
Andra menyudahi obrolan singkatnya dengan Hana pagi itu. Lalu dengan mengucapkan kata pamit, Ia pun beranjak dari sana dan meninggalkan Hana dengan wajah yang sedih.
Sebenarnya Andra tidak tega melihat raut kesedihan yang terpancar dari wajah wanita yang ia sayangi itu. Tapi, Andra merasa ia harus tegas. Apalagi rasa kecewa masih melekat didalam hatinya, karena Hana yang tidak jujur menceritakan tentang Asran kepadanya.
Andra yakin jika memang hati Hana untuknya, Hana pasti akan kembali lagi kepadanya. Meskipun ada lelaki lain yang menyukainya. Tapi jika sebaliknya, bukan hanya dirinya yang ada di hati Hana, Andra tidak menjamin apakah dia bisa terus bertahan dengan Hana.
Andra melajukan motornya ke hotel tempat Sherly menginap. Sesampainya disana, Sherly sudah menunggu Andra didepan hotel.
"Hhmm... Bang Andra jadi ketemu Kak Hana?" Tanya Sherly. Mereka sudah di jalan menuju pelabuhan.
"Jadi.." Jawab Andra.
"Lalu? Kalian bubar kan?" Selidik Sherly.
"Kenapa Lily bertanya seperti itu?"
"Ya.. Lily maunya bang Andra putus dengan dia. Bang.. Sadar donk! Abang itu sudah di khianati sama si Hana itu. Bg Andra tau tidak? Mereka itu sudah sering jalan berdua, Terakhir mereka pergi ketempat Asran bertanding, yang lumayan jauh juga dari sini dan mereka pulang sampai malam. Jadi, Bang Andra pikir aja sendiri kalau si Hana itu cewek yang baik mana mungkin dia mau diajak pergi sampai pulang malam-malam gitu"
"Kamu tau dari mana?"
"Lily ini punya mata-mata disini bang, jadi apa yang dilakukan Asran, Lily tau." Jawabnya.
"Seharusnya bang Andra langsung putusin aja dia. Ngak ada gunanya bang Andra tetap mempertahankan dia. Dia sudah merebut Asran dari Lily dan sekarang berani-berani dia mau menjadi tunangan bang Andra." Lanjut Sherly dengan geram.
"Sudahlah, nantik saja kita bicarakan masalah ini." Kata Andra ingin mengakhiri perdebatan dengan adiknya itu.
"Bang Andra jangan termakan bujuk rayunya dia Bang, memang dari penampilan, dari dia bicara seakan menyakinkan kalau dia itu wanita yang baik. Tapi, itu semua hanya topeng. Dia bukan seperti yang abang pikirkan. Dia itu licik bang.." Kata Sherly yang terus-terusan menjelekkan Hana.
__ADS_1
"Ly, Kamu bicara seperti itu Seakan kamu sudah kenal betul dengan Hana. Kalo apa yang kamu bilang itu tidak benar, jadi fitnah jatuhnya tau gak kamu?" Ujar Asran dengan nada suara yang tidak suka.
"Lily bicara apa adanya kok Bang, bukan mengada-ngada. Bang Andra lihat aja nantik, setelah abang jauh dari dia.. Dia pasti akan kembali lagi dengan Asran." Kata Lily.
"Kalo Bang Andra mau, Lily bisa kok nyuruh orang untuk mematai-matai mereka." Lanjut Sherly lagi.
"Ngak perlu Ly, Abang tidak butuh itu. Abang yakin sebenarnya Hana tidak seperti yang kamu pikirkan." Jawab Andra.
"Lihat aja nantik. Lily akan buktikan kalau wanita yang abang bela itu, adalah seorang pengkhianat, pembohong, penggoda, dan perusak. Semua hal buruk untuk dia.." Ucap Lily sedikit berteriak.
Andra diam. Ia tidak lagi menanggapi ucapan adiknya itu. Dia tahu Sherly pasti saat ini masih merasakan sakit hati karena diputuskan Asran, Makanya dia melampiaskan semua kekesalannya itu ke Hana. Dan Andrapun yakin bahwa Asran sebenarnya ada hati dengan Hana, Andra bisa melihat dari sinar mata Asran bahwa ada sebuah rasa yang terpancar disana. Namun, Andra tidak tahu.. Apakah Hana juga memiliki perasaan lebih ke Asran? Atau hanya Asran saja yang memiliki perasaan itu?
