Reminiscent

Reminiscent
MERASA CANGGUNG


__ADS_3

Keesokan harinya..


Setelah selesai sholat Dzuhur, perasaan Hana mulai tidak karuan. Karena dalam hitungan menit lagi Asran akan datang untuk menjemputnya. Tadi Asran kembali mengingatkan Hana untuk siap siap lebih awal. Karena Setelah Dzuhur ia akan datang untuk menjemput Hana.


Tiba-tiba Hana tersadar akan sesuatu.


'Bagaimana jika kak Ria melihat Asran datang dan setelah itu melihat kami pergi berdua?Tidak...Tidak.. Jangan sampai kak Ria tahu. Asran tidak boleh menjemput aku dirumah..'


Setelah menyadari hal itu, Hana langsung buru-buru menghubungi Asran dan mengatakan bahwa dia akan menunggu di persimpangan jalan.


Hana melangkahkan kakinya keluar rumah. Tapi, langkah kakinya berhenti seketika mendengar namanya dipanggil.


"Hana, Mau kemana??" Ternyata suara itu milik kak Ria yang sudah berdiri didepan teras rumahnya. Untuk beberapa detik Hana terdiam, bingung mau memberi jawaban apa.


"Eee.. Keluar sebentar kak.." Jawab Hana sedikit gugup.


"Jalan kaki?" Tanya Kak Ria penuh selidik karena Hana tidak mengeluarkan motornya.


Hana hanya mengangguk.


"Mau kemana emangnya?" Kak Ria bertanya lagi.


Hana tidak langsung menjawab pertanyaan kak Ria. Karena sulit baginya untuk mengarang cerita ataupun berbohong. Hana yang tidak terbiasa melakukan hal itu pasti akan terlihat jelas jika ia sedang berbohong. Kelihatan dari nada bicara dan gelagatnya yang merasa gugup.


"Ibuuuu...Sudah selesai..." Suara teriakan anak Kak Ria dari dalam rumahnya seakan menyelamatkan Hana. Karena Mendengar teriakan anaknya tersebut, Kak Ria langsung bergegas kedalam rumah dengan sebelumnya berkata...


"Bentar Han.. Kak Cebok anak kak dulu ya..."


Setelah kak Ria masuk kedalam Rumahnya, Hana lantas bergegas berjalan cepat menuju ke persimpangan jalan.


Beberapa saat kemudian, Dari kejauhan.. Hana melihat sosok lelaki yang memakirkan motor besarnya di pinggir jalan raya. Lelaki berhelm hitam yang Hana yakini adalah Asran itu melambaikan tangannya setelah melihat Hana yang berjalan kearahnya.


Langkah kaki Hana seakan berat. Entah kenapa tiba-tiba perasaan aneh mulai merasuki dirinya. Perasaan aneh yang muncul ketika ia berhadapan langsung dengan lelaki Gagah yang ada dihadapannya saat ini.


Asran membuka helmnya. Seraut wajah tampan dan putihnya Asran langsung tertangkap oleh mata Hana. Ia memandang Hana sambil tersenyum manis. Hana hanya terpana tanpa sedikitpun membalas senyuman manis Asran tersebut.


"Kak Hana kelihatan lebih cantiik hari inii..."

__ADS_1


Serrrrr... Kalimat pujian itu keluar tiba-tiba dari lisannya Asran yang lantas saja membuat Hana menjadi salah tingkah. Yang benar saja, padahal Hana hanya berdandan ala kadarnya. Memoles wajahnya secukupnya saja. Kenapa ia bisa berkesimpulan dengan mengatakan dirinya hari ini kelihatan lebih cantik? Apakah itu cuman akal bulus nya untuk membuat dirinya Geer? Hana menebak-nebak dalan hatinya.


"Sudah.. Jangan dilihatin terus.. Yuk lah berangkat.." Kata Hana akhirnya yang mengalihkan wajahnya dari pandangan Asran.


"Bersemu Merah.." Ucapnya dengan lirih yang kali ini sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Maksudnya, apanya yang bersemu merah?" Hana Bertanya bingung dengan ucapan Asran.


"Wajah kakak.. merah merona.. kakak pakai itu ya.. apa namanya?" Kata Asran sambil menunjuk wajah Hana.


Hana yang paham maksud Asran langsung menutupi wajahnya. Ia sungguh merasa malu pasti wajahnya memerah karena ucapan lelaki itu tadi. Hana mengerutu dalam hati. Bisa-bisanya wajahnya langsung cepat berubah karena ucapan Asran yang Hana yakin cuman sekedar basa-basinya saja.


"Sudah.. jangan dibahas. Jadi pergi tidak Nih?" Kata Hana mengalihkan pembicaraan.


"Jadi donk Kak, Yuk lah naik kak.." Ucap Asran.


Dengan sedikit ragu-ragu Hana menaiki motor Besar tersebut. Rasa canggung mulai dirasakan oleh Hana. Bagaimana tidak ia saat ini duduk begitu dekat diatas motor bersama Asran yang padahal awalnya mereka cuman berkomunikasi lewat Whatsapp. Tidak pernah terlintas dipikiran Hana untuk bisa berboncengan dengan lelaki yang dulunya begitu cuek terhadap dirinya. Lelaki yang ia anggap mirip Reno, adiknya itu.


"Kak, Kita mampir ke Asrama Asran dulu ya Kak?" Kata Asran dipertengahan jalan.


Mendengar Kata Asrama membuat Hana sedikit tersentak.


"Iya, Kak.. Kita perginya barengan dengan teman Asran yang lainnya."


"Hah? Kenapa kita gak langsung pergi aja sech?" Tanya Hana sedikit panik.


"Ya gak bisa gitu kak.. Gak enak lah sama teman dan senior Asran yang lain kalo pergi duluan.." Jelas Asran.


"Iya, kamu bilang merasa gak enak, Nah.. sekarang ini kakak yang merasa gak enak juga, merasa canggung ketemu dengan teman-teman polisi mu itu.." Kata Hana sedikit kesal.


"Kenapa Canggung kak? Mereka baik-baik semua kok kak" Jawab Asran menyakinkan Hana.


"Bukan masalah baik atau tidaknya Asran.. Kakak merasa minder aja karena kakak sendiri perempuan disana nantiknya..." Ucap Hana akhirnya.


"Siapa bilang hanya kak sendiri perempuan..." Ucap Asran sambil tertawa kecil.


"Jadi?"

__ADS_1


"Banyak kok kak Cewek yang ikut. Rata-rata teman Asran bawa pacarnya. Asran aja yang gak ada pacar, makanya bawa kak Hana. Kak Hana pura-pura jadi pacar Asran ajalah ya, hehehe..."


Ucap Asran sambil tertawa lepas.


Hana hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Asran barusan itu.


"Kak..?" Asran memanggil Hana yang sejenak terdiam.


"Iya.. apa..?" Jawab Hana.


"Boleh tidak Asran kenalkan kakak sebagai pacarnya Asran nantik ke teman-teman?" Tanya Asran lagi.


"Hah? Apa???" Hana kaget Asran tiba-tiba bertanya akan hal itu.


"Boleh tidak kak??"


"Tidak" Jawab Hana dengan cepat.


"Okee.. Jadi dikenalkan sebagai apa nantik kak?"


"Sebagai Kakak aja!" Jawab Hana.


"Oke..Oke.. Kakak ketemu gede' berarti ya, hahaha.." Ujarnya yang lagi-lagi sambil tertawa lepas. Hana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya Asran.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di Asrama Polisi tempat Asran tinggal.


Seketika itu juga semua pandangan mata tertuju kepada mereka berdua. Pandangan mereka para teman-teman polisinya Asran dan juga beberapa orang cewek muda yang memandang heran akan kehadiran Asran dan Hana.


Asran memakirkan motornya tepat didepan mereka semua. Hana benar-benar merasa sangat canggung menjadi pusat perhatian sedemikian rupa. Dipandangi dengan pandangan aneh oleh polisi-polisi muda dan juga cewek yang cantik-cantik dan modis itu.


"Wah..Wah..Gebetan baru Asran sepertinya ini.." Ucap salah satu temannya Asran yang bertubuh agak besar.


"Kenalkan Asran ke kami-kami..." Ucap lelaki yang lainnya. Asran belum mengatakan apa-apa, ia hanya tertawa terkekeh kekeh yang membuat Hana kesal setengah mati.


"Tapi, kelihatannya.. kali ini lebih dewasa ya.." Kata salah satu polisi yang duduk diatas motor. Ia memandang Hana dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan yang aneh.


Mendengar penuturan dari lelaki berambut cepak itu membuat perasaan Hana semakin tidak enak, ditambah lagi ia melihat para wanita-wanita muda itu berbisik-bisik sambil memandang kearahnya dengan pandangan sinis.

__ADS_1


Hana tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya berharap agar Asran berkata sesuatu untuk menyanggah semua tanggapan temannya itu. Tapi, ketika Hana melirik ke Asran, Lelaki itu malah senyum-senyum tak jelas yang membuat Hana benar-benar marah didalam hatinya.


Bersambung...


__ADS_2