Reminiscent

Reminiscent
MENGIKHLASKAN


__ADS_3

Hana memijit keningnya yang mulai terasa berdenyut, Hana mencoba mengalihkan pikiran tentang Asran dengan kembali membaca buku. Tapi, sedikitpun apa yang ia baca tidak masuk ke dalam pikirannya. Sampai akhirnya, Hana menutup buku tersebut dan mencoba untuk merehatkan matanya dengan tidur. Namun, baru saja dirinya memejamkan mata. Hp Hana berdering. Hana meraih hp tersebut, dan tanpa melihat siapa yang menelpon, Hana langsung saja menerima panggilan tersebut.


"Kak, Kak Hana.." Hana langsung terduduk saat mendengar suara seseorang dari seberang sana yang memanggil namanya.


"Asran..??" Kata Hana setengah berteriak.


"Iya, ini Asran kak. Kak Hana apa kabar?" Tanyanya dengan suara yang bergetar. Hana dapat merasakan suara yang dikeluarkan oleh Asran tidak seperti biasanya, terdengar berat.


"Alhamdulillah, kak sehat. Kamu.. Bagaimana??" Hana balik bertanya.


"Alhamdulillah, Asran berusaha untuk sehat kak." Jawab Asran yang membuat Hana langsung mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu apa Asran? Kamu lagi sakit ya, kok suaranya lain gitu?" Tanya Hana dengan khawatir.


"Entahlah kak, cuman lagi flu aja. Makanya suara agak berubah gini."


"Jangan lupa minum obat kalau sakit" Kata Hana menasihatinya.


"Iya.. Sudah," Sahutnya.


"Kak.." Asran memanggil Hana lagi kali ini dengan suara nyaris hilang.


"Iya, kamu kalau lagi sakit istirahat aja Asran. Jangan paksain untuk nelpon," Ujar Hana.


"Gak apa-apa Kak, Asran masih kuat kok. Asran.. Cuman mau bilang semoga Kak Hana bahagia dengan keputusan kakak menikahi Bang Andra. Asran.. Akan coba untuk ikhlas kak.. Ya.. Asran sudah mengikhlaskan, kak Hana.." Kata Asran dengan suara terbata-bata.

__ADS_1


"Asran, kak.."


"Tunggu kak, jangan ngomong dulu.. Asran.. Belum.. selesai.. ngomong.." Katanya. Hana mendengar helaan nafas Asran yang berat seperti agak sesak saat mengeluarkan suaranya.


"Kamu sakit apa Asran? Nafas kamu kok seperti orang sesak gitu?" Tanya Hana dengan penasaran.


"Gak penting kak, nantik juga baik.. Besok kan akad nikahnya kak??" Tanya Asran.


"Iya, Asran. Besok pagi. Oya, kak minta maaf yang kemarin itu sudah meninggalkan kamu tidur di teras rumah kakak. Maaf ya Asran,?" Kata Hana dengan merasa tidak enak hati.


"Gak apa-apa, kak. Asran.. Ikhlas.. Asran sudah Ikhlas.. Semuanya.. Kak.. Asran.."


"Asran?? Kak Yakin kamu lagi gak baik-baik sekarAng ini, kamu dimana sekarang??"


Panggilan terputus. Dengan perasaan cemas Hana mencoba menghubungi nomor Asran kembali, tapi tidak dikunjung diangkat telpon dari Hana tersebut.


"Ya, Allah.. Asran kenapa??" Desis Hana dengan wajah yang panik.


Perasaan Hana semakin tidak enak, meskipun Asran mengatakan dirinya sudah ikhals melepaskan dirinya namun tidak dipungkiri Hana galau juga dibuatnya. Padahal esok hari sudah akad nikahnya. Hana hanya bisa berdoa dalam hati agar Asran baik-baik saja.


[Asran, Kamu baik-baik saja kan?? Kenapa teleponnya kamu matikan?]


Hana mengirimi pesan singkat tersebut. Pesannya terkirim namun tidak kunjung dibaca. Hana sungguh dibuat penasaran jadinya.


Beberapa menit kemudian, Asran membalas chat dari Hana.

__ADS_1


[Iya, kak. Asran baik-baik saja kok.]


Karena Asran membalas pesan dari Hana, Hanapun berinisiatif untuk menelponnya lagi.


[Kita chat-an saja kak, suara Asran gak bisa keluar lagi.]


[Kenapa? Suara kamu hilang? Kamu lagi batuk ya?]


[Entah kak, Asran juga gak tahu. Suara Asran tiba-tiba jadi hilang gini.]


[Banyak minum air hangat ya, makan vitamin juga. Semoga kamu cepat sembuh ya]


[Terimakasih kak Hana, semoga acara kak besok lancar ya. Tapi, meskipun kak Hana sudah menjadi milik orang lain, Asran akan tetap menyayangi kak Hana selamanya.]


Jujur Hati Hana langsung tersentuh membaca kata-kata itu sehingga membuat setetes air mata jatuh ke pipinya.


Asran yang Hana kenal dengan kekerasan hatinya, tapi kini akhirnya dia mengalah dan mengikhlaskan Hana untuk menikah dengan lelaki lain.


Antara cinta dan kenyamanan, itulah yang Hana rasakan saat ini. Ia memang mencintai Andra, tapi.. Dia merasa nyaman saat bersama Asran.


Hana memejamkan matanya sesaat, mencoba mengingat kebelakang, semua kenangannya bersama Asran. Tapi, semuanya hanya tinggal kenangan. Ia akan menempuh hidup baru bersama Andra, suaminya..


***


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2