
Setelah mengirim pesan singkat itu ke Hana, Asran lalu menyandarkan dirinya di kursinya dan kembali meletakkan handphone tersebut di atas meja kerjanya.
Asran menarik nafas panjang berkali-kali, setelah itu menghembusnya dengan kasar. Memang benar ingatan Asran tentang Hana sudah mulai berangsur-angsur membaik. Meskipun ia yakin belum semuanya, dia cuman butuh waktu sedikit lagi untuk menyempurnakan ingatannya tentang wanita yang teramat dia sayangi itu.
Yang sudah Asran ingat saat ini adalah awal pertemuannya dengan Hana, taruhan yang ia lakukan dengan kawan-kawannya untuk mendekati Hana, sampai akhirnya ia menyesal karena ia yang sudah terlanjur merasa nyaman berkomunikasi dengan wanita itu. Asran ingat bagaimana Hana marah besar ke dia saat Hana menemani dirinya bertanding di desa seberang. Semua itu Karena hasutan Reynald, dan Asran terus berjuang untuk meminta maaf setelah itu, membujuknya dengan berbagai cara hingga akhirnya wanita itu mau memaafkannya.
Tidak sampai disitu saja, Asran juga ingat Hana memang akan bertunangan dengan Andra, abang dari mantannya yaitu Sherly. Namun, tunangan mereka tidak jadi karena Sherly sudah menuduh dan memburukkan Hana yang tidak-tidak didepan Andra juga Mamanya. Lalu Andra meninggalkan Hana tanpa kabar yang membuat Hana terpuruk karena patah hati.
Disitulah Asran seperti mendapatkan sebuah kesempatan untuk menjadi penawar hati Hana yang sedang galau. Karena Asran yang memang sudah merasa cinta teramat dalam dengan wanita itu sehingga ia berusaha untuk mencuri hati Hana. Dan.. Ternyata perjuangannya untuk mendapatkan hati Hana berhasil. Akhirnya wanita itu mau membuka hatinya untuk Asran. Merekapun jadian.
Ya.. Sampai disitulah yang Asran ingat, setelah itu dia tidak ingat apa - apa lagi. Apa yang terjadi, dia tidak tahu. Asran terus berpikir, terus mencoba mengingat tapi tidak bisa. Yang ada malah kepalanya yang menjadi sakit.
"Kami jadian, tapi.. Mengapa kak Hana malah akan menikah dengan Bang Andra? Bagaimana mereka bisa balikkan? Padahal Bang Andra sudah meninggalkannya." Desis Asran dengan suara yang pelan.
Lalu Asran berdiri dari kursinya, ia mengambil kunci motornya dan kemudian buru-buru keluar dari ruangannya. Saat didepan pintu, ia berpapasan dengan Reynald.
"Mau kemana kau Asran?" Tanya Reynald dengan curiga. Karena ia melihat dari tampang Asran yang agak lain ditambah lagi ini memang belum jam istirahat, dia curiga Asran akan pergi menemui Hana.
"Aku ada urusan." Jawab Asran dengan ketus.
"Urusan apa? Mau ketemu wanita itu?" Tanya Reynald dengan marah.
__ADS_1
"Kalau iya, kenapa? Aku sudah ingat sebagian tentang dia, Rey. Tanpa bantuan kau, aku bisa ingat sendiri. Tapi, Aku heran saja..kenapa kau tidak membantu aku sedikitpun untuk ingat ke dia. Kenapa? Apa yang salah?" Tanya Asran.
"Biarpun belum semua, tapi aku akan cari tahu sendiri.. Yang terakhir aku ingat kalau kami itu sudah jadian tapi.. Kenapa dia malah akan menikah dengan orang lain. Aku gak bisa merelakannya begitu saja, Rey. Aku harus mencegahnya sebelum semuanya terlambat. Aku harus memperjuangkan cinta aku." Kata Asran dengan berambisi.
Kemudian Asran hendak pergi dari sana, tapi Reynald dengan cepat menahan bahu lelaki itu.
"Kamu gak perlu mencari tahu kemana-mana. Masuklah kedalam. Aku akan ceritakan semuanya ke kamu. Semuanya, tanpa terkecuali." Kata Reynald akhirnya. Asran lalu menghembuskan nafas dengan lega.
***
Hana tidak berniat untuk membalas pesan dari nomor yang tidak dikenal itu. Tapi, ia yakin itu pasti Asran yang mengirimkannya. Hana berusaha untuk mengendalikan diri agar hatinya tidak terpancing untuk plin plan lagi. Apalagi mengingat hari pernikahannya sudah dekat, dan besok dia sudah mulai cuti. Hana juga sudah membeli tiket untuk berangkat pagi besok, sengaja ia memajukan hari keberangkatannya. Karena ada beberapa hal juga yang harus ia persiapakan sebelum ia menikah.
"Iya, terimakasih banyak Tia. Tapi, kalau seandainya pun tidak bisa datang.. Karena aku paham kan terhalang dengan tempat tinggal aku yang jauh, harus naik kapan 5-6 jam. Jadi, ya gak apa-apa.. Ngak usah dipaksain. Yang penting doanya saja supaya acaranya nantik berjalan dengan lancar." Kata Hana.
"Iya Hana, kalau aku pribadi gak masalah kok mau jauh atau gimana. Sekalian aku mau jalan juga ke kota bawa suami dan anak-anak. Ya.. Gak tau juga gimana teman yang lain." Jawab Tia.
"Iya, Tia. Terimakasih kamu sudah punya niat mau datang saja aku sudah cukup bahagia."
"Iya, donk. Kamu kan sahabat aku. Masak sahabatnya nikah gak datang,hehe" Ujar Tika dengan tersenyum lebar. Hana membalas senyuman Tia tersebut.
"Oya, Han...Maaf nih. Kalau boleh tau bagaimana kabarnya Asran?" Tiba-tiba saja Tia malah menanyai perihal Asran kepadanya sehingga membuat senyum diwajah Hana langsung memudar.
__ADS_1
"Oopss.. Maaf Han," Menyadari akan hal itu membuat Tia langsung meminta maaf karena tidak enak hati.
"Aku sedang gak ingin membahasnya Tika. Maaf ya?" Kata Hana. Tia hanya menganggukkan kepalanya.
Meskipun demikian, tidak dipungkiri juga Hana jadi kepikiran dengan Asran. Apa kabarnya? Apa memang dia sudah ingat semuanya?? Batin Hana bertanya-tanya. Jika memang sudah, apakah yang akan dilakukan lelaki itu selanjutnya??
.
.
.
.
BERSAMBUNG..
YUK YANG PENASARAN DGN APA YG AKAN DILAKUKAN OLEH ASRAN, BERI LIKE DAN KOMENTARNYA DONK..
.
.
__ADS_1