
'Assalamu’alaikum, kak Hana.. seharian ini kak sibuk ya? Sampai ngak sempat balas WA Asran?’
Sore hari saat Hana hendak berkemas-kemas membersihkan Kosannya yang sudah mulai berdebu, tiba-tiba saja Asran me-WA dirinya. Tapi, Hana hanya membacanya tanpa berniat untuk membalasnya.
‘Kak Lagi apa? Asran telpon boleh…?’
Dan lagi… dia masih WA Hana. Kali ini dia mau menelpon Hana. Hana berpikir keras, tidak biasanya Asran bertanya seperti ini. Selama ini mereka hanya saling berbalas chat WA saja dan tak pernah sekalipun telponan. Kenapa hari ini dia mau berbicara dengan Hana lewat Telpon?
Hana meletakkan hpnya diatas meja dan kembali melanjutkan kerjanya. Dia masih mencuekkan WA Asran. Dia tetap tak peduli.
Hingga malam hari, Hana sengaja mematikan Hpnya. Dia tak mau diganggu malam ini. Dia hanya ingin melatih dirinya untuk terbiasa tanpa saling chat-an lagi dengan Asran. Dia ingin menghapus rasa nyaman yang sempat ada dalam hatinya saat bertukar cerita dengan lelaki yang sudah menggoreskan luka dihatinya yang terdalam.
***
Keesokan harinya, kebetulan hari ini hari minggu dan Hana sudah berjanji untuk datang ke acara ulang tahun anaknya Tia. Sebelum berangkat kerumah Tia, Hana singgah sebentar ketoko mainan. Ia bermaksud untuk membeli kado untuk anak Tia.
Jam telah menunjukkan pukul 1 siang. Cuaca siang itu sangat terik. Kalau tidak mengingat janjinya pada Tia, sebenarnya Hana malas unntuk keluar rumah. Dia memang biasa menghabiskan hari liburnya dirumah saja. Dengan nonton TV ataupun membaca buku novel yang memang hobbynya.
Setelah mendapatkan kado yang menurutnya bagus, Hanapun berlalu dari sana dan langsung menuju kerumah Tia. Jalanan terlihat sepi, mungkin karena hari libur atau mungkin juga karena cuaca yang sangat panas membuat orang malas untuk keluar.
Dipertengahan jalan, tiba-tiba Hp Hana yang berada disaku gamisnya bergetar. Sepertinya ada panggilan masuk. Tapi Hana biarkan saja karena dia tidak berani mengangkat telpon saat masih mengendarai motor.
Sesampainya didepan rumah Tia, Hp Hana bordering lagi. Hana langsung mengambil hpnya. Rasa penasaran menyelimuti hatinya, siapakah yang sibuk menelponnya sejak tadi?
Hana melihat nama yang tertera di layar Hpnya. Dan tenyata… Asran…!
“Dia lagi, mau apa lagi sech ini anak…” Ucap Hana agak kesal. Dengan cepat Hana langusng menolak panggilan itu.
__ADS_1
“Hai Hana, Ngapain disitu? Ayuk masuk…” Teriak Tia yang melihat Hana masih berdiri dihalaman rumahnya.
Hana hanya tersenyum menanggapi ajakan Tia lalu bergegas masuk kerumahnya Tia.
‘Kak Hana, kenapa di tolak kak panggilannya? Oh ya, Kakak lupa ya hari ini jadwal Asran tanding, Bukan kah kak Hana sudah janji mau datang?’
Acara sudah dimulai tapi Hana tak begitu mengikuti jalannya acara tersebut. Raganya memang disitu, tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Apalagi saat Asran mengingatkan akan janjinya 2 hari yang lalu, Hana berjanji akan datang menonton langsung pertandingan Volynya Asran.
Hana menghela nafas panjang, kalau lah dia tidak mendengar rekaman suara ASran dari Hpnya kak Ria, mungkin hari ini dia akan datang melihat langsung pertandingan itu. Tapi, kenyataan berkata lain. Dia tidak akan pernah lagi menonton pertandingan voly lelaki itu.
***
Dilain tempat, Asran yang tinggal di Asrama Polisi sedari tadi terlihat mondar-mandir di didepan teras Asrama tersebut. Ia sibuk dengan Hp yang ada di genggamannya, pandangan tak lepas dari benda itu. paras wajahnya memancarkan keresahan dan kegalauan akan sesuatu. Reynald, teman satu kamarnya memperhatikan ia sejak tadi.
“Kenapa kau Asran?” Tanya Reynald dengan bingung melihat tingkah sahabatnya yang tidak seperti biasanya.
