
Wanita cantik dihadapan Hana saat ini tidak kalah terkejut juga melihat Hana bersama Andra. Wajahnya langsung berubah memerah karena menahan amarah yang hampir meledak.
Cukup lama juga mereka saling pandang dengan tatapan penuh tanya yang seolah tidak menyangka akan apa yang mereka lihat dihadapannya masing-masing. Sampai akhirnya, Andra memecahkan keheningan tersebut.
"Li.. Ini Kenalkan Kak Hana, Calon tunangan abangmu.. Dan Hana, ini adik aku Lily.." Andra memperkenalkan mereka berdua.
Sherly tampak menyunggingkan senyumnya dan dengan berdecak pinggang ia lalu berkata..
"Apaa?? Bang Andra gak salah? Wanita ini?" Kata Sherly dengan suaranya yang nyaring.
"Li, Yang sopan ngomongnya.." Andra menegur Sherly.
"Untuk apa aku sopan dengan wanita penggoda ini?" Teriak Lily yang membuat orang-orang yang ada di kafe tersebut langsung mengalihkan pandangannya ke arah mereka bertiga.
"Li, pelankan suaramu.." Kata Andra yang menyadari bahwa mereka bertiga sudah menjadi pusat perhatian. Namun, Sherly tidak mempedulikan peringatan Andra. Ia terus mengeluarkan suaranya dengan keras.
"Biar aja orang-orang dengar Bang. Hai, kamu.. wanita penggoda, Bisa-bisanya ya setelah kau merebut Asran dari aku, sekarang kau malah mau merebut Abang aku juga dari aku ha?"
"Lily.. Apa maksud kamu? Kenapa kamu nuduh kak Hana seperti itu?" Tanya Andra dengan bingung. Sedangkan Hana sedari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia tampak sekali-sekali menunduk dengan *******-***** tangannya.
"Pokoknya aku ngak akan sudi jika dia menjadi kakak ipar aku, Aku benci sekali dengan wanita ini. Sok baik, padahal menusuk.." Ucap Sherly yang kemudian mengambil tasnya dari atas meja dan kemudian pergi dari sana dan sebelumnya ia sengaja menyenggol bahu Hana dengan kasar.
"Lily..." Andra memanggil Lily tapi Lily tetap berjalan menuju keluar kafe.
"Kamu tunggu sebentar disini ya, Na.. Aku susul Lily dulu.." Kata Andra yang kemudian setengah berlari menyusul Lily.
Sepeninggalan Andra, Hana langsung terduduk lemas dikursinya. Kepalanya terasa nyut-nyutan, belum lagi ia harus mengontrol getaran didadanya yang semakin kuat terasa. Rasa takut, khawatir dan galau bercampur menjadi satu didalam benaknya.
Berkali-kali Hana menarik nafas panjang, berusaha mengatur setiap helaan nafas yang terasa begitu berat.
Hana tidak pernah menyangka, terlintas dipikiran nya pun tidak pernah bahwa Lily yang akan dikenalkan Andra padanya adalah Sherly, pacarnya Asran.
"Ya Allah.." Desis Hana dengan pelan.
Rasa panik mulai menguasai dirinya. Apa yang akan dikatakannya nantik kepada Andra? Bagaimana caranya ia menjelaskan kepada Andra.. tentang Asran?
__ADS_1
Tiba-tiba penyesalan pun muncul dipikiran Hana. Kenapa tidak jauh-jauh hari ia menceritakan tentang Asran kepada Andra? Kenapa dirinya tidak jujur saja dengan Andra?
Sekarang.. Hana rasa telah terlambat. Andra pasti sudah mendengar semua hal buruk tentangnya dari Sherly. Sherly yang sudah dari awal salah paham terhadap dirinya.. Yang telah menuduhnya macam-macam tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Asran.
Kepala Hana semakin sakit memikirkan kemungkinan terburuk yang akan diterimanya. Saat ini.. Dia hanya bisa menunggu kedatangan Andra dengan hati yang gelisah.
Sekitar 15 menit lamanya Andra meninggalkan Hana sendirian didalam Kafe. Setelah itu, dari kejauhan Hana melihat Andra datang dan berjalan cepat menuju tempat Hana. Hati Hana kembali diliputi rasa takut dan kerisauan.
Sesampainya ditempat Hana, Andra langsung duduk dikursi tepat didepan Hana. Hana lalu memandang sekilas wajah Andra yang sedikit berubah. Tidak seceria tadi, Wajahnya terlihat murung.
