
Setelah menceritakan semua tentang kejadian meninggalnya Reno, Delfipun pamit pulang. Hana tidak begitu banyak komentar. Dibilang marah, pasti dia merasa marah karena Delfi menyimpan rahasia ini bertahun-tahun, yang membuat Hana malah membenci Sandy selama itu juga. Dan ketika Hana tanya siapa yang sebenarnya membunuh Reno itu, Delfi bilang ia tidak tahu. Dia cuman melihat Reno dikepung beberapa orang dan salah satunya langsung menusukkan pisau kebagian perutnya. Setelah itu, orang - orang jahat tersebut kabur dari sana. Tidak lama kemudian, Sandypun datang. Entah bagaimana ceritanya Sandy malah yang dituduh telah menusukkan pisau itu ke Reno. Karena saat itu, Delfi yang merasa takut lantas langsung pergi dari sana.
Hana mendengus kesal berkali-kali, ia merasa sangat bersalah dengan Sandy. Yang mana, Hana tidak mempercayai pembelaan pada dirinya. Sedangkan orang yang pembunuh sebenarnya malah masih berkeliaran mungkin hingga saat ini. Hana merasa tidak terima, orang yang membunuh adiknya itu masih bisa hidup dengan tenang sampai sekarang tanpa mendapatkan hukuman yang setimpal. Meskipun demikian, Hana yakin jika orang itu bisa bebas dari hukuman dunia, tapi tidak dengan hukuman akhirat. Akan ada ganjaran untuk dia diakhirat nantik. Hana menyakinkan hal itu agar hatinya bisa sedikit tenang.
"Andai saja dulu itu aku menjadi saksi terkait meninggalnya Reno, pasti Sandy tidak dipenjara dan kamu masih tetap berpacaran dengan dia atau bahkan menikah dengan dia Hana." Kata Delfi saat itu dengan wajah penuh penyesalan juga suara yang terisak-isak.
Sebenarnya Hana tidak ingin mendengar kata Andaikan.. Jika.. Tidak.. Karena baginya, inilah jalan takdir yang sudah ditakdirkan oleh Allah untuk hidupnya. Mungkin saja dengan hal inilah yang menjadikan jalan baginya dan Sandy tidak berjodoh. Hana yakin, segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya karena ada peran dari Yang Maha Kuasa. Berarti Sandy bukan jodohnya, Melainkan Andralah jodohnya. Dalam hitungan jam lagi mereka akan menikah.
Keesokan harinya, sehari menjelang akad nikah. Hana hanya menghabiskan waktu dirumahnya saja, dan ia juga mengabari via telpon bagi teman-temannya yang jarak rumahnya lumayan jauh untuk hadir dipesta pernikahannya.
Sudah terlihat kesibukan yang nyata hari ini dirumah Hana, Tenda sudah dipasang dengan sempurna. Pelaminan juga sedang dalam proses pemyelesaian. Sedangkan dibagian dapur, sudah ramai ibuk-ibuk yang masak dan menyiapkan hal lainnya.
Hana menghabisakan hari itu hanya dirumah saja, karena orang tuanya sudah melarang Hana untuk keluar-keluar. Ya.. Maklumlah katanya harus dipinggit. Sebenarnya Hana bosan juga harus dirumah seharian tanpa berbuat apa-apa. Mau bantu - bantu dibelakang juga dilarang. Jadi, untuk mengusir kesuntukan Hana palingan hanya baca buku ataupun nonton.
Hana yang tengah berbaring dikamar, tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Mamanya.
"Hana, kamu lagi ngapain nak??" Tanya Mama Hana yang melihat Hana baring - baring diatas kasur.
__ADS_1
"Ini lagi baca buku Ma," Jawab Hana seraya menunjukkan sebuah buku ke Mamanya itu.
"Ooh.. Oya, Mama ada dapat kenalan orang yang bisa pindahkan kamu ke kota. Jadi setelah menikah kamu bisa pindah kesini saja, kamu dan juga Andra tinggal sama Mama." Ucap Mama Hana.
"Pindah?? Tapi, Hana sedikitpun belum kepikiran mau pindah Ma. Kok tiba - tiba harus pindah sih?" Kata Hana sedikit tidak setuju dengan pendapat Mamanya itu.
