kamu kasih handphone kamu ini ke dia. Biar aku ngomong sama dia" Putus Andra akhirnya.
"Loh, kamu mau ngomong apa sama dia??" Tanya Hana merasa heran.
"Lihat saja nantik, Na. Cepat deh kamu keluar dulu dan setelah itu, kamu bilang gini 'ini tunangan aku mau ngomong'. gitu.." Ucap Andra.
Hana menuruti perintah Andra lalu kembali melangkah keluar rumah.
Saat pintu terbuka, Asran melihat kearah Hana dengan senyuman lebar.
"Akhirnya kakak keluar lagi. Aku yakin pasti kak Hana gak tegakan membiarkan aku diluar?" Katanya dengan percaya diri.
Hana tidak menanggapi ucapan Asran tersebut, ia langsung saja menyodorkan handphonenya ke Asran dengan wajah cemberut.
"Apa ni kak??" Tanya Asran heran karena tiba-tiba Hana menyodorkan Handphonenya ke dirinya.
"Ini Hp namanya." Jawab Hana dengan jutek. Asran hanya tertawa.
"Aku tau kak, maksudnya kenapa kak Hana kasih ke aku hpnya??"
"Ada yang mau bicara sama kamu." Sahut Hana.
"Mau bicara sama aku? Siapa kak?" Asran semakin bingung.
"Tunangan Saya!!" Jawab Hana dengan membesarkan matanya. Asran langsung terdiam dengan melotot kaget...
.
.
.
.
BERSMABUNG...
.
__ADS_1
.