
"Gimana kak?? Bagus kan tempatnya??" Tanya Asran setelah mereka sampai disebuah tempat yang begitu indah.
Hana terkesima sesaat dengan apa yang ia lihat, saat itu mereka berada disebuah dataran tinggi dengan rerumputan hijau dan diterangi oleh sinaran lampu yang berwarna warni disepanjang jalan yang ada disana. Ditambah lagi dilangit saat ini ada banyak bintang berkelap - kelip yang membuat malam ini semakin indah.
Orang-orang yang ada disini lumayan ramai juga, ada yang datang bersama keluarga, teman bahkan dengan pasangannya. Para pedagang pun lumayan banyak juga menjajakan makanan ringan untuk menemani para pengunjung dalam menyelusuri malam ditempat yang bagus ini.
"Kak gak tau lo ada tempat seperti ini, Asran. Padahal kan kakak sudah lama juga tinggal dikota ini" Kata Hana masih dengan rasa takjub.
"Iya kak Hana, karena ini baru kok.. Sekitar 2 atau 3 bulanan lah di buat seperti ini.." Jelas Asran.
"Oo.. iya ya.. Tapi, maklum juga kak gak tau Asran karena kak memang jarang sekali keluar malam.." Kata Hana.
"Jadi kalau malam biasanya kak ngapain aja donk dirumah?" Tanyanya.
"Ya kadang nonton, baca buku habis itu ya tidur.." Jawab Hana seadanya.
"Kak Hana gak pernah jalan sama kawan kakak gitu atau.. Sama cowok mungkin..?" Tanya Asran penasaran.
"Sama kawan sech pernah tapi jarang banget paling bisa dihitung dengan jari. Kalau dengan cowok... Hhhmmm.. Gak pernah. Sama kamu lah ini perdana.." Kata Hana.
"Oya? Jadi dengan bang Andra pun gak pernah jalan?"
Hana langsung tersentak saat Asran menyebut nama Andra. Padahal Hana sudah mulai lupa dengan nama itu, Tapi.. Asran malah mengingatkannya lagi.
"Hhhmmm... Kenapa kamu ingatkan dia lagi sech." Kata Hana sedikit kesal.
"Maaf kak Hana bukan maksud apa-apa. Cuman penasaran aja jadi selama kak pacaran dengan Bang Andra, dia gak pernah ajak kakak jalan malam ya?" Asran malah mengulang pertanyaan itu lagi.
"Pernah.. Tapi, bukan dikota ini. kamu kan tau sendiri hubungan kak sama dia cuman sebentar Asran, cuman beberapa bulan. Itupun kami saling jauhan. Tapi.. sudahlah.. Kita gak usah bahas mengenai dia bisa kan??" Tanya Hana setengah memohon.
__ADS_1
"Oke.. Oke.. Kak Hana.. Maaf sudah bikin kak kesal" Ujar Asran.
"Kak.. Kita duduk disana yuk.." Ajak Asran menunjuk ke sebuah kursi kayu yang menghadap kearah sebuah kolam. Disebelah kolam itupun terdapat beberapa tempat main anak-anak sehingga tidak heran banyak anak kecil bermainan disana
"Boleh.. Tapi, kak pesan cemilan dulu ya.. Kamu duluan saja.." Kata Hana. Asran mengiyakan lalu bergegas kekursi tersebut sebelum diambil oleh orang lain. Sedangkan Hana menuju ke pedagang yang menjajakan makanan ringan tadi.
Saat Hana menunggu cemilannya sedang digoreng, tiba-tiba mata Hana menatap curiga kepada salah seorang lelaki yang ada diseberang sana. Lelaki yang tidak begitu jelas wajahnya terlihat oleh Hana itu karena gelap dan minimnya penerangan disana. Tapi, Hana yakini sejak tadi lelaki tersebut terus-terusan melihat kearahnya tanpa sekalipun berpaling.
Hana berusaha bersikap biasa saja. Dalam hati ia mencoba tenang. Jangan sampai bersikap gegabah seperti Asran tadi yang main langsung saja menuduh yang bukan-bukan terhadap orang yang belum tentu berbuat apa yang dituduhkannya.
Setelah selesai jajanan Hana digoreng lalu Hana bergegas menuju ketempat Asran.
"Kenapa kak? Kok wajahnya lain gitu?" Tanya Asran ketika melihat wajah Hana yang sedikit takut.
"Gak.. Gak kenapa-kenapa kok.." Jawab Hana dengan berbohong. Hana sengaja berbohong karena ia takut Asran nantik malah memancing keributan lagi jika ia cerita.
Lagi pula belum pasti dan tidak ada bukti juga untuk menuduh orang itu sebagai orang jahat yang ingin mencelakai Hana dulunya. Mungkin saja tadi orang itu bukan memperhatikan dirinya. Tapi memang kebetulan saja di memandang kearah Hana. Yah.. Hana menyakini didalam hatinya dan Kemudkan Hana segera menepis pikiran buruknya terhadap lelaki tadi itu.
Sampai akhirnya, Hana seakan teringat sesuatu dan kemudian wajahnya berubah menjadi agak sayu.
"Asran.. " Panggil Hana dengan lembut. Asran langsung menoleh dan mendapati wajah Hana yang berubah menjadi murung.
"Iya.. Kenapa kak??" Tanya Asran bingung.
Hana menarik nafas panjang sebelum ia mengeluarkan suaranya lagi.
"Tiba-tiba saja kak teringat kalau.. Kak Sudah janji sama Mama kakak untuk mengenalkan seorang lelaki pengganti Andra dalam waktu dekat ini.." Ujar Hana sambil menundukkan wajahnya.
Asran terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya ia berkata...
__ADS_1
"Kalau gitu kenalkan saja Asran ke Mama kak Hana.." Kata Asran dengan yakin.
Hana langsung menoleh ke Asran, menatap erat kedua mata lelaki itu yang telah dipenuhi dengan keyakinan.
"Mama kakak... Ingin kak segara menikah, Asran. Jadi.. Lelaki yang akan kakak kenalkan ke Mama kakak adalah lelaki yang akan menjadi calon suami, bukan.. Calon Pacar!" Jelas Hana.
Mendengar penuturan Hana barusan itu membuat Asran langsung mengalihkan pandangannya kearah depan.
"Keinginan orang tua kak sejak dulu adalah melihat kakak memiliki kekasih yang bisa di ajak ke hubungan yang lebih serius, Asran. Makanya mama kak kemarin marah besar setelah tahu Andra membatalkan tunangan kami gara-gara satu kesalahan yang telah kak perbuat." Kata Hana yang mulai bercerita tentang dirinya dan juga Andra.
"Dan untuk menebus kesalahan itu.. Kak membuat janji akan segera mengenalkan seseorang yang bisa menggantikan posisi Andra sebagai calon tunangan dan sekaligus calon suami kakak." Lanjut Hana lagi.
"Mama kakak pasti akan menagihnya dalam waktu dekat ini" Tutur Hana seraya mengigit bibir bagian bawahnya sebagai tanda ia yang sedang dilanda rasa kekhawatiran.
"Lalu.. Apa yang harus Asran lakukan kak? Asran harus berbuat apa?" Tanya Asran kemudian.
Hana kembali menatap Asran yang juga sedang menatap Hana. Cukup lama juga mata mereka saling pandang sampai akhirnya.
"Nikahi kakak.."Jawab Hana dengan wajah yang serius. Asran seakan terpana dengan perkataan Hana barusan itu. Ia tidak pernah menyangka bahwa Hana akan mengucapkan kalimat tersebut.
"Kak Hana yakin??" Tanya Asran dengan ragu-ragu.
"Kenapa? Kamu gak siap?? Kamu gak mau ya?" Tuduh Hana.
"Bukan kak.. Siapa bilang gak siap, siapa bilang gak mau. Karena menikah sama kak Hana adalah impian Asran.. Tapi, Masalahnya.." Asran lalu berhenti mengeluarkan suara dan seakan sedang berpikir panjang
"Kalau kamu siap, yakin dan mau.. Seharusnya tidak ada kata tapi, Asran. Ya sudahlah.. Kak juga gak serius dengan ucapan kak tadi" Ucap Hana dengan nada suara yang terdengar kesal.
Asran yang menyadari akan kekesalan Hana, kemudian langsung saja memegang tangan Hana dan kemudianmeletakkan tangan tersebut kebagian dadanya.
__ADS_1
"Oke kak Hana sayang. Gak akan ada kata Tapi lagi. Jadi.. kapan Asran bisa bertemu dengan orang tua kakak???" Tanya Asran dengan keyakinan penuh yang membuat Hana langsung terdiam membisu...
Bersambung..