
💞HAPPY READING💞
Hana menatap erat sosok lelaki dihadapannya saat ini. Hana masih sangat penasaran dengan wajah yang tertutup masker hitam itu.
"Eh, kamu siapa? Mau kamu apa? Kenapa kamu menyekap saya seperti ini. Tolong jawab pertanyaan saya!! Buka masker kamu itu.." Ucap Hana dengan ekspresi marah.
"Hahahahahahahha.... Kamu sama sekali tidak mengenali aku Hana.. Sayangg???" AKhirnya lelaki itu mengeluarkan suaranya juga. Dan.. Mendengar suara itu.. Membuat darah Hana langsung berdesir. Suara itu... Terdengar tidak asing, meskipun sudah sekian lama ia tidak mendengar suaranya. Sebuah suara yang dulu pernah hadir mengisi hari-hari Hana.
"K-kamuu.. Sandy???" Akhirnya sebuah nama keluar dari mulut Hana. Dan lelaki dihadapan Hana tersebut langsung membuka maskernya.
Seraut wajah tampan dengan alis yang tebal dan juga mata yang tajam langsung tertangkap oleh mata Hana. Ya.. Tidak salah lagi, lelaki yang telah menyekapnya itu adalah Sandy.. Mantan kekasihnya 7 tahun yang lalu. Setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu lagi, semenjak meninggalnya Reno dan dipenjaranya Sandy. Setelah itu.. Hana tidak pernah ingin tahu tentang nasib Sandy dipenjara bagaimana. Dan.. Sekarang, tiba-tiba saja ia muncul dihadapan Hana. Menyamar menjadi Asran dan menyekap Hana seperti ini. Apa tujuannya?? Apa maunya??
"Apa mau kamu Sandy? Kenapa kamu sekap aku? Dan.. Bagaimana juga kamu bisa berpura-pura menjadi Asran? Ini sungguh membingungkan.. Apa jangan-jangan sudah lama kamu mengintai kami, ha??" Tanya Hana bertubi-tubi dengan emosi yang tidak tertahankan lagi.
"Nah, pintar... Itu kamu bisa menyimpulkannya sendiri. Jadi tidak perlu aku jelaskan lagi bukan?" Ujarnya dengan tersenyum kecil.
"Aku gak ngerti Sandy, kenapa kamu tiba-tiba datang dan membawa aku kesini?" Hana mengulang pertanyaannya lagi.
"Bukannya.. Kamu... Dipenjara?" Sambung Hana lagi.
Sandy tidak langsung menjawab pertanyaan dari Hana, ia tampak mengeluarkan sebuah rokok dari dalam saku celananya lalu menghidupkan rokok tersebut kemudian menghirupnya dalam-dalam.
__ADS_1
"Hana... Hana... Sepertinya kamu ingin aku dipenjara untuk selamanya ya?? Kamu suka aku di penjara, iya??" Bentak Sandy dengan membesarkan matanya.
"Iya.. Tempat kamu memang dipenjara sepatutnya. Ini baru 7 tahun Sandy, bukannya hukuman kamu 10 tahun? Mengapa kamu bisa lepas lebih cepat?" Tanya Hana.
Sandy tersenyum sinis dengan tatapan tajam dari matanya yang tidak lepas dari Hana.
"Aku mendapat dispensasi dari kepolisian karena dalam 7 tahun ini aku selalu berperilaku baik. Tidak heran mereka memberikan penghargaan seperti itu karena memang... AKU INI SEBENARNYA ORANG BAIK-BAIK HANA. AKU BUKAN PEMBUNUH SEPERTI YANG TELAH KAU DAN MEREKA SEMUA TUDUHKAN.." Ucap Sandy dengan berteriak kencang.
"Aku tidak membunuh Reno. Terlintas di pikiran aku pun tidak pernah." Tegas Sandy dengan wajahnya yang dingin.
"Ngak Sandy. Dari pemeriksaan polisi kamu lah tersangkanya. Sudahlah.. Setelah sekian lama berlalu, mengapa kamu tidak mengaku juga?? Bukti sudah jelas, semuanya mengarah ke kamu. Kamulah orang terakhir yang dijumpai Reno waktu itu dan ada sidik jarinya kamu pada pisau yang tertancap pada perut Reno." Jelas Hana.
"Sudahlah Sandy, aku muak dengan kebohongan kamu itu. Apa yang keluar dari mulutmu itu, sama sekali tidak akan merubah rasa benci aku terhadap pembunuh seperti kamu!"