Asran tak menjawab. Ia masih memandang Hpnya dengan tatapan tajam.
“Siap-siap lah lagi Asran, udah jam berapa ne…” Ujar Reynald mengingatkan Asran untuk segera bersiap, karena mereka akan pergi bertanding siang itu.
“Duluan bagaimana? Emang kau mau ngapain lagi?” Tanya Reynald agak kesal.
“Duluan lah, ada yang mau aku kerjakan dulu…”
Ucapnya lalu bergegas masuk kamar dan mengambil kunci motornya. Beberapa saat kemudian ia pun pergi mengendari motornya, tanpa berkata apa-apa lagi dengan Reynald yang menatap bingung dengan kepergiannya.
***
Ternyata Asran pergi ke Kosan Hana. Sebelumnya dia memang belum pernah ke Kosan Hana, tapi dia ingat Hana pernah bilang bahwa dia ngekos tepat didepan rumahnya Kak Ria, sedangkan Kak Ria adalah teman dari abangnya. Dan otomatis Asran Tau dimana rumah kak Ria.
Sesampainya disana, Asran mencoba menghubungi nomor Hana lagi. Tapi kali ini Hpnya tidak aktif. Asran merasa pasti ada sesuatu, tidak mungkin Kak Hana jadi berubah begini tanpa ada sesuatu, pikir Asran dalam hati.
__ADS_1
Saat ini Asran tepat berdiri didepan kosan Hana. Rumah kecil bercat biru itu terlihat sepi, Asran melangkah ragu kearah teras rumah tersebut. Namun dia tersentak saat sebuah suara nyaring berteriak kearahnya.
“Woi… Mau ngapain kerumah Hana?” Tanya orang tersebut yang ternyata kak Ria yang sudah berdiri di depan rumahnya dengan berkacak pinggang.
“Eh, kak.. ee…” Asran agak ragu menjawab pertanyaan kak Ria. Kak Ria berjalan mendekatinya dengan pandangan mata yang sinis.
“Kak Ngak nyangka Asran, Sifatmu beda jauh dengan abangmu, Asmar…” Kata Kak Ria yang membuat Asran bingung dengan pernyataan kak Ria tersebut.
“Kenapa emangnya kak?” Jelas Asran bingung kenapa Tiba-tiba kak Ria membanding-bandingkan dirinya dengan abangnya.
“Pakai Tanya lagi kenapa, setelah apa yang kau bilang tentang Hana… Masih pura-pura bertanya kenapa?” Kata Ria semakin kesal. Saat nama Hana disebut membuat perasaan Asran semakin tak karuan. Ada apa ini?
“Aku ngak paham maksud kakak apa, dan… kak Hana ada tidak kak dirumahnya?”
“Ngak ada… dia pergi”
“Kemana kak?”
“Kamu ngak perlu tahu. Sudah lah Asran, Jangan main-main lagi dengan Hana… kamu wajah lugu tapi kelakuanmu menyakiti orang….”
“Ada apa ini kak? Emang aku salah apa?” Tanya Asran akhirnya. Karena dia merasa heran kenapa Kak Ria menuduhya yang bukan-bukan sejak tadi.
“Mau tau salah mu apa? Ini, dengar ya…” lalu Kak Ria mengambil Hp dari sakunya dan detik kemudian ia memutar sebuah rekaman suara dari hpnya.
Sesaat Asran tertegun mendengar isi rekaman itu. Itu suara dirinya dengan… Reynald…! Siapa yang berani merekam pembicaraannya dengan Reynadl saat itu dan sekarang rekaman itu ada di Hpnya kak Ria, apa jangan-jangan sudah didengar juga dengan kak Hana? Asran menduga-duga dalam hati.
‘Mungkinkah karena ini Kak Hana jadi berubah…. Apa dia sakit hati mendengar itu semua…?Pantas saja dia tidak lagi membalas chat aku….Ya Tuhannn…’ Ucap Asran dalam hati.
Asran menelan ludahnya yang terasa sangat pahit. Ia melihat Kak Ria yang masih menatap dirinya dengan pandangan sinis dan marah.
“Kak… Itu tidak seperti yang kak pikirkan… aku bisa jelaskan yang sebenarnya…” Kata ASran berusaha menjelaskan ke Ria. Akan tetapi Ria hanya tersenyum kecil, seakan mengejek lalu pergi beranjak dari sana meninggalkan Asran yang terpaku diam dengan rasa bersalah amat besar dihatinya terhadap Hana….
__ADS_1
Bersambung..