"Jadi setelah menikah kamu mau tetap kerja dan tinggal disana? Jadi bagaimana dengan Andra? Masak kalian harus jauh-jauhan, sama aja bohong sudah nikah tapi tetap tinggal masing-masing." Ujar Mama Hana.
"Ya maksud Hana pasti akan pindah juga cuman belum dalam waktu dekat ini lah Ma. Masalah bagaimana nantik Hana sama Andra kan bisa diatur dalam sebulan itu entah Hana kekota atau entah Andra yang ketempat Hana. Nantik bisa diatur" Jelas Mama Hana.
"Tapi, Mama gak setuju kalau kalian saling jauh Hana. Kamu tau tidak sekarang ini musim pelakor, jadi Mama takut kalau kalian saling berjauhan, Andra malah digoda-goda sama pelakor." Kata Mama Hana dengan wajah serius dan juga takut.
"Eh, kamu masih bisa tertawa. Ini serius lo Hana, jangan dianggap sepele. Karena biasanya setelah menikah, malah orang ketiga itu banyak bermunculan." Kata Mama Hana.
"Mama ini, kemarin ngotot nyuruh Hana untuk segera menikah. Sudah mau anaknya menikah malah ditakut-takutin begini. Apa gak usah aja Hana nikah?" Kata Hana setengah merajuk.
"Eh, jangan Hana.. Mama bukan nakut-nakutin, cuman lebih memperingatin kamu aja agar lebih waspada dengan kehadiran orang ketiga. Gitu Loh." Jelas Mamanya.
__ADS_1
"Iya, Ma. InshaAllah jika kami sudah berkomitman dari awal untuk saling setia, InshaAllah akan saling setia dan percaya satu sama yang lain kok Ma," Tutur Hana dengan yakin.
"Hhmm.. Tapi, Mama berharap setelah menikah kalian itu tinggal bersama. Jika jauhan, godaan itu pasti ada saja Hana.. Entah itu dari orang baru atau bahkan dari mantan. Bisa jadi kan.. Tapi, ngomong - ngomong tentang mantan, kamu tidak ada komunikasi lagi dengan mantan kamu yang berondong itu kan Hana??" Tanya Mama Hana dan menatap wajah Hana dengan erat. Pertanyaan dari Mamanya yang tiba-tiba itu membuat Hana langsung gelagapan.
"Ngak Ma, ngak ada kok.." Jawab Hana akhirnya.
"Baguslah, Jangan pulak Mama malah mendapati kamu yang belum bisa move on dari dia." Tegas Mama Hana yang membuat Hana sedikit tersentak.
Setelah mengatakan itu, Mama Hana pun pamit ke Hana hendak keluar sebentar mau beli berbagai macam bumbu yang masih kurang kepasar. Sepeninggalan Mamanya, Hana kembali membaca buku. Namun.. Pikiran Hana tidak fokus lagi membaca, peringatan Mamanya tadi seakan terniang-niang di pikirannya. Apalagi saat Mamanya bertanya tentang Asran.
Sebenarnya Hana bisa bernapas lega karena sampai detik ini Asran belum ada mengganggunya lagi. Tapi, tetap saja perasaan Hana tidak enak juga.. Rasa was-was itu tak dipungkiri tetap ada juga. Bagaimana jika ia datang kembali meskipun Hana sudah menikah? Kemungkinan buruk itu pasti ada saja.
Hana memijit keningnya yang mulai terasa berdenyut, Hana mencoba mengalihkan pikiran tentang Asran dengan kembali membaca buku. Tapi, sedikitpun apa yang ia baca tidak masuk ke dalam pikirannya. Sampai akhirnya, Hana menutup buku tersebut dan mencoba untuk merehatkan matanya dengan tidur. Namun, baru saja dirinya memejamkan mata. Hp Hana berdering. Hana meraih hp tersebut, dan tanpa melihat siapa yang menelpon, Hana langsung saja menerima panggilan tersebut.
"Kak, Kak Hana.." Hana langsung terduduk saat mendengar suara seseorang dari seberang sana yang memanggil namanya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG..