
"Rey, Kamu bisa antarkan aku kerumah kak Hana sebentar gak?" Tanya Asran setelah mereka keluar dari IGD.
Reynald langsung mengerutkan keningnya dengan memasang wajah yang tidak senang.
"Mau ngapain kesana?" Tanyanya.
"Aku khawatir sama kak Hana. Aku cuman mau memastikan kalau kak Hana baik-baik saja karena.. sejak tadi aku coba hubunginya dia gak bisa-bisa, Rey." Kata Asran. Saat ini mereka sudah sampai kembali diparkiran.
"Aku takut kalau orang yang kemarin itu nekat lagi mau mencelakai kak Hana." Sambung Asran lagi.
Reynald menarik nafasnya dengan kesal. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kini sahabatnya itu memang sudah terjebak dalam permainannya sendiri. Reynald merasa Asran memang benar -benar peduli dengan wanita itu.
"Rey, Pliss...." Ucap Asran dengan nada memohon.
"Oke. Tapi, sebentar saja. Cuman memastikan saja ya! Aku ngak mau menunggu lama disana." Ucap Reynald akhirnya.
"Oke Rey, Terimakasih.." Kata Asran sambil tersenyum girang.
Akhirnya atas desakan Asran Reynald membawa Asran menuju rumah Hana.
Sesampainya dirumah Hana..
Rumah Hana terlihat sepi. Seperti tidak ada tanda-tanda penghuninya didalam sana. Kemudian Asran langsung mengetuk pintu rumah Hana sembari mengucapkan salam.
"Sepertinya dia gak ada dirumah, Asran. Sudahlah kita balik aja." Kata Reynald yang sudah siap mengambil aba-aba untuk pulang.
"Bentar, Rey. Kata si Rini tadi.. kak Hana gak masuk Karena sakit. Aku yakin kak Hana ada didalam." Kata Asran dengan yakin.
Asran kembali mengetuk pintu rumah Hana.
"Assalamualaikum, Kak Hana.. Kak.. Ini Asran kak.. Kakak ada didalam kan??" Asran memanggil Hana tapi kali ini lebih mengeraskan suaranya.
Hening. Tidak ada jawaban dari Hana sama sekali. Asran yang penasaran lalu mengintip dari balik jendela. Reynald langsung melotot saat melihat Asran melakukan itu.
"Asran.. Sudahlah, Tak ada orang didalam. Pakai ngintip - ngintip segala lagi. Kalau dilihat orang lain gak enak. Dikira kita mau ngapain - ngapain pulak." Protes Reynald namun Asran tidak mempedulikan ucapan protes dari Reynald tersebut.
__ADS_1
"Tapi, motornya ada didalam kok, Rey" Kata Asran yang melihat motor Hana memang ada didalam.
"Berarti kak Hana ada didalam juga. Gak mungkin kak Hana keluar rumah gak bawa motornya." Lanjut Asran lagi.
"Ya bisa aja. Mungkin dia jemput sama kawan dia. Atau cowok dia.. Sudahlah.. Kata kamu tadi cuman memastikan..." Kata Reynald seakan mengingatkan Asran akan tujuan awalnya datang kesini.
"Iya, Rey.. Tapi, rasanya aku belum puas hati kalau gak ketemu dengan kak Hana. Kita tunggu sebentar lagi ya.." Ucap Asran.
"Oke. Cuman 5 menit ya, Dari sekarang!" Tegas Reynald akhirnya.
Kemudian Asran beralih kesamping rumah Hana, dan ketika itu juga ia mendapati sebuah jendela yang terbuka. Asran segera menuju ke jendela tersebut.
Betapa terkejutnya Asran ketika ia mendongakkan kepalanya ke jendela tersebut dan melihat Hana yang terbaring dengan posisi telungkup dilantai kamarnya.
"Rey.. Rey.. Sini Rey.." Asran berteriak kencang memanggil Reynald. Reynald yang kaget dengan suara teriakan Asran langsung berlari kesamping rumah Hana.
"Kenapa Asran?" Tanya Reynald.
"Kak Hana.. Kak Hana ada didalam Rey, Dia gak sadarkan diri." Kata Asran. Reynald kemudian mengintip juga dari luar jendela.
