Reminiscent

Reminiscent
MENUNGGU


__ADS_3

Tepat jam 3 sore Asran datang ke Puskesmas Hana dan memarkirkan motornya disebuah pohon rindang yang tidak jauh dari Puskesmas.


Dari kejauhan Asran tidak berhenti memperhatikan orang-orang keluar dari Puskesmas. Ia sengaja datang disaat jam pulang staf Puskesmas tersebut, Ia sedang menunggu Hana.


Sudah 3 hari Asran merasa kehilangan sosok Hana. Asran sudah tidak bisa lagi menghubungi nomornya, Entah Hana mengganti nomornya ataupun telah memblokir dirinya Asranpun tidak tahu. Yang Pasti Asran benar-benar merasa kehilangan Hana. Kehilangan yang semakin hari semakin menyiksa dirinya.


Asran tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Ia merasa ada sebuah Kegalauan yang sebelumnya tidak pernah ada didalam kamusnya. Ia yang biasa cuek dan tidak terlalu pusing memikirkan masalah hati, malah kini seakan berbalik arah. Asran merasa dirinya seakan terkena karma atas perbuatannya sendiri.


Beberapa saat kemudian Hpnya berdering. Asran mengangkat sebuah panggilan dari Reynald, teman dekatnya.


"Asran, Kau dimana ?" Tanya Reynald.


"Ee.. Lagi.. di jalan " Kata Asran setengah berfikir untuk memberikan jawaban.


"Jalan mana?" Reynald kembali mengintrogasinya.


"Ya dijalan lah pokonya. Kenapa emangnya?" Asran berbalik bertanya.


"Kau Ngak latihan sore ini? Waktu kita ngak lama lagi bro, semalam kau sudah bolos. Masak hari ini bolos lagi latihan" Ucap Reynald menyadarkan Asran.


"Iya, sebentar lagi aku kesana." Jawab Asran akhirnya.


"Bukan sebentar lagi, tapi sekarang.. Kawan-kawan yang lain sudah pada datang ne.." Kata Reynald.


"Iyaa.." Jawab Asran. Kendati dirinya berkata iya namun didalam hati ia masih bertekad untuk menunggu sampai tidak ada satupun orang lagi yang keluar dari Puskesmas.


Asran menghela nafas panjang ketika mendapati tidak ada lagi orang yang keluar dari Puskesmas dan di parkiran Puskesmas pun sudah terlihat sepi. Palingan cuman 2 atau 3 motor milik petugas yang jaga siang pada hari itu.


Akhirnya, Dengan perasaan kecewa Asran pun memutuskan untuk pergi dari sana dan lalu menuju ke lapangan voli tempat biasa dirinya latihan.


***


Hana mengintip dari balik jendela di Ruangan KIA. Ia melihat Asran. Asran yang sedari tadi tampak memarkirkan motornya di pohon rindang itu.


Hana yakin Asran pasti mencari dirinya. Melihat hal itu membuat Hana tidak keluar dari Puskesmas. Ia menunggu. Menunggu Asran pergi barulah dirinya keluar dan pulang.


"Buk Hana belum pulang?" Sebuah suara mengagetkan Hana yang lagi berdiri didekat jendela. Suara itu milik Sariah, petugas kebersihan yang berkerja di Puskesmas tersebut.


"Belum, Dyah.." Jawab Hana sambil tersenyum manis ke Dyah yang usianya masih jauh dibawah Hana.


"Lembur ya buk..?" Tanyanya lagi sambil membersihkan ruangan Hana.


"Ngak Dyah.. ini saya mau pulang kok." Jawab Hana lalu bergegas keluar ruangan dengan sebelumnya mengambil tas ranselnya yang ada di kursi.

__ADS_1


Hana telah memastikan bahwa Asran sudah tidak tampak lagi disana. Akhirnya dia bisa bernapas lega dan bisa segera pulang.


Dipertengahan jalan, tiba-tiba saja ada sebuah bunyi klakson motor terdengar dari belakangnya. Hana tidak begitu mempedulikannya karena ia menyangka hanya orang yang ingin memotongnya.


Hana melambatkan motornya untuk memberi jalan supaya orang yang dbelakangnya bisa lewat.


Namun, orang yang mengklakson itu tidak lah melajukan motornya. Ia malah jalan beriringan disamping motor Hana.


Sekilas Hana merasa kenal dengan motor dan penampilan sipemilik motor yang berhelm gelap itu. Apakah..


"Kak Hana, berhenti sebentar kak.. Asran mau ngomong..." Katanya. Ternyata orang itu adalah Asran.


