Reminiscent

Reminiscent
BERANGKAT BERSAMA ANDRA


__ADS_3

Hana sudah kembali kerumahnya dan diantar oleh Andra sampai kedalam rumah. Karena hari sudah jam 9 lewat, Andra langsung saja pamit untuk pulang.


Hana masuk ke kamarnya dengan perasaannya yang tidak enak. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, tapi ia tidak tahu apa. Hana lalu berganti pakaian dan setelah itu ia menghempaskan badannya kekasur.


Hana melirik Hp yang terlihat sepi tanpa ada notifikasi ataupun panggilan dari siapa-siapa disana. Sebelum ia mengistirahatkan matanya, Hana mencoba menghubungi nomor Asran lagi. Tapi, tetap.. Lagi-lagi nomor Asran tidak aktif.


'Asran.. Kamu kemana sech? Kenapa seharian hp kamu gak aktif? Kamu benaran bencikah sama kakak saat ini?' Rintihan Hana didalam hatinya.


Lalu Hana mencoba memejamkan matanya, tapi saat matanya terpejam, malah wajah Asran yang muncul dipelupuk matanya hingga membuat Hana kembali membuka matanya.


'Asran.. Kamu baik-baik saja kan??' Hana membatin dengan hati dan perasaan yang semakin gelisah.


***


Keesokan paginya Hana bangun agak kesiangan karena malam tadi ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sekali-sekali terjaga dan langsung mengambil hp, berharap ada pesan masuk dari Asran.


Hana tidak tahu kenapa hatinya saat ini masih saja memikirkan Asran, apakah mungkin rasa itu masih ada? Yah.. Hana akui ia merasa sangat-sangat bersalah karena sudah melukai hati Asran, mungkin lelaki itu sudah beranggapan Hana yang mempermainkan perasaannya. Padahal Hana sama sekali tidak pernah punya niat seperti itu. Keadaanlah yang membuat ini semua terjadi. Jalan takdir yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.


"Hana.. Hana.. Kamu sudah bangun??" Tanya Mama Hana yang sudah berdiri didepan pintu kamar Hana yang masih tertutup rapat. Mendengar suara Mamanya, Hana langsung saja berdiri dan membukakan pintu.


"Iya, Ma.. Ini Hana Baru bangun.." Ucap Hana sambil mengucek-ucek matanya.


"Kok baru bangun? Sudah jam berapa ini.. Kamu gak sholat subuh tadi kan??" Tanya Mamanya.


"Hana lagi gak sholat Ma.." Jawab Hana.


"Ooh.. Tapi, tetap aja Han.. Meskipun gak sholat, kamu itu harus bangun pagi-pagi. Apalagi kalau sudah nikah nantik, kamu wajib bangun pagi dan nyiapin sarapan untuk suami kamu.." Kata Mama Hana seakan memberikan nasihat untuk Hana.


"Iya Mama.. Hana tau kok.." Jawab Hana dengan malas-malasan.


"Ya sudah, kamu mandi sana dan dandan yang cantik. Dokter Andra sudah nungguin kamu tuch diluar." Ujar Mamanya dengan tersenyum centil.


"Apa? Andra ada didepan Ma?" Tanya Hana dengan membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Iya, makanya cepat kamu mandi dan temuin calon suami kamu ya!" Kata Mama Hana seraya mendorong badan Hana menuju kamar mandi yang kebetulan ada dikamarnya.


Setelah selesai mandi dan menggunakan pakaian hariannya, Hana langsung keluar menemui Andra yang sudah duduk di kursi teras rumah Hana.


"Hai.. Kok gak bilang kalau mau kesini?" Sapa Hana saat sudah berdiri disamping Andra.


"Aku sudah nelpon kamu subuh tadi, tapi gak diangkat-angkat. Ya sudah aku langsung aja kesini." Jawab Andra dengan melemparkan senyuman khasnya itu ke Hana. Hana selalu terkesima jika melihat Andra tersenyum, lelaki berkacamata itu sangat kelihatan manis jika sedang tersenyum.


"Maaf.. Ngak kedengaran, Ndra. kebetulan lagi gak sholat juga makanya kebablasan sampai kesiangan bangunnya."


"Ya gak apa-apa, Na. Oya, ini.. Aku sudah belikan tiket untuk kamu berangkat besok." Ucap Andra saraya menyodorkan 2 tiket ke Hana.


