Reminiscent

Reminiscent
MENANGIS


__ADS_3

❤HAPPY READING❤


"Nih, kak. Jaketnya." Kata Tika yang akhirnya ia menyusul Hana ketempat parkiran. Hana yang masih terpana dengan pemandangan didepannya tadi, sedikit kaget dengan kedatangan Tika yang tiba-tiba.


"Eh, iya. Makasih ya ka.. Kak baru mau ketempat kamu.." Jawab Hana dengan tidak enak hati.


"Iya, gak apa-apa kak. Oya, Aku perhatikan kak Hana lihatin Rini sama cowoknya.. kok serius sekali sih?" Tanya Tika dengan heran.


"Gak.. Biasa aja kok.." Jawab Hana dengan menundukkan kepalanya.


"Tapi, itu memang cowoknya ya kak?" Tika kembali bertanya.


"Kak juga gak tau Tika" Jawab Hana dengan gayanya yang cuek padahal didalam hati ia bertanya-tanya juga, sudah sejauh apa hubungan Rini dengan Asran? Apakah memang sudah sedekat itu..?


"Ya sudah, kakak duluan ya ka.." Pamit Hana yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Tika. Kemudian ia pun pergi meninggalkan Tika.


Dipertengahan jalan, pikiran Hana tidak berhenti melayang ke Rini dan juga Asran. Ia mendadak merasa galau luar biasa. Perasaan tidak rela melihat Asran dengan wanita lain semakin memuncah di dadanya. Ditambah lagi sikap Asran ke dirinya saat bertatapan tadi begitu dingin. Tidak ada kata sapaan, tidak ada senyuman di bibirnya, itu yang membuat hati Hana semakin ngilu.


Namun, dengan segala rasa kegalauan dihatinya saat itu, Hanapun tersadar. Tidak seharusnya ia seperti ini.


'Hana, ingat.. Kamu akan nikah, kamu sudah ada Andra. Lupakan Asran. Sedangkan Asran sudah lupa dengan kamu dan tidak akan lagi kembali mengganggu kamu. Seharusnya kamu bisa bernapas lega, relakan sajalah dia bersama Rini. Karena dilihat dari segi manapun, mereka itu cocok.' Hana membatin. Memaksa dirinya untuk membuang jauh perasaan bodoh yang bersarang didalam hatinya ini.


Dengan rasa kesal terhadap dirinya sendiri, Hana lalu menambah laju kendaraannya. Ia hanya ingin segera sampai di rumah saat ini. Namun, dipertengahan jalan.. Hana mengurangi laju kendaraan saat melihat didepannya ada orang yang sedang dipikirkannya. Yah.. Siapa lagi kalo bukan Asran dan Rini. Mereka tepat didepan Hana saat ini.


'Kenapa lambat sekali sih bawa motornya?' Hana mendumel didalam hati karena melihat Asran yang begitu lambat mengendarai motornya.

__ADS_1


Hati Hana semakin panas dan juga kesal saat melihat mereka malah asyik mengobrol berdua disepanjang jalan, dan juga Hana perhatikan bagaimana Rini yang sekali-sekali mendekatkan kepalanya ke wajah Asran, saat lelaki itu mengajaknya mengobrol.


"Sudah tau bawa motor lambat tapi ambil jalan ketengah. Gak tau apa aku mau lewat?' Sungut Hana masih didalam hatinya.


Hana masih berada dibelakang mereka, ia mau menyalib tapi gagal terus karena didepan lumayan ramai motor yang lewat. Akhirnya saat ada kesempatan, Hana tidak lengah lagi, langsung saja ia menyalib dengan sebelumnya mengklakson sangat kuat dan panjang saat melewati mereka.


Spontan saja Asran dan Rini menoleh kesamping dengan bingung. Hana yang sudah kepalang kesal dan sakit hati, langsung saja berlalu dari sana tanpa menoleh sedikitpun ke mereka.


Hana kembali membawa kendaraannya dengan kencang. Seolah-seolah sebagai pelampiasan kekesalan hatinya saat ini.


'Tenang Hana.. Sabar Hana.. Buang semua perasaan ini.. Jangan menyiksa diri sendiri.. Fokus.. Fokus.. Hana, lebih baik kamu fokus dengan pernikahan kamu dengan Andra yang sudah didepan mata..' Hana menasihati dirinya sendiri didalam hati. Kendatipun demikian, tetap juga setetes demi setetes air mata mengalir di pipinya..