Hana membalikkan wajahnya, menatap lurus kedepan lalu menambah kecepatan motornya.


Asran yang ketinggalan dibelakang langsung segera menyusul Hana.


"Kak Hana, sebentar aja.. Asran Mohon!" Kata Asran lagi yang kini sudah bisa mengimbangi laju kendaraan Hana.


Hana masih diam dan bungkam. Sama sekali tidak melihat kesamping, tidak peduli berkali-kali Asran memanggilnya.


"Kak Hana.. Tolong beri Asran kesempatan terakhir kak..."


"Berhenti dulu kak.. sebentar aja"


"Mau ngapain lagi sech, kamu?" Tanya Hana tanpa memandang Asran.


"Asran mau mintak maaf kak" Jawab Asran.


"Ngak perlu mintak-mintak maaf. Karena percuma.." Jawab Hana lalu Kembali meng-gas motornya.


"Eh, Kak.. Jangan kencang-kencang bawa motornya" Teriak Asran yang kini sudah tertinggal di belakang Hana.


"Apa yang harus Asran lakukan supaya kak Hana bisa memaafkan Asran Kak?" Tanya Asran lagi. Saat itu ia kembali disebelah motornya Hana. Kebetulan sore itu jalanan agak sepi sehingga mempermudah motor Asran untuk terus berada disamping motornya Hana.


"Lebih baik kamu urus aja pacarmu.. Sherly itu.. Ajarkan dia adab dan sopan santun!" Kata Hana dengan marah.


"Maksudnya? Emang apa yang sudah Sherly perbuat ke kak Hana?" Tanya Asran penasaran.


Hana diam. Tidak menjawab pertanyaan Asran.


"Kak..?" Asran kembali memanggil Hana.


"Berhentikan sebentar motornya kak.. Biar kita bisa bicara baik-baik kak.." Kata Asran setengah memohon.

__ADS_1


"Ngak ada yang perlu kita bicarakan lagi Asran!" Jawab Hana dengan ketus.


"Jangan gitu Kak Hana.. Asran.. Asran tahu Asran salah.. Tapi, kali ini Asran Benar-benar serius kak.. Asran..."


"Sudah lah.. Aku ngak mau dengar apa-apa lagi" Teriak Hana yang akhirnya memberhentikan motornya ditepi jalan.


Hana terlihat seperti menahan air matanya yang akan tumpah karena amarah yang mulai memuncak didadanya.


"Nyesal Aku pernah kenal sama kamu, tau?" Kata Hana dengan pandangan mata yang tajam.


"Hari ini aku benar-benar di buat malu oleh pacar mu itu.. bisa-bisanya dia menuduh aku yang bukan-bukan, didepan orang ramai lagi."


"Apa yang Sherly perbuat kak Hana?"


"Kamu tanya aja dengan dia sendiri"


"Kak, Asran mintak maaf... Asran benar-benar mintak maaf.." Katanya yang lagi-lagi memohon ke Hana.


"Sudahlah Asran, Jangan ganggu-ganggu kakak lagi.. Anggap kita gak pernah kenal, oke?"


Kata Hana membuat keputusan.


"Ngak.. Asran Gak Mau!!" Jawab Asran sambil geleng geleng kepala.


"Terserah Kamu lah..Keras kepala.." Kata Hana yang kemudian kembali menghidupkan motornya.


"Kak.. Jangan pergi dulu.." Asran menahan tangan Hana agar tidak menghidupkan motornya. Hana langsung menepis tangan Asran yang menghalanginya.


"Apa-apaan sech Asran.."


Asran lalu mencabut kunci motor Hana lalu mengambilnya.


"Kuncinya gak bakalan Asran balikkan sebelum Kak Hana mau menerima permohonan maaf Asran dan mendengar Penjelasn Asran dulu.." Ancamnya.


"Kamu Gila ya.." Ucap Hana dengan marah.


Kemudian Hana berniat untuk merebut kunci motornya kembali namun tiba-tiba Hpnya berdering. Hana lalu mengambil hp didalam tasnya dan mengangkat telpon tersebut.


"Assalamu'alaikum, Hana Sayang.." Sebuah sapaan memanggil nama Hana dengan lembut. Asranpun dapat mendengar dengan jelas ucapan tersebut.


"Walaikumusalam..Andra, Tolong.. Ada lelaki yang mau menjahati aku!!" Ucap Hana dengan suara terisak sambil menatap sinis ke Asran yang terdiam tidak berkutik..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2