Akhirnya Asran dan Reynald mendobrak pintu Hana dengan 3 kali dobrakan pintu itupun roboh. Asran langsung berlari kekamar dimana Hana tak sadarkan diri.
***
Hana membuka matanya perlahan-lahan. Ketika matanya terbuka, ia mendapati sudah berada disebuah ruangan yang serba putih dan iapun tengah berbaring diatas tempat tidur dengan tangan yang sudah terpasang infus.
Hana mencoba mengangkat badannya, namun saat ia melakukan itu tiba-tiba saja ia merasa nyeri yang teramat kuat dibagian kepalanya. Hana lalu memegang kepalanya sembari meringis kesakitan.
"Kak Hana ? Kak sudah sadar..? Jangan banyak bergerak dulu ya kak.. Keadaan kak Hana masih lemah" Sayup-sayup Hana mendengar suara Seorang yang ia kenal. Tapi, karena kesadaran yang belum pulih Hana tidak begitu mempedulikan suara itu.
Hana kembali memejamkan matanya. Denyutan dikepalanya semakin kuat, hingga ia tidak tahan lagi untuk mengeluarkan suara erangan yang lumayan kencang.
"Kepala ini sakit sekali, Aduhh..." Kata Hana.
"Iya sebentar Kak.. Asran panggil dokter dulu ya. Sabar ya kak.." Lalu dengan berlari kecil Asran keluar dari kamar rawatan untuk mencari Dokter.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Asran datang bersama Dokter dan 2 orang perawat. Melihat Hana yang kesakitan, Dokter itu langsung menyuntikkan sebuah obat melalui selang infus Hana.
Tidak menunggu lama, obat itu langsung bereaksi dan sakit kepala Hana mulai berkurang. Dan Kesadaran Hanapun sudah pulih sempurna.
"Kak.. Sudah kurang sakit kepalanya?" Tanya Asran ketika ia melihat Hana sudah berhenti meringis kesakitan.
"Sudah lumayan.." Jawab Hana.
"Kamu.. Kok ada disini?" Tanya Hana seraya menoleh ke Asran yang duduk disamping tempat tidur Hana.
"Kamu yang bawa kak ke rumah sakit??" Sambung Hana lagi.
"Iyaa kak.. Asran datang kerumah kak Hana dan mendapati kak Hana sudah pingsan di kamar. Makanya Asran langsung bawa kak kerumah sakit." Jelas Asran.
"Kak Hana sakit apa? Kenapa bisa sampai pingsan kak?" Tanya Asran dengan nada khawatir.
"Kenapa kak gak kasih tau Asran kalau kak sakit. Untung hati Asran tergerak untuk datang kerumah kak Hana, Kalau tidak.. Asran tidak tahu sampai berapa lama kak Hana pingsan dirumah kakak." Ucap Asran.
"Kamu ngapain kerumah kakak?" Hana bertanya dengan menatap Asran tajam.
"Asran khawatir sama Kak Hana, Nomor kak gak aktif sejak tadi malam sampai pagi. Dan tadi Asran ke Puskesmas mau ganti perban, Asran ketemu Rini. Asran tanya ke Rini dimana kak Hana, katanya kak Hana sakit dan tidak masuk Puskesmas. Makanya Asran inisiatif kesini" Jelas Asran.
Mendengar penjelasan Asran barusan membuat wajah Hana langsung berubah dan memalingkan wajahnya dari Asran seakan membuang muka.
"Kenapa kak?" Asran bertanya dengan bingung.
"Tinggalkan kakak Asran. Kamu jangan sok peduli lagi dengan keadaan kakak. Anggap saja.." Lalu Hana kembali menatap Asran dengan mata yang udah memerah menahan air matanya.
"Kita tidak pernah kenal...!" Lanjut Hana.
"Kenapa kak Hana bilang seperti itu? Asran peduli sama kak Hana.. Asran.."
"Cukup Asran!! AKU BILANG CUKUP..!! Akhiri semua ini. Pergi jauh dari kehidupan AKU, Paham??" Kata Hana berteriak dengan suara yang melengking sehingga membuat Asran yang duduk disamping Hana langsung tersentak kaget karena tidak menyangka akan ucapan Hana barusan itu..
Bersambung...
__ADS_1