***
Hana masuk ke ruangan KIA dengan wajah yang murung dan tak bersemangat. Tia yang sudah ada didalam ruang tersebut, lalu mendekati Hana yang sudah duduk di kursinya.
"Ngak Kok Tia. Cuman..." Hana berhenti sejenak dan seperti sedang menimbang. Apakah sebaiknya ia menceritakan permasalahannya dengan Tia, agar beban yang tengah ia tanggung ini terasa sedikit berkurang. Lagi pula saat ini Hana juga butuh teman cerita. Dan ia rasa di Puskesmas ini hanya Tia lah yang bisa dipercaya untuk dijadikan teman curhatnya.
"Cerita aja Han, mana tahu aku bisa bantu.." Kata Tia menyakinkan Hana.
"Iya, aku memang lagi butuh teman berbagi cerita. Hhmm... Ini masalah hubungan aku dengan Andra.." Ujar Hana dengan suara yang pelan namun cukup jelas terdengar oleh Tia.
"Kenapa dengan dokter Andra?" Tia bertanya bingung.
Hana menceritakan semua kejadian yang berhubungan dengan dirinya, Andra, Asran dan juga Sherly. Tia yang mendengar cerita Hana tersebut dibuat terkaget-kaget olehnya.
"Ya, Ampun Hana.. Kenapa semua jadi kebetulan begini ya? Terus bagaimana respon dari Dokter Andra? Pasti dia jadi salah paham kan sama kamu?" Tanya Tia.
__ADS_1
"Sepertinya iya.. Tadi pagi dia datang ke Kos Aku. Dia Pamit mau berangkat pagi itu juga. Dan.. dia bilang kalau untuk sementara waktu hubungan kami ini tidak dilanjutkan dulu sampai dia bisa membujuk Sherly agar bisa menerima aku. Dan setelah itu, dia menyuruh aku menyelesaikan permasalahan aku dengan Asran. Padahal aku sudah jelaskan gak ada yang perlu aku selesaikan dengan Asran, karena diantara kami tidak ada apa-apa.. Tapi, dia gak mau tau dan tetap menyuruh aku selesaikan hubungan dengan Asran. Aku ngak ngerti lah pokoknya.." Jelas Hana dengan helaan nafas naik turun.
"Aduuhh.. kok jadi ribet gini ya Han, padahal aku sudah senang sekali ketika tahu kamu dan Andra mau bertunangan. Tapi, karena kejadian ini hubungan kamu sama Andra malah renggang. Sabar ya Hana, Aku yakin... Kalau kalian berjodoh pasti apapun rintangannya nantik InshaAllah ada jalan keluarnya." Kata Tia berusahan menenangkan Hana yang kelihatan panik dan risau.
"Iya, semoga aja Tia.. Semoga Andra berhasil membujuk Sherly dan mau menerima aku.." Kata Hana penuh harap.
Setelah itu, karena pasien sudah ada maka Hana dan Tia mengakhiri obrolan mereka dan kembali melakukan pelayanan terhadap pasien.
Saat jam istirahat, Tia mengajak Hana untuk kekantin. Ketika mereka sudah diluar Puskesmas, Mata Hana menangkap sosok yang ia kenal sedang Berada di parkiran bersama seorang teman Hana yang bekerja di Puskesmas juga.
Hana menghentikan langkahnya. Ia melihat dari kejauhan bagaimana lelaki berwajah lembut itu tengah berbincang dengan lumayan akrab bersama wanita bertubuh ramping tersebut.
Tia yang menyadari kemana arah pandangan Hana, langsung mengalihkan pandangannya ke sana juga.
"Kenapa Han? Kok wajah kamu jadi lain gitu melihat Rini dengan cowok.." Tanya Tia bingung.
Hana Lalu memandang Tia sesaat setelah itu kembali melihat kedepan.
"Cowok yang sedang bersama Rini itu adalah.. Asran.." Kata Hana.
"Hah..?"
Tia terlihat Kaget dengan apa yang ia dengar barusan. Padahal didalam hati Tia sempat berpikiran bahwa Rini sedang bersama pacarnya. Tapi, ternyata...
Sedangkan Hana hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya. Tapi, tidak dipungkiri di Dalam hati bertanya-tanya juga.. Mengapa Asran terlihat begitu akrab dengan Rini? Ada hubungan apa mereka?
***
__ADS_1