"Itu yang aku sesalkan terhadap kamu Hana. Kamu sekalipun tidak pernah memberikan kesempatan kepada aku untuk menjelaskan semuanya. Kamu percaya begitu saja dengan penyelidikan polisi. Coba kamu pikirkan.. Apa untungnya aku membunuh adik kamu ha?? Atas dasar apa aku membunuh dia. Aku baru bertemu dengan dia cuman satu kali Hana.. Jadi, tidak masuk akal jika aku punya masalah dengan dia sampai-sampai membunuh dia. Seharusnya kamu percaya dengan aku." Kata Sandy berapi-api.
Hana terdiam. Selama ini dia memang tidak pernah berpikiran sampai kesana, ia hanya menelan mentah-mentah hasil dari penyelidikan polisi. Tanpa mengkaitkan itu semua dengan logikanya. Tapi, tidak salah dia juga.. Tidak mungkin dia membela orang yang sudah terbukti bersalah dari hasil penyelidikan polisi.
"Kenapa diam? Barus sadar ha? Sedikitpun kamu tidak membela aku!"
"Aku dipenjara selama 7 tahun Hana.. Sia-sia hidup aku, keluarga aku dikucilkan setelah itu, orang tua aku sakit-sakitan sampai Ayah aku meninggal, aku tidak bisa menghadiri hari pemakaman ayah aku. Kamu tidak mengerti diposisi aku Hana, Kamu gak tau apa yang aku rasakan. Dihukum 7 tahun penjara bukan atas kesalahan aku.." Kata Sandy dengan nafas yang naik turun. Terlihat sekali ia begitu marah dan seakan melepaskan amarahnya bartahun-tahun tersebut ke Hana.
__ADS_1
Hana masih diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa, dan dia juga tidak punya alasan untuk mempercayai semua ucapan Sandy. Bagaimana jika dia mengarang cerita saja?? Bagaimana Sandy memang mempunyai niat jahat kepada Reno dan sekarang kepada dirinya juga? Hana hanya bisa menduga-duga didalam hatinya.
"Terus.. Terlepas dengan semua yang kamu jelaskan ke aku ini, sekarang.. Kamu mau apa?? Apa maksud kamu menahan aku seperti ini? Lebih baik kamu lepaskan ikatan ditangan dan kaki aku ini Sandy, apa kamu mau masuk penjara lagi atas tuduhan penculikan dan penyekapan??" Ancam Hana. Orang yang diancam malah tertawa dengan terbahak-bahaknya.
"Kamu yang membuat aku jadi jahat seperti ini Hana, kamu anggap aku seorang penjahat bukan? Oke.. Biarlah aku jadi jahat sekalian seperti yang ada didalam pikiran kamu itu" Ucapnya.
"Kamu memang jahat Sandy, sampai kapanpun kamu memang terlihat jahat dimata aku!" Sahut Hana dengan emosi.
"Mau sampai kapan kamu mengikat aku seperti ini??" Lanjut Hana lagi.
"Sampai kau sadar bahwa aku bukan lah pembunuh itu. Aku hanya korban jebakan dari orang yang tidak bertanggung jawab. Aku ingin membersihkan nama aku Hana, juga nama keluarga aku yang telah kau coreng.." Katanya dengan gusar.
"Terserah apa kata kamu lah Sandy, aku gak mau dengar lagi. Aku gak peduli. Yang jelas.. Aku ingin pergi dari sini, lepaskan aku.. Aku janji tidak akan melaporkan kamu kesiapa-siapa atas perbuatan bodoh mu ini, tapi.. Tolong aku harus pergi sekarang juga. Aku sudah ditunggu seseorang!"
"Seseorang siapa?? Cowokmu yang bodoh itu?? Siapa namanya, Andra?? Terus Si Asran juga?? Hahaha.. Aku gak habis pikir ternyata kamu memacari mereka berdua ya Hana, hahahha...." Ledek Sandy dengan tidak berhenti tertawa terbahak-bahak.
"Kamu gak perlu tahu urusan aku!! Dan.. Mana hp aku? Kamu simpan hp aku kan??" Tanya Hana yang sejak tadi tidak melihat handphonenya.
Bersamaan dengan itu pulak nada dering yang Hana kenali terdengar dari saku celananya Sandy..
Bersambung..
__ADS_1