***


"Ini terakhir... Ini terakhir kalinya aku menangisi kamu Asran. Setelah ini, tidak akan ada lagi air mata terbuang sia-sia untuk kamu Asran. Biarlah lebih baik aku anggap kamu sudah tiada sekalian agar tidak ada lagi harapan untuk kembali seperti dulu, kebersamaan yang singkat ini memang harus diakhiri. Gak boleh berlarut-larut seperti ini. Bagaimana aku bisa menjalani pernikahan dengan tenang jika pikiran aku masih saja kepikaran kamu, dihati aku masih juga ada tentang kamu.." Desis Hana pelan pada dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian, hp Hana berdering. Pertanda ada panggilan masuk. Dengan rasa malas, Hana lalu mengambil hp dari dalam tas ranselnya. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Hana langsung saja mengangkatnya.


"Iya, Halo.." Kata Hana dengan suara yang parau karena habis menangis. Terdengar sebuah isakan lembut dari Hana setelah ia mengucapkan kata tersebut.


"Hana..? Kamu.. Kenapa?" Tanya orang yang menelpon itu. Hana langsung membalikkan badannya dan melihat ke layar hpnya. Ternyata yang menelponnya adalah Andra.


"Kamu lagi nangis ya??" Andra kembali bertanya karena Hana belum juga mengeluarkan suaranya.


"Iya," Jawab Hana dengan jujur. Karena percuma berbohong, sudah jelas sekali terdengar dari suara dan tarikan nafasnya bahwa ia sedang menangis.

__ADS_1


"Ada apa Hana?" Tanya Andra dengan khawatir. Hana menarik nafas panjang, ia tidak tahu harus menjelaskan dari mana ke Andra? Dan ia pun merasa tidak etis jika mengatakan ke Andra bahwa dia menangis karena belum bisa melupakan Asran. Gak mungkin, itu malah akan memperburuk keadaan.


"Sayang..?? Apa.. Karena aku kamu menangis ? kamu belum bisa memaafkan aku tentang yang kemarin itu?" Ucap Andra.


"Mungkin.." Jawab Hana. Padahal sama sekali ia tidak mempermasalahkan lagi pertengkarannya dengan Andra waktu itu. Jawaban itu cuman sebagai alat saja untuk menghindar dari penjelasan yang sebenarnya.


"Aku minta maaf, Na. Aku benar - benar minta Maaf. Aku akui bahwa akulah yang salah. Aku yang merasa takut berlebihan sehingga menuduh kamu yang tidak-tidak. Sekali lagi aku minta maaf sayang. Dan.. Aku janji, tuk kedepannya aku tidak akan lagi berpikiran buruk tentang kamu. Aku akan selalu percaya kepada kamu, Hana. Percaya akan ketulusan cinta dan kasih sayang kamu ke aku. Hanya untuk aku, sehingga tidak ada ruang dihatimu bagi lelaki lain. Ya.. Aku yakin Hana, aku akan selalu berpikiran positif. Lagi pula, Tidak baik juga kita saling bertengkar seperti ini. Pernikahan kita sudah semakin dekat, aku ingin menjelang hari pernikahan kita ini, kita saling menguatkan cinta kita, jangan ada lagi keraguan. Oke sayang..??" Kata Andra panjang lebar.


"Iya, Iya Andra.. Aku juga minta maaf sudah terbawa emosi dan marah-marah sama kamu. Tanpa mempedulikan rasa khawatir kamu yang sebenarnya adalah bentuk rasa sayang kamu yang begitu besar ke Aku. Aku saja yang terlalu sensitif dan beranggapan buruk sama kamu.. Maaf ya.." Kata Hana setengah memelas.


"Iya, sayang.. Ya sudah kita lupakan aja itu. Jangan dibahas-bahas lagi. Mendingan sekarang ini kita bahas tentang persiapan pernikahan kita saja, bagaimana?" Kata Andra memberi Saran.


"Oke, Boleh.. Mau bahas apa?" Tanya Hana.


Dan.. Andrapun mulai berbicara panjang lebar mengenai persiapan pernikahan mereka yang hanya tinggal hitungan hari saja. Untuk saat ini mungkin Hana bisa menyingkirkan Asran sebentar dari pikirannya. Tapi, ia tidak bisa menjawab untuk selanjutnya entah bagaimana..


.


.


.


BERSAMBUNG..


YUK TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTATNYA YA..😀😋🥰

__ADS_1


__ADS_2