"Duh.. Kamu gak perlu repot-repot belikan aku tiket segala, Ndra." Kata Hana merasa tidak enak.


"Gak repot kok Hana, cuman tiket doank kok."


"Makasih Ya, tapi.. Kok dua kamu beli tiketnya?" Hana bertanya bingung.


"Yang satu lagi untuk aku donk." Kata Andra dengan membetulkan letak kaca matanya.


"Iya, aku ikut antarin kamu pulang"


"Loh.. Andra, kamu kok ikut sech? Apa Kamu ada keperluan ke Puskesmas ya?" Tebak Hana.


"Gak Hana, Gak ada.." Andra menggelengkan kepalanya.


"Jadi??"


"Emang kenapa kalau aku ikut? Aku cuman mau mastiin saja.. Kalau calon istri aku sampai dengan selamat ketempat tujuannya."


"Hhhmmm... Itu namanya mubazir, Ndra. Sayang tiketnya bolak balik udah habis berapa itu.." Kata Hana.


"Lagi pula, aku tuch sudah biasa bolak balik berangkat pakai kapal, Ndra. Jadi seharusnya kamu gak usah mengkhawatirkan aku."

__ADS_1


"Hana.. Hana.. Aku gak mempermasalahkan itu kok. Yang jelas..." Andra berhenti sejenak, ia menatap Hana dengan erat.


"Yang jelas... saat ini aku ingin selalu berada didekat kamu Hana. Aku masih kangen sama kamu, Jadi ya.. Intinya Aku ingin saja menemani kamu berangkat, bisa bersama-sama kamu.."


Andra lalu memegang kedua tangan Hana. Hana masih diam dengan hati yang mulai bergetar.


"Aku sayang sekali sama kamu Hana. Aku janji gak akan mengulangi kebodohan aku dulunya dengan meninggalkan kamu. Aku harap kamu pun begitu.." Ucap Andra dengan sungguh - sungguh.


"Iya.. aku juga begitu.." Kata Hana berusaha memantapkan hatinya untuk Andra kembali meskipun ia tahu bahwa dihati dan pikirannya saat ini masih ada bayang-bayang Asran.


***


Akhirnya hari esokpun tiba, pagi-pagi sekali Hana sudah rapi dan siap untuk berangkat. Jadwal keberangkatannya pagi itu jam 8 pagi. Jam 7 lagi Andra sudah datang kerumah untuk menjemputnya, karena memang jarak rumah Hana ke pelabuhan cukup jauh.


Hana berpamitan dengan papa dan mamanya. Setelah itu mereka masuk kedalam taksi yang akan membawa mereka ke pelabuhan.


"Oya, kamu dapat izin berapa hari dari klinik tempat kamu bekerja??" Tanya Hana ketika mereka dalam perjalanan.


"2 atau 3 hari bisa kok, Na. Kan nantik tinggal ceng jadwal saja."


"Begitu juga dengan jadwal di rumah sakit?"


"Kalau jadwal dirumah sakit aku mulai minggu depan sayang. Jadi, dalam minggu ini aku agak longgar lah.." Jawab Andra. Memang Andra kemarin sempat cerita ia telah dikontrak oleh sebuah rumah sakit yang cukup terkenal dikota tersebut.


"Oo.. Syukurlah, Aku khawatir aja malah mengganggu pekerjaan kamu nantinya.."


"Ngak lah Hana sayang.. Semuanya sudah aku perhitungkan kok.." Tuturnya seraya tersenyum lebar.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sampai di pelabuhan. Lalu mereka langsung saja masuk kedalam kapal. Tidak menunggu lama, akhirnya kapal tersebut berangkat.


Saat didalam kapal, Hana duduk dibagian pinggir dekat jendela. Hana melemparkan pandangannya ke arah jendela, memandang lautan lepas yang berwarna kebiruan.


Tanpa dipinta, Tiba-tiba saja pikirannya membawa Hana kembali untuk memikirkan Asran. Sudah 3 hari Hana kehilangan kontak dengan dia. Nomornya masih tidak bisa dihubungi. Apakah dia ganti nomor, Hana pun tidak tahu. Kemudian Hana mengalihkan pandangannya ke Andra yang lagi tidur. Hana lalu menarik nafas panjang, 3 hari yang lalu ia berangkat bersama Asran.. Tapi kini ia malah berangkat pulang bersama Andra.. Lagi-lagi Hana tidak tahu bagaimana takdir Allah yang akan berperan didalam kehidupannya..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2