Reminiscent

Reminiscent
MEMBUKA HATI


__ADS_3

"Jadi, apa maksud ini semua Dokter Andra??" Hana Bertanya. Saat itu mereka sedang duduk berdua di teras. Setelah pertemuan tadi yang membuat Hana tidak berhenti bertanya-tanya didalam hatinya. Kok bisa? Orang tuanya dan orang tua Dokter Andra berteman baik. Sejak kapan? Dan.. Sepertinya Dokter Andra tidak kaget dengan pertemuan ini. Apa dia sebenarnya sudah tau dan ini adalah rencananya dia?


"Maksud ini semua? Apanya ya Kak Hana?" Tanyanya dengan pura-pura bodoh dan tidak ketinggalan juga dengan memberikan seuntai senyuman manis yang selalu menghiasi bibirnya itu.


"Jangan pura-pura ngak tau!" Jawab Hana kesal.


"Tujuan Dokter kesini mau ngapain?" Tanya Hana lagi.


"Mau berkenalan" Jawabnya dengan cepat.


"Dokter kelihatannya ngak kaget ketemu saya disini. Dokter sudah tau ya.."


"Tau apa kak Hana?"


"Aduuh.. . Jangan buat saya kesal donk! Ceritakan aja terus terang" Ucap Hana yang tampak kesal dengan sikap Andra.


"Sabar... Sabar kak Hana.. hehe" Katanya sambil tertawa kecil melihat kekesalan Hana.


"Oke, Aku cerita dech. Tapi sebelum aku cerita.. Pertama.. aku mau minta maaf dulu karena sudah bikin kak Hana kesal. Kedua.. aku mohon jangan panggil aku dengan sebutan 'Dokter Andra' disini. cukup di Puskesmas aja kakak panggil aku Dokter. diluar itu panggil Andra aja.. biar lebih akrab.." Ujarnya.


"Oke.. Meskipun agak janggal kalau harus panggil nama" Jawab Hana.


"Dibiasain aja kak, aku pun mau membiasakan diri juga untuk tidak memanggil kak Hana dengan panggilan 'Kak', tapi.. Dengan panggilan Hana aja. Boleh kan??" Tanyanya sambil menatap Hana dan seraya menaikkan alis matanya ke Hana. Meminta persetujuan dari Hana.


"Ya terserah.."Jawab Hana dengan cuek.


"Terserah ya.. Oke dech Hana.. Calon istri..." Katanya dengan suara yang pelan. meskipun pelan tapi tertangkap jelas oleh telinga Hana.


"Calon Istri..?" Hana mengulang kata-kata terakhirnya yang diucapkan oleh Andra.


"Yup.. Kan kita mau dijodohkan!"


"Jadi, Dokter.. ee.. Maksudnya kamu.. Andra.. Setuju dengan perjodohan ini?" Tanya Hana.


"Why Not kak?? Tidak ada alasan bagi aku untuk menolak perjodohan ini apalagi dengan seorang wanita yang memang benar-benar aku harapkan.."

__ADS_1


"Awalnya aku menolak.. Karena aku ngak tau siapa wanita yang akan dijodohkan dengan aku.. tapi setelah orang tua ku melihat kan foto kak Hana ke aku.. Wah.. disitu aku merasa Kuasa Ilahi itu begitu nyata."


"Entah kebetulan atau apa namanya, orang tua kita ternyata sudah lama saling kenal. Kenal baik malahan. Dan.. aku bersyukur.. sungguh sangat bersyukur bisa dijodohkan sama kamu Hana.." Ucap Andra sambil menatap penuh arti kearah Hana yang tertegun mendengar semua penjelasan dari Andra.


Ditatap seperti itu membuat Hana langsung menundukkan kepalanya. Tanpa dipinta jantungnya malah berdetak tak beraturan. Hana berusaha mengontrol dirinya yang mulai menikmati sensasi getaran yang bersemayam di kalbunya.


"Hana.." Andra memanggil Hana yang masih diam dengan perasaan aneh yang mulai menjalari dirinya.


"Iya.." Jawab Hana tanpa menoleh kesamping.


"Kok diam? Sudah cukup jelaskah? Atau ada yang mau ditanyakan lagi?" Tanyanya.


Hana hanya mengelengkan kepalanya.


"Jadi, Bagaimana?" Tanya Andra lagi.


"Bagaimana apanya?" Jawab Hana bingung.


"Perasaan Hana.."


"Hah.. Kenapa dengan perasaan Saya?" Kata Hana yang kini malah terbalik, Yang Sekarang dirinya seakan berpura-pura bodoh dengan pertanyaan Andra.