"Hana... Ada hubungan apa kamu dengan Asran?" Tanya Andra seraya menatap Hana dengan wajah yang serius. Ditatap seperti itu membuat Hana menjadi semakin sulit untuk mengeluarkan suara, lidahnya terasa kelu.
"Kenapa kamu ngak pernah cerita tentang ini semua? Kenapa kamu tidak jujur dengan aku, Hana?" Tanya Andra masih menatap erat wajah Hana yang terlihat sedikit menunduk.
"Lihat aku Hana.." Kata Andra. Hana mengangkat wajahnya sebentar dan melihat wajah Andra yang terlihat dingin.
"Jawab pertanyaan aku Hana.." Kata Andra sedikit menekankan suaranya.
"A-aku.. Dan Asran tidak ada hubungan apa-apa Ndra.."
"Sherly sudah cerita semuanya ke aku, kalau Asran meninggalkan dia karena kamu. Kamu.. Aku ngak nyangka.. Kamu wanita yang merusak hubungan Sherly dengan Asran...?" Ucap Andra dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Itu tidak benar, Ndra. Aku sama sekali tidak pernah melakukan itu... "Jawab Hana dengan menahan air matanya yang sudah mulai tergenang di pelupuk matanya.
"Jadi, maksud kamu Sherly bohong gitu? Sherly mengarang cerita, iya?" Tanyanya.
"Maaf, Ndra.. Bukan gitu maksud aku.. Sherly sudah salah paham.. Sebenarnya.. Aku juga bingung mau jelaskannya dari mana.. Karena salah aku juga tidak cerita ke kamu dari awal.. Maaf Ndra, Aku menyesal.." Kata Hana mulai terisak-isak.
"Kamu suka dengan Asran?" Andra bertanya lagi dengan pertanyaan yang menyudutkan Hana.
"Kamu beneran suka dengan dia atau bagaimana?" Desak Andra lagi yang mendapati Hana masih diam.
"Tidak.." Jawab Hana.
"Berarti, Asran yang suka sama kamu ya?" Tanya Andra. Hana hanya diam.
__ADS_1
"Oke.. Kayaknya aku perlu ketemu Asran dan mintak penjelasan dari dia.." Ucap Andra kemudian. Setelah itu Andra terlihat sedang mengetik sesuatu dari Hpnya dan lalu ia menghubungi seseorang.
"Halo, Assalamualaikum, Asran? Kamu dimana?" Ternyata Andra menelpon Asran. Sayup-sayup Terdengar suara Asran yang menjawab salam dari Andra di seberang sana.
"Ada yang mau aku bicarakan. Kapan kamu ada waktu? Kebetulan aku ada disini, jadi kita bisa ketemuan sebentar.." Ujar Andra.
Asran mengatakan sesuatu akan tetapi tidak begitu jelas terdengar oleh Hana. Sampai akhirnya, teleponan singkat merekapun selesai.
"Besok aku ketemu Asran." Kata Andra datar tanpa memandang Hana. Setelah itu, ia sibuk dengan hpnya.
"Ndra.." Hana memanggil Andra.
"Hhmm.." Jawab Andra dengan suara yang malas.
"Kamu marah?" Tanya Hana dengan pelan.
"Ngak.. Cuman Kecewa saja..." Jawab Andra.
"Maaf.." Ucap Hana dengan lirih. Andra tidak menjawabnya ataupun memandang Hana. Hal ini sungguh membuat rasa penyesalan itu semakin dalam dirasakannya.
"Maaf karena sudah bikin kamu kecewa.." Kata Hana lagi.
"Aku Maafin.. Tapi, tidak akan membalikkan keadaan seperti semula bukan? Lily.. kelihatan benci sekali sama kamu, Hana. Ia teramat terpukul dengan ini semua. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa dengan hubungan kita ini.." Kata Andra.
"Karena.. Bagaimana bisa aku melanjutkan hubungan dengan wanita yang dibencii oleh Adik Aku sendiri? Karena itu.. aku perlu ketemu Asran. Mendengar penjelasan dari Dia. Apakah benar Lily yang sudah salah paham sama kamu... Atau malah sebaliknya, kamu yang bermain api dengan Asran?" Ucap Andra dengan menatap Hana tajam.
Hana terdiam. Hana merasa takdirnya kini berada ditangan Asran. Apakah Asran akan menolongnya atau.. malah sebaliknya?
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
.