"Apakah Hana mau menerimanya? Apa Hana bisa membuka hati untuk aku?" Tanya Andra bertubi-tubi.


Hana diam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena sebenarnya Hana masih ragu dengan perasaannya sendiri. Perasaannya yang mudah sekali berubah-ubah.


"Haii.. aku masih setia menunggu Lo.." Tegur Andra yang masih mendapati Hana diam membisu. Hana menoleh sebentar kearah Andra lalu tersenyum tipis.


"Aku Coba." Ucap Hana akhirnya.


"Coba untuk..?" Tanya Andra yang merasa belum puas dengan kalimat gantung yang diucapkan Hana barusan.


"Untuk membuka Hati" Ujar Hana dengan suara yang sangat pelan.


"Alhamdulillah.." Ucap Andra kemudian dengan penuh rasa syukur.

__ADS_1


Setelah itu, mereka saling diam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Didalam Rumah tepatnya diruang tamunya Hana, Kedua Orang tua mereka masih sibuk berbincang bincang dengan hangatnya. Terdengar gelak tawa renyah dari mereka keluar rumah. Mereka memang terlihat sangat akrab. Jadi tidak heran mereka akhirnya menjodohkan anak mereka. Yang membuat hubungan persahabatan mereka menjadi lebih intim lagi yaitu menjadi hubungan kekeluargaan.


Beberapa saat kemudian kedua orang tua merekapun keluar menuju teras. Dan mendapati Hana dan Andra yang masih duduk di kursi teras dengan wajah yang agak tegang.


"Ehemm.. kok saling diam? Bukannya kalian sudah saling kenal kan?" Tanya Papanya Andra yang sebelumnya memang sudah tau bahwa Andra kenal dengan Hana.


"Sudah ngobrol kok tadi pa.." Jawab Andra seadanya. Hana hanya tersenyum.


"Baguslah semoga kalian cocok ya.." Kata Mama Hana dengan antusias.


"Nak Andra, harus bersabar sedikit ya.. maklum Hana kadang memang agak kaku.. tapi kalo sudah kenal dekat Hana mengasyikkan juga kok anaknya.." Ucap Mama Hana yang membuat Hana langsung memandang protes kearahnya.


"Tidak masalah tante.. Andra suka kok dengan wanita yang 'agak kaku', seakan ada tantangan gitu.." Ucap Andra yang langsung disambut dengan tawaan dari mereka semua kecuali Hana tentunya.


"Oiya Jangan lupa di bahas nantiknya kapan hari tunangan kalian ya.. jangan kelamaan ya.. Nak Andra.." Ucap Mama Hana lagi dengan memberi kode khusus ke Andra.


Lagi-lagi Hana memandang protes kearah mamanya yang Menurutnya terlalu terburu-buru. Hana merasa malu dengan sikap mamanya yang seakan-akan terlalu ngebet untuk menghalalkan hubungan dirinya dan Andra.


"Siap, Tante!" Jawab Andra Dengan keyakinan penuh.


"Semoga mereka benar-benar berjodoh ya.." Kali ini mamanya Andra yang berujar dan kedua orang tua mereka mengaminkannya dengan mantap.


Setelah itu, kedua orang tua mereka berlalu dari sana dan masuk kembali kedalam rumah. Mama Hana dan Mama Andra melangkah kedapur sedangkan Papa mereka kembali duduk di ruang tamu untuk melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati secangkir kopi hitam yang sudah tersedia diatas meja.


Sedangkan Hana dan Andra masih duduk di bangku teras rumahnya Hana. Andra terlihat sibuk mengetik sesuatu di hpnya. Sebenarnya Hana ingin pergi juga dari sana dan masuk kedalam rumah tapi dia merasa serba salah untuk meminta izin ke Andra bagaimana.. Tidak mungkin dia langsung main pergi sajakan?


Beberapa saat kemudian, Hp yang berada didalam rok gamisnya Hana berdering. Hana merasa terselamatkan. Ada alasan baginya untuk pergi dari sana.


"Saya kedalam dulu ya, ada yang nelpon" Kata Hana.


"Oh..Oke.."Jawab Andra.


Setelah itu, Sambil berjalan kedalam rumah, Hana mengeluarkan Hp dari rok gamisnya dan.. sesaat kemudian dia menghentikan langkah kakinya setelah tahu siapa manusia yang menelpon dirinya.

__ADS_1


Disitu tertulis Nama Asran. Asran Menghubunginya. Hana lantas menelan ludahnya yang terasa sangaatt pahitt..


Bersambung..


__ADS_2